Jurnal Teknodik
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012"
:
11 Documents
clear
KOMPETENSI TIK UNTUK GURU
Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.598 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.23
Kehadiran TIK untuk pendidikan tidak dapat dihindari. Salah satu fungsi TIK di dalam pendidikan adalah untuk pembelajaran ( e-learning). Keberhasilan pembelajaran kunci utamanya terletak pada guru. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Untuk mewujudkan keempat kompetensi tersebut dengan cepat dan efisien harus ditambah dengan kompetensi TIK. Kompetensi TIK ada beberapa tahap, mulai dari yang dasar sampai ke tingkat mahir. Agar seluruh guru memiliki kompetensi TIK dengan baik perlu dibuat standar kompetensinya. Dengan adanya standar kompetensi TIK untuk guru akan memudahkan bagi berbagai pihak yang akan berpartisipasi untuk meningkatkan kompetensi TIK guru. Pihak yang secara langsung menggunakan standar kompetensi tersebut adalah lembaga yang menghasilkan calon guru (PTK) dan yang mengurusi peningkatan kompetensi guru. Sedangkan dampaknya adalah proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dari sumber yang beragam. Dengan demikian mutu sumber daya manusia Indonesia akan meningkat dengan cepat dan dapat sejajar dengan bangsa lain di dunia.
Kumpulan Abstrak
Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1147.89 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.14
HUBUNGAN KOMPETENSI TUTOR DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BELAJAR DENGAN MUTU PEMBELAJARAN PADA PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Asep Saepudin Program Studi PLS Universitas Pendidikan Indonesia (aspudin@gmail.com) PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF GUNA PEMEROLEHAN BELAJAR KONSEP PENYIMPANGAN SOSIAL Syahwani Umar dan Rini Susilowati Universitas Tanjung Pura, Pontianak (syahwaniumar@yahoo.com dan rini1276@yahoo.co.id)
STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) DI POLITEKNIK NEGERI BALI
I Ketut Darma dan I Gusti Lanang Suta Artatanaya
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.263 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.19
Penelitian evaluatif ini terdiri dari 2 (dua) penelitian, yang saling terkait berkaitan, yaitu tentang penyelenggaraan PKL dan PBM dan dilaksanakan selama 2 tahun. Tujuan dan hasil yang diharapkan, yaitu: tahun pertama untuk mendapatkan draf strategi peningkatan pelaksanaan PKL dan Proses Belajar Mengajar di Politeknik Negeri Bali. Sedangkan pada tahun kedua diperoleh balikan yang handal dan valid berupa strategi untuk peningkatkan kualitas penyelenggaraan PKL. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif model Context-Input- Process-Product (CIPP). Kajian difokuskan pada memvalidasi upaya peningkatan latar penyelenggaraan, daya dukung yang digunakan, prosedur penyelenggaraan, dan produk akhir yang dicapai dalam PKL. Validasi dilihat dari persepsi responden terhadap draf upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PKL. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif maupun kuatitatif. Hasil yang didapatkan pada tahun kedua, yaitu: semua upaya-upaya dari draf model yang didapatkan pada tahun pertama dinyatakan valid sebagai strategi meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Draf model tersebut direkomendasi sebagai strategi untuk meningkatan kualitas penyelenggaraan PKL di Politeknik Negeri Bali.
IMPLIKASI PENERAPAN TEORI PERKEMBANGAN MODAL JEAN PIAGET DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK
Farihen UMJ
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.376 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.24
Perkembangan moral Jean Piaget merupakan model teori pendekatan kognitif yang secara intrinsik lebih sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang berpikir. Di Indonesia secara umum teori pendekatan kognitif ini banyak menjadi model dan praktik dalam pembelajaran, walaupun diterapkan kurang utuh; sehingga orientasi pembelajaran difokuskan pada pengembangan kognitif secara sempit. Dari perspektif hakikat manusia di atas model pendekatan kognitif Piaget, pada satu sisi, memiliki titik-titik similarisasinya yang hakiki dalam nilai-nilai Islam. Tetapi pada sisi lain, teori Piaget memiliki titik-titik kelemahan, karena perilaku moral tidak selalu merupakan refleksi pengetahuan moral. Maka Islam menyediakan nilainilai komplementasi yang memberi ruang penerapan moral bagi anak secara konsisten, walaupun memasuki tahap perkembangan moral autonomous yang bercorak subjektif dan relatif.
HUBUNGAN KOMPETENSI TUTOR DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BELAJAR DENGAN MUTU PEMBELAJARAN PADA PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.212 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.15
Tutor PAUD merupakan bagian yang strategis dan kunci dari keberhasilan peningkatan mutu pembelajaran, sebab tutor PAUD sebagai tenaga pendidik merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan peserta didik. Di antara kompetensi tutor yang berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan tutor dalam penggunaan media belajar. Permasalahan utama penelitian adalah mengetahui hubungan antara kompetensi tutor pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan model analisis deskriptif korelasional. Responden adalah tutor PAUD sejumlah 30 orang. Hasil penelitian terungkap bahwa kompetensi tutor berupa penguasaan kompetensi pengunaan media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran pada program pendidikan anak usia dini.
FILM PENDIDIKAN: KARYA SENI, REPRESENTASI, DAN REALITAS SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA
Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.757 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.20
Masa remaja adalah fase mencari dan membentuk jati diri. Mereka seringkali mendapatkan figur atau keteladanan dari sajian televisi dan film komersial, termasuk film asing. Pengalaman empirik bahwa film Aku Cinta Indonesia (ACI) di tahun 1980-an berhasil menjadi sebuah tontonan menarik dan teladan bagi remaja pada saat itu. Hal ini menjadi optimisme pengembangan film pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Film pendidikan dapat dikembangkan melalui: 1) menyajikan karakter tokoh idola remaja masa kini, dan 2) menciptakan figur ideal panutan remaja. Konsep film sebagai karya seni yang komplek dan menjadi representasi dan gambaran realitas sosial. Oleh karena itu film pendidikan dituntut mampu menghadirkan kekayaan budaya, kekayaan alam, termasuk kearifan lokal sebagai representasi dan realitas sosial bangsa Indonesia. Sebagai karya seni, film pendidikan perlu mengolah psikologi dan emosi penonton. Untuk itu, film pendidikan perlu dibuat dramatisasi yang wajar, alur cerita menarik, memberikan kejutan-kejutan dan kepenasarana, penokohan dengan karakteristik yang tegas, bahasa yang mudah dicerna, serta ditunjang teknis produksi mulai: pengambilan gambar, editing, pemilihan shot, memberikan penekanan, dan aspekaspek teknis lainnya.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF GUNA PEMEROLEHAN BELAJAR KONSEP PERILAKU MENYIMPANG PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X SMAN 1 SUNGAI RAYA KEPULAUAN
Syahwani Umar dan Rini Susilowati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.367 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.16
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa memenuhi kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Dalam kenyataan di kelas para siswa merasa kurang termotivasi dalam belajar karena cara pengajaran guru yang konvensional (hanya menggunakan buku teks). Pengajaran yang terkesan konvensional mengakibatkan para siswa merasa sukar dalam pemahaman materi yang diberikan oleh guru. Akibatnya minat belajar para siswa mengalami penurunan dan selanjutnya hasil belajarnya juga menurun. Ini terbukti berdasarkan hasil observasi di lapangan yang menunjukkan bahwa para siswa kurang menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Dari data yang ditemukan di lapangan untuk mata pelajaran sosiologi khususnya materi pokok perilaku menyimpang dan sikap antisosial kelas X masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Berawal dari hal tersebut dikembangkan dan dimplementasikan proses pembelajaran dengan menggunakan multimedia yang menggabungkan berbagai unsur media seperti video, suara, animasi, teks, dan gambar yang dikemas dalam satu wadah yang bersifat interaktif, kreatif dan menyenangkan. Akibat pengembangan mutimedia tersebut, dalam proses pembelajaran diharapkan para siswa dapat memahami materi pembelajaran karena pembelajaran yang disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga terjadi peningkatan terhadap hasil belajar yang dicapai.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
Drs. Bambang Warsita, M.Pd
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1156.959 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.21
Salah satu sumber belajar yang sudah lama diperlukan hingga sampai sekarang masih tetap diperlukan dalam setiap satuan pendidikan adalah perpustakaan. Hakikat perpustakaan adalah pusat sumber belajar dan sumber informasi bagi pemakainya. Perpustakaan mempunyai peranan sangan penting untuk menunjang kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar peserta didik serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar sangat bermanfaat untuk mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pemanfaatan aneka sumber belajar menuju pembelajaran yang berkualitas.
INTENSITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN SIKAP MAHASISWA PADA PROFESI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PROFESI KEGURUAN
Eka Khristiyanta Purnama
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.471 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.17
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar profesi keguruan antara mahasiswa yang memiliki intensitas pemanfaatan sumber belajar tinggi dengan yang rendah, 2) mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar profesi keguruan antara mahasiswa yang memiliki sikap pada profesi guru tinggi dengan yang rendah, 3) mengetahui apakah ada interaksi antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dengan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan pada para mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto yang datanya diambil setelah kegiatan berlangsung dengan jumlah populasi 155 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Teknik pengambilan sample dengan teknik Cluster Random Sampling dengan jumlah sample 80 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan dua metode yaitu untuk variabel intensitas pemanfaatan sumber belajar dan sikap pada profesi guru digunakan angket, sedangkan variabel prestasi belajar profesi keguruan digunakan tes. Teknik analisa data dilakukan dengan teknik Analisa Varians (ANAVA) dengan taraf signifikansi á : 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang memiliki intensitas pemanfaatan sumber belajar tinggi dengan yang rendah mengenai prestasi belajar profesi keguruan yaitu P : 0.0110.05, 3) tidak ada interaksi antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dengan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan pada para mahasiswa yaitu : : 0.520>0.05. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh signifikan antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan.
DEBAT AKTIF SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN NOVEL YANG MOTIVATIF AGAR PESERTA DIDIK SMP TERAMPIL BERBICARA
Dewi Subadra
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.149 KB)
|
DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.22
Sesuai dengan KTSP, salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah sastra prosa (novel). Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia dituntut untuk menguasai dan menerapkan metode pembelajaran sastra yang baik dan menarik. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengamatan sebagai guru bahasa Indonesia di SMP, masih banyak guru bahasa Indonesia yang merasa kesulitan untuk memilih dan menentukan metode pembelajaran sastra prosa (novel) yang menarik. Akibatnya, guru cenderung mengajarkan aspek kebahasaan saja dan mengesampingkan aspek sastra (novel). Pembelajaran sastra (novel) diperlakukan sebagai pelengkap ketentuan kurikulum saja. Dampaknya, guru cenderung menerapkan metode pembelajaran sastra novel yang paling tradisional, yaitu diawali dengan membaca ringkasan novel, menjawab pertanyaan yang tersedia, dan diakhiri dengan mencari unsur-unsur intrinsik. Keadaan yang demikian ini yang memprihatinkan penulis sehingga tergugah untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan metode pembelajaran sastra (novel) yang menarik dan memotivasi peserta didik SMP mempelajari novel. Melalui metode debat aktif yang direkam dan diputar ulang dapat memotivasi peserta didik, tidak hanya dapat menikmati karya sastra yang disajikan tetapi juga memiliki kesenangan (hobi) membaca novel, bahkan membuat/menulis, dan membicarakan nilai-nilai intrinsik novel tanpa paksaan dari guru.