cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Representasi Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual KBGO dalam Film “Sleep Call” Kusuma, Anggun Dila; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.491

Abstract

Sexual harassment and sexual violence of KBGO in Indonesia is increasing, especially since the Covid-19 case. In addition, cases of sexual harassment or sexual violence are also very common in social reality and various sectors, whether in the realm of education or even the work environment. Through film, which is one of the containers used to describe the situation on social reality in society, it is able to convey the message contained in the film as a communication medium for the audience. The film Sleep Call is one of the films that raises the issue of sexual harassment and sexual violence against women by KBGO. In the film, it is depicted that sexual harassment and sexual violence in KBGO occur due to the existence of power relations with people who are labeled vulnerable, namely women. The researcher uses a qualitative-descriptive methodology as a research approach and uses a semiotic analysis method by taking symbols and texts used as the object of study, so that they must interpret and understand the codes in the signs and texts in the film. Data collection was carried out by observation and documentation techniques. The results of this study show that the representation of sexual harassment and sexual violence in KBGO experienced by women in films shows various categories of sexual harassment and sexual violence in KBGO which occurs due to power relations. Abstrak Pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO di Indonesia semakin meningkat apalagi semenjak kasus Covid-19. Selain itu, kasus pelecehan seksual atau kekerasan seksual juga masih sangat sering terjadi di realitas sosial dan berbagai sektor entah itu di ranah pendidikan bahkan lingkungan pekerjaan. Melalui film yang menjadi salah satu wadah digunakan untuk menggambarkan situasi pada realitas sosial dimasyarakat mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam film sebagai media komunikasi untuk penonton. Film Sleep Call menjadi salah satu film yang mengangkat isu pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terhadap perempuan. Dalam film tersebut tergambar bahwa pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO terjadi akibat adanya relasi kuasa terhadap kaum yang dicap rentan yaitu perempuan. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif sebagai pendekatan penelitian serta menggunakan metode analisis semiotika dengan mengambil simbol dan teks yang digunakan sebagai objek kajian, sehingga harus menafsirkan dan memahami kode-kode yang ada pada tanda dan teks dalam film. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa representasi pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang dialami perempuan dalam film menunjukan berbagai kategori pelecehan seksual dan kekerasan seksual KBGO yang terjadi akibat relasi kuasa.
Analisis Pengaruh Konten @drrichardlee Terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen Sari, Berliana Endah Kartika; Saputro, Edy Purwo
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.499

Abstract

Consumers usually use purchasing decisions to consider the performance of competing offers, identify the risks that will arise after making an offer, and increase the service desired by customers, and customers can choose the product they like. TikTok is a social media platform that has become very important in the context of the beauty and marketing industry. One of the TikTok accounts that provides educational content on choosing beauty products is the TikTok account @drichardlee. This research was conducted to determine the extent of influence of marketing content on the Tik Tok account @drichardlee on the decision to purchase a product. This research uses a quantitative approach that applies a questionnaire survey method. To collect data, researchers distributed questionnaires via Google Form to 96 respondents obtained from followers of the TikTok account @drrichardlee. After data analysis, this research found that the content provided by @drichardlee has a significant influence on purchasing decisions. In this research, the S-O-R communication model shows that the content can be considered a stimulus that influences consumer responses or purchasing decisions. This is supported by the content provided by @drichardlee having the potential to provide information, generate interest, strengthen trust, and build emotional connections, all of which can contribute to forming more positive purchasing decisions. Abstrak Keputusan pembelian pada umumnya dipergunakan konsumen sebagai langkah untuk melakukan suatu pertimbangan terkait dengan kinerja atas penawaran yang melalui persaingan, melakukan pengidentifikasian risiko yang dapat timbul setelah memberikan penawaran, serta membantu peningkatan pelayanan seperti yang menjadi keinginan para pelanggan, serta pelanggan mampu melakukan pemilihan atas produk mana yang disukainya. Tiktok adalah platform media sosial yang telah menjadi sangat penting dalam konteks industri kecantikan dan pemasaran. Salah satu account tiktok yang menyediakan konten-konten edukasi pemilihan produk kecantikan adalah akun tiktok @drrichardlee. Penelitian ini dilakukan guna memperoleh pengetahuan sejauhmana pengaruh konten pemasaran di akun Tik tok @drrichardlee kepada keputusan pembelian suatu produk. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif yang menerapkan metode survei kuesioner. Untuk mengumpulkan data, peneliti mendistribusikan kuesioner atau angket melalui google form kepada 96 responden yang diperoleh dari pengikut akun TikTok @drrichardlee. Setelah dilakukan analisis data, penelitian ini menemukan bahwa konten yang disediakan oleh @drrichardlee mengandung pengaruhnya yang signifikan pada keputusan pembelian. Dalam penelitian ini, model komunikasi S-O-R menunjukkan bahwa konten tersebut dapat dianggap sebagai stimulus yang mempengaruhi respons atau keputusan pembelian konsumen. Hal tersebut didukung oleh konten yang disediakan oleh @drrichardlee memiliki potensi untuk memberikan informasi, membangkitkan minat, memperkuat kepercayaan, dan membangun koneksi emosional, yang semuanya dapat berkontribusi pada pembentukan keputusan pembelian yang lebih positif.
Propaganda and Myth: Discourse Battle on Social Media in the Indonesian Presidential Election Aminulloh, Akhirul; Artaria, Myrtati Dyah; Setiamandani, Emei Dwinanarhati
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2130

Abstract

Propaganda on social media in the 2019 Indonesian presidential election became the arena for the discourse and narrative battle between the issues of communism and the caliphate that centered on presidential candidates Joko Widodo and Prabowo Subianto. Myth-based propaganda techniques manipulate discourse in order to influence public opinion. This study used Fairclough's critical discourse analysis method with a research object focusing on the issue of communism and the caliphate in social media. The data was collected using a variety of documentation techniques, including intertextuality, literature study, and tweets posted on the Twitter platform between January and March of 2019. The data analysis technique used three dimensions of Fairclough's critical discourse analysis: description, interpretation, and explanation. The results of this study indicate that the discourse battle of Joko Widodo as a communist henchman and Prabowo Subianto as pro-caliphate is propaganda to manipulate public opinion on social media to win the 2019 presidential election. The discourse about the PKI revival if Joko Widodo wins is moved by status quo groups and radical Islamic groups such as FPI and HTI, while the discourse on establishing a caliphate system in Indonesia if Prabowo Subianto wins is moved by nationalist jargon groups. Discourses about the PKI revival and the caliphate system’s establishment are myths in the form of narratives periodically produced and reproduced for political reasons. Despite evidence to the contrary, supporters continue to believe in this myth. Abstrak Propaganda di media sosial dalam pemilihan presiden Indonesia tahun 2019 menjadi arena pertarungan wacana dan narasi antara isu komunisme dan khilafah yang berpusat pada pasangan calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Fairclough dengan objek penelitian yang berfokus pada isu komunisme dan khilafah di media sosial. Data dikumpulkan menggunakan berbagai teknik dokumentasi, termasuk intertekstualitas, studi pustaka, dan cuitan yang diunggah di platform Twitter antara Januari dan Maret 2019. Teknik analisis data menggunakan tiga dimensi analisis wacana kritis Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertarungan wacana Joko Widodo sebagai antek komunis dan Prabowo Subianto sebagai pro-khilafah adalah propaganda untuk memanipulasi opini publik di media sosial untuk memenangkan pemilihan presiden 2019. Wacana kebangkitan PKI jika Joko Widodo menang digerakkan oleh kelompok status quo dan kelompok Islam radikal seperti FPI dan HTI, sedangkan wacana pembentukan sistem khilafah di Indonesia jika Prabowo Subianto menang digerakkan oleh kelompok jargon nasionalis. Wacana kebangkitan PKI dan pembentukan sistem khilafah merupakan mitos dalam bentuk narasi yang diproduksi dan direproduksi secara berkala untuk kepentingan politik.
Model Komunikasi Gastronomi Melalui Pemanfaatan Virtual Reality dalam Mendukung Promosi Pariwisata Kuliner Indonesia Nofiasari, Wida; Susanto, Andi Heru; Alpian, Alpian
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2132

Abstract

The archipelago's gastronomy is very diverse, one of which is Javanese culinary in Jogjakarta which was influenced by the Ancient Mataram period in the 8th century. The development of digital technology has encouraged an effective gastronomic communication model by utilizing in promoting Indonesian culinary tourism. The aim of this research is to find out how the gastronomic communication model through supports the promotion of Indonesian culinary tourism. This study uses a qualitative approach with a virtual ethnography method with 5 informants. The results of the research are (1) There are three categories of people enjoying culinary tourism, namely the need to eat simply, food as gastrodiplomacy other countries and food as an economic tourist attraction, (2) Javanese culinary tourism has developed since the time of Ancient Mataram as evidenced by inscriptions and reliefs at Borobudur and Prambanan Temples, (3) Gastronomic communication is carried out in three ways, namely the creation of a Gastronomic Museum, educational seminars on gastronomy and gastronomic diplomacy to foreign nations. The research conclusion is that Virtual Reality-based gastronomic communication was developed through the creation of a Gastronomic Museum which can support the promotion of Indonesian culinary tourism to the general public, especially the millennial generation, with educational, historical and entertainment function. Apart from that, the introduction of Indonesian culinary delights was carried out through outreach to universities and gastronomic diplomacy to other countries. Abstrak Gastronomi Nusantara sangat beragam salah satunya kuliner Jawa di Jogjakarta yang dipengaruhi masa Mataram Kuno di abad ke-8 Masehi. Perkembangan teknologi digital mendorong adanya model komunikasi gastronomi yang efektif dengan memanfaatkan virtual reality dalam mempromosikan pariwisata kuliner Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah model komunikasi gastronomi melalui virtual reality dalam mendukung promosi pariwisata kuliner Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual dengan informan berjumlah 5 orang. Hasil penelitian adalah (1) Ada tiga macam kategori orang menikmati wisata kuliner yaitu kebutuhan makan semata, makanan sebagai gastrodiplomasi kepada negara lain dan makanan sebagai daya tarik wisata secara ekonomi, (2) Wisata kuliner Jawa sudah berkembang sejak zaman Mataram Kuno dibuktikan adanya prasasti dan relief di Candi Borobudur dan Prambanan, (3) Komunikasi gastronomi dilakukan melalui tiga cara yaitu pembuatan Museum Gastronomi Virtual Reality, edukasi seminar mengenai gastronomi dan diplomasi gastronomi kepada bangsa asing. Kesimpulan penelitian adalah komunikasi gastronomi berbasis Virtual Reality dikembangkan melalui pembuatan Museum Gastronomi Virtual Reality yang dapat mendukung promosi pariwisata kuliner Indonesia kepada masyarakat umum khususnya generasi milenial dengan fungsi edukasi, sejarah dan hiburan. Selain itu dilakukan pengenalan kuliner Nusantara melalui sarana sosialisasi kepada perguruan tinggi dan diplomasi gastronomi kepada negara lain.
Peran Humas PT. Private Sanctuary dalam Meningkatkan Citra Media Sosial di Kuta Mandalika Lombok Tengah Devi, Ni Nyoman Indira Chaitra; Arjana, Ida Bagus Made
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2216

Abstract

This study aims to analyze the role of Public Relations (PR) in enhancing the image of Private Sanctuary through social media by employing a qualitative approach and utilizing domain analysis, taxonomic analysis, compositional analysis, and cultural theme analysis. The research was conducted at the Private Sanctuary office in Kuta Mandalika, Central Lombok, focusing on the company's social media platforms, such as Instagram, Facebook, and Twitter. Primary data were obtained through in-depth interviews with the PR team and observations of published social media content, while secondary data were gathered from company documentation and reports. Through data analysis involving triangulation techniques from interviews, observations, and documentation, the study identifies communication strategies employed by the PR team to build the company's positive image on social media and their impact on audience engagement, particularly among younger generations. The findings reveal that while Private Sanctuary has successfully utilized social media to showcase its social and educational commitments, the main challenge lies in creating more engaging and interactive content for younger audiences. This study provides insights into how culture, social norms, and communication strategies influence audience perception and engagement with the company on digital platforms. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Hubungan Masyarakat (Humas) dalam meningkatkan citra Private Sanctuary melalui media sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis domain, analisis taksotomi, analisis komposisional, dan analisis tema kultural. Penelitian dilakukan di kantor Private Sanctuary di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, dengan fokus pada platform media sosial perusahaan seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tim Humas dan observasi terhadap konten yang dipublikasikan di media sosial, sementara data sekunder didapatkan dari dokumentasi dan laporan perusahaan. Melalui analisis data yang melibatkan teknik triangulasi dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan oleh tim Humas untuk membangun citra positif perusahaan di media sosial, serta dampaknya terhadap keterlibatan audiens, terutama generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Private Sanctuary telah sukses memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan komitmen sosial dan pendidikan, tantangan utama terletak pada menciptakan konten yang lebih menarik dan interaktif untuk audiens muda. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya, norma sosial, dan strategi komunikasi mempengaruhi persepsi dan keterlibatan audiens terhadap perusahaan di platform digital.

Page 2 of 2 | Total Record : 15