Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RITUAL BAKAR KEMENYAN DITINJAU DARI ASPEK KOMUNIKASI SOSIAL (Studi Kasus Masjid Gudang Buloh Kabupaten Nagan Raya-Aceh) Muzakkir, Muzakkir; Juliana, Rena; Juliani, Reni
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v9i1.10545

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Aceh masih mengikuti tradisi turun temurun dan dipraktikkan hingga sekarang. Di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, ritual bakar kemenyan di dalam masjid masih tetap dipertahankan, suatu upcara ritual yang diyakini dan dipercaya mengandung nilai keramat. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti turun langsung ke lapangan. Setelah peneliti melakukan observasi, mendapatkan data dari berbagai sumber dan wawancara, selanjutnya penulis analisis untuk menjadi bahan kajian. Ritual bakar kemenyan yang merupakan tradisi nenek moyang dari zaman ke zaman yang dilakukan secara turun-temurun sampai saat ini terus berkembang. Lokasi penelitian di Masjid Syeikh Syaikhuna Gudang Buloh, Desa Ujong Pasie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Hasilnya; pertama, ritual bakar kemenyan dalam masjid itu merupakan warisan masa lalu hingga saat ini masih terus dilestarikan bahkan semakin berkembang dan telah menjadi suatu kepercayaan bagi sebagian masyarakat. Kedua, ritual bakar kemenyan (yang dituntun oleh khadam masjid setempat) kepada setiap masyarakat yang mempunyai hajat (nazar). Ketiga, Masjid Gudang Buloh diyakini oleh sebagian masyarakat mengadung nilai keramat. Praktik bakar kemenyan itu dilakukan setiap hari bagi masyarakat yang melepaskan nazarnya. Keempat, dalam perspektif komunikasi sosial, ritual bakar kemenyan tersebut sekaligus menjadi proses sosialisasi penerusan nilai-nilai lama yang diangungkan oleh suatu masyarakat, dan melalui komunikasi sosial kesadaran masyarakat dapat terbina ukhuwah dan persaudaraan, sehingga apa yang diyakini oleh masyarakat tercapai. Atas keyakinan tersebut ritual bakar kemenyan tetap dipertahankan.
THE USE OF COMMUNICATION MEDIA IN THE TEACHING AND LEARNING PROCESS AT UNIVERSITIES IN ACEH DURING THE COVID-19 PANDEMIC Juliani, Reni; Maulina, Putri; Juliana, Rena
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v7i1.3413

Abstract

Covid 19 cases in Indonesia have been published since early March 2020. These cases have continued to increase significantly, spreading to almost all provinces in Indonesia including Aceh Province. In fact, Aceh province is the province with the highest increase in coronavirus deaths in mid-October. As conditions deteriorate, the government continues to implement policy reforms to suppress the spread of Covid-19, including policies in the education world using online methods. Online learning is an educational innovation that uses elements of information technology as a means of support. This study aims to answer the question, how do online communication and learning at universities in Aceh during the Covid-19 pandemic? The theory used in this research is the theory of technological determinism. This research uses qualitative methods with descriptive analytical presentation. The research showed that Aceh universities used many online learning models such as the Zoom application, Google Classroom, WhatsApp and others. This is related to the interest of the application users. Online learning guidelines also have advantages and disadvantages with students and lecturers studying at universities in Aceh.
Reproduksi Lagu India pada Industri Lagu Aceh Erlinda, Erlinda; Anwar, Humaira; Juliana, Rena
TAMUMATRA Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v1i2.1355

Abstract

Dengan perkembangan industri lagu Aceh yang semakin pesat, perhatian masyarakat semakin tinggi pula terhadap industri lagu Aceh. Tidak jarang masyarakat Aceh menemukan irama lagu India yang sudah mereka tonton sebelumnya diadopsi oleh irama musik Aceh dengan hanya mengganti liriknya ke dalam Bahasa Aceh. Penelitian ini mengemukakan alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India dan bagaimana tanggapan pelaku musik Aceh terhadap perkembangan lagu Aceh yang dipengaruhi lagu India.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrument penelitian kuisioner, wawancara, dan dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Aceh dan sampelnya adalah 5 orang masyarakat asal masing-masing kabupaten/kota di Aceh (secara random) dan 3 produser/penyanyi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India adalah karena seringnya menonton film India dan lagu-lagu soundtrack­-nya sering diputar di tempat-tempat umum di Aceh. Selanjutnya, tanggapan produser/penyanyi musik Aceh terbagi menjadi dua, yaitu menolak adopsi lagu India ke dalam lagu Aceh dengan hanya mengganti liriknya dengan alasan seorang artis seharusnya menghormati artis lainnya. Ada pula produser/penyanyi yang menerima adopsi ini karena hanya ingin menyajikan musik yang diinginkan masyarakat Aceh itu sendiri.
Dry Lab : media untuk meningkatkan minat belajar IPA Aidar, Aidar; Maya, Maya Agustina; Juliana, Rena
azkiya Vol 7 No 2 (2022): Al-Azkiya: Jurnal Pendidikan MI/SD
Publisher : the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers (Undergraduate)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/azkiya.v7i2.4407

Abstract

Abstract The selection of varied learning media is a challenge for teachers to be more skilled in the learning process. Teachers understand and master various learning media so that the learning process is fun. The purpose of this study is to determine the use of the dry lab in science learning to increase students interest at MIN 16 West Aceh. This research is a field study with an experimental method. The research instrument consisted of a questionnaire, observation and interviews. The sample is consisted of 25 students in the control class and 25 student in the experimental class. The result showed that the dry lab was used as a medium to carry out virtual practice due to limited materials,the dry lab was very useful and considered good for increasing student interest in learning science at MIN 16 West Aceh. Keywords: Dry Lab, Science learning process, interest to learn Abstrak Pemilihan media pembelajaran yang berfariasi menjadi tantangan bagi guru untuk bisa lebih terampil dalam proses pembelajaran. Guru memahami dan menguasai berbagai media pembelajaran agar proses pembelajaran menyenangkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan Dry Lab dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan minat belajar IPA siswa. MIN 16 Aceh Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari angket, lembar observasi dan wawancara. Sampel dalam penelitian terdiri dari 25 siswa di kelas control dan 25 siswa di kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dry lab dimanfaatkan sebagai media untuk melaksanakan praktek secara virtual dikarenakan keterbatasan bahan, dry lab sangat berguna dan dinilai baik untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA MIN 16 Aceh Barat. Kata kunci : Dry Lab, Pembelajaran IPA, Minat belajar
WhatsApp and English Learning: Students’ Perceptions and Challenges in Pandemic Era Juliana, Rena
JL3T (Journal of Linguistics, Literature and Language Teaching) Vol 7 No 1 (2021): JL3T Vol. VII No. 1 2021
Publisher : UPT. Pengembangan Bahasa IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jl3t.v7i1.2803

Abstract

Since the pandemic era due to Covid-19, WhatsApp has become an application that is widely used for online learning. In the new normal era, WhatsApp was still the application most widely used by lecturers and students because sending teaching materials was easy and fast. This study investigated students’ perceptions and challenges of utilizing WhatsApp in English language learning amid the pandemic era. The method used was a qualitative method. The researcher used a purposive sampling technique in selecting the participants. The participants in this study amounted to 12 EFL students of 2nd semester of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. A semi-structured interview was used as data collection techniques. The interview data were analyzed using the Miles and Huberman flow model. The results showed that students used social media to learn and improve their English skills. WhatsApp is the most used application, considered fun, comfortable, helpful, and easy to use. WhatsApp is not only effective and time-saving, it also motivates students in learning English. In addition, WhatsApp uses less internet quota than other online applications. Even so, the internet connection, internet quota, and storage capacity on their devices are still challenges for the students. It can be concluded that the students have positive perceptions of using WhatsApp to learn English.
Pelatihan Penulisan Kreatif Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar Juliana, Rena; Juliani, Reni; Husna, Asmaul; Fahrimal, Yuhdi; Husna, Cut Asmaul
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol.1 No.2 (Desember 2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.437 KB) | DOI: 10.47498/meuseuraya.v1i2.1278

Abstract

Keterampilan menulis yang bersifat produktif sangat membantu kesuksesan belajar dan karir seseorang. Penulisan kreatif adalah salah satu kegiatan yang di dalamnya menyediakan keterampilan menulis sehingga tulisan yang dihasilkan menjadi lebih menarik. Pelatihan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar.Peserta diharapkan semakin meningkatkan kemauandan kemampuannya dalam menulis sehingga peluang untuk mempublikasikan hasil tulisan kreatif merekan baik secara cetak maupun online semakin terbuka. Pelatihan inidilakukan secara menarik dan menyenangkan dengan penggunaan media laptop dan LCD. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah juga dilengkapi dengan pelatihanyang dilakukan dengan cara penyampaian yang persuasif, diskusi dan praktik langsung yang dibagi menjadi tiga sesi, yakni imajinasi, fiksi dan ekspresi. Setelah dilakukan pelatihan terlihat adanya peningkatan kemampuan dan kemauannya khususnya di bidang pembuatan puisi dan cerita pendek yang tercipta dalam waktu sangat singkat.
Dry Lab : media untuk meningkatkan minat belajar IPA Aidar, Aidar; Maya, Maya Agustina; Juliana, Rena
Al-Azkiya: Jurnal Pendidikan MI/SD Vol 7 No 2 (2022): Al-Azkiya: Jurnal Pendidikan MI/SD
Publisher : the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers (Undergraduate)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/azkiya.v7i2.4407

Abstract

Abstract The selection of varied learning media is a challenge for teachers to be more skilled in the learning process. Teachers understand and master various learning media so that the learning process is fun. The purpose of this study is to determine the use of the dry lab in science learning to increase students interest at MIN 16 West Aceh. This research is a field study with an experimental method. The research instrument consisted of a questionnaire, observation and interviews. The sample is consisted of 25 students in the control class and 25 student in the experimental class. The result showed that the dry lab was used as a medium to carry out virtual practice due to limited materials,the dry lab was very useful and considered good for increasing student interest in learning science at MIN 16 West Aceh. Keywords: Dry Lab, Science learning process, interest to learn Abstrak Pemilihan media pembelajaran yang berfariasi menjadi tantangan bagi guru untuk bisa lebih terampil dalam proses pembelajaran. Guru memahami dan menguasai berbagai media pembelajaran agar proses pembelajaran menyenangkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan Dry Lab dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan minat belajar IPA siswa. MIN 16 Aceh Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari angket, lembar observasi dan wawancara. Sampel dalam penelitian terdiri dari 25 siswa di kelas control dan 25 siswa di kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dry lab dimanfaatkan sebagai media untuk melaksanakan praktek secara virtual dikarenakan keterbatasan bahan, dry lab sangat berguna dan dinilai baik untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA MIN 16 Aceh Barat. Kata kunci : Dry Lab, Pembelajaran IPA, Minat belajar
MULTILINGUALISM IN PRACTICE: LANGUAGE CHOICE AND CODE-SWITCHING AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN WEST ACEH Arafanianda, Sri; Juliana, Rena; Husna, Faizatul
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 9, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v9i1.11298

Abstract

Multilingualism is a defining feature of higher education in West Aceh, where students navigate complex linguistic environments across academic and social domains. Understanding how these students manage language choice and code-switching offers insight into the dynamics of communication in multilingual contexts. This study aims to examine the code-switching practices and language preferences of multilingual students in a university setting. Employing a qualitative case study design, data were gathered from five English department students through semi-structured interviews and classroom observations. Thematic analysis was used to identify patterns in language behavior across different contexts. The analysis revealed that tag switching, particularly the insertion of Bahasa Indonesia phrases into English discourse, was the most frequent code-switching strategy during classroom interactions. Outside the classroom, Acehnese was predominantly used in domestic settings, while Bahasa Indonesia and English were commonly used in peer communication. Participants indicated that lecturers' use of code-switching between English and Bahasa Indonesia facilitated comprehension of complex academic content. These findings underscore the strategic and context-dependent use of multiple languages among students, reflecting the dynamic and adaptive nature of multilingual practices in West Aceh's higher education landscape.
The Impact of Online Learning on Undergraduate English Students’ Achievement Erizar , Erizar; Marzuki , Abdul Gafur; Hidayati, Tuti; Juliana, Rena; Yulia, Astri
Journal of English Education and Teaching Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.8.2.288-302

Abstract

Blended learning, integrating traditional face-to-face instruction with online components, has gained momentum in higher education. This study aimed to explore the effect of blended learning on the academic performance of students enrolled in the English Department across multiple universities in Aceh, Indonesia. The research specifically aims to compare the effectiveness of blended and offline learning models in facilitating students' learning achievements. The study population encompasses undergraduate students from seven distinguished universities within the Aceh Province, making the research findings relevant and applicable to a diverse range of educational institutions. Quantitative data, gathered through a survey method, formed the basis of this research, enabling a thorough analysis of students' learning outcomes in both blended and offline learning environments. The results of the study reveal a compelling insight: there is no statistically significant difference in students' learning achievements between blended and offline learning models (P = 0.062 > 0.05). This intriguing finding challenges traditional perceptions and underscores the potential of blended education as a viable and effective alternative to conventional classroom learning within the English Department curriculum. The implications of these results are far-reaching, suggesting that universities and lecturers can leverage blended learning platforms without compromising the quality of education provided to English Department students. This research contributes valuable insights to the ongoing discourse on the evolution of educational methodologies, emphasizing the importance of embracing technology-enhanced learning approaches. As the world continues to advance digitally, this study provides a foundation for future exploration and implementation of blended learning strategies, fostering an inclusive and innovative educational landscape for students in Aceh, Indonesia.
Clear or Confusing? Investigating Pronunciation Challenges Among Young EFL Learners in Southern Thailand Urona, Dara; Husna, Faizatul; Juliana, Rena; Lemsoh, Subaidah
ELLITE: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol. 10 No. 1 (2025): ELLITE: May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ellite.v10i1.3061

Abstract

This study seeks to explore the pronunciation difficulties encountered by students at Tessaban 2 Ban Sadao School in Thailand. Utilizing qualitative research methodologies, which include pronunciation evaluations and semi-structured interviews with educators, the research aims to identify prevalent pronunciation mistakes and analyze the instructional strategies employed by teachers. The results indicate that students face challenges with particular phonemes, such as /r/, /v/, /ʃ/, and final consonant clusters, primarily influenced by their first language (L1). Furthermore, issues related to incorrect word stress and unsuitable intonation patterns impede clarity and understanding in spoken communication. Educators implement a variety of techniques, such as phonetic training, minimal pair exercises, and imitation practices, to help students enhance their pronunciation skills. Nevertheless, the limited exposure to authentic English language contexts continues to pose a significant obstacle. This research highlights the critical need for a stronger focus on pronunciation within the English language curriculum, as well as the importance of providing students with increased opportunities to interact with genuine English-speaking environments. By tackling these challenges, educators can formulate more effective and targeted teaching strategies, ultimately improving the pronunciation and communication abilities of EFL (English as a Foreign Language) learners in Thailand.