cover
Contact Name
Suci
Contact Email
suci@gmail.com
Phone
+6281333040494
Journal Mail Official
suci@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Prima JODS
ISSN : -     EISSN : 26151235     DOI : 10.1234
Core Subject : Health,
Prima Jods merupakan kumpulan jurnal yang dikelola oleh fakultas kedokteran gigi Universitas Prima Indonesia yang mencakup bidang obat gigi termasuk dalam perawatan gigi dan mulut, kebijakan publik, sistem Fakultas Ke dok teran gigi, analisa gigi, analisa mulut, analisa obat-obatan
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April" : 12 Documents clear
Efektivitas ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pembentukkan sel fibroblas soket gigi tikus wistar Mellisa Sim; Shieny Lokanata; Putri Anggie Adrisya Lubis; T. Nurul Rian Ananda; Rosa Paradita Dalimunthe; Tara Suryantika
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2400

Abstract

Pencabutan gigi merupakan suatu tindakan yang sering dilakukan oleh dokter gigi dan akan menimbulkan luka. Tanaman herbal sudah terbukti khasiatnya sebagai alternatif pengobatan luka. Pada penelitian ini digunakan ekstrak Zingiber officinale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak Zingiber officinale terhadap pembentukan sel fibroblas soket gigi tikus wistar. Ekstrak jahe merah dibuat dengan metode maserasi dan diubah ke dalam sediaan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, kemudian dibuat dalam bentuk gel dengan CMC Na sebagai bahan dasar gel. Uji statistik oneway ANOVA menunjukkan angka yang signifikan p<0,001 berarti ada perbedaan jumlah sel fibroblas pada soket gigi tikus wistar setelah diberi perlakuan ekstrak Zingiber officinale, diduga aktivitas senyawa aktif melalui mekanisme berbeda dimana konsentrasi 10% paling efektif.
Pengaruh penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic resin Silvia Giovani; Yohana Aprilia Saragih; Herlyn Nadya Tumara; Mourent Miftahullaila; Sopan Sinamo
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2491

Abstract

Restorasi sementara dibuat untuk melindungi struktur gigi selama dilakukan perawatan gigi tiruan cekat sehingga estetik, fungsi mastikasi dan fonetik pasien tetap terjaga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis tersebut dengan menambahkan nanopartikel sebagai bahan pengisi dalam jumlah tertentu, diantaranya silika. Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic resin secara mekanis, biologis, dan estetis. Hasil penelitian: Adanya perbedaan pengaruh yang signifikan saat penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic antara kelompok 0% dengan 0,1%, 0,3%, dan 0,5%, antara 0,1% dengan 0,3% dan 0,5%, serta antara 0,3% dengan 0,5% (p≤0,05). Kesimpulan: Penambahan bubuk silika 0,1% merupakan peningkatan fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic terbesar dibandingkan dengan penambahan bubuk silika 0,3% dan 0,5%.
Efektifitas ekstrak daun belimbing wuluh sebagai inhibitor laju korosi pada kawat ortodonti stainless steel Lina Hadi; Zulfan Muttaqin; Sherina Alfida; Evi Sariyanti Pasaribu
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2534

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh telah teruji mampu mengurangi laju korosi kawat ortodonti karena kandungan flavonoid. Tujuan penelitian ialah mencari tahu perbandingan efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh dengan perendaman beberapa hari (1,3 dan 5 hari) dengan ekstrak (15ml saliva artifisial sebagai kontrol, 600ppm dan 1000ppm) terhadap pelepasan korosi pada kawat ortodonti stainless steel. Di penelitian ini, 30 sampel kawat ortodonti stainless steel diameter 0.16 inci sepanjang 5 cm dibagi 3 kelompok dengan acak. Sampel selanjutnya direndam di ekstrak daun belimbing wuluh yang disimpan dalam 1, 3 dan 5 hari. Diakhir penelitian dilaksanakan pengukuran stabilitas ekstrak daun belimbing wuluh memakai spektrofotometer lalu dilakukan pelepasan ion Nikel untuk mengetahui laju korosi dari kawat ortodonti. Hasil uji oneway ANOVA didapat nilai signifikansi <0.05, menunjukkan bahwa waktu penyimpanan ekstrak daun belimbing wuluh dalam 1, 3 dan 5 hari dalam konsentrasi ekstrak (600ppm dan 1000ppm) berpengaruh terhadap laju korosi kawat stainless steel. Pada uji Post Hoc LSD didapati perbedaan bermakna pada seluruh kelompok uji (p<0.05). Kesimpulannya ialah waktu penyimpanan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh terhadap laju korosi kawat ortodonti stainless steel.
Efektifitas antibakteri ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap Streptococcus mutans Dian Soraya Tanjung; Steven Wijaya; Monika Silaen
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2536

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang umum terjadi pada masyarakat. Penyakit ni dapat disebabkan oleh Streptococcus mutans. Salah satu upaya pencegahan karies gigi adalah dengan menggunakan bahan herbal yaitu daun serai. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap Streptococcus mutans. Metode: Jenis penelitian ni adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design. Sampel dibagi menjadi lima kelompok ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%,50%, dan kontrol negatif. Uji efektivitas antibakteri dilakukan secara difusi dengan metode cakram disk. Diameter hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram, diukur dengan kaliper geser dan hasilnya dianalisis menggunakan uji statistik oneway ANOVA dan posthoc LSD. Hasil: Rata-rata diameter hambat ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah sebesar 4,61±0,44 mm; 5,64±0,53 mm; 6,65±0,35 mm; dan 9,10±0,56 mm, sedangkan DMSO(Kontrol negatif) tidak ditemukan adanya diameter hambat. Hasil uji oneway ANOVA dan posthoc LSD menunjukan ada perbedaan yang signifikan efektivitas antibakteri ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%,50% terhadap Streptococcus mutans (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% memiliki efektivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
[RETRACTED] Pengaruh kulit buah pisang ambon terhadap peningkatan warna gigi Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Suci Erawati; Dini Arta Lestari Dalimunthe
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2539

Abstract

Retraction Notice Artikel ditarik karena ditemukan indikasi plagiarisme,  yang mengacu pada  link: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8073. Oleh karena itu, seluruh konten dan referensi yang berkaitan dengan artikel tersebut dihapus dari Prima Journal of Oral and Dental Sciences.    
Pengaruh penambahan nanosilika sekam padi pada porselen opak terhadap kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam: Sopan Sinamo; Mourent Miftahullaila; Tengku Nurul Rian Ananda
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2555

Abstract

Perawatan prostodontik cekat bervariasi dari restorasi satu gigi sampai pada rehabilitasi oklusi secara keseluruhan. Beberapa bahan yang sering digunakan untuk pembuatan gigi tiruan jembatan adalah logam, logam-keramik, dan keramik. Salah satu sifat mekanik yang dapat mempengaruhi karakteristik keramik adalah kekerasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanosilika sekam padi pada porselen opak terhadap kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam. Jenis penelitian ini adalah Eksperimental laboratories dengan posttest only control group design. Sampel penelitian adalah logam Co-Cr persegi panjang (25±1) mm × (3±0,1) mm × (0,5 ± 0,05) mm. Data dianalisis dengan uji T test independent dan oneway ANOVA. Hasilnya diperoleh kekerasan vickers jembatan keramik logam Co-Cr tanpa penambahan silika 0% adalah 483,30±3,643 dengan penambahan silika sekam padi 1% dan 2% pada lapisan opak adalah 556,42±3,958 dan 515,66±7,294. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada peningkatan kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam dengan penambahan silika 1% dan 2% pada lapisan opak dan yang paling baik pada konsentrasi 1%.
Hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Idamawati Nababan; Muhammad Khusairi
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2565

Abstract

Usia anak sekolah merupakan kelompok usia yang rentan terpapar karies gigi. Tingginya tingkat prevalensi karies pada anak sekolah mencerminkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi yang rendah. Maka demikian, perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi siswa SDN 091 Panyabungan. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan cross sectional design.  Sampel yaitu siswa yang berusia 12 tahun yang bersekolah di SDN 091 Panyabungan. Penentuan besar sampel menggunakan rumus Roscoe dan diperoleh sampel berjumlah 30 orang. Pengumpulan data melalui kuesioer dan pemeriksaan DMF-T pada gigi dewasa sampel. Data dianalisis dengan korelasi spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sampel adalah 8,30±1,601. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata skor DMF-T responden rendah yaitu 1,30±1,179. Dari hasil uji korelasi Spearman dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi siswa SDN 091 Panyabungan dengan derajat hubungan yang kuat dan arah negatif (p=0,000; r=-0,692). Semakin tinggi tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi, maka semakin menurun tingkat keparahan karies.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% terhadap bakteri Enterococcus faecalis Steven Wijaya; Chandra Susanto; Fredy Zuardi
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2566

Abstract

Latar Belakang: Salah satu bakteri yang sering ditemukan dalam kasus kegagalan perawatan endodontik dan yang paling resistan adalah Enterococcus faecalis. Penggunaan larutan irigasi chlorhexidine (CHX) 2% lebih baik melawan bakteri Enterococcus faecalis dibandingkan sodium hypochlorite (NaOCl) 5,25%. Namun, penggunaan CHX dapat menyebabkan pewarnaan gigi, sensasi terbakar pada mukosa, xerostomia, gangguan pengecapan, dan komplikasi sistemik jika tertelan. Lemon merupakan salah satu tanaman obat dan pada bagian kulitnya memiliki senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas antibakteri dari ekstrak kulit lemon (Citrus limon) terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2% (kontrol positif), dan DMSO (kontrol negatif). Setiap kelompok memiliki empat sampel. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, lalu hasil diameter zona hambat yang terbentuk diukur dengan kaliper geser. Hasil: Rerata dan standar deviasi diameter zona hambat (dalam satuan mm) dari ekstrak kulit lemon konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2%, dan DMSO adalah sebagai berikut 6,256 ± 0,304, 7,356 ± 0,262, 8,438 ± 0,918, 11,513 ± 1,296, 21,525 ± 1,184, dan 0. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak kulit lemon yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid / steroid, tanin, dan saponin. Kesimpulan: Ekstrak kulit lemon berbagai konsentrasi memiliki kemampuan antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Management of five root canals in mandibular first molar tooth: A case report Daryono Daryono
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2580

Abstract

The five root canals configuration is one of the abnormal morphology of molar teeth commonly found in the mandibular first molar. The treatment of mandibular first molar with five root canals, of which three were located in the distal root and two in the mesial root. A third canal was found between the distobuccal and distolingual root canals. Cleaning, shaping and filling the root canal system effectively is the basis of successful root canal treatment for aberrant canal configuration. The aim for this case report was present the importance of knowledge of the internal anatomy of five root canals for the success of endodontic treatment in mandibular first molar tooth. A 12 years old girl patient with dull pain in his right mandibular first molar since 5 days ago came to the Department of Conservative Dentistry and Endodontics, Trisakti Dental College and Hospitals. She left that his tooth has cavity since 2 years ago. Objective assessment showed a cavity extended to the pulp involving occlusal area (positive percussion test, negative palpation test). Radiographic examination showed cavity extended to the pulp with apical lesion and periodontal ligament widening on his right mandibular first molar tooth. A diagnosis of irreversible pulpitis with acute apical periodontitis was made for the mandibular right first molar. Pulpectomy treatment for 46 tooth was conducted. Endodontic success in teeth with the number of canals above that normally found requires a correct diagnosis and careful inspection. Morphological variations in pulpal anatomy must always be considered before beginning treatment. Although the incidence of root and canal variations is rare, every effort should be made to find and treat all canals for successful clinical results. Five root canals treatment of mandibular first molar tooth proven to be successful.
Perbandingan efektifitas berkumur air garam konsentrasi 0.9% dengan topikal anestesi benzocaine 20% terhadap terjadinya gag reflex saat pencetakan rahang Susiani Tarigan; Irene Anastasia Tampubolon; Stanley Lieasdy
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2878

Abstract

Background: Orthodontics and prosthodontic treatment requiring impression againts the patients, the impression step always causes an obstacle for operator or dentist because there some patients which have vomiting sensation (gag reflex). Gag reflex can be discribe as a normal mechanism to prevent foreign bodies from entering the trachea, pharynx, or larynx. Gag reflex can be prevented with several ways, one of it is topical anesthetic benzocaine 20%. Aim: to compare the effectiveness of gargling salt water concentration of 0.9% with a topical anesthetic benzocaine 20% in reducing the levels of gag reflex, some studies show that 20% benzocaine can inhibit the nerve receptors that influence its happening gag reflex. Methods: This research is cross-sectional with pre test and post test design. The research was conducted on students of Faculty of dentistry in Prima Indonenesia Univeristy the number of samples obtained as many as 54 people. Data analysis using SPSS 17.0 by using chi square analysis test. Result: Topical anesthetic benzocaine 20% is more effective to reduce the level of gag refelx than gargling with brine solution concentration of 0.9%. Conclusion: Based on the result of statistics test that conducted, can be conluded this research showed that topical anesthetic benzocaine 20% is more effective than gargling with brine solution concentration of 0.9% to reduce the level of gag reflex.

Page 1 of 2 | Total Record : 12