cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): Januari" : 10 Documents clear
MENERIMA SERVIS (RECEIVE SETVE) DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Danang Wicaksono
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.71 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10266

Abstract

Teknik dasar sangat dibutuhkan di setiap prestasi olahraga untuk mendapatkan hasil teknik kinerja yang efektif, efisien dan aman.  Permainan bola voli adalah permainan yang membutuhkan penguasaan teknik dasar secara maksimal.Pasing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli. Pasing digunakan untuk mengambil, menyajikan bola ke teman lain. Fungsi utama dari bola pasing adalah untuk menerima layanan dari server. Keberhasilan bola pertama layanan pendapatan hasil yang sangat penting, karena akan mempengaruhi proses selanjutnya yaitu penyerangan. Permainan bola voli ini sudah banyak digunakan layanan untuk melewati (melompat melayani), hasil melayani pukulan bola ke depan dengan cepat berputar (berputar atas). Penerimaan layanan bola datang dengan bola bulat (top spin) akan berbeda dengan pendapatan layanan bola bola datang tanpa rotasi (floating).Kedua hal ini harus dipahami oleh pelatih dan atlet, untuk atlet antisipasi ketika menerima layanan yang tepat untuk melakukannya akan menghasilkan pendapatan layanan (melayani menerima) maksimal. Kata kunci: pelayanan reception (menerima melayani)
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN MAHASISWA PKO 2010 KULIAH TAHUN PERTAMA Endang Rini Sukamti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.578 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi siswa setelah satu tahun kuliah dan mengetahui aktivitas dan serapan praktek kuliah yang telah dilakukan.Penelitian yang studi penelitian deskriptif kuantitatif mata pelajaran kekuatan Prodi PKO FIK UNY 2010 sebanyak 74 orang, yang terdiri dari 57 siswa dan 17 siswa perempuan. Bentuk instrumen penelitian survei bertingkat yg uji coba. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas distribusi frekuensi dengan chi-squared (Sutrisno Hadi, 1983: 350), uji homogenitas dengan saya avenne-test, uji t, analisis Kovarian dan aturan untuk menerima dan menolak tingkat signifikansi 5% .Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat kebugaran mahasiswa PKO FIK UNY Prodi pada tahun 2010 di tahun pertama kategori sedang (57,9%), sedangkan siswa adalah dalam kategori cukup 58,8%). Mayoritas tingkat kebugaran mahasiswa PKO FIK UNY Prodi pada 2010 setelah kuliah dalam kategori praktik yang baik (43,9%) sedangkan siswa adalah dalam kategori cukup (58,8%). Ada pengaruh positif yang signifikan pada peningkatan lapangan latihan kebugaran fisik (V02 max) dari siswa Prodi PKO FIK UNY. Ada tingkat perbedaan yang signifikan dari kebugaran fisik (V02 max) dari siswa Prodi PKO FIK UNY. Tingkat kebugaran fisik siswa lebih baik dari siswa. Kata kunci: Tingkat kebugaran, Mahasiswa PKO
PROFIL KOMPONEN FISIK CABANG SENAM AEROBIC GYMNASTICS KELOMPOK UMUR 10-12 TAHUN Ratna Budiarti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.768 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10267

Abstract

Senam, Aerobik senam adalah nomor olahraga yang perlu bersosialisasi, terutama untuk kelompok usia, jenis dimana latihan sangat kompleks dan belum banyak diminati. Dalam tulisan ini juga menyebutkan komponen fisik yang terlibat dalam latihan ini. Diharapkan bahwa profil membuat link ini akan dapat membantu dalam sosialisasi yang akan lebih dikembangkan, terutama pada anak-anak. Kata kunci: senam, senam aerobik, komponen fisik
PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN DEMONTRASI DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR SENAM RITMIK PADA ANAK PEMULA SISWA PUTRI SON 2 BANTUL TAHUN 2009 CH. Fajar Sri Wahyuniati
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.57 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10258

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh metode perbedaan dengan Latihan Demonstrasi Terhadap Audiovisual Media Keterampilan Dasar Menguasai pada Anak Pemula Senam Ritmik Gadis SD Siswa 2 Bantul di 2009.Penelitian ini merupakan desain penelitian eksperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest desain dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa l1ingga kelas II putri VI SD 2 Bantul Bantul. Dengan teknik purposive sampling, sampel diambil 16 orang 8 orang 8 orang kelompok A dan kelompok B ditentukan setelah diberi pretest dan kemudian ditentukan berdasarkan Peringkat.Kesimpulan Ada perbedaan pengaruh tingkat penguasaan senam ritmik keterampilan menggunakan teknik dasar dan Audiovisual Demonstrasi di siswa SD Bantul 2. Siswa yang menggunakan metode demonstrasi lebih baik dari siswa yang dilatih menggunakan metode audiovisual. Kata kunci: media audiovisual, demonstrasi, Senam Ritmik
SISTEM ENERGI DAN KEBUTUHAN ZAT GIZI YANG DIPERLUKAN UNTUK PENINGKATAN PRESTASI ATLET Rismayanthi, Cerika
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.437 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10270

Abstract

Seorang atlet setiap hari harus mempertimbangkan kondisi fisik mereka agar tampil di prime di setiap pertandingan. Dalam proses pelatihan dengan tujuan meningkatkan kinerja dalam olahraga kemudian makan pengaturan optimal untuk mendapatkan perhatian dari semua orang yang terlibat. Pada periode persiapan di kamp pelatihan, periode pemulihan adalah periode permainan dan makan pada atlet harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kondisi fisik. Seorang atlet yang mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang secara terencana akan di status gizi yang baik dan mampu  mempertahankan kondisi fisik yang sangat baik.Makanan yang memenuhi keseimbangan gizi memainkan peran penting bagi para atlet yang ingin tampil maksimal dalam pertandingan Makanan yang tidak memenuhi syarat dan gizi tidak seimbang mungkin tidak tampil maksimal. Diet seimbang adalah makanan yang mengandung kalori dengan proporsi sebagai berikut: 60-70% karbohidrat; 10-15% protein, 20-25% lemak, dan; cukup vitamin, mineral dan air.Mencapai atlet kinerja dalam sebuah kompetisi harus diimbangi dengan nutrisi dan manajemen energi yang tepat. Untuk menjamin pasokan glikogen di otot tidak berkurang sebelum pengaturan persaingan membutuhkan makanan khusus disiapkan. Semua upaya akan mencapai hasil yang lebih baik dengan gizi atau gizi makanan kebutuhan yang lebih besar dari orang-orang biasa. lni harus diakui dan dipahami oleh para atlet, pelatih, dan keluarga dan lingkungan agar selalu menjaga kesehatan dengan gizi yang baik atau pengaturan makanan yang seimbang. Pengaturan makanan khusus harus dimasukkan ke dalam pelatihan, permainan dan pascapertandingan. Kata kunci: Sistem Energi, Kebutuhan Bahan Nutrisi, Atlet Berprestasi
PERBEDAAN PENGARUH PROGRAM LATIHAN BERBEBAN DAN PL YOMETRIC TERHADAP PENINGKATAN KIME ATLET KARATE DALAM BERMAIN KATA DITINJAU DARI KEKUATAN OTOT TUNGKAI (Studi Eksperimen pada Atlet Karate di Unit Kegiatan Mahasiswa Karate INKAI Universitas Negeri Yogyakarta) Danardono Danardono
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.93 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan antara efek dari plyometrics dan program pelatihan berat pada peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata, (2) perbedaan peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata antara atlet dengan tinggi, sedang dan kekuatan rendah otot kaki, (3) pengaruh interaksi antara program pelatihan dengan kekuatan otot kaki pada peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi penelitian dalam penelitian ini adalah atlet karate di Unit Kegiatan Mahasiswa Karate INKAI dari Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. ANOVA digunakan untuk menganalisis data, analisis data uji prasyarat dilakukan menggunakan uji sampel normalitas (uji Lilliefors dengan α = 0,05%) dan uji homogenitas varians (uji Bartlett dengan a= 0,05%).Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang diambil sebagai berikut: (1) Ada perbedaan antara efek dari plyometrics dan program pelatihan berat pada peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata. Pengaruh Program latihan beban lebih baik dari program pelatihan plyometric, (2) ada perbedaan peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata antara atlet dengan kekuatan otot kaki rendah tinggi, menengah dan. Efek peningkatan karate atlet Kime dalam bermain kata antara atlet dengan kekuatan otot kaki rendah ini lebih baik daripada yang dengan kekuatan otot kaki tinggi, atlet dengan kekuatan otot kaki tinggi lebih baik daripada yang dengan kekuatan otot kaki media, (3) ada pengaruh interaksi antara program pelatihan dengan kekuatan kaki otot pada peningkatan Kime karate atlet dalam bermain kata. Para atlet dengan kekuatan otot kaki rendah telah sesuai jika program pelatihan berat badan. Para atlet dengan kekuatan otot kaki menengah telah sesuai jika program pelatihan plyometric. Sedangkan atlet dengan kekuatan otot kaki tinggi telah sesuai jika program pelatihan berat badan. Kata kunci: pelatihan berat, Plyometrics, Leg Kekuatan Otot, Karate
SOMATOTYPE PENJAGA GAWANG MAHASISWA UNIT KEGIATAN MAHASISWA SEPAKBOLA UNY TAHUN PELATIHAN 2010/2011 Primasoni, Nawan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.246 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kiper somatotip sepakbola anggota UKM UNY 2010. Penelitian ini adalah survei.  Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota UKM kiper sepak bola pelatihan UNY tahun 2010. Sampel diambil dari total populasi sampling. Sampel yang diperoleh  adalah 11  kiper. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah tes somatotip oleh panas-charter.Analisis data akan digunakan dalam penelitian ini adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiper sepak bola UKM UNY mayoritas jenis  ectomorph mesomorph dengan persentase 54%. Kata kunci: somatotip, kiper
HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS ATLET TERHADAP PRESTASI OLAHRAGA KABUPATEN BULELENG DALAM PORPROV BALI 2011 lwan Swadesi, I Ketut
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.364 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) hubungan antara kecemasan atlet dengan prestasi olahraga, (2) hubungan antara agresivitas atlet dengan prestasi olahraga, dan (3) hubungan antara kecemasan dan agresivitas atlet dengan prestasi olahraga.Atlet diberikan instrumen pengukuran kecemasan dengan mengunakan The Taylor Manifest  Anxiety Scale (TMAS), dan instrumen pengukuran agresivitas dengan menggunakan The Aggression  Questionnaire.Berdasarkan hasil pertimbangan untuk analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang  signifikan antara kecemasan dan agresivitas secara bersama-sama dengan prestasi olahraga Kabupaten Buleleng dalam PORPROV Bali 2011.Kata kunci: kecemasan, agresitas, prestasi olahraga.
ANALISIS SECARA BIOMEKANIKA TERHADAP KEKERAPAN KESALAHAN PADA TEKNIK GERAK SERANG DALAM PERTANDINGAN ANGGAR (Kajian spesifikasi senjata floret) Faidillah Kurniawan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10261

Abstract

Olahraga sudah merupakan kebutuhan yang skala dan intensitasnya global, secara cultural dihadapi dengan sikap kritis. Mutu kehidupan ilmiah, selayaknya menjadi faktor tumbuhnyakehidupan olahraga yang berkualitas. Sayang tidak semua pelaku dan pembina olahragamempunyai dasar ilmu pengetahuan mekanika dan dibekali pengetahuan biomekanika yangmemadai.Suatu gerakan serang sempurna akan meninggalkan lengan, tangan, pantat, bahu, pinggul dan tinggi paha kanan/kiri, sejajar dengan lantai. Kepala akan tegak lurus sejajar tulang belakang, yang sedikit condong dari badan vertikalnya sepanjang gerak itu. Lutut harus secara langsung sejajar di atas tumit sepatu, dengan kaki yang menunjuk ke arah depan Dalam posisi ini, pemain  anggar harus dengan sama mampu untuk mengimbangi pemain depan atau mundur kepada posisi bersiap/kuda - kuda. Batang tubuh dan bahu juga harus diperlonggar, member kesempatan penuh untuk melanjut berkelahi gerakan serang. Hukum - hukum Biomekanika yang dapat diterapkan dalam teknik gerak serang dalam anggar antara lain: (a) Titik Berat, (b) Keseimbangan, (c) Rantai Kinematis, (d) Gaya, (e) Momentum, (f) Gerak linear, dan (g) Stabilitas dan mobilitas.Pada teknik gerak serang anggar sendiri, pelatih terkadang hanya mengevaluasi hasil pelatihan atletnya hanya secara oral, sedangkan di luar sana sudah banyak sekali para pelatih yang sukses menangani atlet dalam mencapai performance terbaiknya. Dengan kemajuan teknologi yang sudah ada saat ini, para pelatih hendaknya dapat mengevaluasi hasil latihan atletnya tidak hanya secara visual, tapi juga dapat dengan secara visual, sehingga atletnya dapat melihat secara langsung dimana letak kesalahan yang harus diperbaiki nantinya. Kata kunci: Biomekanika, Teknik gerak serang anggar.
STROKE RATE (SR) DAN STROKE LENGTH (SL) PERENANG GAYA BEBAS SISWA INDONESIA PESERTA POPNAS Tahun 2009 Tri Tunggal Setiawan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 1 (2015): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i1.10254

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola tingkat stroke (SR) dan panjang stroke (SL) perenang gaya bebas peserta mahasiswa Indonesia Popnas 2009. Mata pelajaran yang diambil dari peserta akhir pekan atlet mahasiswa olahraga renang nasional 2009 cabang di Daerah lstimewa Yogyakarta.  Pengambilan data yang dilakukan 1 kali selama 4 hari yaitu pada sore hari selama nomor akhir, gambar langkah pertama yang diambil dari waktu setiap perenang berikut nomor final dan kemudian dihitung jumlah tingkat stoke dan kecepatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang sl di kedua atlet perempuan dan laki-laki dalam kurva gaya bebas acara dan pola yang sama, yaitu jarak pendek pendek renangan sl dan jarak lebih jauh angka yang berbeda lagi renangan sl tetapi dengan, jumlah sr gaya bebas rnenunjukkan hasil kisaran 19,98 untuk atlet pria dan atlet wanita di 23,31.Hasil  dari studi ini menunjukkan bahwa jumlah dan panjang sl sr di gaya bebas dengan jarak yang berbeda  dan kurva memiliki pola yang sama. Kata kunci: Stroke Rate (SR) dan stroke length (SL)

Page 1 of 1 | Total Record : 10