Buletin LOUPE (Laporan Umum Penelitian)
Buletin Loop of the Politeknik Pertanian Negeri Samarinda is one of the most active centres of scientific work in agriculture in the Samarinda. Problems are attacked from two distinct points of view: the economic, in which the object is to show how crops may be produced a little more cheaply than at present, and the scientific, the problem being investigated for the sake of the general principles it may bring out. Two sets of bulletins are therefore issued, the popular bulletin, intended for farmers, dealing mainly with local problems, and always from the local point of view, and the research bulletins. The popular bulletins are fully equal to any others in the United States, and much ahead of anything we publish here for farmers; in the series before us the subjects dealt with include land drainage, curing of seed corn, control of various weeds, draft-horse judging, a discussion of the methods of paying for milk at cheese factories, and so on. The research bulletins are the scientific papers of the staff; as usual in the Samarinda, each paper is published separately, and there is no common journal in which they all appear.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016"
:
20 Documents
clear
Uji Aktivitas Selulase Bakteri Selulotik Yang Berasal Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit
Hamka Nurkaya
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.964 KB)
Selulosa merupakan komponen penyusun utama dari fotosintesis di dalam biomassa tanaman yang terdiri dari bahan berserat dan berkayu seperti jerami, rumput liar (tanaman pengganggu), rumput, daun-daunan, batang dan ranting tanaman. Selulosa di alam jarang terdapat dalam bentuk murni tetapi bersama-sama dengan lignin dan hemiselulosa. Selulosa dapat didegradasi oleh organisme spesifik diantaranya bakteri, fungi, actinomycetes dan hewan tingkat rendah (serangga). Pada penelitian ini bakteri diisolasi dari tandan kosong kelapa sawit dan diinokulasi menggunakan sumber karbon yakni Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dan diperkaya dengan garam mineral. Ada 9 (sembilan) isolat bakteri yang diisolasi dan telah diidentifikasi dengan metode pengecatan Gram dan koloni morfologi sel bakteri. Dua (2) isolat bakteri menunjukan aktivitas selulase yang ditandai terdapatnya zona bening dipermukaan CMC agar menggunakan larutan congo red (1% (v/v) dan penghilangan warna dengan sodium hidroksida (NaOH). 1M. Selanjutnya 1 (satu) isolat bakteri yang terbaik dipilih yaitu isolat bakteri Bac. 2.3 untuk dilanjutkan dalam penentuan aktivitas selulase dan gula reduksi. Hasil penelitian didapatkan bahwa isolat bakteri Bac. 2.3 menghasilkan aktivitas selulase dan gula reduksi sebesar 15.79 units/mL dan 1.42 mg/mL pada inkubasi waktu selama 36 jam.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Setelah Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Lada (Piper Nigrum L.)
Rusmini
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.734 KB)
Lada merupakan salah satu dari 12 komoditas prioritas perkebunan yang pemegang peranan penting baik secara historis, ekonomis maupun sosiologis. Saat ini produktivitas lada masih rendah, yaitu sekitar 0.7 ton/ha/tahun dari potensi 2-3 ton/ha/tahun, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tunas tanaman lada (Piper nigrum L.) setelah pemangkasan dengan menggunakan pupuk kandang ayam sebagai penambah nutrisi hara pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di areal kebun milik warga yang terletak di Dusun Tani Maju Desa Batuah Kec. Loa Janan, Kab. Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Timur selama 3 bulan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2014. Penelitian ini disusun dalam 4 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman yang diamati. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari : P0 = tanpa perlakuan pupuk kandang (kontrol), P1 = perlakuan 2 kg pupuk kandang/tanaman, P2 = perlakuan 3 kg pupuk kandang/ tanaman, P3 = perlakuan 4 kg pupuk kandang/ tanaman. Pengolahan data adalah menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 10 ulangan dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam (broiler) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas pada tanaman lada. Untuk perlakuan pupuk kandang ayam (broiler) berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas dan jumlah daun pada tanaman lada masing-masing pada pengamatan minggu ke-6 dan minggu ke-9. Sedangkan perlakuan pupuk kandang P3(pupuk kandang 4 kg) menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan P0, P1 dan P2 dapat dilihat dari panjang tunas dan jumlah daun.
Rancang Bangun Alat Pengupas Kelapa Muda Pada Skala Entrepreneurship
Muhammad Yamin
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.123 KB)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan wirausaha melalui model alat potong kelapa muda aman dan mudah dipindah-pindahkan serta bisa dimanfaatkan oleh orang yang minim kemampuan dalam menggunakan benda tajam. Penelitian ini meliputi tahap desain dan pemilihan bahan, perakitan dan uji coba. Tahap desain dan pemilihan bahan berlangsung pada tahap awal, dengan desain yang lebih aman dan praktis. Pada tahap ini, pengamatan dilakukan dengan menganalisa operasional alat serta kemampuan alat dalam mengupas dan memotong. Hasil desain menunjukkan bahwa model yang dirancang bisa dimanfaatkan untuk skala wirausaha dengan beberapa penyempurnaan, terutama pada sistem up dan down, pisau serta desain konstruksi alat.yang lebih ringan..Adapun hasil yang ditunjukkan dari ujicoba yakni pada pemotongan bagian atas kelapa muda dengan satu kali pengukuran kecepatan potong membutuhkan waktu 8,31 detik, sedangkan untuk bagian tengah membutuhkan waktu 6,95 detik. Nilai ini masih relevan, karena nilai alat operasi sangat berkaitan erat dengan tingkat kerapatan serat yang pada posisi pemotongan, ketebalan serat yang ada, juga kekuatan dorong objek ke arah pisau.
Study Pengolahan Sirup Kulit Buah Nanas Yang Diproses Dengan Tingkat Kematangan Yang Berbeda
Khusnul Khotimah
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.016 KB)
Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah nenas adalah dengan memanfaatkannya menjadi sirup kulit buah nenas. Dengan pengolahan yang tepat akan dihasilkan sirup nanas dengan kualitas yang tinggi. 500g kulit nanas dengan tingkat kematangan yang berbeda (mengkal dan masak) disortasi dan direndam dalam larutan garam 25 %, kemudian dihancurkan dan diambil sari kulit nanasnya. Larutan gula dengan kadar yang berbeda (300, 500 dan 700g) kemudian dicampur dengan sari kulit nanas dan dimasak selama 10 menit. Sirup kulit buah nanas untuk perlakukan A2B3 (kulit buah matang dengan gula 700g) menunjukan hasil terbaik untuk vitamin C, warna, rasa, kejernihan dan kekentalan dengan nilai 3.271, 3.54, 3.43, 3.23, 3.39, 3.34.
Respon Varietas Kenaf (Hibiscus Cannabinus L.) Terhadap Pupuk Nitrogen Dan Pupuk Kotoran Ayam
Daryono
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.717 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi respons beberapa varietas, pupuk N dan pupuk kotoran ayam dan menganalisis perlakuan varietas, menganalisis dosis pupuk N dan pupuk kotoran ayam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil serat tanaman kenaf yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-Petak-Terpisah (split-split-plot design) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga faktorial. Petak utama adalah pupuk nitrogen (N), anak petak pupuk kotoran ayam (K), dan anak-anak petak adalah varietas kenaf (V) masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali terdapat 2700 satuan percobaan. Sampel untuk luasan anak-anak petak 2,25 cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi terjadi pada umur 75 HST terhadap tinggi tanaman kenaf, pada perlakuan dosis pupuk nitrogen (30 g urea/petak), pupuk kotoran ayam (3.380 g kotoran ayam/petak) dan varietas (KR-14).
Inventarisasi Jenis Burung Di Hutan Kota Ujung Jembatan Mahakam
M. Masrudy
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.505 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis burung di Hutan Kota Ujung Jembatan Mahakam. Penelitian ini telah dilaksanakan oleh penulis selama kurang lebih satu bulan terhitung sejak bulan Oktober sampai November 2014. Metode yang digunakan untuk pengamatan terhadap satwa burung adalah metode secara langsung, dimana pengamatan dilakukan pada blok penelitian dengan ukuran 100 m x 100 m. dalam blok ini dibuat jalur-jalur pengamatan dengan panjang 100 meter dan lebar 50 meter. Pada setiap jalur dibuat titik pengamatan dengan jarak 50 meter(± 60 langkah kaki). Pada setiap jalur diadakan pengamatan pagi hari yakni pukul 06.00-09.00 dan sore hari pada pukul 16.00-18.00 WITA. Pengamatan dilakukan di tengah plot dengan mengamati 25 meter ke kanan dan 25 meter ke kiri selama ± 20 menit. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan, bahwa pada lokasi penelitian di temukan sebanyak 8 jenis burung dari 6 suku. Jenis burung yang dominan selama penelitian adalah burung Gereja Erasia (Passer montanus), dan Cucak Kutilang (Pynonotus aurigaster).
Analisa Fisik Tepung Jamur Merang Pada Tandan Kosong Kelapa Sawit
Elisa Ginsel Popang
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.165 KB)
Potensi jamur merang sangat tinggi di wilayah Kalimantan Timur, mengingat banyaknya pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah sawit menjadi CPO. Sehingga limbah dari tandan kosongnya melimpah dan banyak ditumbuhi jamur merang. Jamur merang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit, dan banyak juga dijual di daerah-daerah yang jauh dari perkebunan. Masyarakat selama ini hanya memanfaatkan jamur merang tersebut sebagai sayur untuk tambahan lauk pauk dan belum ada penanganan jangka panjang untuk masa penyimpanan, sehingga penelitian ini perlu dilakukan agar diketahui karakteristik sifat fisik dari jamur merang yaitu rendemen, daya serap airnya, solubilitynya dan swelling powernya sebagai dasar aplikasi pada produk makanan dan juga diperoleh tepung jamur merang tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai gizi tinggi dan jangka waktu simpan yang lama, sehingga bisamenambahpendapatanbagipetanikelapasawit. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 Faktor (Faktor A dengan 3 taraf perlakuan dan Faktor B dengan 2 taraf perlakuan), masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jamur merang tandan kosong kelapa sawit segar dibersihkan dari kotoran serta kulit arinya, ditimbang 100 g dipotong-potong kemudian dikeringkan dalam cabinet drier dengan suhu 30°C, 40°C dan 50°C, selama 18 dan 24 jam. Lalu digiling halus dengan grinder selanjutnya dimasukan dalam desikator lalu ditimbang, Adapun parameter yang diamati adalah rendemen,serap airnya, solubilitynya dan swelling powernya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh suhu 500C dan 600C memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rendemen yang dihasilkan pada taraf 5 %, begitupun untuk daya, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata pada nilai solubility dan swelling powernya. Sedangkan perlakuan waktu pengeringan yaitu 18 jam dan 24 jam memberikan pengaruh nyata pada rendemen, sementara untuk nilai swelling power, solubility dan daya serap tidak berpengaruh nyata terhadap tepung jamur pada taraf 5 %. Sehingga perlakuan suhu 600C dan waktu pengeringan 18 jam merupakan perlakuan yang terbaik.
Pengaruh Dua Jenis Tambak Terhadap Kelestarian Buaya Muara (Crocodylus Porosus) Di Muara Daerah Aliran Sungai Mahakam Kalimantan Timur
M. Masrudy
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.94 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tambak yang terbuka (tidak terdapat tanaman di dalam areal tambak) dan tambak yang tertutup (terdapat tanaman di dalam areal tambak) untuk kelestarian Corocodylus porosus. Waktu pelaksanaan penelitian 45 hari. Adapun tempat pelaksanaan penelitian di Muara Sungai Mahakam, tepatnya di Muara Pantuan. Metode pengamatan dengan secara langsung. Hasil penelitian, menujukan, bahwa Jenis tanaman yang dominan terdapat pada tambak tertutup adalah Nypa fruticans. Tambak tertutup terdapat Crocodylus porosus dan ditemukannya 4 tempat jejak lewat. Tambak terbuka tidak terdapat Crocodylus porosus dan tidak ditemukannya jejak tempat lewat.
Analisis Kandungan Gizi Pada Jamur Yang Tumbuh Di Areal Kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Khusnul Khotimah
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.135 KB)
Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan, sehingga tidak dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein dan senyawa pati. Jamur yang tumbuh di hutan hujan tropis sebagian besar diantaranya adalah jamur-jamur liar pendegradasi dan pendekomposisi dedaunan yang hidup dilantai hutan. Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan seputar kampus untuk mengidentifikasi jenis jamur dan kandungan gizi dari jamur-jamur tersebut. Jamur menunjukan kandungan air 75.77% (Bondarzewia berkelyi) dan 81.45% (Ganoderma sp), 79.02% (Volvariella volvacea L.) dan 89.52% (Pleorotus ostreatus), Serat 11.54% (Bondarzewia berkelyi) dan 3.8% (Ganoderma sp), 4.33% (Pleorotus ostreatus) dan 3.48% (Volvariella volvacea L.), lemak 3.8% ( Bondarzewia berkelyi) dan 1.61% ( Ganoderma sp), 0.20% (Pleorotus ostreatus) dan 1.95% (Volvariella volvacea L.), Protein 1.70% (Bondarzewia berkelyi) dan 1.72% (Ganoderma sp), 2.83% (Pleorotus ostreatus) dan 1.34% (Volvariella volvacea L.). Karbohidrat 14.77% (Bondarzewia berkelyi) dan 13.01% (Ganoderma sp), 12.68% (Pleorotus ostreatus) dan 4.68% (Volvariella volvacea L.)
Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir
Andrew Stefano
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.496 KB)
Wilayah pantai/pesisir mempunyai karakter yang spesifik dibandingkan dengan kawasan yang lain. Wilayah ini merupakan agregasi dari berbagai komponen ekologi dan fisik yang saling terkait dan saling berinteraksi. Pembangunan dengan memanfaatkan sumberdaya pantai tanpa memperhatikan prinsip-prinsip ekologis akan dapat merusak fungsi ekosistem pantai. Pengembangan wilayah pada kawasan pesisir sebagaimana pengembangan wilayah pada kawasan lainnya, mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui perencanaan pengembangan dalam suatu proses yang didalamnya terdapat berbagai pendekatan yang harus diperhatikan. Dewasa ini pembangunan pada kawasan pantai berkembang sangat pesat dan ditunjukkan dengan adanya multi kegiatan, misalnya usaha tambak, nelayan, pengusaha industri, hotel dan rekreasi wisata, dan usaha-usaha. Dengan semakin meningkat dan kompleksitas kegiatan didalamnya maka perlu dilakukan perencanaan pengembangan kawasan pantai/pesisir. Pengelolaan wilayah pantai secara terpadu (Intergrated Coastal Zone Management) merupakan kunci bagi pembangunan melalui pemecahan problem dan konflik di wilayah pantai yang sangat pelik dan kompleks.