cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
Pengembangan Modul Ajar Mata Kuliah Pertumbuhan Dan Perkembangan Motorik Berbasis Pembelajaran Inklusi Fitriana Puspa Hidasari; Lidya Natalia; Yoga Pramana
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.056 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19979

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan modul ajar untuk mata kuliah pertumbuhan dan perkembangan motorik. Urgensi penelitian didasarkan pada analisis kebutuhan mata kuliah yang memerlukan panduan berupa modul ajar yang belum tersedia agar dapat membantu optimalnya proses pembelajaran.  Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RD) yang terbagi dalam dua tahapan yaitu tahap pra-pengembangan dan tahap pengembangan. Tahap pra pengembangan terdiri dari studi pendahuluan, penyusunan draf produk dan validasi draf produk. Tahap pengembangan terdiri dari revisi draft produk, ujicoba skala terbatas dan ujicoba skala meluas. Validasi ahli dilakukan melibatkan satu orang ahli dengan menggunakan teknik focus group discussion (FGD).Pada uji skala terbatas dan luas dilakukan untuk melihat aspek subtansi isi dan dan format modul ajar  secara kualitatif diterima dengan baik oleh mahasiswa dan modul ajar telah layak digunakan pada proses perkuliahan mata kuliah pertumbuhan dan perkembangan motorik dengan subjek coba 34 mahasiswa. Pada uji operasional menggunakan metode eksperimen dengan subjek coba 34 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada tahap pra-pengembangan menggunakan catatan lapangan, lembar validasi, dan lembar uji keberterimaan, sedangkan pada tahap pengembangan menggunakan angket mengukur tingkat kebermanfaatan modul ajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif (statistik). Hasil dari pengembangan modul ajar terdiri dari enam materi didalamnya dengan sebagai berikut: (1) cover, (2) kata pengantar, (3) daftar isi, (4) tujuan modul ajar, (5) isi modul ajar, (6) rangkumam bab dan (7) soal-soal formatif. Berdasarkan penilaian dari validator terhadap substansi isi materi 92% termasuk dalam kategori sangat baik dan format penulisan modul ajar dinilai 92% termasuk kategori sangat baik. Secara keseluruhan penilaian dari para ahli diperoleh nilai 92% termasuk dalam kategori sangat baik. Tahapan selanjutnya adalah uji keberterimaan yang dinilai dengan hasil 87% mahasiswa menerima adanya modul ajar mata kuliah. Hasil ujicoba skala terbatas menunjukan secara aspek substantif dikategorikan baik dan format penulisan dikategorikan baik sedangkan pada ujicoba skala luas menunjukan secara aspek substantif dikategori baik dan format penulisan di kategori baik. hasil penelitian menyatakan modul ajar layak digunakan. Hasil uji skala meluas menunjukan modul ajar yang dikembangkan dapat diterima dan layak diunakan yang ditunjukkan degan pebedaan nilai mean pretest 62 dan posttest 75.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan modul ajar dapat diterima dan layak digunakan pada mata kuliah Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik.ABSTRACT The study aims to develop teaching modules for Growth and Motor Development subject. Research urgency is based on the needs analysis of subject that required guidance in the form of teaching madules that are not yet available in order to help optimally the learning process. The research was conducted using R D method which is divided into two stage, there are pre-development stage and development stage. The pre-development stage consists of preliminary studies, products drafting, and validating product drafts. The development stage consists of revisions to product drafts, limited-scale test and large-scale test. Expert validation involves one expert used focus group discussion techniques. In the limited-scale and large-scale test conducted to see the content aspect and the format of the teaching module qualitatively well received by the students and teaching module has been feasible to be used in the lectures of growth and motor development with 34 students as subjects research. In operational tes used experimental method with 34 students. The instruments used in data collection at the pre-development stage use field notes, validation sheets, and acceptance test sheets, while in the development stage using a questionnaire measure the usefulness of the teaching module. Data analysis techniques used are qualitative descriptive and qualitative analysis techniques. The result of the teaching module development consists of six materials, there are: (1) cover, (2) introduction, (3) table of contents, (4) the purpose of teaching module, (5) the content of the teaching module, (6) chapter summary, and (7) formative questions. Based on the assessment of the validator on the substance of the content 92% is included in the very well category and the writing format is 92% considered very well category. Overall assessment of the esperts obtained 92% value include in the very well category. The next stage is the acceptance test that is assessed by the results of 87% of students receive the existence of the teaching module. The results of a limited scale test showed that the substantive aspects are categorised well and the writing format is categorized well whereas in large-scale it shows the substantive aspect and writing format categorized well. The result of the study states that the teaching module is worth using. The large-scale test results show that the developed teaching module is acceptable and feasible using the difference between the mean value of pretest 62 and posttest 75. Based on the research result, it can be concluded that the teaching module is acceptable and feasible to be used in Growth and Motor Development lectures.
Identifikasi Bakat Cabang Olahraga Dengan Metode Sport Search Pada Ektrakurikuler Sepakbola SMP Negeri 16 Kota Jambi Sukendro, Sukendro; Ihsan, Mursyid
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.931 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19980

Abstract

etahui tingkat kebakatan anak cabang olahraga sepakbola terutama, dan bakat cabang olahraga lainnya pada siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi yang mengikuti ekstrakurikuler sepakbola. Penelitian yang dilakukan Menggunakan Metode deskriptif dengan analisis kualitatif, sesuai dengan tujuan agar dapat memperoleh data dengan lengkap sesuai yang diinginkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi yang berjumlah 23 Anak yang ikut dalam tes pemanduan bakat Sport Search. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan Pemanduan Bakat Atlet Cabang Olahraga Sepak Bola Pada Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi adalah kategori berbakat sebesar 26% (6 anak), dan kategori tidak berbakat sebesar 74% (17 anak). Anak- anak yang tidak berbakat di cabang olahraga seapakbola juga memiliki bakat di cabang olahraga lain seperti: lompat jauh, sprint, gymnastics, taekwondo, karate, judo, tenis meja, tenis, bola voli, futsal, dan macam-macam olahraga air. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor perbedaan di antara keduanya, yaitu: lama latihan Sepak Bola, frekuensi latihan, faktor lingkungan dan peran orang tua. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebakatan para siswa cabang olahraga ekstrakurikuler sepak bola Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi sebagian besar menunjukkan kategori tidak berbakat. Meskipun frekuensi anak yang berbakat lebih sedikit tetapi jika dikelola dan difasilitasi dengan baik akan mampu meningkatkan prestasi pada puncaknya.ABSTRACT The aim of this research is to recognize the level of student’s talent especially in football, and other kind of sports for male students who join the extracurricular football program in SMP N 16 Jambi. This research is intentionally done by using descriptive method with qualitative analysis, according to the main objective, getting data as complete as possible. The population in this research in SMP N 16 Jambi’s students who will be put in this sport search talent-scouting, and there are 23 children who are taken as sample in this research. The result of this study shows that the talent scouting in football for SMP N 16 Jambi’s Students categorize them as the talented person for 26% (6 Students), and as many as 74% (17 Students) are categorized as non-talented children in football. However, these not-talented students apparently have a talent in other field of sports such as, long-jump, sprint, gymnastic, taekwondo, karate, judo, table tennis, tennis, volleyball, futsal and several kind of aquatic sports. This condition is influenced by various factors between them such as, duration of football’s exercises, training’s intensity, surrounding factor, and the role of parents. Based on the result mentioned above, it can be brought to an end that the grade of student’s talent in football depicts a number where most of the students are classified as non-talented students in football. However, although the frequency of talented students is lesser than the non-talented ones, this situation can be fixed if it get properly managed and getting facilitated by authorities so it can boost their performance to reach peak achievements in the future.
Analisis Kemampuan Teknik Dasar Pemain Sepak Bola SSB Deli Serdang United Kabupaten Deli Serdang Abdul Harris Handoko
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.501 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19982

Abstract

Dalam pertandingan sepakbola selain pemain memiliki kondisi fisik yang baik, seorang pemain juga sangat dituntut memiliki kemampuan teknik dasar sepakbola yang baik agar terciptanya suatu permainan yang baik dan maksimal. Oleh karena itu kemampuan teknik dasar merupakan suatu unsur yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepakbola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan teknik dasar yang dimiliki oleh pemain sepakbola .Penelitian ini dilakukan di lapangan sepakbola SSB Deli Serdang United Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah pemain 24 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan situasi yang terjadi dan dialami sekarang, sikap dan pandangan yang menggejala saat sekarang, hubungan antara variable, pertentangan dua kondisi atau lebih, pengaruh terhadap suatu kondisi, perbedaan antar fakta, dan lain-lain. Berdasarkan uji normalitas yang dilakukan terhadap hasil tes dengan uji lilifoers dari keseluruhan data memperoleh hasil normal. Dan dari perhitungan pada tiap data, diperoleh pada data passing dengan nilai 6,08 poin dengan kategori sedang, data dribbling dengan nilai 19,6 detik dengan kategori sedang, dan data shooting dengan nilai 12,6 poin dengan kategori baik Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan dari data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dari penjelasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan teknik dasar sepakbola pemain SSB Deli Serdang United Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori sedang dan baik, yang dimana teknik passing dan dribbling dalam kategori sedang, dan teknik shooting dalam kategori baik.ABSTRACT           In football games not only do the players must have an absolutely great physical condition, but they also must have an excellent technical skill so an amazing game can be played maximally. By looking at that reason, a fundamental technique skill is one of the aspects a football player must have.This research aims to discover how good is the football players’ fundamental technique skill. This study was conducted in Deli Serdang United Soccer School’s football field in Deli Serdang Regency, and there are 24 players in that soccer school. This study used descriptive qualitative method. This method described and interpreted data related to the current situation, the attitude and point of view which is happening nowadays, the relation between variables, dissimilarity of two or more conditions, its influence towards one particular condition, the differentiation among facts, and other things. Based on the normality test which was done previously with regard to test result with Lilifoers test from entire data attained normal result. Moreover, from the calculation of whole data, score 6,08 point was obtained from passing data and categorized as mediocre, from dribbling obtained 19,6 second and categorized as mediocre as well, and shooting data with 12,6 point was categorized as good. Based on the result of this research and calculated data, and also the discussion which has been done, then from the explanation above it can be concluded that the fundamental technique skill of players in Deli Serdang Soccer School were classified as mediocre and good, where passing and dribbling technique were in mediocre category, while shooting technique was in a good category.
Studi Analisis Biomechanics Langkah Awalan (Footwork Step) Open Spike Dalam Bola Voli Terhadap Power Otot Tungkai Danang Ari Santoso Santoso; Edi Irwanto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.157 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19985

Abstract

Biomechanic adalah bidang ilmu yang diterapkan pada ilmu olahraga untuk mempelajari gerak-gerak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah langkah awalan (footwork step) dalam spike bola voli yang menghasilkan power terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen. Jumlah langkah awalan yang divariasi adalah 0, 1, 2, dan 3 langkah. Subyek penelitian adalah atlet bola voli Universitas PGRI Banyuwangi. Pengukuran power otot tungkai dilakukan dengan menggunakan high-speed camera. Pengolahan data menggunakan software kinovea untuk mendapatkan data hasil power. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin banyak langkah awalan (footwork step) maka power rata-rata cenderung semakin naik. Power rata-rata maksimum terjadi pada 2 langkah awalan (footwork step) atlet 4 yaitu sebesar 2340,44 J/dt. Power rata-rata minimum terjadi pada 0 langkah awalan (footwork step) atlet 1 yaitu sebesar 1765,85 J/dt. Kecenderungan power maksimum terjadi pada langkah awalan sebanyak 2 langkah. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa langkah awalan sebanyak 3 langkah cenderung menghasilkan power yang lebih kecil dibanding jumlah langkah awalan yang lain. Gerakan spike dalam bola voli merupakan gerakan yang dilakukan dengan cepat dalam waktu sesingkat mungkin. Pola ini membuat seorang atlet terbiasa menggunakan langkah awalan yang sedikit jumlahnya. Langkah awalan berjumlah 3 akan menyebabkan kecepatan gerak atlet menjadi berkurang sehingga mengurangi powernya.ABSTRACT Biomechanic is one of science field that applied to the sports science to study gestures. This study aims to obtain the number of step prefix (footwork step) in volleyball spike that produces the best power. This research is done by experiment. The number of prefix steps varied are 0, 1, 2, and 3 steps. The subjects of the study were volleyball athletes of Universitas PGRI Banyuwangi. Measurement of leg muscle power is done using a high-speed camera. Data processing using kinovea software to obtain data power results. The calculation results show that the more step prefix (footwork step) then the average power tends to increase. Maximum average power occurs in 2 step prefix (footwork step) athlete 4 that is equal to 2340,44 J/dt. Minimum average power occurs at 0 step of the athlete (footwork step) at 1 at 1765,85 J/dt. Maximum power trend occurs in 2 step prefix step. The analysis results also show that 3-step prefixes tend to produce less power than the number of other prefix steps. Spike movement in volleyball is a quick movement in the shortest possible time. This pattern makes an athlete accustomed to using a few prefix steps. The initial step number 3 will cause the speed of athlete's motion to be reduced so as to reduce its power.
Perbedaan Motivasi Berpartisipasi Dalam Olahraga Antara Suku Osing Dan Suku Jawa Sujari Sujari; Abd Shomad; Danang Ari Santoso
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.706 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19976

Abstract

Olahraga sangat erat kaitannya dengan aspek psikologi. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa kegiatan berolahraga merupakan suatu tingkah laku yang khas dan bertujuan. Olahraga dapat bertujuan untuk mencapai suatu prestasi karena sifatnya yang kompetitif, dapat juga bertujuan untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan stamina tubuh. Peran motivasi berpartisipasi sangatlah penting untuk mengetahui sampai dimana seseorang terlibat dalam rutinitas kegiatan olahraga. Seorang atlet adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri, apalagi dalam sebuah suku yang berbeda. Ia memiliki bakat tersendiri, kebiasaan tersendiri dan budaya tersendiri serta latar belakang yang mempengaruhi secara spesifik pada dirinya. Beragam perbedaan itulah yang menyebabkan motivasi berpartisipasi dalam olahraga juga tidak akan sama. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen (ex post facto) dengan pendekatan survei. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suku. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa suku Osing dan suku Jawa dengan menggunakan teknik cluster sampling yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suku osing lebih dominan pada faktor skill development, status, energy release, team atmosphere, dan affiliation dibandingkan dengan suku jawa. Sedangkan pada faktor fitness suku jawa lebih dominan daripada suku osing. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan suku dapat mempengaruhi motivasi berpartisipasi dalam olahraga dan Suku Osing lebih progressive dalam peningkatan prestasi.ABSTRACTSports aspect is so closely associated with psychology. It thought by sports activities is specialy the goal. Sports can be a target at achieving review of its achievements as competitive, also keep a target to review the healthty, fitness and stamina Body. The role of motivation to participate that so important to review knowing up where is somebody engaged hearts routine sport activities. An athlete is individual thing has uniqueness, above all different etnic group. An athlete has a talent, has a habits and has a culture and different background that influence affects on himself. Various differences that sport participant motivation not would be the same. This operates is quantitative research is non-experimental (ex post facto) with collection approach.Independent research is etnic group. The research of the samples is a student of osing and Javanese etnic group using cluster sampling amounted to 30 peoples. Based from studies showing the dominant etnic group of osing  have a more skill factor development, status, energy release, a team atmosphere, and affiliates be comperated then java etnic group. Can be conclouded if different racist make influance can be affecting of motivation to participate in sport and progressive achievement improvement etnic group of osing.
Implementasi Latihan Olahraga Renang Anak Autis Sabaruddin Yunis Bangun
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi latihan olahraga renang anak autisme, terjadinya peningkatan dan perubahan motorik dan sikap anak autis membuktikan pentingnya penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi rekaman percakapan pada saat penelitian. Teknik analisa data dalam penelitian ini dengan triangulasi menggabungkan data-data dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, vidio tape recorder dan catatan kecil (memo). Hasil penelitian adalah: a) Rencana proses latihan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik, b) Penyusunan progam latihan  yang dilaksanakan sudah berjalan dengan baik, c) Pelaksanaan latihan yang dilaksanakan sudah berjalan dengan baik, d) Evaluasi Latihan yang dilaksanakan dudah berjalan dengan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi latihan olahraga renang yang diterapkan terhadap anak autis sudah berjalan dengan baik.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the implementation of exercise training in children with autism swimming pool Cemara Asri Medan, the increase and changes in motor and attitudes of children with autism demonstrate the importance of the research was conducted. This study uses descriptive qualitative approach, using the techniques of data collection: interviews, observation and documentation recording the conversation at the time of the study. The data analysis in this study by combining triangulation data from text interviews, field notes, photographs, vidio tape recorder and a notepad (memo). The results of the study are: a) Plan process conducted training has been going well, b) Preparation of training programs implemented already well under way, c) Implementation of the training has been going well executed, d) Evaluation Exercise conducted dudah goes well. The conclusion of this study is that the implementation of swimming exercise applied to children with autism already well underway. 
Perbedaan Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump Dengan Latihan Double Leg Bound Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Dan Kemampuan Smash Pada Ekstrakurikuler Bola Voli Putra SMKN 1 Kota Jambi Boy Indrayana
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v14i1.19977

Abstract

Kemampuan fisik dan teknik dalam permainan bola voli sangat perlu, salah satunya adalah power otot tungkai dan kemampuan smash. Smash adalah teknik yang paling sering digunakan dalam permainan bola voli, untuk melakukan smash yang baik dibutuhkan power otot tungkai yang terlatih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Perbedaan Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump Dengan Latihan Double Leg Bound Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai dan Kemampuan Smash Pada Ekstrakurikuler Bola Voli Putra SMK N 1 Kota Jambi. Analisis data yang digunakan adalah dengan perhitungan statistik yaitu dengan uji hipotesis atau uji-t. Berdasarkan pengujian hipotesa pertama = 3.56, = 2.78 dengan demikian . Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpul-kan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan knee tuck jump terhadap pening-katan power otot tungkai pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi. Berdasarkan pengujian hipotesis kedua = 10.58, = 2.78 dengan demikian . Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian maka dapat di-simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan double leg bound terhadap peningkatan power otot tungkai pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi. Berdasarkan pengujian hipotesis ketiga = -0.50, = 2.31 dengan demikian . Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan knee tuck jump tidak lebih besar pengaruhnya dibandingkan latihan double leg bound  terhadap peningkatan power otot tungkai pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi. Berdasarkan pengujian hipotesis keempat = -0.19, = 2.78 dengan demikian . Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan knee tuck jump terhadap peningkatan kemampuan smash pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi. Berdasarkan pengujian hipotesis kelima = 0.14, = 2.78 dengan demikian . Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan double leg boun terhadap peningkatan kemampuan smash pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi. Berdasarkan pengujian hipotesis keenam = 0.38, = 2.31 dengan demiki-an . Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan knee tuck jump tidak lebih besar pengaruhnya dibandingkan latihan double leg bound terhadap peningkatan kemampuan smash dalam permainan bola voli pada ekstrakurikuler bola voli putra SMK N 1 Kota Jambi.ABSTRACT The ability both physical and technical in volleyball game is really important to be mastered, and one of the aspects is limbs muscle and spike skill. Spike is one of the technique which is frequently used in a volleyball game, and a well-trained limbs muscle is vitally needed in order to do spike properly. This research aims for knowing the difference of Knee Tuck Jump Training and Double Leg Bound Training Effect towards the escalation of limbs muscle’s power and Spike’s skill in extracurricular volleyball program for male in SMK N 1 Jambi. Data analysis which is used is statistical calculation with hypothetical test or “t-test”. Based on the first test, 3.56  = 2,78, it means that   . It also means that  is rejected and is accepted. Furthermore, it can be concluded that there is a significant effect attained from knee tuck jump training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi. Based on the second test, 10.58  = 2,78, it means that   . It also means that  is rejected and is accepted. Furthermore, it can be concluded that there is a significant effect attained from double leg bound training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi. Based on the third test, -0.50  = 2,31, it means that   . It also means that  is accepted and  is rejected. It also means that the knee tuck jump training contributes better than double leg bound training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi. Based on the fourth test, -0.19  = 2,78, it means that   . It also means that  is accepted and  is rejected. It can be concluded that there is no significant effect from knee tuck jump training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi. Based on the fifth test, 0.14  = 2,78, it means that   . It also means that  is accepted and  is rejected. It can be concluded that there is no significant effect from double leg bound training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi. Based on the sixth test, 0.38  = 2,31, it means that   . It also means that  is accepted and  is rejected. It can be concluded that knee tuck jump training does not have bigger effect than double leg bound training towards the escalation of limbs muscle power in extracurricular volleyball program for male students in SMK N 1 Jambi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7