cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
ence.surahman.fip@um.ac.id
Phone
+6287821191948
Journal Mail Official
ence.surahman.fip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
ISSN : 24068780     EISSN : 26547953     DOI : 10.17977.um031
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015)" : 9 Documents clear
Pelatihan dan Penerapan E-Learning dan M-Learning Berbasis Moodle Bagi Guru Siswa SMK Persada dan Bajiminasa Makassar Wahid, Abdul; Luhriyani, Seny
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.511 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p102

Abstract

Abstrak: Pelatihan dalam rangka kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi tentang bagaimana membuat e-learning dan mengembangkan konten e-learning. Perangkat lunak yang digunakan sebagai media pembuatan adalah perangkat lunak LMS (Learning Management System) MOODLE yang berbasis open source. Sedangkan peserta pelatihan merupakan guru dan siswa SMK Persada dan Bajiminasa. Pemberian materi dimulai dari pengenalan internet, website dan proses instalasi server sekaligus instalasi perangkat lunak MOODLE. Materi diakhiri dengan memberikan tugas mandiri bagi masing-masing peserta untuk membuat dan mengembangkan sendiri e-learning disesuaikan dengan bidang ajar peserta. Dari peserta dengan jumlah 30 guru dan siswa, semuanya dapat mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Selain itu, kesemua guru dapat menyelesaikan tugas mandiri dengan baik, yaitu mampu membuat dan mengembangkan e-learning beserta kontennya. Abstract: Training in the context of Community Service activities aims to provide knowledge and technology about how to make e-learning and develop e-learning content. The software that is used as a medium of manufacture is MOODLE based LMS (Learning Management System) software. While the training participants are teachers and students of Persada and Bajiminasa Vocational Schools. The material starts with the introduction of the internet, website, and server installation process as well as the installation of MOODLE software. The material was ended by giving independent assignments for each participant to create and develop their own e-learning tailored to the participants' teaching fields. Of the participants with 30 teachers and students, all of them can attend training from beginning to end. In addition, all teachers can complete their independent tasks well, namely being able to make and develop e-learning and its content.
Pengembangan Bahan Pembelajaran Pariwisata sebagai Mulok Pada Siswa SLTP Di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara Kairupan, Siska B.
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.89 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p155

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data kebutuhan dan karakteristik kurikulum muatan lokal pariwisata untuk siswa SLTP di Kabupaten Minahasa dan memperoleh data bahan pembelajaran pariwisata Sulawesi Utara bagi siswa-siswa SLTP di kabupaten Minahasa. Hal ini mengingat pembelajaran Pariwisata Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa pada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama belum dilaksanakan disebabkan belum adanya bahan pembelajaran. Salah satu usaha untuk melestarikan potensi wisata pada generasi yang akan datang adalah memperkenalkan kepada para siswa melalui sekolah mengenai keanekaragaman potensi wisata Sulawesi Utara sebagai kebanggaan daerah dalam kurikulum muatan lokal. Pengembangan bahan pembelajaran melalui penelitian ini didorong oleh adanya kebutuhan untuk memperkenalkan, melestarikan dan mengembangkan potensi pariwisata sebagai kebanggaan daerah kepada para siswa. Rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survey. Subyek penelitian sebanyak 90 guru. Data yang diperoleh melalui angket dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa kurikulum muatan lokal pariwisata Sulawesi utara, kedudukan bahan pembelajaran pariwisata Sulawesi Utara bagi siswa-siswa di Kabupaten Minahasa serta pengembangan bahan pembelajaran pariwisata dalam bentuk buku sangat dibutuhkan. Mengenai isi bahan pembelajaran sebanyak 50% responden memilih bahan pembelajaran yang memiliki persyaratan: (1) Pariwisata Kabupaten Minahasa, meliputi: Taman Laut Pulau Bangka, Pulau Gangga Ressort, Bentenan Ressort, Pantai Tasik Ria, Pantai Kema Batu Nona, Sumaru Endo Romboken, Bukit Kasih Kanonang, Danau Tondano, Taman Purbakala (Waruga) sawangan, Watu Pinabetengan, Monumen Samratulangi, Monumen Ibu Walanda Maramis, Makam Kiay Modjo, Makam Imam Bonjol, Goa Jepang Kiawa, Pemandian Air Panas Rano Paso Tondano, Air Terjun Tonsea Lama, Air Terjun Tincep Sonder dan Air Terjun Kali. (2) Pariwisata Kota Manado, meliputi: Taman Laut Nasional Bunaken, Klenteng Ban Hin Kong, Taman Budaya, Monumen Perang Dunia II, Monumen Wolter Mongisidi, Museum Sulut, Taman Anggrek dan Pemandian Pantai Malalayang.(c) Pariwisata Kota Bitung, meliputi: Hutan Suaka Alam Tangkoko, Hutan Wisata Danowudu, Monumen Trikora, Tugu Jepang, Pemandian Pantai Tanjung Merah, Taman Laut Batu Kapal dan Air Prang Tandurusa. (d) Pariwisata Kabupaten Bolaang Mongondow, meliputi: Taman Nasional Nani Wartabone, Pulau Molosing, Danau Moaat, Pemandian Air Anjing, Bendungan Kasinggolan, dan Pantai Molosing. (e) Pariwisata Kabupaten Sangihe Talaut, meliputi: Taman Makam Pahlawan Santiago, Rumah Raja Manganitu, Taman Laut Tabukan Tengah, Gunung Awu di Laut (Pulau Mahagetang), Rumah Adat Patung di Desa Moronge, Tempat Suci Agama Adat dan Gua Jepang di Desa Musi serta Tugu/Makam Raja Tagulandang.Abstract: This study aims to obtain data on the needs and characteristics of the tourism content curriculum for junior high school students in Minahasa District and obtain North Sulawesi tourism learning material data for junior high school students in the Minahasa district. This is because the learning of North Sulawesi Tourism in Minahasa District on the First Level High School students has not been implemented due to the absence of learning materials. One effort to preserve tourism potential in the next generation is to introduce students through schools about the diversity of North Sulawesi's tourism potential as a regional pride in the local content curriculum. The development of learning materials through this research is driven by the need to introduce, preserve and develop tourism potential as an area of pride for students. The design of the study used a descriptive research type with a survey method. The research subjects were 90 teachers. Data obtained through questionnaires were analyzed using descriptive statistics. The results of the needs analysis show that the curriculum of the local content of North Sulawesi tourism, the position of North Sulawesi tourism learning materials for students in Minahasa District and the development of tourism learning materials in the form of books is urgently needed. Regarding the content of learning materials as much as 50% of respondents chose learning materials that had requirements: (1) Minahasa Regency Tourism, including: Bangka Island Marine Park, Gangga Resort Island, Bentenan Resort, Tasik Ria Beach, Kema Batu Nona Beach, Sumaru Endo Romboken, Bukit Kasih Kanonang, Lake Tondano, Sawangan Archeological Park (Waruga), Watu Pinabetengan, Samratulangi Monument, Monument of Walanda Maramis, Kiay Modjo Tomb, Imam Bonjol Tomb, Goa Jepang Kiawa, Rano Paso Tondano Hot Springs, Old Tonsea Waterfall, Waterfall Tincep Sonder and Kali Waterfall. (2) Manado City Tourism, including Bunaken National Marine Park, Ban Hin Kong Temple, Cultural Park, World War II Monument, Wolter Mongisidi Monument, North Sulawesi Museum, Orchid Garden and Malalayang Beach Bath. (C) Bitung City Tourism, including Tangkoko Nature Reserve Forest, Danowudu Tourism Forest, Trikora Monument, Japan Monument, Tanjung Merah Beach Bath, Batu Kapal Marine Park, and Air Prang Tandurusa. (d) Bolaang Mongondow Regency Tourism includes Nani Wartabone National Park, Molosing Island, Moaat Lake, Dog Water Baths, Kasinggolan Dam, and Molosing Beach. (e) Sangihe Talaut Regency Tourism, including Santiago Heroes Cemetery, Raja Manganitu's House, Tabukan Tengah Marine Park, Awu Mountain in the Sea (Mahagetang Island), Traditional House of Statues in Moronge Village, Sacred Places of Religion and Cave of Japan in Musi Village and the Tugu / Makam Raja Tagulandang.
Pentingnya Rancangan Pembelajaran Sosiologi Bagi Dunia Pendidikan Di Timor Leste Periera, Sebastião
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.486 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p108

Abstract

Abstrak: Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi dengan agama, hukum dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dan sebagainya. Dalam hal ini, sosiologi mempelajari interaksi manusia dalam masyarakat atau kelompok, yang meliputi kajian berbagai macam gejala sosial, struktur kemasyarakatan, ataupun proses berlangsungnya kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pelajaran ini merupakan pelajaran yang menarik bagi siswa karena matapelajaran tersebut terkait dengan kehidupan siswa dalam berinteraksi di masyarakat. Peserta didik akan mudah dalam mengambil contoh dari setiap materi yang diajarkan dan mengaplikasikan pelajaran sosiologi secara nyata, yaitu saat peserta didik hidup dan menjalin hubungan sosial dalam masyarakat. Namun, hal ini bergantung pada rancangan pembelajaran dan kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran.Abstract: Sociology is the study of the reciprocal relationship between various kinds of social phenomena, for example, economic symptoms with religion, law with morals, law with economics, the movement of society with politics and so on. In this case, sociology studies human interaction in society or groups, which includes the study of various social phenomena, social structures, or the process of ongoing social life. Therefore, this lesson is an interesting lesson for students because the subject is related to the lives of students in interacting in society. Students will be easy to take examples of any material that is taught and apply sociology lessons in real terms, namely when students live and establish social relations in society. However, this depends on the design of learning and the ability of the teacher to present learning.
Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru, Konsep Diri, Sikap, dan Hasil Belajar Matematika Siswa Di SMA Kota Palu Ali, Muhammad; Setyosari, Punaji; Dwijogo, Wasis D; Napitupulu, Mery
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.604 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p165

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar matematika siswa; (2) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dan hasil belajar matematika siswa; (3) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru dan hasil belajar matematika siswa; (4) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru dan hasil belajar matematika siswa; (5) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan hasil belajar matematika siswa; (6) menjelaskan apakah ada hubungan yang signifikan antara sikap dan hasil belajar matematika siswa; (7) menjelaskan berapa kontribusi secara simultan persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru, persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru, persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru, persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru, konsep diri, dan sikap terhadap hasil belajar matematika siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XII IPA SMA Negeri Kota Palu. Pengambilan sampel berjumlah 144 orang dilakukan dengan teknik sampel random. Alat ukur yang digunakan untuk penelitian ini adalah skala persepsi siswa terhadap kompetensi guru, skala konsep diri, skala sikap, dan tes hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.225) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (2.752) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (2) ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.195) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (2.370) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (3) ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi Sosial guru dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.200) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (2.431) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (4) ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.177) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (2.141) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (5) ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.288) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (3.581) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (6) ada hubungan yang signifikan antara sikap dan hasil belajar matematika siswa, dengan nilai r hitung (0.258) yang lebih besar dari pada r tabel (0.163), pada taraf signifikansi 5%. Demikian pula diperoleh thitung (3.188) lebih besar dari ttabel (1.977) pada taraf signifikansi 5%; (7) ada kontribusi secara simultan persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru, persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru, persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru, persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru, konsep diri, dan sikap terhadap hasil belajar matematika siswa, dengan nilai Ry(1,2,3,4.5,6) sebesar 0.336 lebih besar dari rtabel (0.163), juga diperoleh F hitung sebesar 2.912, lebih besar dari Ftabel dengan df 3:143 sebesar 2.67 pada taraf 166 Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran, Volume 1, Nomor 2, April 2015, hlm. 165-181 signifikasi 5%. Besar kontribusi secara simultan keenam variabel independen penelitian terhadap hasil belajar matematika siswa adalah 11.3 %, ssanya sebesar 88.7 % adalah kontribusi variabel-variabel atau faktor-faktor lain yang berada diluar area kajian penelitian. Berdasarkan temuan penelitian, maka guru matematika SMA Kota Palu disarankan selalu memotivasi siswa pada faktor mana siswa merasa kesulitan untuk belajar matematika, tentunya dengan selalu menciptakan suasana belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan akan membuat siswa selalu terlibat di dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan, kenyamanan, dan ketekunan siswa sehingga dapat membentuk persepsi siswa yang lebih baik terhadap kompetensi guru yang secara tidak langsung akan berdampak positif pada hasil belajar siswa. Selain itu guru juga dapat memberikan pengalaman keberhasilan pada siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas maupun ulangan, yang diharapkan mampu membentuk konsep diri yang baik pada aspek percaya diri siswa. Demikian pula dengan memberitahukan tentang tujuan dan kegunaan mata pelajaran matematika diharapkan akan merubah sikap siswa menjadi positif pada pelajaran matematika.Abstract: This study aims to: (1) explain whether there is a significant relationship between student perceptions of the pedagogical competence of the teacher and student mathematics learning outcomes; (2) explain whether there is a significant relationship between student perceptions of the teacher's professional competencies and students' mathematics learning outcomes; (3) explain whether there is a significant relationship between students' perceptions of teachers' social competencies and students' mathematics learning outcomes; (4) explain whether there is a significant relationship between students' perceptions of teacher personality competencies and student mathematics learning outcomes; (5) explain whether there is a significant relationship between self-concept and student mathematics learning outcomes; (6) explain whether there is a significant relationship between attitudes and outcomes of student mathematics learning; (7) explain how many contributions simultaneously students' perceptions of teacher pedagogic competence, student perceptions of teacher professional competencies, student perceptions of teacher social competencies, student perceptions of teacher personality competencies, self-concept, and attitudes toward student mathematics learning outcomes. The sample of this study was students of class XII IPA in Palu City State High School. A sampling of 144 people was done by random sampling technique. The measuring instrument used for this study is the scale of student perceptions of teacher competence, self-concept scale, attitude scale, and tests of student mathematics learning outcomes. The results showed: (1) there was a significant relationship between students 'perceptions of teacher pedagogical competencies and students' mathematics learning outcomes, with r count (0.225) greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Similarly, obtained t count (2.752) greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (2) there is a significant relationship between student perceptions of teacher professional competence and student mathematics learning outcomes, with a calculated r- value (0.195) greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Similarly, obtained t count (2.370) is greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (3) there is a significant relationship between students' perceptions of teachers' social competencies and students' mathematics learning outcomes, with r count (0.200) which is greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Similarly, obtained t count (2,431) greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (4) there is a significant relationship between student perceptions of teacher personality competencies and student mathematics learning outcomes, with r count (0.177) greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Likewise, obtained t count (2.141) greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (5) there is a significant relationship between self-concept and mathematics learning outcomes of students, with r count (0.288) greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Similarly, t count (3.581) is greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (6) there is a significant relationship between attitudes and mathematics learning outcomes of students, with a calculated R-value (0.258) which is greater than r table (0.163), at a significance level of 5%. Similarly, obtained t count (3.188) greater than t table (1977) at the significance level of 5%; (7) there are simultaneous contributions of students' perceptions of teacher pedagogic competencies, student perceptions of teacher professional competencies, student perceptions of teacher social competencies, student perceptions of teacher personality competencies, self-concept, and attitudes towards student mathematics learning outcomes, with Ry values ( 1,2,3,4,5,6) amounting to 0.336 greater than R table (0.163), also obtained F count of 2.912, greater than Ftable with df 3: 143 of 2.67 at the level 166 Journal of Innovation and Learning Technology, Volume 1, Number 2, April 2015, p. 165-181 5% significance. The simultaneous contribution of the six independent variables of the study to students' mathematics learning outcomes is 11.3%, as much as 88.7% is the contribution of variables or other factors outside the study area. Based on the research findings, the Palu City High School mathematics teacher is advised to always motivate students on the factors where students find it difficult to learn mathematics, of course by always creating an atmosphere of active learning, innovative, creative, effective and fun will make students always involved in the learning process. This can increase students' trust, comfort, and perseverance so that they can better shape student perceptions of teacher competencies which will indirectly have a positive impact on student learning outcomes. In addition, the teacher can also provide an experience of success to students in completing tasks and tests, which are expected to be able to form a good self-concept in the aspects of student confidence.  Likewise, telling about the purpose and usefulness of mathematics subjects is expected to change student attitudes to be positive in mathematics.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Sekolah Menengah Kejuruan Terhadap Efektif dan Efisiensi Pembelajaran Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.962 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p115

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif terhadap Efektif dan Efisiensi Pembelajaran di SMK. Media pembelajaran pada penelitian ini menggunakan medel desain ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Developmetn (R & D). Data diperoleh melalui angket, dokumen dan tes. Analisis data sebagai dasar untuk mengembangkan media interaktif dengan menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1)ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan 80,00% dalam kategori baik, (2)ahli materi aspek isi/konten dalam media sebesar 91,58% dalam kategori sangat baik, dan rata-rata hasil belajar 84,77 dalam kategori baik.Abstract: This study aims to develop interactive learning multimedia on Effective and Learning Efficiency in Vocational Schools. The learning media in this study used the ADDIE design method (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research method used is the Research and Development (R & D) method. Data is obtained through questionnaires, documents, and tests. Data analysis is the basis for developing interactive media using quantitative analysis. The results of this study are (1) media experts showed that the learning media produced 80.00% in the good category, (2) the material experts content/content in the media amounted to 91.58% in the excellent category, and the average learning outcomes 84.77 in the good category.
Proptotype Seleksi Calon Kepala Sekolah Berbasis Psychological Testing (Study Determinan Factor Kepemimpinan Kepala SMA Di Jateng Tahun 2013) Nugroho, Nugroho
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.782 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p182

Abstract

Abstrak: Rendahnya mutu pendidikan sebagaimana yang dilansir oleh PISA dan sejenisnya tidak bisa dipisahkan dari rendahnya mutu sekolah. Menurut Mendiknas (Kompas, 23 Maret 2011) menyatakan bahwa 88.8% sekolah kita tidak 40.31% dibawah Standar Pelayanan Minimal; 48.89% berada pada SPM (Standar Pelayanan Minimal) dan hanya 10.15% memenuhi SNP (Standar Nasional Pendidikan). Rendahnya mutu sekolah tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini melakukan inovasi dalam rekrut-men calon kepala sekolah yang selama ini hanya mengandalkan PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela) dan Badan Pertimbangan Kenaikan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang penuh bias subyektivitas. Tujuannya untuk menemukan prototype selek-si calon kepala sekolah berbasis test psikologis yang bisa menjadi predictor determinan faktor penentu kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Populasi penelitian ini adalah kepa-la sekolah SMA di Jateng yang melamar menjadi calon kepala sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa determinan faktor kepemimpinan kepala sekolah adalah: Potensi akademik (30,9%),Wawasan Kependidikan (18,7%); Kecerdasan Emosi (14,3%); Problem Solving (14.1%); Kreativitas (13.8%). Rekomendasi kebijakan yang diusulkan adalah agar dalam rekrutmen calon kepala sekolah memperhatikan kelima faktor tersebut di atas yakni potensi akademik, wawasan kependidikan, kecerdasan emosi, problem solving dan kreativitas. Pengangkatan kepala sekolah yang hanya didasarkan kedekatan dengan penguasa tanpa melalui seleksi yang benar akan sulit diharapkan menghasilkan kepala sekolah yang mampu menigkatkan mutu sekolah yang dipimpin. Abstract: The low quality of education as reported by PISA and the like cannot be separated from the low quality of schools. According to the Minister of Education (Kompas, March 23, 2011) states that 88.8% of our schools are not 40.31% below the Minimum Service Standards; 48.89% were in SPM (Minimum Service Standards) and only 10.15% met SNP (National Education Standards). The low quality of schools is inseparable from the quality of leadership of the school principal. This research innovated in recruiting prospective school principals who all this time had only relied on PDLT (Achievement, Dedication, Loyalty and Not Despicable) and the Raising of Position and Rank (Baperjakat) Advisory Board which was full of subjectivity bias. The goal is to find a prospective school principal candidate prototype based on psychological tests that can be a predictor of determinants of school leadership determinants. The population of this study was the high school in Central Java who applied to become prospective school principals. The research findings show that the determinants of principals' leadership factors are: Academic potential (30.9%), Educational Insights (18.7%); Emotional Intelligence (14.3%); Problem Solving (14.1%); Creativity (13.8%). The recommended policy recommendations are so that in the recruitment of prospective school principals pay attention to the above five factors namely academic potential, educational insights, emotional intelligence, problem solving and creativity. Appointment of school principals that are only based on proximity to the authorities without going through correct selection will be difficult to expect to produce school principals who are able to improve the quality of the school being led.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kontekstual dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa SMA Kediri Afandi, Zainal
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.893 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p127

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh utama dan interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu pretest-posttest nonequivalent control group design versi faktorial 2 x 2. Subyek penelitian melibatkan 154 siswa kelas XI-IPS SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 8 Kota Kediri. Subjek penelitian berasal dari 2 kelas XI IPS SMA Negeri 7 sebanyak 72 siswa dan dari 2 kelas XI IPS SMA Negeri 8 sebanyak 82 siswa. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara mengundi berdasarkan SMA. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dalam bentuk perpaduan antara pilihan ganda, uraian, dan skala sikap, serta skala penilaian selfefficacy akademik. Data penelitian dianalisis dengan teknik statistik menggunakan analysis of variance (anova) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar sejarah antara kelompok peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran kontekstual dan kelompok peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori; (2) ada perbedaan hasil belajar sejarah antara kelompok peserta didik dengan efikasi diri tinggi dan kelompok peserta didik dengan efikasi diri rendah; dan (3) ada interaksi antara strategi pembelajaran dan efikasi diri terhadap hasil belajar sejarah. Abstract: This study aims to examine the main influences and interactions between learning strategies and self-efficacy towards the results of learning history. This study used a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design 2 x 2 version of the experimental design. The subjects of the study involved 154 XI-IPS class students at SMA 7 and SMA 8 Kota Kediri. The research subjects came from 2 XI IPS classes in SMA 7 as many as 72 students and from 2 XI IPS classes the SMA 8 as many as 82 students. Determination of the experimental group and the control group is done by raffling based on high school. Data is collected by learning outcomes tests in the form of a combination of multiple-choice, description, and attitude scale, and academic self-efficacy rating scale. The research data were analyzed by statistical techniques using two-way analysis of variance (ANOVA). The results of the study show that: (1) there are differences in historical learning outcomes between groups of students who are taught with contextual learning strategies and groups of students who are taught with expository learning strategies; (2) there are differences in historical learning outcomes between groups of students with high self-efficacy and groups of students with low self-efficacy; and (3) there is an interaction between learning strategies and self-efficacy towards the results of learning history.
Efektivitas Metode Penyuluhan dalam Percepatan Transfer Teknologi Padi Di Jawa Timur Purnomo, Eddy; Pangarsa, Nugraha; Andri, Kuntoro Boga; Saeri, M.
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.464 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p191

Abstract

Abstrak: Pemahaman mendalam terkait proses interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam suatu struktur sosial petani, memudahkan pelaksanaan penyuluhan yang efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun tenaga. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengidentifikasi dan merumuskan pola jaringan sosial yang ada di masyarakat petani untuk komoditas padi spesifik kabupaten/etnis, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam percepatan transfer teknologi padi di dalam jaringan sosial petani, mengidentifikasi media dan metode penyuluhan yang relatif paling disenangi oleh pengguna dalam jaringan sosial dan merumuskan strategi penyuluhan PTT Padi. Pengkajian dilaksanakan di 3 kabupaten di Jawa Timur yang mewakili sosial budaya/etnis. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah dengan pendekatan sosiometri. Populasi dan sampel yang menjadi objek kajian merupakan pihak/pelaku yang terdedah oleh informasi PTT Padi Sawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa hand phone (HP) dan alat transportasi (motor/sepeda) merupakan sarana komunikasi yang diperlukan untuk mempererat dan mempercepat komunikasi dalam jaringan komunitas. Upaya yang sering dilakukan, agar inovasi teknologi cepat sampai pada anggota jaringan, adalah melakukan pertemuan tatap muka dan kunjungan, media penyuluhan yang paling disukai anggota jaringan komunitas untuk transfer inovasi teknologi adalah media televise, serta brosur/buku saku dan metode penyuluhan yang dinilai paling efektif adalah sekolah lapang, temu lapang dan demplot. Pola Jaringan Komunikasi di Kabupaten Tuban, pola interaksi yang terbentuk cenderung terdispersi pada jalur interaksi yang relatif panjang. Untuk Pola jaringan komunikasi hasil pengkajian di Kabupaten Trenggalek menunjukkan bahwa pola komunikasi antar individu petani bersifat lebih teratur, sedangkan pola jaringan komunikasi di Kabupaten Jember, bahwa struktur komunikasinya menunjukkan multi saluran. Hal ini ditandai dimana dari tiga level tersebut interaksi timbal balik dapat terjadi tanpa menganut siapa yang menjadi tokoh sentralnya.Abstract: In-depth understanding related to the interaction and communication process that occurs in a social structure of farmers facilitates the implementation of effective and efficient counseling both in terms of time and energy. The purpose of this study is to identify and formulate the existing social network patterns in farmer communities for district / ethnic-specific rice commodities, to know the factors that influence the acceleration of rice technology transfer in farmers' social networks, identify the media and the most favored extension methods by users in social networks and formulating rice PTT extension strategies. The assessment was carried out in 3 districts in East Java that represented social culture/ethnicity. The method used in this study is a sociometric approach. The population and sample that are the object of study are the parties/actors who are exposed to the information on PTT Paddy Fields. The results of the analysis show that handphones (mobile phones) and transportation equipment (motorbikes/bicycles) are the means of communication needed to strengthen and accelerate communication in the community network. Efforts that are often made, so that technological innovation will quickly reach network members, are conducting face-to-face meetings and visits, the most popular counseling media for community network members to transfer technological innovations is television media, as well as brochures/pocketbooks and extension methods that are considered the most effective,  is a field school, field meeting, and demonstration plot. Communication Network Patterns in Tuban Regency, the interaction patterns formed tend to be dispersed on relatively long interaction pathways. The pattern of the communication network as a result of the assessment in Trenggalek Regency shows that the communication pattern between individual farmers is more regular, while the communication network pattern in Jember Regency shows that the communication structure shows multiple channels. This is marked wherefrom these three levels reciprocal interaction can occur without adhering to who is the central figure.
Penguasaan Materi Pembelajaran, Manajemen dan Komitmen Menjalankan Tugas Berkorelasi Pada Kinerja Guru SD Di Kota Tomohon Tuerah, Roos M. S.
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.663 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22015p137

Abstract

Abstrak: Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya.Dalam menunjang keberhasilan pendidikan, ada beberapa faktor yang berperan yaitu infrastruktur, peserta, bahan (materi), metode, tujuan pembelajaran dan lingkungan yang menunjang. Namun, kenyataan yang terjadi yaitu kinerja guru cenderung menurun diakibatkan karena terlalu berkonsentrasi memperjuangkan masalah kesejahteraannya. Permasalahan penelitian ini berfokus pada kinerja guru yang belum optimal dalam proses belajar mengajar, penguasaan materi pembelajaran yang belum memadai, manajemen pembelajaran yang belum dijalankan secara efisien dan efektif, komitmen menjalankan tugas dalam proses belajar mengajar yang masih kurang. Berdasarkan fokus permasalahan tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: (1) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada kinerja guru?; (2) Apakah manajemen pembelajaran berkorelasi langsung pada kinerja guru?; (3) Apakah komitmen menjalankan tugas berpengaruh langsung terhadap kinerja guru?; (4) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada komitmen menjalankan tugas?; (5) Apakah manajemen pembelajaran berkorelasi langsung pada komitmen menjalan tugas?; (6) Apakah penguasaan materi pembelajaran berkorelasi langsung pada manajemen pembelajaran?. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian meliputi seluruh guru SD di kota Tomohon yang berjumlah 700 orang, dengan menggunakan teknik Probability Sampling dan Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 195 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes Sebelum dilakukan pengumpulan data, instrumen penelitian diujicoba terlebih dahulu untuk mengukur validitas dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas instrumen degan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil pengujian hipotesis 1 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif penguasaan materi pembelajaran terjadap kinerja guru SD. Hipotesis 2 dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran berkorelasi langsung positif pada kinerja guru. Hipotesis 3, Membuktikan bahwa terdapat korelasi langsung positif komitmen menjalankan tugas dengan kinerja guru. Hipotesis 4,disimpulkan terdapat korelasi langsung positif penguasaan materi pembelajaran dengan komitmen menjalankan tugas. Hipotesis 5 disimpulkan bahwa terdapat korelasi langsung positif manajemen pembelajaran pada komitmen menjalankan tugas. Dan pada hipotesis 6 disimpulkan bahwa terdapat korelasi langsung positif penguasaan materi pembelajaran pada manajemen pembelajaran.Abstract: Education is a conscious effort planned to create a learning atmosphere and learning process so that students can actively develop their potential. In supporting the success of education, there are several factors that play a role, namely infrastructure, participants, materials (materials), methods, learning objectives, and the environment support. However, the reality is that the teacher's performance tends to decline due to concentrating on his welfare problems. The problem of this study focuses on teacher performance that has not been optimal in the teaching and learning process, mastery of learning materials that are not yet adequate, management of learning that has not been implemented efficiently and effectively, commitment to carrying out tasks in the teaching and learning process that is still lacking. Based on the focus of the problem, the formulation of this research problem is as follows: (1) Does mastery of learning material directly correlate to teacher performance ?; (2) Does management of learning correlates directly to teacher performance ?; (3) Does commitment to carry out tasks directly affect teacher performance ?; (4) Does mastery of learning material correlate directly with commitment to carrying out tasks ?; (5) Does the management of learning directly correlate to the commitment to running the task ?; (6) Is the mastery of learning material directly correlated with learning management? This study uses a correlational approach and data analysis techniques using path analysis techniques (path analysis). The study population included all elementary school teachers in Tomohon city, amounting to 700 people, using Probability Sampling and Proportionate Stratified Random Sampling techniques to obtain a sample of 195 people. Data collection is done by using a test instrument. Before data collection is carried out, the research instrument is tested first to measure validity using the product-moment correlation formula and instrument reliability using the Cronbach Alpha formula. The results of testing hypothesis 1 can be concluded that there is a positive direct effect of mastery of learning material on the performance of elementary school teachers. Hypothesis 2 can be concluded that learning management correlates positively directly with teacher performance. Hypothesis 3, Proving that there is a positive direct correlation of commitment to performing tasks with teacher performance. Hypothesis 4, it is concluded that there is a positive direct correlation of mastery of learning material with a commitment to carrying out tasks. Hypothesis 5 concludes that there is a positive direct correlation of learning management in commitment to carrying out tasks. And in hypothesis 6 it is concluded that there is a positive direct correlation of mastery of learning material in learning management. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9