cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
PRINSIP UMUM PENATALAKSANAAN CEDERA OLAHRAGA HEAT STROKE Saharun Iso, Ade Tobing
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3455.141 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11873

Abstract

ABSTRACTExercises that are conducted in an extreme heat environment can cause heat injury. Heatinjury is associated with disturbance to temperature regulation and cardiovascular systems. Heatstroke is the most severe type of heat injury. Heat stroke is associated with high morbidity andmortality numbers, particularly if therapy treatment is delayed. In general, heat stroke is caused bytwo things, namely increase in heat production and decrease in heat loss.Heat stroke signs include: (1) rectal temperature above 40.5°C; (2) hypotension,tachycardia, tachypnea; (3) changes in mental status (e.g. irritability, ataxia, confusion,disorientation, syncope, hysteria, and coma); (4) reduced ability to lower body temperature (e.g.stop sweating and skin becoming hot); (5) signs of a life-threatening: disseminated intravascularcoagulant or DIC (e.g. epistaxis, bleeding from intravenous line, bruises, and pulmonary edema)and signs of Acute Renal Failure or ARF (e.g. peripheral edema). Symptoms of heat stroke includefatigue, headache, nausea, and vomiting.Management of heat stroke injuries is by continuously performing cooling down as quicklyas possible while resuscitating patient. Intensive care must be carefully considered to the respiratorytract, reducing body temperature, limiting the production of heat, optimizing air circulation andmonitoring and treating complications. Quick decrease in body temperature is the most importantthings in treatment.Keywords: Heat injury, heat strokeABSTRAKLatihan yang dilakukan di lingkungan panas yang ekstrim dapat menyebabkan terjadinyacedera panas. Cedera panas berhubungan dengan gangguan terhadap sistem pengaturan suhu dansistem kardiovaskuler. Heat stroke merupakan bentuk yang paling parah dari cedera panas. Heatstroke berhubungan dengan angka morbidilitas dan mortalitas yang tinggi terutama jika penangananterapinya terlambat. Penyebab heat stroke secara umum diakibatkan oleh dua hal, yaitu:peningkatan produksi panas, dan penurunan kehilangan panas.Tanda- tanda Heat stroke meliputi: (1) Suhu dubur di atas 40.5°C; (2) Hipotensi,tachycardia, tachypnea;(3) Perubahan status mental (irritability, ataxia, confusion, disorientasi,syncope, hysteria, dan koma); (4) Berkurangnya kemampuan untuk menurunkan suhu tubuh(berhenti bekeringat, kulit menjadi panas); (5) Tanda-tanda yang mengancam jiwa: disseminatedintravascular coagulant (DIC), termasuk epistaxis, pendarahan dari saluran intra vena ,luka memar,dan edema paru, tanda dari Acute Renal Failure (ARF), termasuk edema periperal. Gejala heatstroke meliputi: kelelahan, pusing, mual, dan muntah.Penatalaksanaan cedera heat stroke yaitu dengan melakukan pendinginan secepat mungkindan terus menerus sambil pasien disadarkan. Perawatan intensif harus diperhatikan dengan cermatuntuk saluran pernapasan, mengurangi suhu tubuh, membatasi produksi panas, mengoptimalkansirkulasi udara dan memonitor serta mengobati komplikasi. Penurunan suhu tubuh dengan cepatmerupakan hal yang terpenting dalam perawatan.Kata kunci: Cedera panas, heat stroke
PROFIL TINGKAT VOLUME OKSIGEN MASKIMAL (VO2 MAX) DAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA ATLET YONGMOODO AKADEMI MILITER MAGELANG Cerika Rismayanthi, Ario Debbian S. R,
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.977 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11874

Abstract

ABSTRACTThis research was motivated by the lack of oxygen maximum volume level tests (VO2Max)and hemaglobin levels (Hb) in athletes Yongmoodo Akmil Magelang. The purpose of this researchwas determining the level of VO2 Max and hemoglobin levels.This is a descriptive study. Survey was applied to obtain the data needed. The instrumentemployed to measure VO2 Max was cooper Test 2.4 km. It employed Cyan met hemoglobin checkmethod to measure levels of hemoglobin (Hb) carried out in the Clinical Laboratory CITOMagelang. The Subjects of the study were the ten athletes Yongmoodo Akmil Magelang. The datawas analyzed by using quantitative descriptive analysis set forth in the form of a percentage.The research result were; 8 people (80 %) categorized having high level of Vo2 Max, 1person (10 %) in excellent category, and 1 person (10 %) in moderate category. Meanwhile theHemoglobin (Hb) on Magelang Military Academy Athlete Yongmoodo result was categorizedentirely normal (100%).Keywords: Vo2 Max, Haemoglobin, Yongmoodo, Magelang Military Academy.ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya tes tingkat volume oksigen maksimal(Vo2 Max) dan kadar hemaglobin (Hb) pada atlet Yongmoodo Akmil Magelang. Tujuan dalampenelitian ini untuk mengetahui tingkat Vo2 Max, dan kadar Hemoglobin.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pengambilan data menggunakan metodesurvei dengan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tes VO2 Maxmenggunakan Test cooper 2.4 km dan untuk mengukur kadar hemoglobin (Hb) dilakukan diLaboratorium Klinik CITO Magelang dengan metode periksa Cyanmethemoglobin. Subjek dalampenelitian ini adalah Atlet Yongmoodo Akmil Magelang yang berjumlah 10 orang.Teknik analisisdata yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkandalam bentuk presentase.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat Volume Oksigen Maksimal (Vo2 Max) padaAtlet Yongmoodo Akmil Magelang sebagian besar berkategori baik sebanyak 8 orang (80 %), yangberkategori sangat baik sebanyak 1 orang (10 %) dan yang berkategori sedang sebanyak 1 orang (10%), sedangkan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Atlet Yongmoodo Akmil Magelang seluruhnyaberkategori normal (100 %).Kata Kunci : Vo2 Max, Hemoglobin, Yongmoodo, Akmil Magelang.
PROFIL KEBUGARAN JASMANI DAN STATUS KESEHATAN INSTRUKTUR SENAM AEROBIK DI YOGYAKARTA Endang Rini Sukamti, Muhammad Ikhwan Zein, Ratna Budiarti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.038 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11875

Abstract

ABSTRACT This research was motivated by the absence of fitness and health status check of aerobics instructor in Yogyakarta. This study is the first investigation conducted to assess the physical fitness and health status of aerobics instructor in Yogyakarta. This research is descriptive study. Twenty aerobics instructor participate in this study subjects (n = 20; consisted of 15 women and 5 men). Data was collected using physical fitness tests and health checks. The medical examination consisted of measurements of (1) body mass index (BMI), (2) percent of body fat (3) waist circumference (4) vital sign and (5) blood checks use strip test (blood sugar and uric acid). Physical fitness measured by bleep test. BMI measurement results indicate that 5 (25%) instructors are categorized as normal, 7 are instructors (35%) categorized as overweight, and 8 instructors are (40%) categorized as obese. Waist circumference measurement show an average values of 69.8 cm for man and 70.37 cm for women, respectively. Percentage body fat measurements show a mean value of 14.92% in man and 31.31% in women. The measurement of cardiovascular fitness resulted in a mean VO2 max subject of 29 kg / m2. The medical examination results show that all subjects have normal blood pressure (140/90) and a normal resting pulse (100 beats / min). For all subjects, the mean values of fasting blood sugar is 104 mg / dl and the mean uric acid value is 5.35 mg / dl. These mentioned results indicate that the majority of cardiovascular fitness and body composition of instructors in Yogyakarta are still considered less than ideal. Keywords : Aerobic gymnastic instructor, physical fitness, health status. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya pemeriksaan kebugaran dan status kesehatan pada instruktur senam aerobik yang berada di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang dilakukan untuk menilai status kebugaran dan kesehatan instruktur senam aerobik di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Sebanyak 20 orang instruktur senam aerobik berpartisipasi dalam penelitian ini (n = 20; perempuan 15, laki-laki 5). Pengambilan data menggunakan pemeriksaan kebugaran jasmani dan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan meliputi (1) Pengukuran indeks massa tubuh (IMT), (2) persen lemak tubuh (3) pengukuran lingkar perut (4) vital sign dan (5) pemeriksaan darah menggunakan menggunakan strip test (gula darah dan asam urat). Pemeriksaan kebugaran fisik diukur menggunakan bleep test. Hasil pengukuran IMT menunjukkan bahwa sebanyak 5 orang (25%) subjek berkategori normal, 7 orang (35%) berkategori overweight, dan sebanyak 8 orang (40%) berkategori obesitas. Rerata lingkar perut pada laki-laki adalah 69,8 cm, sedangkan nilai rerata pada perempuan adalah 70,37 cm. Hasil pengukuran persen lemak tubuh menunjukkan nilai rerata persen lemak tubuh sebesar 14,92% pada subjek laki-laki dan 31,31% pada perempuan. Seluruh subyek memiliki tekanan darah yang normal ( 140/90) dan nadi istirahat yang normal (100 kali/menit). Nilai rerata gula darah puasa pada subjek yaitu 104 mg/dl dan rerata asam urat pada subjek yaitu dengan nilai 5,35 mg/dl. Pengukuran kebugaran kardiovaskular menunjukkan bahwa rerata VO2 max subjek adalah 29 kg/m2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kebugaran kardiovaskular dan komposisi tubuh instruktur masih dinilai kurang ideal. Kata kunci: Instruktur senam aerobik, kebugaran jasmani, status kesehatan.
PENATALAKSANAAN CEDERA TENDINITIS PATELLA PADA ATLET BULUTANGKIS Zeth Boroh, Nani Cahyani
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.184 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11876

Abstract

ABSTRACT Badminton is a popular sport in Indonesia becoming a mainstay in the international events as proven by the number of Olympic gold medals achieved. Badminton includes high intensity sport, multi-direction, and run-jump movements with acceleration-deceleration. Thus, badminton athletes are prone to the risk of knee injury, such as patellar tendinitis. In general, patellar tendonitis occurs in sports that contain many numbers of repeated jumping and running that result in inflammation in the patellar tendon. These injuries are also associated with excessive load during weight lifting, condition of the hip anatomy, blow to the knees and flat feet. This article discusses knee anatomy, patellar tendinitis definition, epidemiology, biomechanics of injury, sign and symptoms, physical examination, causes, diagnosis, differential diagnosis, management and rehabilitation. Keywords: Tendinitis patella, badminton, sports injury ABSTRAK Bulutangkis merupakan olahraga andalan Indonesia di kancah internasional. Olahraga ini juga popular di Indonesia dan menjadi olahraga tradisi emas di Olimpiade. Bulutangkis termasuk olahraga dengan intensitas tinggi, multi direksi, melompat, berlari dan akselerasi-deselerasi sehingga memiliki risiko terjadi cedera lutut, salah satunya tendinitis patella. Tendinitis patella umumnya terjadi pada olahraga yang banyak melakukan melompat dan berlari secara berulang-ulang yang menyebabkan munculnya radang pada tendon patella. Cedera ini juga terjadi akibat beban berlebihan saat mengangkat beban, kondisi anatomi pinggul, adanya pukulan pada lutut dan telapak kaki yang rata. Artikel ini membahas tentang anatomi lutut, definisi tendinitis patella, epidemiologi, biomekanika cedera, gejala, pemeriksaan fisik, penyebab, diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan dan rehabilitasinya. Kata Kunci: Tendinitis Patella, bulutangkis, cedera olahraga
PRINSIP PENENTUAN DIAGNOSIS PADA OLAHRAGAWAN DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI LAPANGAN: LAPORAN KASUS Alvin Wiharja, Nora Sutarina
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11877

Abstract

ABSTRACTLow back pain can be the most common health and musculoskeletal problem in athletes.Low back pain can be occurred on all age groups. Applying an accurate diagnosis on patient woulddetermine the prognosis of the disease. Determining the possibility of low back pain causes on fieldmust be done accurately, effectively, efficiently become the most important of initial treatmentprocedure.Firstable, researcher determined the research question: how to diagnose athletes with lowback pain. Then conducted systematic review to gather the latest scientific evidence in order to helpexplain the procedure and step-to-step for diagnosis. Obtained 2 literatures, entitled: “Non-specificlow back pain” and “Back pain: pathogenesis, diagnosis and management”. At the releasedpublication described the procedure and determination on diagnosing low back pain and limits thepossible etiology factor of low back pain. The uniqueness of this case report that diagnosisdetermination on athletes with low back pain can be done immediately on the field by usinganamnesis, assisted with a list of red-flags and yellow-flags of low back pain, and also theapplication of physical examination with special test. It can avoid the excessive use of radiologyimaging.Keywords: low back pain, on-field diagnosis, special testABSTRAKNyeri pungung bawah dapat menjadi salah satu masalah kesehatan dan muskuloskeletalyang paling sering dialami oleh olahragawan ada umumnya. Semua kelompok umur dapatmengalami gejala nyeri punggung bawah. Membuat diagnosis yang akurat merupakan hal yangpenting dalam penanganan dan penentuan prognosis dari masalah kesehatan yang dialami.Menentukan kemungkinan diagnosis pada pasien keluhan ini secara cepat dan dapat dilakukan dilapangan secara tepat, efektif dan efisien dari segi prosedural, keilmuan maupun biaya menjadilangkah awal penanganan yang sangat penting.Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah menentukan pertanyaan penelitian, yaitu:bagaimana proses penetapan diagnosis pada olahragawan dengan keluhan nyeri punggungbawah?Kemudian dilakukan systematic review untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah terbaruagar membantu menjelaskan prosedur dan cara penentuan diagnosisnya.Dan didapatkan 2 pustakabertajuk “Non-specific low back pain” dan “Back pain: pathogenesis, diagnosis andmanagement”.Pada pustaka tersebut menjabarkan mengenai prosedur dan analogi penentuandiagnosis pada olahragawan dengan keluhan nyeri punggung bawah serta tata cara mengkerucutkankemungkinan faktor penyebab timbulnya gejala klinik tersebut yang dapat dilakukan dilapangan.Keunikan dari laporan kasus ini, penentuan diagnosis pada olahragawan dengan keluhan nyeri punggung bawah dapat dilakukan di lapangan dengan segera dengan menggunakan anamnesisyang dibantu dengan daftar keluhan red-flags dan yellow-flags low back pain serta penerapanpemeriksaan fisik dengan special test. Hal ini dapat menghindari penggunaan pemeriksaanpenunjang radiologi yang berlebihan.Kata kunci: nyeri punggung bawah, diagnosis lapangan, pemeriksaan fisik khusus
KEBUGARAN AEROBIK PEMAIN SEPAKBOLA PSIM YOGYAKARTA TAHUN 2014 Subagyo Irianto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v12i2.11871

Abstract

This study is aimed to investigate aerobic fitness of PSIM Yogyakarta football players in 2014 and development of aerobic fitness of PSIM Yogyakarta football players in 2014. The research is a descriptive study. The subjects were all 26 PSIM football players who competed in the PSSI premier division competition in 2014. Data collection was conducted using documentation method by taking data from the PSIM Yogyakarta Administrative Staff. The instrument used in this study was a Balke 15-minute test run. Data was analysed using descriptive percentages. The results showed that: (1) aerobic fitness results before undergoing the training program are: (a) Perfect (0 player or 0%), (b) Very Good (0 player or 0%), (c) Good (0 player or 0%), (d) Fair (6 players or 23.07%), and (e) Poor (20 players or 76.93%); (2) aerobic fitness results after undergoing aerobic exercise program are: (a) Perfect (0 player or 0%), (b) Very Good (0 player or 0%), (c) Good (4 players or 15.75%), (d) Fair (12 players or 46.20%), and (e) Poor (10 players or 38.45%). There is a significant increase between Test I and Test II with the average value 2.9 ml.kg body weight per minute.Keywords: Aerobic fitness, football, Indonesia premier division leagueABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui kebugaran aerobik pemain sepakbola PSIM Yogyakarta tahun 2014 dan untuk mengetahui perkembangan kebugaran aerobik pemain sepakbola PSIM Yogyakarta tahun 2014. Desain penelitian adalah diskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh pemain sepakbola PSIM yang berlaga pada kompetisi divisi utama PSSI tahun 2014 sebanyak 26 pemain. Metode pengambilan data dilakukan dengan metode dokumentasi yaitu mengambil data yang ada di Staf Administrasi PSIM di Yogyakarta. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes lari 15 menit dari balke. Untuk teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebugaran aerobik sebelum menjalani program latihan adalah: (a) Sempurna (0%), (b) Baik Sekali (0%), (c) Baik (0%), (d) Cukup 6 (23,07%), dan (e) Kurang 20 (76,93%). Kebugaran aerobik setelah menjalani program latihan adalah: (a) Sempurna 0 (0%), (b) Baik Sekali 0 (0%), (c) Baik 4 (15,75%), (d) Cukup 12 (46,20%), dan (e) Kurang 10 (38,45). Terdapat peningkatan secara signifikan dengan selisih nilai rerata antara Tes I dan Tes II sebesar 2,9 ml.kg.bb per menit.Kata kunci: kebugaran aerobik, sepakbola, divisi utama liga indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 6