cover
Contact Name
Ahmad Hamdan
Contact Email
jendelapls@unsil.ac.id
Phone
+6282218318901
Journal Mail Official
ndelapls@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 25417045     EISSN : 27453944     DOI : -
Ruang lingkup Jurnal Jendela PLS meliputi : Pengembangan sosial dan pembangunan masyarakat pendidikan orang dewasa dan andragogi pendidikan keluarga, gender dan anak usia dini pendidikan kecakapan hidup pemberdayaan masyarakat model, strategi dan metode pelatihan dan kursus model, strategi dan metode pembelajaran pendidikan masyarakat / nonformal
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS" : 6 Documents clear
PENERAPAN KONSEP ANDRAGOGI OLEH TUTOR KESETARAAN PAKET C DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA WARGA BELAJAR Syahrudin, Ahmad; Majid, Adjid; Yuliani, Lulu; Qomariah, Dede Nurul
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.357 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1597

Abstract

Penerapan konsep andragogi oleh tutor kesetaraan paket C menitik beratkan pada motivasi warga belajar sehingga motivasi warga belajar semakin meningkat untuk mengikuti proses pembelajaran dan menumbuhkan keinginan yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan konsep andragogi oleh tutor kesetaraan paket c dalam meningkatkan motivasi belajar paket C di SKB Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh temuan bahwa dengan adanya penerapan konsep andragogi dalam aspek yaitu: prinsip, kebutuhan dan karakteristik terpenuhi dalam pembelajaran yang dilakukan, sehingga meningkatnya motivasi belajar warga belajar paket C di SKB kota Tasikmalaya. Penerapan konsep andragogi yang diterapkan mendorong semakin tingginya keinginan untuk belajar karena metode pembelajaran yang digunakan tutor selalu bervariasi, dan menarik untuk disimak. Hal inilah yang membuat warga belajar memahami dan mengerti pembelajaran yang telah disampaikan.
PENGELOLAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI PROGRAM KURSUS MENGEMUDI MOBIL DI LKP GITA PERTIWI Pitria Sri Rahayu; Upit Fitriani
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.434 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengelolaan pendidikan kecakapan hidup pada program kursus mengemudi mobil di LKP Gita Pertiwi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan pendidikan kecakapan hidup melalui program kursus mengemudi mobil di LKP Gita Pertiwi disusun sesuai dengan visi dan misi lembaga dengan menerapkan fungsi-fungsi pengelolaan yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/penggerakan, dan pengawasan. Adapun pendidikan kecakapan hidup pada program kursus mengemudi mobil yaitu: a) kecakapan personal yang lebih mengarahkan warga belajar untuk mengetahui kemampuan yang dimilikinya; b) kecakapan sosial lebih menekankan agar warga belajar mampu berkomunikasi dengan pihak lain untuk memudahkan dalam melakukan kerjasama; c) kecakapan akademik lebih menekankan pada penambahan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki warga belajar berkaitan dengan mengemudi mobil; d) kecakapan vokasional di LKP Gita pertiwi tidak ada tingkatan level, dimana kemampuannya dilihat dari tingkat keberaniannya dalam mengemudikan mobil dengan baik dan benar.
KEMANDIRIAN LULUSAN PAKET C PADA PROGRAM KECAKAPAN HIDUP Hensi Hestiani; Yus Darusman; Adjid Majid; Dede Nurul Qomariah
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.615 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1594

Abstract

PKBM Al-Istiqomah sebagai lembaga pendidikan non-formal menawarkan program kecakapan hidup merakit sound system yang diikuti oleh warga belajar paket C sebagai peserta didiknya. Memberikan keterampilan kepada warga belajar sehingga mereka dapat mengembangkan kemandirian dalam berwirausaha menjadi tujuan adanya program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana program kecakapan hidup dapat mendorong sikap kemandirian peserta didik dalam berwirausaha. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang di lakukan dengan pengamatan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian ini sebanyak sembilan orang. Temuan penelitian diperoleh beberapa informasi, diantaranya: a) tujuan umum pelaksanaan program kecakapan hidup di PKBM Al-Istiqomah adalah untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap warga belajar pada bidang pekerjaan merakit sound system, sehingga mereka memiliki bekal kemampuan untuk bekerja atau berwirausaha mandiri. Sedangkan tujuan khususnya agar warga belajar memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi sehingga dapat mengahsilakan karya-karya yang unggul dan mampu bersaing di dunia industri; b) kemandirian pada lulusan paket C terlihat pada pekerjaannya saat ini sesuai dengan keterampilan yang dimiliki sebagai bukti bahwa program kecakapan hidup di PKBM Al-Istiqomah berhasil dilakukan.
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) Maya Sri Ismayani; Yus Darusman; Syaefuddin Syaefuddin; Didik Kurniawan
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.085 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1599

Abstract

Program Indonesia Pintar adalah pemberian bantuan tunai dari pemerintah kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai kelanjutan dari Program Bantuan Siswa Miskin. Kartu Indonesia Pintar kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan tujuan menjamin seluruh anak usia sekolah dapat menempuh pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; 1) implementasi Program Indonesia Pintar di LPK YUWITA Kota Tasikmalaya; 2) dampak Program Indonesia pintar terhadap warga belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan 5 informan pihak pimpinan lembaga dan warga belajar penerima PIP. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1 implementasi Program Indonesia Pintar di LPK YUWITA Kota Tasikmalaya telah sesuai dengan petunjuk teknis dari mulai sosialisasi, pengajuan berkas, penyeleksian sampai kepada penerimaan dana bantuan. 2) dampak program Indonesia Pintar terhadap warga belajar yaitu dari keaktifan kegiatan pembelajaran, keseriusan pembelajaran, keseriusan dalam belajar, kreativitas dalam belajar, prestasi belajar, disiplin warga belajar, kehadiran belajar, perilaku warga belajar sebelum dan sesudah mendapatkan PIP ini tidak ada dampaknya sama sekali apalagi rata-rata warga belajar di LPK YUWITA sudah bekerja. Kesimpulannya implementasi atau Pelaksanaan Program Indonesia Pintar pada kursus dan pelatihan tata kecantikan kulit di LPK Yuwita Kota Tasikmalaya telah sesuai dengan petunjuk teknis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKATMELALUI KELOMPOK USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA (UPPKS) Siti Aghnia Nurhusni; Syaefuddin Syaefuddin; Lesi Oktiwanti; Lulu Yuliani
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.635 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1595

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya mengenai proses pemberdayaan masyarakat melalui kelompok usaha. Kelompok usaha yang dimaksud adalah kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) pengrajin tas Sukamaju Kaler. Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pemberdayaan melalui kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dan peningkatan pendapatan keluarga setelah kegiatan kelompok UPPKS pengrajin tas. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga (UPPKS) pengrajin tas Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang, serta peningkatan pendapatan keluarga daripada kelompok UPPKS pengrajin tas. Meteode penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan secara objektif suatu proes pemberdayaan masyarakat melalui kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera pengrajin tas. Partisipan dalam penelitian ini meliputi 2 orang anggota kelompok UPPKS pengrajin tas, satu ketua kelompok UPPKS pengrajin tas dan satu pendamping lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan keluarga cukup berhasil dengan komunikasi yang baik menciptakan kerjasama yang baik pula sehingga memudahkan mencapai tujuan utama yakni peningkatan pendapatan keluarga. Sementara dilihat dari pemenuhan kebutuhan hidupnya, baik primer, sekunder dan tersiernya sudah sangat terpenuhi sehingga ada peningkatan pendapatan keluarga setelah adanya kegiatan kelompok UPPKS pengrajin tas ini.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE Mutiara Santi; Adang Danial; Ahmad Hamdan; Lilis Karwati
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 1 (2019): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.612 KB) | DOI: 10.37058/jpls.v4i1.1596

Abstract

Pemberdayaan merupakan upaya untuk membantu orang lain agar memiliki kekuatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah atau swasta untuk memberdayakan masyarakat, bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang memiliki inisiatif sendiri untuk memberdayakan lingkungannya, salah satunya melalui program P2KK GEMA MADANI yang dilakukan oleh kelurahan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan lele di kelompok subur makmur Kelurahan Purbaratu Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah proses pemberdayaan masyarakat melalui kegaitan budidaya ikan lele di kelompok subur Makmur ini menggunakan strategi 5P, pertama pemungkinan yaitu menciptakan iklim agar masyarakat dapat meningkatkan potensinya secara optimal melalui pemanfaatan pekarangan rumah yang dapat digunakan untuk budidaya ikan lele sebagai peluang usaha. Kedua, penguatan yaitu memperkuat pengetahuan dan kemampuan masyarakat melalui pelatihan budidaya ikan lele yang diberikan oleh TPK GEMA MADANI-SIMPATI. Ketiga, perlindungan yaitu pemerintah berperan melindungi masyarakat menghadapi persaingan usaha. Keempat, penyokongan yaitu pemerintah kelurahan memberikan dorongan, arahan dan pengawasan kepada masyarakat yang termasuk dalam kelompok usaha budidaya ikan lele. Kelima, pemeliharaan yaitu komunikasi antar anggota kelompok, pengurus dan pemerintah agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6