Articles
Efektivitas Penggunaan Model Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar IPS
Puspitasari, Siska;
Hayati, Kulsum Nur;
Purwaningsih, Ary
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2186
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model Blended learning terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan model blended learning efektif terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku kelas IV Semester I di Gugus Pentas Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung (2) penerapan model blended learning berbantuan google classroom efektif meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku kelas IV Semester I di Gugus Pentas Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung, (3) penerapan model blended learning berbantuan google classroom meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku
Melodisasi Dongeng: Beatbox sebagai Pendamping untuk Memperkaya Bahasa Anak Usia Dini di Bee Kids
Mustofa, Fuadul;
Hayati, Kulsum Nur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i3.1337
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan beatbox sebagai pendamping dalam mendongeng terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di Bee Kids . Menggunakan metode kualitatif dengan desain eksperimental, penelitian ini melibatkan dua kelompok anak: kelompok eksperimen yang mengikuti sesi mendongeng dengan iringan beatbox dan kelompok kontrol yang mendengarkan dongeng tanpa iringan beatbox. Selama 8 minggu, setiap kelompok menjalani sesi mendongeng dua kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam berbagai aspek kemampuan bahasa. Anak-anak lebih terlibat dan fokus selama sesi mendongeng, lebih sering berpartisipasi secara verbal, dan menunjukkan peningkatan dalam kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan narasi. Pendidik dan orang tua juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak dalam berkomunikasi. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan beatbox dalam mendongeng dapat menjadi metode efektif untuk memperkaya bahasa anak usia dini. Integrasi beatbox tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa anak-anak secara menyeluruh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak lembaga pendidikan untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Contribution of Educational Institutions in the Preservation of Traditional Culture Karawitan Java
Dzakia, Shinta Nur;
Saputri, Indri Dewi;
Sari, Rani Puspita;
Hayati, Kulsum Nur
Jurnal Smart Paud Vol. 7 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Jurusan PG-PAUD Universitas Halu Oleo,
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/jspaud.v7i2.162
Culture as a state identity must always be preserved so that it remains alive and relevant for every generation of society. Indonesia has a variety of cultures, including traditional music on the island of Java, namely Karawitan Art. The process of cultural inheritance can be through educational institutions which are leading institutions that are in direct contact with the nation's generation. So this research was taken to describe the efforts made by educational institutions in contributing to preserving the traditional culture of karawitan art concretely. A study designed using a qualitative approach with a case study type . Data was obtained through observation, interviews and documentation. The informants are educators and trainers. The number of students is 26 children, all of whom participated in karawitan activities. This karawitan group is named "Karawitan Cilik". The learning method of karawitan art uses the habituation method. Learning the art of karawitan is proven to support children's development, including in physical, motor, cognitive, social-emotional, moral, language and art aspects. The learning of karawitan art carried out by educational institutions is a form of contribution to preserving traditional culture in the surrounding environment. In addition, this activity can also be a meaningful learning for students.
Efektivitas Penggunaan Model Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar IPS
Puspitasari, Siska;
Hayati, Kulsum Nur;
Purwaningsih, Ary
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2186
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model Blended learning terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan model blended learning efektif terhadap peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku kelas IV Semester I di Gugus Pentas Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung (2) penerapan model blended learning berbantuan google classroom efektif meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku kelas IV Semester I di Gugus Pentas Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung, (3) penerapan model blended learning berbantuan google classroom meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi Keberagaman budaya bangsaku
Pengembangan E-Modul Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Karakter Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SD
Susanti, Novita Dwi;
Hayati, Kulsum Nur;
Widiasih, Widiasih
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v7i1.7945
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas e-modul berbasis proyek dalam meningkatkan hasil belajar dan penguatan karakter siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Uji validasi oleh ahli menunjukkan bahwa e-modul memenuhi kriteria kelayakan tinggi dari aspek materi, media, dan desain instruksional. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa e-modul praktis digunakan dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata angket respon siswa dan guru yang tinggi. Analisis statistik menggunakan uji N-gain dan t-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penggunaan e-modul ini. Selain itu, hasil observasi menunjukkan adanya penguatan karakter siswa, khususnya dalam aspek gotong royong dan kemandirian. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar e-modul ini diuji dalam jangka waktu yang lebih panjang serta dikembangkan dengan fitur interaktif tambahan untuk meningkatkan efektivitasnya.
Pengembangan dan Evaluasi Media Game Edukatif dalam Meningkatkan Pengenalan Karir dan Keaktifan Siswa SD
Wahyudin, Ahmad;
Hayati, Kulsum Nur;
Juhana, Juhana
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v7i1.7947
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media game edukatif dalam meningkatkan pengenalan karir dan keaktifan siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan uji statistik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media game edukatif memenuhi kriteria kelayakan yang sangat baik dari aspek materi dan media. Hasil uji efektivitas menggunakan independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam peningkatan pengenalan karir dan keaktifan siswa (p < 0,05). Hasil uji paired sample t-test juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kelas eksperimen sebelum dan setelah penggunaan media game edukatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa media game edukatif dapat diterapkan di berbagai sekolah dasar sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dalam mengenalkan karir kepada siswa. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis digital dengan integrasi augmented reality guna meningkatkan pengalaman belajar interaktif.
Literasi kesehatan untuk anak usia dini melalui kegiatan healthy drinks
Mala, Lilik Sofwatul;
Farunnisa , Farunnisa;
Hayati, Kulsum Nur
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2025): Vol.10 No.1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jw.v10i1.1930
Health literacy from an early age plays an important role in shaping a healthy lifestyle for children. One aspect that needs to be introduced is an understanding of healthy drinks in order to build good consumption habits. This study aims to analyze the implementation of health literacy activities through the introduction and practice of consuming healthy drinks in early childhood. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study consisted of 25 early childhood education institutions (PAUD), namely RA Masyithoh Wareng Butuh Purworejo who participated in health literacy activities for one month. Data were analyzed using thematic analysis techniques to understand children's consumption patterns and responses to various types of healthy drinks that were introduced. The results showed that of the 25 children who participated, 95% preferred fruit juice, 75% did not like ginger wedhang, 80% preferred turmeric and tamarind herbal tea, and 100% preferred milk. This activity not only increased children's understanding of the benefits of healthy drinks but also created a fun learning experience. Children's enthusiasm increased as they tried various nutritious drinks and actively participated in activities. In conclusion, the implementation of health literacy through healthy drinks activities is effective in increasing early childhood awareness of the importance of healthy drink consumption patterns. It is hoped that this activity can be widely implemented to build a foundation for a healthy lifestyle from an early age.
The Role of Storytelling to Improve Early Childhood Speaking Skills
Handayani, Mila Sri;
Siagian, Togar;
Khayati, Ni'matul;
Hayati, Kulsum Nur
Journal of Language, Literature and Teaching Vol 6, No 1 (2024): April - July 2024
Publisher : Journal of Language, Literature and Teaching
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35529/jllte.v6i1.12-23
Early childhood is a critical period for language development, laying the foundation for future communication skills. Storytelling has long been recognized as a powerful tool in language acquisition, particularly in enhancing speaking abilities. This paper examines the role of storytelling in improving speaking skills among early childhood learners. It explores the theoretical underpinnings of storytelling as a pedagogical approach and its alignment with early childhood development theories. Furthermore, the paper reviews empirical studies and evidence supporting the effectiveness of storytelling in fostering oral proficiency in young children. Additionally, it discusses practical strategies and techniques for integrating storytelling into early childhood education curricula. The findings suggest that storytelling not only enhances speaking skills but also promotes language comprehension, vocabulary acquisition, and socio-emotional development. The paper concludes with implications for educators and recommendations for future research in this field.
“GALANG”: MEDIA BELAJAR BAGI AUDITORY LEARNERS
Hayati, Kulsum Nur
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 3 No. 2 (2022): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70571/psik.v3i2.64
The current study aims to analyse audio learning media “Galang” (Geography AudioLearning), particularly the product of media entitled “Benua Merah” developed by BalaiPengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Kemendikbudristek in2020. The study attempts to look closely at how “Benua Merah” in “Galang”—produced asaudio learning media—is in line with the characteristics of students whose learning style isauditory in order to understand the presented learning materials. The aspects being analysedare elements constructing “Galang”, namely verbal or oral text, music, and sound effect,integrated as audio learning material. The results of the study demonstrate that “BenuaMerah” as part of “Galang” series puts forward the strengths of audio media: (1) usingidentification of instruments presented by Lincoln Land Community College, oral text as thelearning material in “Benua Merah” contains some instruments beneficial for auditorylearners; and (2) music and sound effect as the components of audio learning media offer thefunctions of audio program identical to audio programs developed by Open Learning Institutein British Columbia, as identified by Power (1990). Kajian ini dilakukan terhadap media belajar audio “Galang” (Geography Audio Learning),khususnya produk media yang berjudul “Benua Merah” yang telah dikembangkan oleh BalaiPengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Kemendikbudristekpada tahun 2020. Kajian ini mencoba untuk mencermati apakah “Benua Merah” dalam“Galang”—yang diproduksi sebagai media belajar audio—selaras dengan karakteristik siswayang memiliki gaya belajar auditory untuk dapat memahami materi belajar yang disajikan.Aspek yang dikaji adalah unsur-unsur pembentuk “Galang” yang diintegrasikan menjadimedia belajar audio, yaitu teks verbal (lisan), musik, dan efek suara. Hasil kajian terhadapmedia audio “Benua Merah” dalam seri “Galang” ini mengetengahkan kekuatan dari mediaaudio, yang menunjukkan bahwa (1) dengan menggunakan identifikasi yang dikemukakanoleh Lincoln Land Community College, aspek teks verbal lisan yang merupakan materipembelajaran pada “Benua Merah” mengandung beberapa instrumen yang bermanfaat bagiauditory learners; (2) musik serta efek suara yang menjadi komponen pada media audiomemiliki fungsi-fungsi program audio yang identik dengan program-program audio yangdikembangkan oleh Open Learning Institute di British Columbia sebagaimana diidentifikasioleh Power (1990).
Melodisasi Dongeng: Beatbox sebagai Pendamping untuk Memperkaya Bahasa Anak Usia Dini di Bee Kids
Mustofa, Fuadul;
Hayati, Kulsum Nur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i3.1337
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan beatbox sebagai pendamping dalam mendongeng terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di Bee Kids . Menggunakan metode kualitatif dengan desain eksperimental, penelitian ini melibatkan dua kelompok anak: kelompok eksperimen yang mengikuti sesi mendongeng dengan iringan beatbox dan kelompok kontrol yang mendengarkan dongeng tanpa iringan beatbox. Selama 8 minggu, setiap kelompok menjalani sesi mendongeng dua kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam berbagai aspek kemampuan bahasa. Anak-anak lebih terlibat dan fokus selama sesi mendongeng, lebih sering berpartisipasi secara verbal, dan menunjukkan peningkatan dalam kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan narasi. Pendidik dan orang tua juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak dalam berkomunikasi. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan beatbox dalam mendongeng dapat menjadi metode efektif untuk memperkaya bahasa anak usia dini. Integrasi beatbox tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa anak-anak secara menyeluruh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak lembaga pendidikan untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.