cover
Contact Name
Nana Suryana
Contact Email
pgmisuryalaya@gmail.com
Phone
+6285353534743
Journal Mail Official
pgmisuryalaya@gmail.com
Editorial Address
Gedung Rektorat, Kantor Fakultas Tarbiyah Lt. I Kampus IAILM Suryalaya Telepon (0265) 455808 Fax. (0265) 455809. Kec. Pagerageung Kab. Tasikmalaya – Jawa Barat – Indonesia 48158
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26564947     EISSN : 26564793     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MADROSATUNA adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel asli tentang pengetahuan terbaru, penelitian, atau penelitian dan pengembangan terapan lainnya di bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah. Sejak 2018 jurnal ini telah diterbitkan secara teratur dua kali setahun (Juli dan Desember). Audiensi utama adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi, dan lainnya yang tertarik dengan Masalah Pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
EVALUASI KINERJA GURU IPA Rahmat Rizal
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.462 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i2.124

Abstract

Penjaminan mutu pendidikan IPA erat kaitannya dengan kinerja guru. Ketika guru IPA melakukan kinerja yang baik maka pelaksanaan pembelajaran IPA sebagai core business Pendidikan IPA dapat dikatakan bermutu. Mutu layanan guru IPA meliputi proses dan hasil pembelajaran. Kinerja merupakan variabel yang digunakan sebagai ukuran tingkat ketercapaian tugas guru. Guru dikatakan memiliki kinerja yang baik manakala dapat menyelesaikan tugas-tugasnya maupun mencapai indikator kinerja guru. Indikator kinerja pengajaran IPA tercantum dalam standar kompetensi professional guru IPA yang diamanatkan Permendiknas No. 16 tahun 2007. Kenyataan di lapangan berbagai studi menunjukkan kinerja mengajar IPA masih menghaapi masalah diantaranya guru belum mampu mengimplementasikan keterampilan proses sains dan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir dalam pembelajaran IPA. Mengevaluasi kinerja guru IPA diperlukan pengembangan instrumen evaluasi kinerja guru dengan mempertimbangkan peran guru dalam pembelajaran dan berdasarkan pada standar pengembangan instrument yang dirumuskan oleh ahli diantaranya Stronge Teaching audit dilakukan sebagai upaya untuk meyakinkan publik tentang kesesuaian kinerja guru IPA di Indonesia dengan standar pendidikan IPA yang telah ditentukan. Peran Teaching audit dalam sistem penjaminan mutu pendidikan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas melainkan lebih menitikberatkan pada pengambilan keputusan sehingga terdapat konsekuensi legal yang dihasilkan
Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Indonesia dengan Membandingkan Model Pembelajaran RADEC dan Model Pembelajaran Konvensional Neneng Maryani; Karin Nurseptiani
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.386 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i2.127

Abstract

This research is based on field findings, namely low interest in learning Indonesian, lack of teacher initiative to use varied learning models that cause students to become bored in following the learning process in Indonesian subjects. The purpose of this study is to find out the increased interest in learning Indonesian by comparing the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) learning models and conventional learning. The research method used was Nonequivalent Control Group Design with a population of 173 students, and two sample classes namely class V as an experimental class totaling 28 students and class VI as a control class totaling 37 students. From the results by statistical data using SPSS version 24.0 for windows after the data are declared normally distributed and come from homogeneous samples through normality and homogeneity tests, it is known that the results of hypothesis testing using the Compare Means test with Independent Samples Test obtained sig = 0,000. Because the significance <0.05, it can be concluded that Ho is rejected, which means "There is a difference in the increase in interest in learning Indonesian by using the RADEC learning model compared to using the conventional model in SD Negeri Sukamaju, Pagerageung District, Tasikmalaya District". The score is in the interval 66.4 -70.1. Based on this, it can be concluded that the implementation of the RADEC learning model is quite successful in increasing interest in learning Indonesian compared to using conventional models. Suggestions that can be recommended based on the findings of this study include expected to be able to develop RADEC learning models that are collaborated with other learning techniques as an innovation to increase learning interest.
Kesiapan mahasiswa PGSD untuk menjadi guru SD Yogi Kuncoro Adi
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.127 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i2.128

Abstract

Semakin baik pendidikan tinggi yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadikan calon guru sarat dengan kompetensi keguruan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesiapan mahasiswa untuk menjadi guru SD ditinjau dari aspek cognitive readiness, emotive-attitudinal readiness, dan behavioral readiness. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FKIP Universitas Kuningan Tahun Ajar 2016/2017. Objek penelitian ini adalah kesiapan untuk menjadi guru SD ditinjau dari aspek cognitive readiness, emotive-attitudinal readiness, dan behavioral readiness. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh mahasiswa PGSD FKIP Universitas Kuningan. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data kesiapan menjadi guru SD diukur dengan angket tertutup dan terbuka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik persentase dengan tahap editing, skoring, dan tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa PGSD FKIP Universitas Kuningan Siap untuk mengemban profesi Guru SD. Aspek behavioral readiness masih harus mendapat perhatian agar memperoleh hasil yang maksimal. Secara keseluruhan aspek, kesiapan tersebut juga masih belum dalam kategori maksimal (Sangat Siap) untuk setiap indikator dalam penelitian ini. Selain itu, beberapa permasalahan urgen yang segera membutuhkan penanganan seperti motivasi mahasiswa dalam memilih profesi guru dan bekerja sepenuh gaji. Kata-kata Kunci: kesiapan, kompetensi guru, calon guru
A EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTILITERASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF SISWA SEKOLAH DASAR ari metalin ika puspita
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.79 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i2.136

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaaan model pembelajaran berbasis literasi untiuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantatif dengan model quasi eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh, dimana semua anggota populasi dipilih sebagai anggota sampel. Teknik pengumpalan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan tes. Analisis data menggunakan uji komparasi. Berdasarkan hasil uji komparasi menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan menulis kreatif antara siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis literasi dan siswa yang tidak menggunkaan model pembelajaran berbasis literasi,
Analisis Kemampuan Bertanya Siswa Pada Mata Pelajaran Tematik di SDN 60 Kota Bengkulu Irfan Supriatna
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.461 KB) | DOI: 10.47971/mjpgmi.v2i2.137

Abstract

Questioning is a primary part of student learning activities. Questioning activity is asking factual or hypothesis question that begin with guidance from teacher until the student understand themselves and become habitual activity.This research aims to describe Student Questioning Ability in Environment is Our Friend Theme of Environmental Conservation Movement Sub Theme of Thematic Subject and describe the obstacle experienced by the student of 5th Grade 60 Bengkulu City Elementary School year 2019/2020. The method used in this study is qualitative descriptive approach, that is why this research emphasize the processes rather than results. Subjects in this research are 18 students of 5th Grade 60 Bengkulu City using observation and interview sheet instruments. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation.The result of this research is there are 7 students who have fulfill all questioning ability indicator requirements, on the other hand there is one student who only achieve one point from the requirements, two requirements of questioning ability indicators fulfill by 6 students, there are two students who can’t fulfill any requirement of questioning ability indicators. Obstacles experienced by students have not been able to use Indonesian language correctly, lack focus in asking, lack of confidence, afraid of being wrong, embarrassed when laughed by their friend and unable to raising the voice so the question can reach the entire class. Conclusion of the research is every student student of 5th Grade 60 Bengkulu City have different questioning ability.

Page 1 of 1 | Total Record : 5