cover
Contact Name
Muhammad Bahrul Ilmi
Contact Email
rabin@umy.ac.id
Phone
+62274-387656
Journal Mail Official
rabin@umy.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Gedung Ki Bagus Hadikusuma (E3) Lantai 2, Jalan Brawijaya (Lingkar Selatan), Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27164977     DOI : -
Core Subject :
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia (RABIN) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan bekerjasama dengan Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSA PTM). Jurnal ini menitikberatkan pada penyampaian hasil penelitian ilmiah yang dilakukan secara bersama oleh Mahasiswa dan Dosen bidang Akuntansi. Adapun bidang Akuntansi termasuk didalamnya adalah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Audit & Perpajakan, Sistem Informasi Akuntansi, Manajemen Keuangan, Akuntansi Syariah, dan Komprehensif Isu dalam Akuntansi.
Articles 245 Documents
Kinerja PT Bank Syariah Indonesia, Tbk setelah Merger: Apakah Lebih Baik? Vina Yunistiyani; Puji Harto
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15621

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah senantiasa mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia melalui pengembangan industri halal yang didukung kemajuan perbankan syariah, salah satunya melalui merger PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Merger bertujuan untuk menguatkan posisi bank syariah di Indonesia sekaligus membuka peluang BSI untuk bersaing dan menarik minat investor. BSI berusaha menjalankan amanah nasabah dan stakeholder dengan baik melalui keseriusannya dalam menjalankan aktivitas perbankan, baik pengelolaan dana maupun penyaluran pembiayaan. Keberhasilan merger salah satunya dinilai dari kinerja keuangan yang mengalami perbaikan dibanding sebelumnya.Tujuan: Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kinerja BSI sebelum dan setelah merger menggunakan indikator risk profile, good corporate governance, earning dan capital (RGEC) yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan.Metode Penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan sampel BSI. Periode penelitian selama 6 tahun sebelum merger dari tahun 2015-2020 dan 1 tahun setelah merger pada 2021. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji Mann Whitney.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan Return on Asset (ROA), sedangkan Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Good Corporate Governance (GCG) sebelum dan setelah merger tidak ada perbedaan. NPF, ROA dan CAR mengalami perbaikan, sedangkan FDR turun dan GCG tetap.Keterbatasan Penelitian: Data setelah merger terbatas 1 tahun dan terdapat rasio-rasio lainnya yang tidak diteliti sesuai pedoman RGEC.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menjawab kesenjangan penelitian terdahulu terkait kinerja setelah merger dan pengukuran GCG menggunakan hasil self-assessment sesuai No. 10/SEOJK.03/2014 tentang tingkat kesehatan BUS dan UUS.
Pengaruh Pelatihan, Titel, dan Pengalaman Kerja pada Kemampuan Deteksi Kecurangan Auditor BPKP Provinsi Jawa Timur Rieswandha Dio Primasatya; Aufar Fadlul Hady
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15964

Abstract

Latar Belakang: Di dalam lingkungan pemerintah, kecurangan atau fraud dan miss-management kerap kali terjadi di Indonesia. Adanya dual system pemeriksaan (audit) dalam pemerintahan tidak menjamin bahwa kasus korupsi atau fraud di Indonesia akan berakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kesanggupan BPKP dalam mendeteksi fraud di dalam tubuh pemerintah. Apakah dengan kebijakan pelatihan, sertifikasi, dan jam pengawasan (pengalaman) mampu meningkatkan kesanggupan deteksi Fraud.Tujuan: Pembuatan penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh dari pelatihan, titel, dan pengalaman bekerja dalam mendeteksi fraud. Penelitian ini memberikan sebuah ukuran yang jelas dan sistematis mengenai dampak variabel terkait pada kualitas auditor BPKP dalam mendeteksi fraud.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan kuisioner dari beberapa instansi BPKP. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan positif antara Pelatihan (training), gelar (title), dan juga pengalaman kerja (experience) pada kesanggupan auditor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur dalam mendeteksi adanya kecurangan (Fraud Detection). Pelatihan kepada auditor BPKP dapat meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan sebesar 27,1%. Titel dapat meningkatkan kesanggupan auditor BPKP dalam mendeteksi kecurangan sebesar 42,2%. Sedangkan pengalaman kerja dapat meningkatkan kesanggupan deteksi fraud sebesar 34,8%.Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan yang dijumpai dalam penelitian ini adalah scope penelitian yang hanya dalam ruang lingkup Provinsi Jawa Timur. Penelitian selanjutnya dapat menguji kesanggupan deteksi fraud dalam aspek yang lain seperti suku, kapasitas pengetahuan, dan personality auditor. Hal ini dilandasi oleh kecenderungan temuan hasil audit sesuai dengan personality auditor di lingkungan BPKP.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan, titel dan pengalaman kerja mampu meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan (fraud). Oleh karena itu kebijakan beasiswa pelatihan dan sertifikasi harus tetap dilanjutkan.
Hubungan antara Faktor Internal dan Kinerja Keberlanjutan pada Perguruan Tinggi Dwi Sudaryati; Surya Raharja
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.14009

Abstract

Latar Belakang: Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat, dan keterlibatannya dalam pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, informasi tentang langkah-langkah dan tindakan yang dilakukan terhadap pembangunan berkelanjutan perlu dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi. Penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pengungkapan keberlanjutan informasi dalam konteks bisnis telah banyak dilakukan. Namun, penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi keberlanjutan di perguruan tinggi masih jarang dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara faktor internal dengan kinerja keberlanjutan di perguruan tinggi.Metode Penelitian: Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah universitas di Asia Tenggara peserta UI Green Metric (UIGM) 2020, yaitu sebanyak 146 perguruan tinggi dari 5 negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam). Data penelitian diperoleh dari UIGM dan website masing-masing perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai prosedur statistik untuk menganalisis data.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, ukuran, dan status perguruan tinggi berpengaruh terhadap kinerja keberlanjutan. Analisis menyimpulkan bahwa faktor internal yang terdiri dari usia, ukuran, dan status merupakan penentu kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Lingkup penelitian ini terbatas pada perguruan tinggi yang masuk dalam UIGM World Rank 2020, yang artinya kinerja keberlanjutan perguruan tinggi tersebut diwakili oleh skor yang diperolehnya. Penelitian ini memberikan analisis kinerja keberlanjutan di perguruan tinggi, yang berpotensi meningkatkan kredibilitas dan reputasi di masyarakat.
Kepatuhan Pajak Generasi Muda di Kota Pekanbaru: Semu atau Potensial? Dian Hafiza Triana; Daffa Muzzain Hanami Delsi; Fheni Dhelniati; Fadly Ardiansyah; Linda Hetri Suriyanti; Dwi Fionasari
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.16228

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan terkait kepatuhan pajak masih menjadi isu yang serius. Rendahnya kepatuhan pajak berdasarkan angka realisasi penerimaan pajak daerah Kota Pekanbaru, jumlah wajib pajak terdaftar serta jumlah wajib pajak yang melaporkan SPTnya kurang dari 16% jika dilihat dari jumlah angkatan kerja usia produktif. Dalam penelitian ini mahasiswa dinilai sebagai agent of change, director of control dan berkedudukan strategis.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tax morale, pengetahuan tentang pajak dan tingkat kepercayaan pada hukum dan pemerintah dengan kepatuhan pajak generasi muda di Kota Pekanbaru. Kemudian penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah lingkungan sosial dapat memoderasi hubungan tersebut atau tidak.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan teknik survei dengan jenis data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Jumlah sampel adalah 398 responden. Teknik sampling menggunakan cluster sampling. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dan diolah menggunakan aplikasi Warp-PLS Versi 7.0.Hasil Penelitian: Penelitian ini memberikan bukti secara empiris bahwa tax morale, pengetahuan tentang pajak, tingkat kepercayaan pada hukum dan pemerintah merupakan faktor yang penting dalam mengoptimalkan tingkat kepatuhan pajak generasi muda di Kota Pekanbaru serta lingkungan sosial sebagai pemoderasi juga ditemukan membawa pengaruh terhadap kepatuhan pajak generasi muda.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Ruang lingkup riset hanya dilakukan pada mahasiswa fakultas non ekonomi dari lima universitas yang memiliki tax center di Kota Pekanbaru sehingga generalisasi hasil riset masih belum tentu bisa disamakan dengan daerah lain. Riset ini menguji kepatuhan generasi muda di Kota Pekanbaru dengan memasukkan peran lingkungan sosial sebagai pemoderasi.
Syariah Governance dan Maqashid Syariah di Perbankan Syariah di Indonesia Refta Lidha Reyl Deza; Hafiez Sofyani
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.12857

Abstract

Latar Belakang: Pesatnya perkembangan perbankan syariah di Indonesia, baik itu dalam hal peningkatan total aset yang di miliki dan jumlah bank yang mengalami kenaikan membuat bank syariah harus selalu melakukan evaluasi terkait kinerja operasional perbankan syariah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mekanisme syariah governance terhadap kinerja maqashid syariah menggunakan pengukuran Integrated Maqashid Al-Sharīʿah Based Performance Measure (IMSPM).Metode Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat kuantitatif yang berasal dari laporan keuangan dan laporan good corporate governance yang telah diterbitkan oleh masing-masing Bank Umum Syariah di Indonesia selama tahun 2015 hingga tahun 2020. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis penelitian ini menggunakan software SPSS versi 22. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.Hasil Penelitian: Hasil penelitian bahwa jumlah dewan komisaris, jumlah komite audit, jumlah dewan direksi, jumlah dewan pengawas syariah, kepemilikan institusional dan umur perusahaan syariah tidak berpengaruh terhadap kinerja maqashid syariah.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian mengenai tata kelola dan kinerja perbankan syariah dengan menggunakan tolok ukur maqasid syariah index telah banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu. Pengukuran kinerja menggunakan maqasid syariah index dianggap kurang efektif karena hanya mencakup aspek keagamaan saja tanpa memperhitungkan apek keuangan. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan pengukuran terbaru yang lebih luas untuk mengukur penerapan syariah governance terhadap kinerja maqasid syariah menggunakan konsep Integrated Maqashid Al-Shari’ah Performance Measure (IMSPM).
Perusahaan Keluarga dan Manajemen Laba Andreas Vernando; Rintan Nuzul Ainy
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15856

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan-perusahaan di Asia umumnya dikendalikan oleh keluarga dan konsentrasi kepemilikan sahamnya cukup tinggi. Literatur menyediakan argumentasi yang inkonklusif terkait asosiasi antara perusahaan keluarga dan manajemen laba. Di satu sisi, entrenchment hypothesis memprediksi bahwa perusahaan keluarga menggunakan manajemen laba secara agresif. Di sisi lain, perusahaan keluarga akan menghindari manajemen laba yang dijelaskan oleh alignment hypothesis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi manajemen laba di perusahaan keluarga.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur dari tahun 2017-2019 dengan sampel berjumlah 389 observasi. Variabel independen utama yaitu perusahaan keluarga. Variabel dependen yakni manajemen laba yang diukur menggunakan manajemen laba riil dan akrual. Analisis regresi OLS digunakan untuk menguji hipotesis.Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga.Keterbatasan Penelitian: Perusahaan keluarga hanya diukur dengan menggunakan satu pengukuran.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini mengembangkan penelitian sebelumnya yang menggunakan satu proksi manajemen laba akrual, sementara penelitian ini menggunakan proksi manajemen laba riil dan akrual untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian ini juga memperluas penelitian sebelumnya dengan menggunakan kepemilikan saham dari dewan komisaris dan direksi daripada menggunakan reputasi keluarga dari website corporate image reward.
Peran Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Keseriusan Kecurangan dan Personal Cost pada Peningkatan Niat Whistleblowing Agrina Vina Rachmawati; Ietje Nazaruddin; Tiyas Puji Utami
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15450

Abstract

Latar Belakang: Maraknya kasus kecurangan terjadi di sektor publik maupun sektor pemerintah di Indonesia. Kementerian X ini termasuk kementerian yang cukup riskan dalam hal kasus kecurangan seperti korupsi. Indonesia Corruption Watch atau biasa disebut dengan ICW sempat mengekspos data mengenai beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian yang banyak tersandung kasus korupsi, Kementerian X ada di posisi ke-2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Tingkat Keseriusan Kecurangan, dan personal cost terhadap whistleblowing. Metode Penelitian: Penelitian mengunakan survei dengan menggunakan kuisioner dengan responden pegawai Kementerian X di Yogyakarta. Data yang diperoleh sebanyak 82 responden. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS ver.24.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen professional, tingkat keseriusan kecurangan, dan personal cost berpengaruh positif terhadap whistleblowing. Sementara itu, intensitas moral tidak berpengaruh terhadap whistleblowing.Keterbatasan Penelitian: Responden dalam penelitian ini terbatas pada pegawai di Kementerian X Se-Daerah Istimewa Yogyakarta.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai determinan whistleblowing di lingkungan sektor publik khusunya Kementerian yang terkaitan erat dengan nilai-nilai etika.
Pengaruh Asimetri Informasi dan Financial Leverage terhadap Income Smoothing dengan Good Corporate Governance sebagai Pemoderasi Nia Istikasari; Wahidahwati Wahidahwati
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.16045

Abstract

Latar Belakang: Perusahaan go public di Indonesia rata-rata memiliki laba yang tinggi namun tidak menjamin dengan kualitas laba nya. Perbedaan kepentingan antara manajemen dengan investor mendorong manajemen untuk melakukan praktik income smoothing sehingga mampu menghasilkan laba yang fiktif. Penelitian ini menekankan pentingnya sistem good corporate governance dalam meminimalisir terjadinya income smoothing.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh asimetri informasi dan financial leverage terhadap income smoothing yang dimoderasi oleh good corporate governance.Metode Penelitian: Populasi pengujian yang digunakan adalah perusahaan yang berada dalam indeks LQ45 yang terdaftar di BEI pada periode 2015-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total sebanyak 108 sampel dari 18 perusahaan selama 6 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik dengan menggunakan program SPSS versi 24. Hasil Penelitian: Penelitian ini menemukan bahwa manajemen laba akrual dan rill di perusahaan keluarga tidak lebih besar daripada manajemen laba akrual dan riil di perusahaan non-keluarga. Hasil penelitian pada model pertama menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap income smoothing, financial leverage berpengaruh positif terhadap income smoothing¸dan good corporate governance berpengaruh negatif terhadap income smoothing. Selanjutnya, pada model kedua, good corporate governance tidak memoderasi pengaruh asimetri informasi terhadap income smoothing sedangkan good corporate governance memoderasi pengaruh financial leverage terhadap income smoothing. Keterbatasan Penelitian: Peneliti belum mempertimbangkan faktor kepemilikan keluarga yang berdampak pada hasil penelitian.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang diuji kembali pada perusahaan indeks LQ45 yang terdaftar di BEI.
Kepemilikan Bank dan Inefisiensi Investasi Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Kevin Polakitang; Rita Juliana
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.14037

Abstract

Latar Belakang: Praktik kepemilikan bank atas saham suatu perusahaan (selanjutnya disebut kepemilikan bank) merupakan hal yang banyak terjadi di sejumlah negara, terutama di negara berkembang. Kepemilikan bank telah mendorong perusahaan untuk mengakses modal yang dimiliki oleh bank dengan lebih mudah. Adanya akses yang lebih mudah tersebut dapat mengurangi hambatan keuangan yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga investasi yang inefisien dapat dihindari. Dengan demikian, kepemilikan bank pada akhirnya dapat meningkatkan investasi perusahaan menjadi lebih efisien.Metode Penelitian: Sampel penelitian ini adalah 479 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode observasi data penelitian yang digunakan adalah dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2019. Data penelitian diambil dari laporan keuangan perusahaan yang dapat diakses melalui SP Capital IQ. Adapun model penelitian yang digunakan adalah model Generalized Method of Moments (GMM) dan Fixed Effect.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan bank mengurangi inefisiensi investasi perusahaan. Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan variabel interaksi Tobin’s Q dengan kepemilikan bank, terjadi peningkatan sensitivitas investasi terhadap peluang investasi yang turut memberikan indikasi bahwa investasi menjadi lebih efisien.Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini hanya mengukur kepemilikan bank dengan menggunakan dummy variable.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan model penelitian sebelumnya oleh dkk (2020), model tersebut telah disesuaikan kembali dengan kondisi perusahaan di Indonesia secara umum dengan mengeliminasi sejumlah variabel yang tidak memungkinkan. Selain itu, penelitian ini turut berkontribusi dalam memperluas penelitian sebelumnya dan memberikan bukti empiris bahwa kepemilikan bank dapat mengurangi inefisiensi dalam investasi perusahaan di Indonesia.
Tax Avoidance dan Tax Risk: Peran Moderasi dari Corporate Governance Agus Sihono; Andar Febyansyah
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 7, No 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i1.16631

Abstract

Latar Belakang: Tax avoidance dianggap sebagai masalah utama, mengingat kompleksitas dan konsekuensi ekonominya. Tax avoidance yang dilakukan oleh wajib pajak, termasuk didalamnya Perusahaan, akan menyebabkan negara mengalami kerugian, karena pajak adalah sumber pendapatan negara, yang akan digunakan sebagai sumber pembiayaan atas pengeluaran negara. Jika banyak Perusahaan melakukan tax avoidance maka pendapatan negara yang bersumber dari pajak akan terpengaruh. Selain itu, tax avoidance mengakibatkan efek buruk terhadap reputasi suatu Perusahaan.Tujuan: Studi ini bertujuan mengisi kesenjangan yang ada dengan menguji pengaruh tax avoidance terhadap tax risk serta melakukan analisis dampak penerapan corporate governance pada pengaruh tax avoidance terhadap tax risk.Metode Penelitian: Data sekunder digunakan dalam penelitian ini yang diperoleh dari laporan keuangan Perusahaan yang bergerak dalam industry manufaktur yang terdafat di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai 2020. Analisis data yang digunakan adalah Moderating Regression Analysis.Hasil Penelitian: Hasil studi ini menunjukkan bahwa volatilitas dari effective tax rate dan effective tax rate memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Studi ini memberikan bukti bahwa tax risk menurun ketika tingkat tax avoidance Perusahaan menurun, dan sebaliknya. Selain itu, kami menemukan bahwa semakin baik struktur corporate governance Perusahaan, semakin tinggi tingkat pengawasan dan pengendaliannya manajer, sehingga mengurangi dampak tax avoidance pada tax risk Perusahaan di masa depan. Temuan dari studi tentang tax avoidance dan corporate governance perusahaan ini penting bagi investor karena pajak merupakan risiko yang secara signifikan dapat mempengaruhi kesejahteraan investor.Keterbatasan Penelitian: Studi ini memiliki keterbatasan, diantaranya hanya berfokus pada industry manufaktur. Selain itu, studi ini hanya mempertimbangkan audit quality, komisaris independen serta komite audit sebagai pengukuran variabel corporate governance.Keaslian/Novetly Penelitian: Penelitian mengenai tax avoidance dan tax risk telah dilakukan, namun demikian terdapat inkonsistensi hasil penelitian-penelitian tersebut, oleh karena itu peneliti akan melakukan pengujian kembali terhadap variabel tersebut dalam kontek di Indonesia, yang diharapkan akan memberikan bukti baru apakah mendukung atau bertentangan dengan penelitian sebelumnya. Mengacu pada penelitian Choi dan Park (2022), pengukuran corporate governance yang digunakan adalah struktur komisaris independen, audit quality dan komite audit yang sebelumnya belum digunakan dan merupakan saran dari peneliti sebelumnya.

Page 10 of 25 | Total Record : 245


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 9 No. 1 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 8, No 3 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 8, No 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 8, No 1 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 7, No 2 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 7 No. 2 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 7, No 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 6, No 1 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 5, No 2 (2021): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 5, No 1 (2021): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 4, No 2 (2020): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 4, No 1 (2020): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 3, No 2 (2019): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 3, No 1 (2019): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 2, No 2 (2018): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 2, No 1 (2018): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2018): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 1, No 2 (2017): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2017): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol. 1 No. 1 (2017): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA Vol 1, No 1 (2017): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA More Issue