cover
Contact Name
Dr. -Ing. Widodo S. Pranowo
Contact Email
widodo.pranowo@gmail.com
Phone
+6282111637144
Journal Mail Official
widodo.pranowo@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dinas Perumahan & Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta Lantai 8 Jalan Taman Jatibaru No.1 Tanah Abang, Jakarta Pusat – DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Jakarta
ISSN : 23374381     EISSN : 27164659     DOI : https://doi.org/10.37439/jurnaldrd
Core Subject : Social,
JURNAL RISET JAKARTA (JRJ), p-ISSN: 2337-4381, e-ISSN: 2716-4659 merupakan Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian orisinil, konseptual ide, dan kajian ilmiah terkini seputar isu Jakarta terkait: pemerintahan; kesejahteraan; perekonomian dan keuangan; kesejahteraan rakyat; pembangunan dan lingkungan hidup. Artikel ilmiah dapat ditulis perorangan maupun tim baik yang berafiliasi pada lembaga di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan provinsi daerah, perguruan tinggi, Lembaga mitra, dan masyarakat umum.
Articles 75 Documents
Kajian Kualitatif Pengelolaan Air Limbah Domestik di DKI Jakarta Mahendra Wirawan
Jurnal Riset Jakarta Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.366 KB) | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v12i2.12

Abstract

Pencemaran air permukaan dan air tanah yang terjadi di DKI Jakarta menunjukan kecenderungan yang semakin meningkat. Upaya pengembangan pengolahan air limbah domestik rumah tangga terpusat yang telah dimulai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 1972 berjalan sangat lambat. Telah banyak penelitian yang dilakukan dan dapat dijadikan referensi, namun belum banyak yang membahas keberlanjutan pengelolaan air limbah domestik secara holislik. Berdasarkan studi literatur (2012-2018) dan expert judgement yang dilakukan, konsep pembangunan berkelanjutan pada dasarnya adalah bagaimana menempatkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sistem pengelolaan air limbah domestik yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih bersifat parsial dan tidak holistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan air limbah domestik di DKI Jakarta berada pada status yang kurang berkelanjutan. Untuk itu penetapan strategi prioritas guna mencapai tujuan program pengembangan pengelolaan air limbah domestik serta perumuskan strategi pengembangan pengelolaan air limbah domestik, baik penurunan tingkat pencemaran air, pembiayaan pengembangan, pemilihan teknologi, penanganan masalah sosial, penyediaan lahan, pengembangan kelembagaan serta peningkatan peran serta masyarakat, perlu dilakukan untuk keberlanjutan pengelolaan air limbah domestik di DKI Jakarta.
Status Pemulihan Stok Teripang di Perairan Kepulauan Seribu: Recovery Status of Sea Cucumber in The Seribu Islands Sri Turni Hartati; Didik Wahju Hendrotjahjo; andreas samusamu
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i1.14

Abstract

Penelitian pemulihan stok teripang pasir (Holothuria scabra) telah dilakukann di Perairan Kepulauan Seribu pada dua periode yaitu tahun 2003 - 2004 dan tahun 2008-2009. Teripang yang digunakan dalam penelitian berasal dari perairan Ringgung, Teluk Lampung, ada yang berukuran benih maupun siap dilepaskan di alam. Teripang yang berukuran benih atau kurang dari 100 gram dibesarkan dahulu dalam kurungan tancap berlidah sampai berukuran matang gonad, panjang 220 ml dan berat 200 - 300 gram. Pengamatan kondisi lingkungan perairan menunjukkan bahwa Pulau Kongsi mendukung untuk lokasi pembesaran teripang pasir (Holothuria scabra), dan Pulau Pamegaran sebagai lokasi untuk pelepasan teripang di alam (Restocking). Selain mempunyai habitat sesuai dengan habitat alami, perairan Pulau Pamegaran merupakan wilayah yang semi tertutup, dan sedimen dasar perairan relatif lebih halus. Jaring tancap berlidah merupakan sarana yang paling tepat untuk pembesaran teripang sebelum dilepas di alam, karena mempunyai tingkat kelolosan yang rendah bahkan dalam penelitian tingkat kelolosan dari jaring 0%. Laju pertumbuhan teripang per hari pada beberapa kali percobaan pembesaran di Pulau Kongsi selama 8-9 bulan pada kisaran 0,41-0,82% dengan kelolos hidupan mencapai 100%. Laju pertumbuahan per hari teripang yang dilepas di perairan Pulau Pamegaran selama 12 bulan adalah 0,4 %, dengan tingkat kelolos hidupan 4%. Melalui kegiatan pelepasan (restocking) teripang pasir, perairan Pulau Pamegaran dapat dimanfaatan sebagai daerah reservasi.
Status Perikanan dan Kondisi Habitat Perairan Teluk Jakarta: Fisheries Status and Habitat Conditions of Jakarta Bay Waters Budi Nugraha; Setya Triharyuni; Priyo Suharsono Suleman; Sri Turni Hartati
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i1.17

Abstract

Perairan Teluk Jakarta telah mengalami degradasi baik itu degradasi sumber daya ikan maupun degradasi lingkungan dan habitat. Degradasi sumber daya ikan ditunjukkan oleh beberapa indikasi, diantaranya kelimpahan dan biomassa ikan rendah, ukuran ikan yang tertangkap semakin kecil, terjadinya kerusakan jaringan beberapa spesies, seperti kerang hijau, rajungan, dan beronang serta keragaman dan jumlah alat tangkap pasif yang semakin banyak. Sementara degradasi lingkungan habitat ditandai oleh kemunculan yang berlebih fitoplankton dari kelompok diatom, rendahnya indeks kelimpahan makrozoobenthos, kualitas air yang menurun dan berkurangnya luasan mangrove yang berubah menjadi kolam dan lahan pertanian di Muara Gembong. Untuk memulihkan ketersediaan sumber daya ikan harus dilakukan pengelolaan perikanan bersamaan dengan pengeloaan lingkungan perairan, seperti penutupan daerah penangkapan atau memindahkan ke wilayah utara yang bukan daerah konservasi yang disertai dengan rehabilitasi habitat.
Perubahan Bentuk Jaringan Biota Terdegradasi (Kerang Hijau, Rajungan, dan Beronang) di Perairan Kamal dan Cilincing, Teluk Jakarta: Changed of Form of Degradaded Biota Tissue (Green Clam, Swimming Crab, and Beronang) in Kamal and Cilincing Waters, Jakarta Bay Sri Turni Hartati; Prihatiningsih Prihatiningsih; Budi Nugraha
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i2.18

Abstract

Teluk Jakarta adalah wilayah perairan yang mengalami eutrifikasi tinggi, status wilayah perairan dapat dipisahkan antara hiper-eutrophic dan eutrophic. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh zat hara hasil dari aktifitas daratan Kota Jakarta yang disalurkan melalui 13 muara sungai ke perairan Teluk Jakarta. Status hiper-eutrophic terdapat pada daerah muara sungai yang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang bersifat racun, seperti fenomena alga merah yang menyebabkan terjadinya kematian massal ikan. Kompleksitas kegiatan yang tidak terkendali di Teluk Jakarta mengakibatkan terdegradasinya lingkungan perairan. Dampaknya terhadap sektor perikanan adalah kerusakan habitat dan menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya ikan. Masalah yang sering terjadi adalah kasus kematian ikan masal dan beberapa jenis biota telah terdegradasi, seperti kerang hijau (Perna viridis), rajungan (Portunus pelagicus) dan beronang (Siganus sp). Tulisan ini menyajikan sampai sejauh mana dampak dari pencemaran Teluk Jakarta terhadap sumber daya ikan yang ada, melalui kajian perubahan bentuk mikroanatomi jaringan biota terdegradasi (kerang hijau, rajungan, dan beronang) yang didaratkan di perairan Kamal dan Cilincing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Teluk Jakarta terutama di muara, sebagian parameter kimiawi sudah melebihi ambang batas baku mutu air, sepert ammonia (NH3), phosphat (PO4), nitrat (NO3), fenol, dan BOD5 dan untuk logam berat yaitu seng (Zn), nikel (Ni), dan tembaga (Cu). Analisis mikroanatomi jaringan insang dan hati pada kerang hijau, rajungan, dan beronang lingkis dari Kepulauan Seribu menunjukkan struktur yang normal dan sampel dari Teluk Jakarta menunjukkan tidak normal atau ada kerusakan, dikatakan telah terdegradasi. Implementasi kebijakan yang direkomendasikan adalah Langkah konkrit harus dilakukan Pemerintah DKI Jakarta adalah membangun IPAL disetiap muara sungai agar air yang bermuara tidak membawa polutan ke laut yang berdampak tercemarnya perairan dan biota di Teluk Jakarta.
Analisis Wisata Selam Berkelanjutan(Studi Kasus : Daya Dukung Lingkungan Terumbu Karang untuk Wisata Selam di Pulau Pari, Kepulauan Seribu): Analysis of Sustainable Dive Tour (Case Study: Coral Reef Environmental Support for Diving Tour in Pari Island, Seribu Islands) Oscar leonard Manaloe; Haryoto Kusnoputranto; Ita Junita
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i1.22

Abstract

Pulau Pari adalah gugusan dari Kepulauan Seribu yang terletak diantara 5050’ LS–05052’ LS dan 106034’ BT-106038’ BT. Pulau Pari yang memiliki potensi akan wisata, sehingga perlu adanya pengelolaan mengenai hal tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya analisis mengenai terumbu karang, daya dukung lingkungan, perilaku wisatawan, dan usulan mengenai pembagian kawasan konservasi perairan. Pendekatan riset yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan mix method (kuantitatif dan kualitatif). Analisis yang digunakan pada riset ini adalah kondisi terumbu karang, data kelimpahan ikan karang, kesesuaian lahan perairan, daya dukung kawasan, dan analisis perilaku wisatawan. Hasil untuk kondisi tutupan terumbu karang di Pulau Pari pada Stasiun 1 dan stasiun 4 adalah kategori sangat buruk, Stasiun 2 kategori baik, dan Stasiun 3, stasiun 5, dan stasiun 6 termasuk dalam kategori buruk. Kelas kesesuaian pada Stasiun 2 adalah kategori sangat sesuai dan untuk kelas kesesuaian pada Stasiun 3 sampai dengan Stasiun 6 adalah kelas S2 atau sesuai. Pada analisis perilaku wisatawan sebanyak 50 responden, mendapatkan hasil bahwa wisata selam sendiri menyumbang 7,26% kerusakan terumbu karang. Daya dukung kawasan pada riset ini mendapatkan 221 orang/hari dan usulan pembagian kawasan menjadi 3 zona yaitu : zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan, dan zona rehabilitasi.
Keanekaragaman Hayati Tanaman Akuatik Tenggelam di Situs Ramsar Pulau Rambut, Jakarta: The Submerged Aquatic Vegetation Biodiversity at The Ramsar Site of The Pulau Rambut of Jakarta Agustin Rustam; Yusmiana Puspitaningsih Rahayu; Hadiwijaya Lesmana Salim
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i1.28

Abstract

Pulau Rambut merupakan satu-satunya situs RAMSAR di Indonesia yang berupa pulau kecil meliputi daratan dan perairan. Keberadaannya sebagai daerah singgahan ribuan burung migrasi dan keanekaragaman hayati daratan maupun perairan yang tinggi. Salah satunya adalah keanekaragaman hayati tanaman bentik tenggelam seperti lamun dan makro alga. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi keanekargaan hayati tanaman bentik tenggelam khususnya lamun dengan potensi sebagai bioindikator kesehatan perairan dan potensi karbon biru dalam mitigasi perubahan iklim. Metode penelitian yang dilakukan adalah purposive sampling dengan mengitari dan mengobservasi seluruh pulau dan melakukan transek serta pengambilan sampel baik biomasa dan sedimen pada November 2017. Hasil yang didapat adanya empat jenis lamun yang ditemukan dan enam jenis makro laga. Adanya zonasi antara makro alga dengan lamun di stasiun Pulau Rambut Utara, dan jenis Thalassia hemprichii merupakan jenis kunci lamun di Pulau Rambut dengan nilai indeks penting tertinggi 191 %. Berdasarkan kajian ekosistem lamun sebagai bioindikator kesehatan lamun lokasi bagian utara kondisi perairan sehat dengan sedangkan bagian barat kondisi rusak/miskin. Potensi ekosistem lamun sebagai mitigasi perubahan iklim mampu menyerap karbon dalam stok biomasa lamun sebesar 1,85 MgC/ha. Keberadaan makroalga yang dominan meengindikasikan nutrien perairan yang tinggi jika berlangsung lama akan menyebabkan degradasi dan hilangnya lamun tergantikan dengan makroalga atau sedimen. Diperlukan sistem pengaturan yang terintegrasi mulai dari daratan utama sampai ke laut sehingga keberlangsungan suaka margasatwa Pulau Rambut tetap terjaga.
Halaman Depan JRJ Vol 13 No 1 JOKO SUBANDRIYO
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Depan JRJ Vol 13 No 1
Halaman Depan JRJ Vol 12 No 2 Joko Subandriyo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Depan JRJ Vol 12 No 2
Pengaruh Pandemik Covid-19 Terhadap Tutupan Vegetasi di DKI Jakarta: Effect of Covid-19 Pandemic on Vegetation Coverage in DKI Jakarta Muhammad Ramdhan
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i2.33

Abstract

Kondisi pandemik Covid-19 telah memaksa pemerintah di berbagai negara untuk melakukan pembatasan aktivitas penduduknya. Hal ini juga terjadi di wilayah pemerintah daerah DKI Jakarta. Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dimulai pada bulan April 2020 memberikan dampak pada kondisi ekonomi, sosial dan lingkungan. Makalah ini mencoba mengungkapkan dampak pembatasan aktivitas manusia di wilayah DKI Jakarta terhadap tutupan lahan berupa vegetasi. Metoda NDVI digunakan pada citra Landsat-8 sebelum dan setelah terjadinya pandemi Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa pembatasan aktivitas manusia di DKI Jakarta memberikan dampak positif pada bertambahnya area tutupan lahan bervegetasi.
Analisis Penyusunan Strategi Dan Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil DKI Jakarta Pada Masa Pandemic Covid 19 Dengan Pendekatan USG Dan SWOT: Analysis of Strategy and Program for Developing Small Micro Business Development in DKI Jakarta During Covid 19 Pandemic Period with The usgand SWOT Approach yurianto yurianto
Jurnal Riset Jakarta Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v13i2.35

Abstract

Krisis Kesehatan yang terjadi akibat Pandemic Covid 19 berdampak luas dan multi dimensi. Kondisi ini berdampak bukan hanya aspek Kesehatan saja tetapi lebih dari itu. Maksud dari penulisan ini adalah mengidentifikasi aktivitas yang dapat membantu peningkatan usaha mikro kecil di Jakarta sebagai akibat dari Pandemic Covid 19. Terbitnya Peraturan Gubernur No 30 tahun 2018 tentang izin usaha mikro kecil merupakan bukti bahwa pemerintah provinis DKI Jakarta memberikan pembinaan dari sisi legalitas usaha mikro kecil. Hal ini dimasukan bahwa dalam upaya memberikan dukungan nyata terhadap penciptaan iklim usaha yang kondusif sekaligus menyediakan lingkungan yang mampu mendorong pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) secara sistematik, mandiri dan berkelanjutan melalui kebijakan dalam aspek perizinan usaha, maka perlu memberikan legalitas terhadap pelaku usaha mikro dan kecil. Untuk formulasi strategi digunakan pendekatan SWOT (Strength, weakness, Opportunity, dan Threats). Dari kajian dan hasil analisis tentang usaha pembinaan usaha mikro dan kecil di masa Pandemic Covid 19 dilakukan dengan pendekatan analisis USG, SWOT, EFAS dan IFAS.