Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2019)"
:
10 Documents
clear
DEKONSTRUKSI MAKNA DAN PERANAN TOKOH DALAM STRUKTUR TEKS KEMIDI RUDAT
Murahim, Murahim;
Yulianita, Isnaini
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (813.344 KB)
Masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah masyarakat yang sangat kaya akan tradisi dan sudah dapat dikatakan menjadi bagian dari kehidupan sosialnya. Tradisi dalam masyarakat Sasak Lombok mengatur tata perilaku seseorang dalam bermasyarakat, sebagai pengendali social yang dipercaya mampu menghidupi masyarakat menjadi masyarakat yang beradab dan saling menghargai antar sesame.Tradisi tersebut dapat berupa upacara-upacara daur hidup, kematian, tata laku dan juga kesenian. Proses memaknai seni tradisi yang mengikuti perkembangan kebudayaan membutuhkan metode tertentu atau cara pandang melihat tradisi atau kesenian tradisional dengan cara yang berbeda. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode dekonstruksi, yaitu sebuah metode pembacaan teks dengan memasuki lebih dalam teks tersebut sehingga menemukan pentingnya hal-hal yang selama ini mungkin diabaikan dalam teks tersebut. Metode ini akan membawa makna baru yang dapat disesuaikan dengan perkembangan kebudayaan. Objek penelitian atau teks kebudayaan yang diteliti adalah teater tradisional masyarakat Sasak yaitu Kemidi Rudat.Simpulan yang diperoleh adalah peran tokoh utama terletak pada Jongos dan Khadam yang mampu menghidupkan suasana pentas dan wakil dari kebebasan atau kemerdekaan yang didamba setiap manusia. Peranan tokoh yang berimplikasi pada makna Kemidi Rudat yaitu kerinduan akan kebebasan atau kemerdekaan hidup manusia.
ELEMEN DAN MAKNA GERAK TARI DARA NGINDANG DI SANGGAR SENI TERUNA BEBADOSAN DESA LENEK KECAMATAN LENEK, LOMBOK TIMUR
Muhimmah, Siti Hidatullah
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1168.388 KB)
The research aims to know the elements and the meaning of Dara Ngindang Dance Motion at Lenek villageof Bebadosanart Teruna Art. The study used the theory of motion element and semiotics theory of Charles Sanders Peirce. The study used was qualitative descriptive. The result of this study shows that there are three, the supporting elements of Dara Ngindang dance, namely space, time and energy. The meaning of found in Dara Ngindang dance motion of by using the theory is ngindang in qualisign meaning dynamic and freedom, nyumping in away. Qualisign means soft and gracefully, joltak in sinsign means jumping, mematuk in sinsign means eating, bekerap in qualisign means standard and degrees, bekeketer in sinsign means mating, as well as motion begeroh in sinsign means menggiring (leading).
STRUKTUR DAN FUNGSI TARI AMAQ ABER DESA MENDANA RAYA KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Yuniarni, Ema
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1248.828 KB)
Amaq Aber dance at the Traditional Sanggar at Mendana Raya Village has a special uniqueness that makes it worth knowing more about its structure and function. This study focused on the structure of the Amaq Aber Dance seen from the motion of the elements of dance and performance function of Amaq Aber.This type of research used a descriptive type of qualitative method. The subject in this study was AmaqAberdancein the Amaq Aber Village of Mendana Raya, Keruak District, and East Lombok Regency. Data collection technique used in this study was interview, observation and documentation. Data analysis techniques used consisted of four stages, namely, data collection (data collection), reduction (data reduction), data display (data presentation), and conclusions drawing / verification (conclusion checker and verification).The results of this study included the Form of AmaqAber Dance which being danced first, called Datu Bajang Dance, consisted of the movement of two dancers as bodyguards and two dancers as rulers. The second part of the dance is called AmaqAkus dance, which was the king's messenger dance with irregular and non-patterned movements. Part three dance is called the Panji Dance, which was a princess, a prince and both bodyguards. Part four dance is called TariPanji as well, but only penguaya dances (princess and prince). The dance function of AmaqAber was as a treatment, repellent and entertainment.
KESENIAN REYOG PONOROGO DALAM TEORI FUNGSIONALISME
Kristianto, Imam Kristianto
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.35 KB)
Kesenian reyog Ponorogo adalah kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang pada wilayah Ponorogo dan berkembang di Jawa dan luar Jawa, yang mana syarat akan nilai-nilai yang terkandung didalam pertunjukannya. Maka Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis Kesenian Reyog Ponorogo dalam teori fungsionalisme. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan, seni pertunjukan dan antropologoi. Objek dalam penelitian ini adalah kesenian Reyog Ponorogo meliputi fungsi dalam kajian kontekstual. Dari hasil penelitian ditemukan tentang fugsi kesenian reyog Ponorogo terdiri dari a) agama b) sosial ekonomi c) pendidikan d) birokrasi dan e) estetika.
JEJAK LAGU INDIA PADA INDUSTRI LAGU ACEH
Erlinda, Erlinda;
Anwar, Humaira;
Juliana, Rena
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (791.822 KB)
Dengan perkembangan industri lagu Aceh yang semakin pesat, perhatian masyarakat semakin tinggi pula terhadap industri lagu Aceh. Tidak jarang masyarakat Aceh menemukan irama lagu India yang sudah mereka tonton sebelumnya diadopsi oleh irama musik Aceh dengan hanya mengganti liriknya ke dalam Bahasa Aceh. Penelitian ini mengemukakan alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India dan bagaimana tanggapan pelaku musik Aceh terhadap perkembangan lagu Aceh yang dipengaruhi lagu India.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrument penelitian kuisioner, wawancara, dan dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Aceh dan sampelnya adalah 5 orang masyarakat asal masing-masing kabupaten/kota di Aceh (secara random) dan 3 produser/penyanyi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India adalah karena seringnya menonton film India dan lagu-lagu soundtrack-nya sering diputar di tempat-tempat umum di Aceh. Selanjutnya, tanggapan produser/penyanyi musik Aceh terbagi menjadi dua, yaitu menolak adopsi lagu India ke dalam lagu Aceh dengan hanya mengganti liriknya dengan alasan seorang artis seharusnya menghormati artis lainnya. Ada pula produser/penyanyi yang menerima adopsi ini karena hanya ingin menyajikan musik yang diinginkan masyarakat Aceh itu sendiri.Kata kunci : lagu Aceh; lagu India; industri musik; masyarakat Aceh
Kesenian Reyog Ponorogo dalam Teori Fungsionalisme
Kristianto, Imam Kristianto
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1171
Kesenian reyog Ponorogo adalah kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang pada wilayah Ponorogo dan berkembang di Jawa dan luar Jawa, yang mana syarat akan nilai-nilai yang terkandung didalam pertunjukannya. Maka Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis Kesenian Reyog Ponorogo dalam teori fungsionalisme. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan, seni pertunjukan dan antropologoi. Objek dalam penelitian ini adalah kesenian Reyog Ponorogo meliputi fungsi dalam kajian kontekstual. Dari hasil penelitian ditemukan tentang fugsi kesenian reyog Ponorogo terdiri dari a) agama b) sosial ekonomi c) pendidikan d) birokrasi dan e) estetika.
Reproduksi Lagu India pada Industri Lagu Aceh
Erlinda, Erlinda;
Anwar, Humaira;
Juliana, Rena
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1355
Dengan perkembangan industri lagu Aceh yang semakin pesat, perhatian masyarakat semakin tinggi pula terhadap industri lagu Aceh. Tidak jarang masyarakat Aceh menemukan irama lagu India yang sudah mereka tonton sebelumnya diadopsi oleh irama musik Aceh dengan hanya mengganti liriknya ke dalam Bahasa Aceh. Penelitian ini mengemukakan alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India dan bagaimana tanggapan pelaku musik Aceh terhadap perkembangan lagu Aceh yang dipengaruhi lagu India.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrument penelitian kuisioner, wawancara, dan dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Aceh dan sampelnya adalah 5 orang masyarakat asal masing-masing kabupaten/kota di Aceh (secara random) dan 3 produser/penyanyi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India adalah karena seringnya menonton film India dan lagu-lagu soundtrackÂ-nya sering diputar di tempat-tempat umum di Aceh. Selanjutnya, tanggapan produser/penyanyi musik Aceh terbagi menjadi dua, yaitu menolak adopsi lagu India ke dalam lagu Aceh dengan hanya mengganti liriknya dengan alasan seorang artis seharusnya menghormati artis lainnya. Ada pula produser/penyanyi yang menerima adopsi ini karena hanya ingin menyajikan musik yang diinginkan masyarakat Aceh itu sendiri.
Dekonstruksi Makna dan Peranan Tokoh dalam Struktur Teks Kemidi Rudat
Murahim, Murahim;
Yulianita, Isnaini
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1367
Masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah masyarakat yang sangat kaya akan tradisi dan sudah dapat dikatakan menjadi bagian dari kehidupan sosialnya. Tradisi dalam masyarakat Sasak Lombok mengatur tata perilaku seseorang dalam bermasyarakat, sebagai pengendali social yang dipercaya mampu menghidupi masyarakat menjadi masyarakat yang beradab dan saling menghargai antar sesame.Tradisi tersebut dapat berupa upacara-upacara daur hidup, kematian, tata laku dan juga kesenian. Proses memaknai seni tradisi yang mengikuti perkembangan kebudayaan membutuhkan metode tertentu atau cara pandang melihat tradisi atau kesenian tradisional dengan cara yang berbeda. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode dekonstruksi, yaitu sebuah metode pembacaan teks dengan memasuki lebih dalam teks tersebut sehingga menemukan pentingnya hal-hal yang selama ini mungkin diabaikan dalam teks tersebut. Metode ini akan membawa makna baru yang dapat disesuaikan dengan perkembangan kebudayaan. Objek penelitian atau teks kebudayaan yang diteliti adalah teater tradisional masyarakat Sasak yaitu Kemidi Rudat.Simpulan yang diperoleh adalah peran tokoh utama terletak pada Jongos dan Khadam yang mampu menghidupkan suasana pentas dan wakil dari kebebasan atau kemerdekaan yang didamba setiap manusia. Peranan tokoh yang berimplikasi pada makna Kemidi Rudat yaitu kerinduan akan kebebasan atau kemerdekaan hidup manusia.
Elemen dan Makna Gerak Tari Dara Ngindang di Sanggar Seni Teruna Bebadosan Desa Lenek Kecamatan Lenek, Lombok Timur
Muhimmah, Siti Hidatullah
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1396
The research aims to know the elements and the meaning of Dara Ngindang Dance Motion at Lenek villageof Bebadosanart Teruna Art. The study used the theory of motion element and semiotics theory of Charles Sanders Peirce. The study used was qualitative descriptive. The result of this study shows that there are three, the supporting elements of Dara Ngindang dance, namely space, time and energy. The meaning of found in Dara Ngindang dance motion of by using the theory is ngindang in qualisign meaning dynamic and freedom, nyumping in away. Qualisign means soft and gracefully, joltak in sinsign means jumping, mematuk in sinsign means eating, bekerap in qualisign means standard and degrees, bekeketer in sinsign means mating, as well as motion begeroh in sinsign means menggiring (leading).
Struktur dan Fungsi Tari Amaq Aber Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur
Yuniarni, Ema
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1424
Amaq Aber dance at the Traditional Sanggar at Mendana Raya Village has a special uniqueness that makes it worth knowing more about its structure and function. This study focused on the structure of the Amaq Aber Dance seen from the motion of the elements of dance and performance function of Amaq Aber.This type of research used a descriptive type of qualitative method. The subject in this study was AmaqAberdancein the Amaq Aber Village of Mendana Raya, Keruak District, and East Lombok Regency. Data collection technique used in this study was interview, observation and documentation. Data analysis techniques used consisted of four stages, namely, data collection (data collection), reduction (data reduction), data display (data presentation), and conclusions drawing / verification (conclusion checker and verification).The results of this study included the Form of AmaqAber Dance which being danced first, called Datu Bajang Dance, consisted of the movement of two dancers as bodyguards and two dancers as rulers. The second part of the dance is called AmaqAkus dance, which was the king's messenger dance with irregular and non-patterned movements. Part three dance is called the Panji Dance, which was a princess, a prince and both bodyguards. Part four dance is called TariPanji as well, but only penguaya dances (princess and prince). The dance function of AmaqAber was as a treatment, repellent and entertainment.