cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
KAJIAN PENAMBATAN MOLEKUL FITOKIMIA ASHITABA (Angelica keiskei Koidzumi) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE SEBAGAI SENYAWA POTENSIAL ANTIDIABETES TIPE 2 Anne Yuliantini; Mitsly Fauziyah Jamil; Aiyi Asnawi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6600

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. DM merupakan permasalahan Kesehatan global abad ke-20 yang tiap tahunnya mengalami peningkatan kasus, terutama Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Salah satu pengobatan DMT2 dapat dilakukan dengan menghambat α-glukosidase. Akan tetapi, penggunaan obat anti-DM, seperti akarbosa, dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping, yaitu gangguan pada sistem saluran pencernaan, fungsi hati, dan ginjal. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan obat anti-DM baru yang lebih efektif. Ekstrak ashitaba (Angelica keskei) diketahui memiliki efek antidiabetes sehingga pada penelitian ini dilakukan pencarian senyawa yang berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase. Metode yang digunakan secara in silico melalui metode penambatan molekul menggunakan perangkat lunak Autodock tools 1.5.6. Hasil penambatan molekul diperoleh tiga senyawa terbaik yaitu senyawa uji Xanthoangelol I (XAI), 8-geranylnaringenin (8GN), dan (2E)-1-[3,5-dihydroxy-2-methyl2-(4-methyl-3-penten-1-yl)-3,4-dihydro-2H-chromen-8-yl]-3-(4-hydroxyphenyl)-2-propen-1-one (3DM) dengan nilai energi bebas ikatan secara berturut-turut sebesar −8,61;−8,33; dan −8,26 kkal/mol. Senyawa XAI, 8GN, dan 3DM merupakan 3 senyawa terbaik yang memiliki interaksi yang mirip dengan ligan alami dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat anti-DM yang baru.
FORMULASI SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRSAK (Annona muricata L) Fitria Nugrahaeni; Yudi Srifiana; Fahmi Fauzi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6733

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L) memiliki aktivitas antioksidan yang dapat memutus reaksi berantai radikal bebas, kandungan kimia dari daun sirsak adalah alkaloid, flavonoid, dan saponin dan konsentrasi ekstrak daun sirsak yang dipakai adalah 4,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi minyak nabati terhadap sifat fisik sabun mandi cair ektrak etanol 70% daun sirsak. penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok formula, F1 ekstrak daun sirsak tanpa minyak, F2 ekstrak duan sirsak dengan VCO, dan F3 ekstrak daun sirsak dengan minyak zaitun. Evaluasi sediaan yang di lakukan dalam formula sabun mandi cair meliputi uji organoleptis (warna, bau, bentuk), uji pH, uji bobot jenis, uji viskositas, dan uji stabilitas busa. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan sabun mandi cair memiliki karakteristik berupa variasi rata-rata pH 10,5, 10,1, dan 10,6, bobot jenis 1,05, 1,07, dan 1,08, viskositas 474, 505, dan 765, stabilitas busa 86%, 88%,dan 85%. Hasil analisa statistik uji pH dan viskositas menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap formula dengan nilai signifikan p<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan variasi minyak nabati dapat mempengaruhi nilai pH dan viskositas sabun mandi cair.
Studi Etnofarmakologi Obat Tradisional Penyakit Darah Tinggi Di Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong Sindi Taurinsia; Amelia Rumi; Andi Atirah Masyita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.4997

Abstract

Penyakit darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah secara abnormal atau menetap. Masyarakat di Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong memiliki persentase yang sangat tinggi terhadap penyakit darah tinggi dengan persentase yaitu 60%. Tumbuhan obat merupakan tumbuhan atau bagian tanaman yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu alternatif dalam mengobati penyakit.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan, jumlah atau takaran pengobatan, mengetahui efek yang dirasakan saat dan sesudah mengonsumsi ramuan obat serta senyawa apa saja yang ada pada tumbuhan obat sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara studi pustaka. Metode penelitian yang digunakan yaitu purposive sampling dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dengan pertanyaan tebuka pada 10 orang sandro masyarakat di Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 jenis tumbuhan dan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat yaitu daun dengan persentase 60%. Bagian tumbuhan yang digunakan antara lain Rimpang 10%, air buah, nira aren, buah, umbi, akar, dan batang masing masing sebanyak 5%. Cara pengolahannya yaitu direbus, diperas, diseduh dan dikonsumsi langsung. Senyawa yang berperan dalam penurunan darah tinggi yaitu kalium, likopen, gingerol, apigenin, sinensetin, flavonoid, bioflavonoid, fenolat, scopeloletin dan xeronin.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAN REBUSAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans Meriska Susi Ayuni; Sister Sianturi; Wiwi Erwina
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6389

Abstract

Pencegahan karies gigi menggunakan antiseptik kemasan dalam bentuk obat kumur beralkohol sangatlah efektif dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri penyebab karies gigi. Akan tetapi, penggunaanya dapat menyebabkan efek samping yang merugikan, seperti burning sensation, oral pain, perubahan warna gigi hingga kanker rongga mulut, sehingga digunakan alternatif bahan alami untuk mencegah karies gigi. Salah satu jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri, yaitu daun bandotan (Ageratum conyzoides L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antibakteri antara air perasan dan rebusan daun bandotan terhadap pertumbuahan bakteriStreptococcus mutans menggunakan metode difusi cakram dengan tujuh kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, listerin 100% sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil uji pada air perasan daun bandotan diameter hambat yang paling tinggi terdapat pada konsentrasi 100% sebesar 3,75 mm, sedangkan pada air rebusan diameter hambat yang paling tinggi pada konsentrasi 100% sebesar 8,12 mm. Berdasarkan hasil uji T-Test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,005 maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas antibakteri air perasan dan rebusan daun bandotan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI GLUKOMANAN TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN GEL NATRIUM DIKLOFENAK Handa Muliasari; Novita Eliya Wardani; Windah Anugrah Subaidah
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6707

Abstract

Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang dalam bentuk sediaan gel lebih banyak digemari karena lebih praktis dan resiko efek samping lebih kecil. Bentuk sediaan gel biasanya menggunakan gelling agent sintetik yang memiliki beberapa kekurangan sehingga dibutuhkan alternatif sumber gelling agent lain yaitu glukomanan dari umbi porang. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan pengaruh variasi konsentrasi glukomanan sebagai gelling agent terhadap sifat fisik sediaan gel natrium diklofenak. Penelitian yang dilakukan meliputi formulasi sediaan gel natrium diklofenak, evaluasi sifat fisik sediaan dan analisis data. Formulasi sediaan gel natrium diklofenak menggunakan variasi konsentrasi tepung glukomanan sebagai gelling agent sebesar 1%; 1,5% dan 2%. Formula sediaan gel natrium diklofenak kemudian dievaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, sifat alir, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi glukomanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat fisik dari sediaan gel natrium diklofenak. Semakin tinggi konsentrasi glukomanan yang digunakan, semakin signifikan peningkatan pH dan daya lekat, namun daya sebar sediaan gel menurun seiring peningkatan konsentrasi glukomanan dalam sediaan. Variasi konsentrasi glukomanan juga menyebabkan adanya perbedaan organoleptis sediaan (bentuk dan warna), namun tidak menyebabkan adanya perbedaan pada homogenitas dan sifat alir sediaan gel natrium diklofenak.
LIPID EXTRACT OF GRACILARIA SP. AS AN ANTI-APOPTOTIC CANDIDATE FOR CANCER THERAPY Isriyanti Affifah; Rahmat Firman Septiyanto; Fida Madayanti Warganegara
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i1.6809

Abstract

It has been claimed that an Indonesian seaweed lipid extract possesses antibacterial properties. The mitochondrial pathway reported that a long fatty acid (more than 10 carbon atoms), which is known as the major component in seaweed lipid extract, acts as an apoptotic agent. It has also been claimed that unsaturated fatty acids can prevent apoptosis. on this study, we investigated the role of an Indonesian seaweed lipid extract on the mitochondrial pathway of apoptosis. Lipid isolation was the first step of the study, which was carried out using centrifugation and a chloroform-methanol-phosphate buffer 2:1:0,8. Rotary evaporators were used to separate the lipid extract from its solvent. Dry weight Gracilaria sp. yield extraction was 21,8%. By using several centrifugation techniques in SET buffer (0,25 M Sucrose, 0,5 mmol EDTA, and 10 mmol/L Tris base), pH 7,4, mitochondria were recovered from rat liver. By adding 10% (v/v) lipid extract to a suspension of mitochondria, toxicity testing from the lipid extract was undertaken. By using light microscopy, mitochondrial morphological damage was seen. Gracilaria sp. exhibits strong apoptotic activity.

Page 1 of 1 | Total Record : 6