cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
ANALISA BISNIS PAKAN TERNAK DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA KUB GUNUNG GARE Desri Yesi
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v3i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis KUB Gunung Gare ditinjau dari 9 aspek pada Business Model Canvas dan untuk menentukan rekomendasi pengembangan bisnis yang sesuai untuk diterapkan pada KUB Gunung Gare. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menghasilkan gambaran tentang kondisi bisnis KUB Gunung Gare saat ini dan beberapa rekomendasi yang disarankan yaitu dari Customer Segments berupa penambahan segmentasi pada agen-agen ataupun ritel penjualan pakan, penggunaan social media dan website pada Channels, peningkatan kelancaran informasi pada Customer Relationship, pelatihan bagi tenaga kerja (SDM) serta aktivitas promosi pada Key activities, peningkatan kualitas bahan baku, penambahan jumlah mesin produksi ataupun peningkatan kapasitas mesin, peningkatan kapabilitas SDM, pengajuan kredit atau pinjaman dan upgrade teknologi pada Key Resources, peningkatan kualitas kerjasama pada Key Partner, penarikan biaya pelatihan pada Revenue Stream, serta perlunya pembukuan/ akuntansi keuangan pada segmen Cost Structure
STRATEGI PENGEMBANGAN SCIENCE TECHNO PARK MELALUI EKOSISTEM INOVASI DALAM RANGKA PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Nila Mayang Sari; Ekowati Retnaningsih
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v12i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengaji “Stategi Pengembangan Science Techno Park Sumsel dalam rangka meningkatkan inovasi dan daya saing daerah Provinsi Sumatera Selatan” dengan pendekatan keunggulan daya saing yang memiliki peran penting bagi manajemen stratejis suatu organisasi. Keunggulan Kompetitif dan komparatif, sehingga lebih jauh dikatakan model daya saing daerah yang dibentuk berdasarkan variabel keunggulan komparatif, variabel keunggulan kompetitif, variabel produktivitas daerah, dan variabel pembangunan wilayah mampu merepresentasikan konsep daya saing daerah lebih baik dibandingkan dengan model daya saing daerah sebelumnya telah ada (Daryono Soebagiyo, 2013). Untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dan daya saing produk unggulan daerah, tentunya diperlukan inovasi teknologi. Fakta negara maju menunjukkan bahwa Pembangunan ekonomi daerah dapat dimaksimalkan melalui Inovasi Teknologi Produk Unggulan Daerah, sinergi Pemerintah Daerah bersama Masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Media dalam bentuk Model Kolaborasi Penta Helix
PENGARUH PRA PERLAKUAN DAN JENIS KEMASAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN MASA SIMPAN KERIPIK NANAS Nursanty Nursanty; Oom Komalasari; Wenni Tania Defriyanti; Oktaf Juairiyah; Yenny Sugiarti; Sri Maryani; Efriandi Efriandi; Tri Susanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v3i2.117

Abstract

Pineapple is a perishable fruit, has a short shelf life which is only lasted 7 days at room temperature conditions (28oC - 30oC). To overcome this problem, it is necessary to do postharvest processing of pineapple as a form of pineapple diversification, so that it can maintain the value of pineapple sales during the pineapple season and abundant pineapple. One diversification of pineapple that can be done is to make pineapple chips. Making pineapple chips is done by 2 methods, namely making chips with pineapple that was previously in the freezer first and making chips with fresh pineapple. Characteristics of fresh fruit and pineapple chips are tested in a laboratory, including test parameters: proximate (water content, ash content, fat content, protein content and carbohydrate content), total acid, vitamin C, reducing sugar, pH, total dissolved solids and% parts which is eaten. Pineapple chip shelf life test is carried out on two treatments namely freezer (through cooling) and fresh (without freezer). Each treatment was tested with a mass stored in pp-Al foil and full Al-foil packaging. Each treatment in each package was tested for ALT-bacteria and MPN coliform. From the results of the ALT Bacterial Laboratory Test it was seen that for fresh pineapple chips and freezer pineapple chips with full aluminum foil or half aluminum foil (pp-al foil) packaging there was no difference in results where bacterial growth was still 0 (no bacteria growing, only MPN Coliform but still below the eligibility standard that is <2). This proves that pineapple chips made are suitable for consumption in a storage period of 1 month.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS PASAR DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT STUDI PERAN PESANTREN SALAFIYAH DAN MODERN DI INDONESIA Muhammad Isnaini
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada empat macam kemungkinan pola usaha pemberdayaan ekonomi dilingkungan pesantren, sebagai tawaran terhadap pemberdayaan masyarakat miskin di Indonesia pada saat ini: usaha ekonomi yang berpusat pada kiyai, usaha ekonomi pesantren untuk memperkuat biaya operasional pesantren, usaha ekonomi untuk santri dengan memberi ketrampilan dan usaha ekonomi bagi para alumni santri. Sedangkan Eksistensi pesantren sebagai agent perubahan sosial ada beberapa paradigma yang harus ada, yaitu paradigma kapitalistik, kritis dan posmodernisme, karena itu pesantren salafi cenderung mengambil jarak dengan pemerintah, sedangkan pesantren kombinasi (modern) mencoba menanggapi ajakan pemerintah. Beberapa komponen pesantren model yang berbasis pemberdayaan ekonomi, pertama, pesantren harus menyesuaikan dirinya dengan kenyataan bahwa sistem sekolah modern (hubungan antara kyai dengan santri mengembangkan suatu sistem nilai yang baru dalam lingkungannya sendiri), kedua, pesantren berusaha merencanakan pembiayaan kegiatan-kegiatannya secara mandiri, ketiga, pesantren menemukan cara pemecahan dilema besar kehidupannya, keempat, pesantren memahami implikasi struktural dari peran serta rakyat dalam pengembangan masyarakat dan bagaimana pesantren menanggapi peranannya dalam proses tersebut, kelima, pesantren merencanakan untuk membina sifat-sifat khas budaya maupun kedudukan sosio kulturalnya.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI ”KEMPLANG” RUMAH TANGGA BERBAHAN BAKU UTAMA SAGU DAN IKAN Idham Alamsyah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are 1) to calculate the income of home industri kemplang”Berkat”, and 2) to calculate the cost price, the break even point, and the value added of raw materials of kemplangs produced The analyses show that the “Berkat” received Rp 979.535,88 per month income. The cost price of each sardines and kakap kemplangs are Rp 8.116,58 per kg and Rp 10.380,85 per kg. There will be break even point when the selling amount of sardines and kakap kemplangs each are 573,70 kgs or Rp 4.876.479,88 and 42,50 kgs or Rp 637.448,35 per month. The additional value gained by tapioca and sardines from the processing of sardines kemplang is Rp 583,60 per kg. While the additional value gained by tapioca and kakap from the processing of kakap kemplangs is Rp 6.795,83 per kg.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS RESPONS PEMBACA SEBAGAI UPAYA INOVATIF MENGEMBANGKAN APRESIASI SENI BUDAYA TRADISIONAL DAN ASPEK AFEKSI SISWA SMP NEGERI 9 PALEMBANG Zuraida Zuraida; Nurbaiti Nurbaiti
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kekuatiran dalam diri peneliti tentang eksistensi seni budaya tradisional yang semakin lama menghilang dari kalangan generasi muda. Derasnya arus globalisasi memungkinkan semakin tenggelamnya seni budaya asli Indonesia. Di samping itu, sikap dan perilaku generasi muda dapat terkontaminasi oleh budaya barat sehingga mereka menyudutkan eksistensi seni budaya tradisional yang dianggap tidak memenuhi tuntutan jaman. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang berbasis respon pembaca yang efektif dalam mengembangkan seni budaya tradisional dan aspek afeksi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan model pembelajaran sebagai upaya inovatif untuk mengembangkan seni budaya tradisional di kalangan remaja agar seni budaya tidak punah dengan cara mengapresiasikan dengan respon pembaca sehingga dapat mengembangkan sikap dan perilaku positif dalam diri mereka. Untuk memecahkan masalah tersebut, metode yang dipakai adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan kuasi-eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Palembang berjumlah 79 orang dengan rincian 39 orang siswa kelas 8.1 (kelas eksperimen) dengan menggunakan model respon pembaca dan 40 orang siswa kelas 8.2 (kelas kontrol) dengan menggunakan metode konvensional yang pembelajaran sastra tanpa menggunakan model respons pembaca. Hipotesis penelitian ini ada dua yaitu (1) tidak terdapat perbedaan kemampuan apresiasi sastra dalam mengembangkan aspek afeksi antara siswa yang menggunakan model pembelajaran respons pembaca dengan siswa yang menggunakan model konvensional, (2) rata-rata kemampuan apresiasi sastra dalam mengembangkan aspek afeksi yang menggunakan model pembelajaran respons pembaca lebih tinggi daripada kemampuan apresiasi siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data adalah tes, kuesioner, dan observasi. Data yang diperoleh dari lembar observasi dan kuesioner ditampilkan dalam bentuk kualitatif, deskriptif, dan persentase, sedangkan untuk melihat keefektifan model pembelajaran respons pembaca digunakan teknik analisis statistik uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang berarti terhadap tingkat kemampuan siswa. Skor rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran respons pembaca lebih besar daripada skor rata-rata siswa yang menggunakan model konvensional yang tanpa menggunakan model pembelajaran respons pembaca. Berdasarkan pengujian “mean” kedua kelompok penelitian terdapat perbedaan yang signifikan.Skor rata-rata kelas eksperimen dan skor rata-rata kelas kontrol, yaitu dari perhitungan uji-t menunjukkan thit > ttab atau 21,351 > 2,00 (db = 76) pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran respons pembaca lebih efektif dalam mengembangkan apresiasi seni budaya dan aspek afeksi siswa SMP Negeri 9 Palembang.
KONSELING GIZI TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN REMAJA OVERWEIGHT DAN OBES DI KOTA PALEMBANG Podojoyo Podojoyo; Susyani Susyani; Nuryanto Nuryanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi obes meningkat tidak saja di negara-negara maju tetapi juga di negara-negara berkembang seperti Indonesia terutama di kota-kota besar. Di Surabaya prevalensi obes pada remaja sebesar 6,5 %, Tanggerang 5,01 %, Yogyakarta 7,8 % dan Palembang 6,62 %. Dampak obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas pada usia dewasa dan berpotensi mengalami pelbagai penyebab kesakitan dan kematian antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes mellitas. Salah satu cara menurunkan prevalensi yang sederhana dan aman bagi kesehatan adalah berupa konseling gizi secara berkelanjutan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah konseling gizi dapat menurunkan berat badan pada anak yang mengalami overweight dan obes. Pendekatan penelitian ini adalah survei dengan rancangan eksperimen semu tanpa kontrol kepada 46 orang selama 8 minggu. Sebelum dilakukan konseling gizi dilakukan skrining status gizi kemudian datanya diolah dengan Epi Info 2004 menggunakan referensi CDC 2000, data konsumsi diolah menggunakan Nutrisurvey. Dari hasil survei diperoleh anak yang mengalami overweight sebesar 9,45 % dan obes sebesar 6,25 %. Hasil uji statistik menggunakan komputer dengan tingkat kemaknaan 0,05 terdapat perbedaan rata-rata pada konsumsi dan berat badan sebelum dan setelah dilakukan konseling gizi (p<0,001). Perlu dilakukan konseling gizi secara berkala sehingga memperoleh hasil yang optimal.
PENINGKATAN MASA SIMPAN LEMPOK DURIAN UKURAN KECIL DENGAN MENGGUNAKAN EMPAT JENIS KEMASAN Budi Santoso; Amin Rejo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to predict shelf life of lempok durian (bite size) that was packed by four kinds of packaging and using ASLT method. The research was arranged in ASLT and Complete randomized design with four treatments. Each treatment was replicated three times. The treatments use four packaging. The packaging was wrapping, parchment paper, Aluminium foil, aluminium foil and wrapping. The parameters were FFA (Free Fatty Acid), water content, total plate count, and visual observation. The result showed that lempok durian that was packed by four kinds of packaging had significant effect on characteristic of lempok durian during storage.Lempok durian packaged with parchment paper could increase the shelf life of lempok durian for 191 days, lempok durian packaged with alumunium foil could increase the shelf life of lempok durian for 113 days, lempok durian packaged with alumunium foil and wrapping could increase the shelf life of lempok durian for 122 days, lempok durian packaged with wrapping could increase the shelf life of lempok durian for 33 days. The best of treatments was lempok durian packaged with parchment paper because could increase the shelf life of lempok durian for 191days.
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI CACING TANAH UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGELOLAAN TANAH PERTANIAN LAHAN KERING Subowo Subowo
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agriculture development that is oriented to the efficient use of the natural resources and environmental save sound has boosted the effort to obtain the best concept in land management for agricultural product. The dynamic of land approaches and land ecosystem are important. In general upland area in wet tropical region has a compacted subsurface horizon and low organic material, hence the population of the detritivor low and plant soil born diseases organisms exist and develop.The burrower soil fauna such as earthworm will prevent soil compaction, increase soil aeration, and mixing of soil and organic matter in the surface and subsurface. Therefore, the potential use of earthworm as biologic agent to increase soil fertility and sustain land productivity to obtain the efficient use of organic wastes, farming systems, soil management, fertilization and the protection of plant soil born diseases.
SISTEM INFORMASI KEMATIAN IBU TERINTEGRASI DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN KEPENDUDUKAN SUMATERA SELATAN Ekowati Retnaningsih; Muhammad Zulkarnaen; Irmitati Irmitati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improve health status of mother represent the agreement of a world of decanted in target of development millenium ( MDGS). South Sumatra is not merely having height of Martenal Mortality Rate (MMR) but also information system of mother death which not yet good. The maternal mortality rate in South Sumatra at year 2004 ( SUSENAS) is 467 while national of MMR is 307 per 100.000 birth live. Pursuant to report which step into the Public Health Service of Provinsi of South Sumatra at year 2004 noted is a mother death only 60 people from totalizeing birth of a number of 167.852 people (36 per 100.000). To know the MMR by a survey require the very big expense, so that very difficult to get MMR routinely every year. Though, to know the cause of height of MMR and planning program to intervention, we have to have the individual data about death of mother and MMR. For that have to be searched the opportunity obtain to get the MMR by system development available information in this time. This research was consisted by 2 phase that is 1) phase of information gathering to obtain;get the data exhaustively by research qualitative about informan of key and information system death there was and its execution in society and 2) phase of system development of information of mother death. Research location in 3 regency / town, that is: 1) Banyu Asin district, 2) OKI district, and 3) Palembang city.The result was inferential: 1) key Informan of about death occurence in society was Chief RT, 2) This time there was legal information system of death there have in system of record-keeping and vital occurence reporting of resident 3) Have been developed a information system integrated mother death with the record-keeping and vital occurence reporting of resident with the system of cros chek of band of health institution and also provided with the existence of institute will called death Committee at level of provinsi come up to the subdistrict level. Suggested to local government and on duty related/relevant institution to conduct the test-drive of information system which have been yielded by researcher.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue