cover
Contact Name
Ence Surahman
Contact Email
ence.surahman.fip@um.ac.id
Phone
+6287821191948
Journal Mail Official
ence.surahman.fip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran (JINOTEP) Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran
ISSN : 24068780     EISSN : 26547953     DOI : 10.17977.um031
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran is a journal in the field of educational technology that contains literature review, action research, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Layanan Belajar Masyarakat Di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Bolangitan, Asna H.
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.955 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p214

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai layanan belajar masyarakat di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan tempat penelitian di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Touwariri Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Touwariri di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulwesi Utara sebagai pendidikan berbasis masyarakat, dari tinjauan visi, misi serta tujuan didirikannya lembaga pendidikan non formal menunjukkan bahwa PKBM Touwariri memiliki komitmen yang tinggi untuk mewujudkan serta mengimplementasikan makna dari penjabaran tujuan pendiriannya secara maksimal. Aspek filosofis dasar penyelenggaraan secara kelembagaan, muatan kurikulum, pelaku kurikulum, program pembelajaran, monitoring dan evaluasi kurikulum PKBM Touwariri memang masih belum seutuhnya memenuhi standarisasi sesuai dengan standar Badan Akreditasi Pendidikan Non Formal Kementerian Pendidikan Nasional RI. Namun, tetap menyelaraskan dengan standarisasi minimal kelayakan sebuah PKBM.Abstract: This study aims to obtain an overview of community learning services in Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The research method used is a qualitative method with a place of research at the Community Learning Center (PKBM) Touwariri Tombariri District, Minahasa Regency. Data was collected using interviews, and documentation. The results showed that the basis for organizing the Touwariri Teaching and Learning Center (PKBM) in Minahasa Regency, North Sulawesi Province as community-based education, from the vision, mission and objectives of the establishment of non-formal education institutions showed that PKBM Touwariri had a high commitment to realize and implement meaning from the translation of the aim of its founding to the fullest. The basic philosophical aspects of institutional implementation, curriculum content, curriculum actors, PKBM Touwariri curriculum monitoring and evaluation programs are still not fully compliant with the standards in accordance with the standards of the Indonesian Ministry of National Education's Non Formal Education Accreditation Agency. However, it still aligns with the minimum standardization of the feasibility of a PKBM.
Pengembangan Bahan Ajar Muatan Lokal Bahasa Buol Untuk Sekolah Dasar Kelas 1 Semester 1 Di Kabupaten Buol Auna, Hariyanto S.; Sulton, Sulton; Ulfa, Saida
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.478 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p271

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan bahan ajar muatan lokal bahasa Buol didasarkan pada kondisi bahasa Buol yang terpenetrasi dengan bahasa daerah lain serta kebutuhan daerah dalam implementasi pembelajaran muatan lokal yang sesuai dengan karateristik daerah. Tujuan pengembangan bahan ajar muatan lokal bahasa Buol adalah untuk menghasilkan bahan ajar bahasa Buol yang dapat memfasilitasi pembelajaran dalam rangka pembentukan minat belajar Bahasa Buol dan kemampuan berbahasa Buol, sehingga bahan ajar ini dikembangkan berdasarakan kegiatankegiatan kognitif. Dari hasi validasi ahli bahan ajar muatan lokal bahasa Buol dikategorikan layak dan hasil uji coba telah memenuhi kriteria yang diharapkan. Sehingga bahan ajar muatan lokal bahasa Buol sudah suseuai dengan kreiteria kelayakan untuk digunakan oleh siswa kelas 1 semeseter 1 Sekolah Dasar di Kabupaten Buol.Abstract: Research on the development of local content materials for the Buol language is based on Buol language conditions penetrated with other regional languages and regional needs in the implementation of local content learning in accordance with regional characteristics. The purpose of developing Buol language local content teaching materials is to produce Buol language teaching materials that can facilitate learning in the context of forming Buol Language learning interests and Buol language skills so that these teaching materials are developed based on cognitive activities. From the results of the validation of local content teaching experts the Buol language is categorized as feasible and the results of the trials have met the expected criteria. So that the local content material for the Buol language has been in accordance with the literacy of eligibility to be used by grade 1 students at the rate of 1 Elementary School in Buol District.
Strategi Pembelajaran Teknik Lompat Jangkit Melalui Metode Bermain Di Sekolah Dasar Podung, Beatrix Jetje
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.588 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p229

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sejauhmana penerapan strategi pembelajaran teknik melompat jangkit dengan melalui metode bermain dapat meningkatkan prestasi siswa di sekolah dasar. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen sedangkan subjek penelitian ini yaitu siswa kelas 5 Sekolah Dasar yang berjumlah 35 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik lebih aktif terlibat dalam kegiatam pembelajaran, mereka antusias melakukan lompat jangkit sambil bermain, sehingga dapatlah disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang melakukan lompat jangkit dengan metode bermain,demikian juga ketika siswa melakukan kesalahan maka dengan kesadaran dan tanggung jawab siswa segera melakukan push up dengan senang sebagai hukuman tanpa diminta oleh guru.Abstract: This study aims to get an idea of the extent to which the application of learning strategies for infectious jumping techniques through playing methods can improve student achievement in elementary schools. The research method used is the experimental method while the subject of this study is grade 5 elementary school students totaling 35 students. The results of the study show that students are more actively involved in learning activities, they enthusiastically do infectious jumps while playing, so it can be concluded that students feel happy to do an infectious jump with the playing method, as well as when students make mistakes than with awareness and responsibility students immediately do push-ups with pleasure as punishment without being asked by the teacher.
Pengaruh Strategi Pembelajaran (Peta Konsep dan Rangkuman) dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Pembelajaran Sejarah Mukhlason, Muahamad; Degeng, Nyoman Sudana; Sihkabuden, Sihkabuden
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.581 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p280

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertolak dari fakta bahwa strategi pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan mata pelajaran Sejarah di MAN Kraton Pasuruan masih menggunakan strategi konvensional dan interaksi dalam proses belajar mengajar di sekolah kerapkali bersifat monolog. Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan strategi peta konsep dengan kelas yang menggunakan strategi rangkuman, (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (3) ada tidaknya interaksi antara penggunaan strategi (peta konsep dan rangkuman) dan tingkat motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi, dengan desain faktorial 2 x 2, dengan subyek penelitian siswa kelas X MAN Kraton Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2014/2015 pada mata pelajaran Sejarah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar dan tes motivasi berprestasi. Teknik analisis datanya menggunakan ANOVA dua jalur dengan bantuan analisis statistik SPSS release 16.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan strategi peta konsep dengan kelas yang menggunakan strategi rangkuman, (2) ada perbedaan hasil belajar siswa pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. (3) tidak ada interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran (peta konsep dan rangkuman) dengan tingkat motivasi berprestasi terhadap hasil belajar Sejarah. Bagi penelitian lanjutan disarankan untuk menguji keefektivan strategi peta konsep terhadap hasil belajar mata pelajaran Sejarah dengan menggunakan variabel moderator gaya kognitif.Abstract: This study departs from the fact that the learning strategies used in delivering History subjects at the Kraton Pasuruan MAN still use conventional strategies and interactions in the teaching and learning process in schools are often monologues. This study aims to examine: (1) whether there are differences in student learning outcomes between classes using concept map strategies with classes using summary strategies, (2) whether there are differences in student learning outcomes in students who have high achievement motivation with motivated students low achievement, (3) the presence or absence of interaction between the use of strategy (concept map and summary) and the level of achievement motivation on student learning outcomes. This study uses a quasi-experimental design, with a 2 x 2 factorial design, with the research subjects of class X MAN Kraton Pasuruan Regency 2014/2015 academic year on History subjects. The instruments used in this study were learning outcomes tests and achievement motivation tests. The data analysis technique uses two-way ANOVA with the help of SPSS release 16.00 statistical analysis for Windows. The results showed that: (1) there were differences in learning outcomes between classes using concept map strategies with classes using summary strategies, (2) there were differences in student learning outcomes for students who had high achievement motivation with students who had low achievement motivation. (3) there is no interaction between the use of learning strategies (concept maps and summaries) with the level of achievement motivation towards learning outcomes of history. For further research, it is recommended to test the effectiveness of the concept map strategy on the learning outcomes of History subjects by using cognitive style moderator variables.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa SMP Ariyanto, Dedy; Degeng, Nyoman Sudana; Toenlioe, Anselmus JE
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.277 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p240

Abstract

Abstrak: Mata pelajaran IPA mempunyai pengaruh yang penting bagi kehidupan manusia. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan eksperimen kuasi dengan desain factorial sederhana 2 x 2. Subjek penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Jabung Malang dengan jumlah siswa 210 siswa. Siswa yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 55 siswa. Hasil penelitian ini adalah : 1) nilai ratarata hasil belajar IPA siswa yang diajar menggunakan model kooperatif jigsaw II lebih tinggi (sebesar 4,500) dari pada hasil belajar IPA siswa yang diajar menggunakan model konvensional (sebesar 1,241); 2) nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi sebesar 3,250 sedangkan yang memiliki motivasi berprestasi rendah sebesar 2,296; 3) siswa kelompok eksperimen dengan motivasi berprestasi tinggi memiliki hasil belajar IPA paling baik sebesar 4,692 sedangkan siswa kelompok kontrol dengan motivasi berprestasi rendah memiliki hasil belajar IPA paling jelek sebesar 0,429. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan : 1) model pembelajaran kooperatif Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar, dimana hasil belajar matapelajaran IPA pada siswa kelompok eksperimen (diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II) lebih tinggi dari pada hasil belajar matapelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol (diajar menggunakan model konvensional); 2) motivasi berprestasi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Hasil belajar matapelajaran IPA pada siswa yang motivasi berprestasi tinggi lebih baik daripada hasil belajar matapelajaran IPA pada siswa yang motivasi berprestasi rendah; 3) tidak ada interaksi signifikan antara pembedaan model pembelajaran dan pembedaan motivasi berprestasi dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa matapelajaran IPA Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Jigsaw II, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar KognitifAbstract: Science subjects have an important influence on human life. The study was designed using a quasi-experimental approach with a simple 2 x 2 factorial design. The subjects of this study were students of SMPN 1 Jabung Malang with a total of 210 students. The students selected in this study amounted to 55 students. The results of this study are: 1) the average value of science learning outcomes of students taught using the cooperative jigsaw II model is higher (at 4,500) than the science learning outcomes of students taught using conventional models (amounting to 1,241); 2) the average value of science learning outcomes of students who have high achievement motivation of 3.250 while those who have low achievement motivation are 2,296; 3) the experimental group students with high achievement motivation had the best science learning outcomes of 4.692 while the control group students with low achievement motivation had the worst IPA learning outcomes of 0.429. Based on the results of the study, it was concluded: 1) the Jigsaw II cooperative learning model had a significant effect on learning outcomes, where the learning outcomes of science subjects in the experimental group students (taught using the Jigsaw II cooperative learning model) were higher than the learning outcomes of science subjects in group students control (taught using conventional models); 2) achievement motivation significantly influences learning outcomes. The learning outcomes of science learning in students whose high achievement motivation is better than the learning outcomes of science learning in students who have low achievement motivation; 3) there is no significant interaction between the differentiation of learning models and the differentiation of achievement-motivation in influencing student learning outcomes in science subjects.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Interactive Whiteboard Mata Pelajaran Transmisi Manual Motorkelas XII Semester Genap Di SMK Negeri 9 Malang Prasetyo, Aditya Eko; Soepriyanto, Yerry; Ulfa, Saida; Toenlioe, Anselmus JE
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.213 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p205

Abstract

Abstrak: Metode presentasi sering dipakai guru untuk menyampaikan materi didalam kelas. Media presentasi yang sering dipakai adalah media slide proyektor, atau OHP. Pada saat ini telah dikembangkan sebuah media presentasi yang menggunakan teknologi IWB. Tetapi harganya cukup mahal, maka diciptakan sebuah tiruan IWB untuk meminimalis harga tersebut. IWB terdiri dari komputer yang terhubung pada sebuah proyektor atau papan layar sentuh besar yang menampilkan gambar terproyeksi, kemudian gembar tersebut dapat dipindahkan disekitar papan atau berubah bentuk dengan mudah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall, langkah-langkah pengembangan yaitu penelitian dan mengumpulkan informasi, perencanaan penelitian, pengembangan utama produk, Uji lapangan terbatas, revisi hasil uji lapangan terbatas, uji lapangan lebih luas dan revisi dan produk akhir. Subjek penelitian dalam pengembangan ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri 9 Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif (instrumen ahli media, ahli materi, dan siswa). Pengembangan multimedia pembelajaran divalidasi oleh seorang ahli media, ahli materi dan diuji cobakan kepada 27 siswa, 7 siswa uji coba lapangan terbatas, 20 siswa uji coba lapangan utama. Berdasarkan hasil angket ahli media diperoleh total persentase 92.71%, hasil angket ahli materi diperoleh total persentase 92,00%, dari uji coba lapangan terbatas diperoleh total persentase 88,27% dan uji coba lapangan utama diperoleh total persentase 89,29%. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikaji bahwa multimedia ini valid dan layak untuk kegiatan pembelajaran.Abstract: Presentation methods are often used by teachers to deliver material in class. Media presentations that are often used are slide projector media or OHP. At present, a presentation media that use IWB technology has been developed. But the price is quite expensive, so an artificial IWB was created to minimize the price. The IWB consists of a computer connected to a projector or a large touch screen board that displays projected images, then the sheet can be moved around the board or easily deformed. This study uses the development model of Borg and Gall, development steps, namely research and information gathering, research planning, main product development, limited field testing, limited revision of field test results, broader field tests, and revisions and final products. The research subjects in this development were students of class XII of SMK Negeri 9 Malang. The type of data used is qualitative data (instruments of media experts, material experts, and students). Multimedia learning development was validated by a media expert, material expert and tested on 27 students, 7 students in limited field trials, 20 students in the main field trial. Based on the results of the media expert questionnaire obtained a total percentage of 92.71%, the results of the material expert questionnaire obtained a total percentage of 92.00%, from the limited field trials obtained a total percentage of 88.27% and the main field trials obtained a total percentage of 89.29%. Based on the results of the study, it can be studied that this multimedia is valid and feasible for learning activities.
Pengembangan Paket Bahan Ajar Bahasa Korea Berbantuan Mobile Device Untuk Kelas X Di SMA Diponegoro Tumpang Sulistiana, Dwi Ristin; Sulton, Sulton; Toenlioe, Anselmus JE
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.589 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p249

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bahan ajar cetak Bahasa Korea untuk kelas X di SMA Diponegoro Tumpang yang layak dan dapat digunakan secara klasikal maupun individual berbantuan Mobile Device berupa Smartphone. Paket bahan ajar ini terdiri dari bahan ajar, panduan guru, dan panduan siswa. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Langkah pada model Dick and Carey yang digunakan adalah sampai evaluasi formatif. Subjek penelitan pengembangan ini adalah 29 siswa dan seorang guru. Uji coba dilakukan sebanyak tiga kali yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan observasi. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji coba perorangan menunjukkan paket bahan ajar sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi (bahan ajar 86,97%, panduan siswa 86, 66%). Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan bahan ajar dalam kondisi cukup valid atau dapat digunakan dengan revisi kecil (84,68%), panduan siswa dalam kualifikasi sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi (86,56%). Hasil uji coba lapangan menunjukkan paket bahan ajar dalam kualifikasi sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi (bahan ajar 85,41%, panduan guru 90%, panduan siswa 86,80%, tanggapan guru terhadap bahan ajar 90%). Hasil tes hasil belajar menunjukkan bahan ajar dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.Abstract: The purpose of this research and development is to produce a package of Korean Language print materials for class X in Diponegoro Tumpang High School that is feasible and can be used classically or individually assisted by Mobile Devices in the form of Smartphones. This teaching material package consists of teaching materials, teacher guides, and student guides. The development of this teaching material uses the Dick and Carey development model. The steps in the Dick and Carey model used are until formative evaluation. The subjects of this development research were 29 students and a teacher. Trials were conducted three times, namely individual trials, small group trials, and field trials. Data collection instruments used were questionnaires, interviews, and observations. Data collected in the form of quantitative and qualitative data. The results of individual trials show that the teaching materials package is very valid or can be used without revisions (86.97% teaching material, 86, 66% student guidance). The results of the small group trial show that the teaching material in the condition is quite valid or can be used with a small revision (84.68%), the student's guide in qualification is very valid or can be used without revision (86.56%). The results of the field trials show that the teaching materials package in the qualifications is very valid or can be used without revisions (85.41% teaching material, 90% teacher guidance, 86.80% student guidance, 90% teacher responses to teaching materials). The results of the learning outcomes test show that teaching materials can help students achieve learning goals.
Pengaruh Tingkat Koordinasi dalam Menentukan Metode Latihan yang Relevan pada Keterampilan Lompat Jangkit Mahasiswa FIK UNIMA Tondano Lomboan, Ellen Bernadet
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.237 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p262

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat koordinasi dapat menentukan metode latihan yang relevan untuk menghasilkan ketrampilan lompat jangkit. Populasinya adalah seluruh mahasiswa putera FIK Unima Program Studi Pendidikan Kepelatihan yang lulus mata kuliah atletik. Untuk menentukan kelompok yang mewakili koordinasi tinggi dan koordinasi rendah, digunakan teknik prosentase yaitu 27 % untuk batas atas dan 27 % untuk batas bawah. Maka diperoleh sampel mahasiswa dengan koordinasi tinggi sebanyak 20 orang dan sampel diacak 10 orang untuk perlakuan A (metode latihan pliometrik) dan 10 orang untuk perlakuan B (metode latihan beban). Mahasiswa dengan koordinasi rendah sebanyak 20 orang dan sampel diacak 10 orang untuk perlakuan A (metode latihan pliometrik) dan 10 orang untuk perlakuan B (metode latihan beban). Untuk pengujian hipotesis penelitian digunakan analisis varians dua-jalan (two-way ANAVA) seperti pada rancangan faktorial dengan taraf signifikansi α = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui kelompok eksperimen mana yang lebih unggul. Hasil analisis menunjukkan jika terdapat interaksi antara metode latihan dan koordinasi terhadap hasil keterampilan lompat jangkit. Bagi mahasiswa yang memiliki koordinasi tinggi dengan metode latihan pliometrik lebih baik dibandingkan dengan metode latihan beban terhadap hasil keterampilan lompat jangkit. Bagi mahasiswa yang memiliki koordinasi rendah dengan metode latihan beban lebih baik dibandingkan dengan metode latihan pliometrik terhadap hasil keterampilan lompat jangkit. Abstract: This study aims to determine whether the level of coordination can determine the relevant training methods to produce infectious jump skills. The population is all FIK male students Unima Coaching Education Study Program who passed athletic courses. To determine the group that represents high coordination and low coordination, the percentage technique is 27% for the upper limit and 27% for the lower limit. Then a sample of 20 highly coordinated students was obtained and 10 people were randomized to treatment A (plyometric training method) and 10 people to treatment B (weight training method). 20 students with low coordination and 10 people randomized to treatment A (plyometric training method) and 10 people to treatment B (weight training method). To test the research hypothesis used two-way ANOVA analysis as in the factorial design with a significance level of α = 0.05 and followed by the Tukey test to find out which experimental group was superior. The results of the analysis show if there is an interaction between the training method and the coordination of the results of the infection jump skill. For students who have high coordination with the plyometric training method, it is better than the weight training method for the results of the infectious jump skill. For students who have low coordination with the weight training method, it is better than the plyometric training method for the results of infectious jump skills.

Page 1 of 1 | Total Record : 8