cover
Contact Name
Irpan
Contact Email
redaksi.jep@upnvj.ac.id
Phone
+6285782578137
Journal Mail Official
redaksi.jep@upnvj.ac.id
Editorial Address
Jl. RS. Fatmawati No. 1, Jakarta Selatan
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 2656050X     DOI : 10.33822/.v3i1
Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Adalah jurnal ilmiah Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Terbit secara berkala 1 tahun 2 kali. Mengangkat tulisan hasil penelitian maupun pemikiran ilmiah yang mencakup bidang ilmu komunikasi, komunikasi pembangunan, public relations, periklanan, dan jurnalistik.
Articles 201 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Goa Lauk di Kabupaten Serang, Banten Lukman Saleh Waluyo; Irpan Ripa'i Sutowo
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2328

Abstract

Goa Lauk adalah Goa yang teletak di Desa Lebaktipar, kecamatan Cilograng kabupaten Lebak. Goa ini merupakan Goa yang memiliki ukuran besar dengan bentuk Goa bawah tanah yang dialiri oleh sungai bawah tanah yang berasal dari sungai sawarna. Goa ini telah lama menjadi bahan penelitian baik dari kalangan akademisi maupun ilmuwan, karena goa ini memiliki keunikan dan tekstur yang sangat indah, mulai dari keadaan alamnya, karang-karangnya dan segala ornamen yang terdapat di dalam goa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Objek Wisata Goa Lauk dan untuk mengetahui bagaimana dampak komunikasi pembangunan setelah adanya Objek Wisata Goa Lauk. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola Goa Lauk sudah banyak diupayakan, namun hal tersebut belum cukup untuk mengangkat citra Goa Lauk. Pengelola menghadapi masalah utama yaitu tentang ketersediaan sumberdaya manusia dan permodalan, dimana hal tersebut sebetulnya dapat diatasi dengan alternatif-alternatif kreatif yang dapat digunakan. Goa Lauk mempunyai potensi besar untuk wisata karena sumber daya alam yang tidak banyak dimiliki di tempat lain, namun butuh upaya serius untuk mempromosikan hal tersebut. Strategi komunikasi pemasaran yang perlu ditingkatkan dengan strategi zero budget marketing.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi Melalui Grup Obrolan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Komarudin Subekti; Ahmad Toni
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2251

Abstract

Pentingnya berkomunikasi terlihat dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin inovatif. Dalam mengatasi persoalan waktu dalam berkomunikasi, kemajuan teknologi komunikasi dapat menghapuskan batas-batas geografis atau wilayah. Munculnya alat-alat elektronik dengan sistem terkini menyebabkan teknologi komunikasi berkembang dengan pesat, contohnya adalah perkembangan ponsel pintar dan teknologi internet yang memudahkan orang dalam melakukan komunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu. Perkembangan teknologi komunikasi juga diikuti oleh kehadiran berbagai platform aplikasi obrolan yang banyak digunakan oleh individu, kelompok, maupun organisasi sebagai media komunikasi. Salah satu aplikasi obrolan yang menjadi favorit banyak orang dan digunakan untuk melakukan komunikasi serta berinteraksi oleh masyarakat, tidak terkecuali organisasi, adalah WhatsApp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi komunikasi dalam organisasi dalam grup obrolan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipatif terhadap grup obrolan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, wawancara kepada 5 informan yang berada dalam grup obrolan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi komunikasi dalam organisasi melalui grup obrolan WhatsApp Civitas Academica Fakultas Psikologi Universitas Pancasila terdiri dari 4 fungsi komunikasi, yaitu: fungsi informatif, fungsi regulatif, fungsi persuasif dan fungsi integratif, yang bertujuan untuk memberikan perintah, instruksi pekerjaan, dan laporan pekerjaan.
Kredibilitas Komunikator pada Destinasi Wisata Melalui Media Sosial (Video Viral Negeri di Atas Awan Citorek, Banten) Tono Purwantoro
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v3i2.1863

Abstract

Abstrak. Telepon seluler (gawai) menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Khalayak membutuhkannya sebagai sarana informasi, bersosialisasi atau pengungkapan diri dalam berkomunikasi. Arus pesan komunikasi melalui aplikasi instant messaging WhatsApp meningkat dan menduduki posisi pertama. Informasi yang disebarkan melalui WhatsApp sering menjadi viral. Misalnya peristiwa fenomenal tayangan video mengenai wahana wisata baru bernama Negeri Di Atas Awan, Citorek, Banten pada September 2019. Komunikator dalam tayangan adalah Pemimpin Daerah yang tidak disebutkan namanya namun komunikasi visual dalam video dan narasi yang diunggah berhasil memikat hati penerima pesan dan memviralkannya. Dalam hitungan hari, viral tayangan video lanjutan berisikan antusias masyarakat yang berkunjung. Namun, pengunjung kecewa karena mendapati fakta yang berbeda. Penelitian ini ingin melihat bagaimana kredibilitas komunikator pada destinasi wisata yang viral melalui media sosial. Penelitian menggunakan metode studi dokumen dengan pendekatan kualitatif desktiptif. Temuan menunjukkan, kredibilitas komunikator pada media digital menjadi kekuatan sesuai pernyataan McCorskey ada tiga nilai yaitu keahlian, karakter, dan kedinamisan yang tersajikan melalui komunikasi audio visual. Namun demikian, perlu diperhaikan cermat sehingga tidak menjadi kecewa. Kerelaan publik memviralkan menyebabkan kepanikan, dimana realitas yang tersaji dalam komunikasi visual tidak sesuai harapan yang dilihatnya. Kekuatan penyebaran pesan komunikasi visual melalui media aplikasi sosial hadir seperti dalam the bullet theory, pesannya cepat memiliki daya tarik antusiasme publik. Kata kunci: pesan singkat, komunikasi viral, komunikasi visual, video, media sosial, aplikasi wahatsapp Abstract. Cellular or mobile telephones for Indonesian people become the primary needs now. The audience needs it as a means of information, socializing or self-disclosure in interpersonal and group communication. The mobile phone used is increased.especialy use of WhatsApp (WA) instant messaging application which occupies the first position in Indonesia. Information distributed by WA immediately went viral such as the phenomenal event called Negeri Di Atas Awan, Citorek, Banten. The communicator in this video is the local Governor, but the visual communication and its narrative succeeded in capturing the heart of people were willing to see it. But then the visitors are disappointed to find different facts. This study wants to see how the communicator's credibility in tourist destinations through social media.  The research used the document study method with a qualitative descriptive approach. The result is the credibility of communicator on digital media becomes a strength according to McCorskey's statement there are three values, namely expertise, character, and dynamism which are presented through audio-visual communication.The power of spreading visual communication messages through social media applications is present as in the bullet theory, the message quickly has the appeal of public enthusiasm.Keywords: instant messaging, viral communication, visual communication, video, social media, whatsapp aplication.  
MARKETING DIGITAL CAMPAIGN DALAM MEMBANGUN STARTUP MELALUI INFLUENCER PADA MASA PANDEMI COVID-19 Sri Desti Purwatiningsih
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i2.2905

Abstract

Maraknya usaha rintisan startup yang banyak dibangun oleh kaum milenian disaat terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh negara di dunia saat ini telah ikut membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.   Kampanye pemasaran digital melalui micro influencer juga telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital. Peran micro celebrity sebagai influencer dalam usaha startup semakin meramaikan dunia pemasaran digital. Berbagai online shop maupun marketplace baru bermunculan, kaum milenial yang menguasai teknologi mulai menciptakan konten-konten kreatif serta perangkat yang mumpuni untuk mendukung persaingan di dunia e-commerce. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) atau kajian studi kepustakaan, yaitu metode penelitian untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan interpretasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait pertanyaan penelitian tertentu, topik tertentu, atau fenomena yang menjadi perhatian penulis.
STRATEGI MEDIA DIGITAL KATADATA HADAPI PELEMAHAN EKONOMI KARENA COVID-19 Ihya Ulum Aldin
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2390

Abstract

Penelitian ini fokus untuk mengetahui bagaimana strategi Katadata dalam menghadapi perubahan pola bisnis akibat melemahnya perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Strategi bisnis menjadi penting bagi media massa agar ekonominya tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan. Hasil penelitian ini menunjukkan, perubahan strategi dalam berbisnis Katadata, salah satunya event yang diselenggarakan secara langsung, menjadi dalam format webinar membuahkan hasil. Pendapatan Katadata, mampu tumbuh 7% pada 2020 dibandingkan dengan pendapatan pada 2019.
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS BIRO PEMBERITAAN DPR RI DALAM MENJAGA CITRA POSITIF ORGANISASI Veranus Sidharta; Anisti Anisti; Wenny Maya Arlena; Azwar Azwar
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2337

Abstract

Artikel ini merupakan kajian atas strategi komunikasi humas Biro Pemberitaan DPR RI dalam menjaga reputasi dan citra positif organisasi. Hal penting yang mendasari penelitian ini adalah tidak kunjung baiknya citra DPR RI sebagai lembaga negara di mata masyarakat Indonesia. Selain kinerja DPR RI yang harus ditingatkan, tentu saja humas sebagai halaman depan lembaga, berperan besar dalam mengubah citra negatif ini menjadi citra positif. Penelitian ini akan melihat bagaimana peran Humas DPR RI dalam menjaga reputasi organisasi. Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana peneliti melakukan kajian kepustakaan, observasi, dan wawancara mendalam terkait topik yang diteliti. Peneliti melakukan analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi) untuk melihat strategi komunikasi Humas Biro Pemberitaan DPR RI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intrumen politik legalitas DPR RI memuat wewenang dan fungsi sebagai lembaga penyelenggara negara dalam perencanaan program pembentukan dan perubahan Undang-Undang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis. Intrumen Ekonomi dan Sosial meliputi anggaran dan kebijakan ekonomi, dimana DPR RI membahas dan memberikan sebuah persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap sebuah rancangan undang-undang tentang APBN yang diajukan oleh presiden, serta faktor sosial mencakup aspek-aspek yang terkait dengan pemanfaatan media dalam penyebaran informasi kebijakan, layanan masyarakat dan progam berbagai event serta hubungan dengan media. Sedangkan faktor teknologi mencakup aspek-aspek teknologi informasi dan komunikasi berupa akses ketersediaan data dan informasi tentang program pemerintah tersediannya  sistem dan jaringannya.Kata Kunci: strategi komunikasi, citra lembaga, analisis PEST
ANALISIS SEMIOTIKA GAYA KOMUNIKASI MILENIAL BAMBANG SOESATYO MELALUI YOUTUBE PODCAST Raden Wahyu Utomo Martianto; Ahmad Toni
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2351

Abstract

Kanal YouTube ‘Bamsoet Channel’ milik Bambang Soesatyo merupakan sebuah terobosan dalam sejarah kepemimpinan MPR-RI untuk menjalankan visi dan misi organisasi. Perbedaan generasi akan berimbas pada perbedaan gaya komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai gaya komunikasi yang diterapkan Ketua MPR-RI periode 2019-2024, Bambang Soesatyo dalam YouTube Podcast ‘Ngompol’ (Ngomong Politik). Metode penelitian yang digunakan adalah kualititatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Konsep yang digunakan adalah Communicator Style Measure(CSM) dari Robert W. Norton, kemudian Tipe komunikasi pemimpin dari Tubbs & Moss. Hasil penelitian mendapatkan gambaran gaya komunikasi Bambang Soesatyo di video podcast ‘Ngompol’ (Ngomong Politik) dalam kanal YouTube  ‘Bamsoet Channel’, ditemukan enam gaya komunikasi Bambang Soesatyo yaitu Impression Leaving, Open, Friendly, Relaxed, Dramatic, dan Attentive, dengan tipe komunikasi equalitarian untuk mengatasi perbedaan gaya komunikasi antar generasi.
Pengaruh E-learning Sebagai Media Komunikasi Pembelajaran Terhadap Efikasi Diri Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Lusia Handayani; Vina Mahdalena
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2183

Abstract

Ketika anggota suatu kelompok saling melakukan komunikasi, dapat mempengaruhi keyakinan individu terhadap suatu hal, keyakinan tersebut disebut sebagai Self Efficay. Self Efficay atau Efikasi diri adalah penilaian pribadi atau keyakinan seseorang akan kemampuannya dalam melakukan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menghadapi situasi mendatang. Self Efficacy pertama kali diperkenalkan oleh Albert Bandura. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis apakah terdapat pengaruh media komunikasi pembelajaran berupa website e-learning terhadap self efficacy atau efikasi diri mahasiswa UPN Veteran Jakarta. Dalam penelitian ini peneliti juga ingin melihat seberapa besar keyakinan keberhasilan seorang mahasiswa (self efficacy) dalam menyelesaikan tugas yang dilakukan setelah mengikuti pembelajaran dengan e-learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan 96 mahasiswa UPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara elearning 4.0 sebagai media komunikasi pembelajaran terhadap efikasi diri mahasiswa UPNVJ Angkatan 2019/2020. tidak semua mahasiswa mampu menggunakan elearning 4.0 sebagai media komunikasi pembelajaran dikarenakan kurangnya efikasi diri dalam dirinya saat menggunakan media teknologi, ini dibuktikan dengan hasil jawaban kuesioner bahwa mereka merasa tidak mampu untuk menangani kendala teknis atau kesulitan yang dihadapinya pada saat menggunakan elearning 4.0 sebagai media komunikasi pembelajaran. Sehingga ketika mereka menemukan kesulitan dalam menggunakan elearning 4.0 ataupun mendengar hal negative dari penggunaan elearning 4.0 efikasi atau keyakinan diri mereka menurun Selain itu mereka merasa elearning 4.0 belum bisa menggantikan komunikasi dua arah dan komunikasi tatap muka seperti aktivitas mereka di kelas.
PENGARUH PESAN NONVERBAL BUZZER DI MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BELI Salman Naning; Heppy New Year Haloho; Emi Agustia
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i2.2552

Abstract

Kehadiran teknologi menuntut terjadinya perubahan dalam penyampaian pesan dan melahirkan perkembangan media baru, seperti kehadiran media social. Media sosial memungkinkan siapapun dapat memproduksi pesan. Pesan-pesan yang disajikan beraneka ragam seperti pesan teks, gambar, video, suara. Apapun dapat dilakukan oleh entitas menjadi pesan dan akan dibagikan di media sosial. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh pesan nonverba buzzer di media sosial terhadap minat beli. Dengan menggunakan paradigma positivistik, pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan teori sistem non verbal. Peneliti mengungkap  pengaruh kode-kode nonverbal dapat mempengaruhi minat beli konsumen  sejumlah  48,6 persen.Sedangkan sisanya sebanyak 51,4 persen pengaruh dari faktor lainnya.
REPRESENTASI IMPERIALISME BUDAYA KOREA DALAM IKLAN NUTRISARI VERSI “JUNG MIN BUTUH VITAMIN” Ratu Laura M.B.P; Ratu Nadya Wahyuningratna
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v4i1.2173

Abstract

Istilah K-Pop dan K-Wave saat ini tidak asing lagi didengar. Kedua istilah tersebut sangat erat dengan kebudayaan Korea Selatan yang sedang menjamur tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Dapat dipastikan saat ini semua orang dapat dengan mudah mengakses segala hal yang berhubungan dengan kebudayaan Korea Selatan melalui media cetak, elektronik maupun online. Dari drama, film, variety show maupun konser online dapat dinikmati di mana saja dan kapan saja tanpa Batasan waktu dan tempat. Tak hanya kaum remaja, anak-anak sampai dewasa mulai “teracuni” dengan hal-hal yang berbau Korea. Menurut Shim (2006) koreanisasi, adalah bentuk baru dari imperialisme budaya. Secara perlahan tapi pasti masyarakat di dunia tak lagi menjadikan budaya barat sebagai pusat dari segala budaya. K-Wave merupakan efek yang diinginkan dari strategi negara yang dirancang khusus untuk mengekspor produk-produk hiburan Korea ke luar negeri. Euphoria ini mulai dimanfaatkan oleh para pengiklan untuk memasukan unsur “berbau” Korea Selatan untuk menarik audiens. Salah satunya adalah Iklan Nutrisari versi “Jung Min Butuh Vitamin!” yang menggaet talent asli orang Korea untuk menarik perhatian. Peneliti tertarik untuk “membedah” iklan ini untuk mengetahui representasi imperialism budaya Korea Selatan yang dimunculkan menggunakan Semiotika Roland Barthes.

Page 5 of 21 | Total Record : 201