BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia)
Periodical Indonesian Nursing Students is the official journal of nursing students. The purpose of this journal is to provide a place for students to publish original articles to share knowledge related to improving health care and promoting nursing development. The articles we received include: 1. Original research 2. Literature Review 3. Case Reports 4. Editorial 5. Practical Instructions 6. Advetorial 7. Laboratory Research 8. Refreshing Articles of Nursing The scope of articles published in this journal discusses various topics namely: 1. Basic Nursing 2. Surgical Medical Nursing 3. Childcare 4. Nursing Maternity 5. Psychiatric Nursing 6. Emergency and Critical Nursing 7. Nursing Gerontik 8. Family and Community Nursing 9. Nursing Management 10. Disaster Nursing
Articles
153 Documents
SMART WOUNC CARE SEBAGAI PERANGKAT MONITORING WOUND HEALING PADA LUKA BAKARBERDASARKAN CITRA LUKA
Soleha, Ryharti Amilatu
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Januari - Juni 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2813.759 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i1.102
Di Indonesia,luka bakar masih menjadi masalah besar dalam penanganannya.
MAGGOT SEBAGAI BIOTHERAPHY PADA PERAWATAN LUKA DIABETIK
Sari, Mutmainnah;
Muhtar, Trini Andini;
Ramli, Muh. Syahrul
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Januari - Juni 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6922.853 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i1.103
Laporan statistik dari Internasional Federation Diabetes (IFD) menyebutkan bahwa pada tahun 2012 sudah ada lebih dari 371 juta penderita diabetes melitus.
POTENSI BIBLIOTHERAPHY DALAM MENGURANGI KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH
Chaerani, nabila
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Januari - Juni 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4812.597 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i1.104
Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan pada anak.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN PADA TINGKAT KECEMASAN ANAK PRA- SEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI
Choirunnisa, Dicha
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4484.426 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.105
Pendahuluan: Artikel ini memberikan kontribusi di dunia kesehatan anak, khususnya keperawatan yang sering memberikan intervensi pada anak dengan hospitalisasi. Hospitalisasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang karena penyakit atau hal lainnya, diharuskan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pada anak, hospitalisasi merupakan pengalaman yang menakutkan dan membingungkan.Metode: Artikel ini berisi tinjauan pustaka yang menggunakan metode literature review. Pencarian dilakukan secara elektronik dan menggunakan database Pubmed dan Proquest menggunakan kata kunci children, hospitalization, play therapy, anxiety. Selanjutnya jurnal diidentifikasi dan dipilih berdasarkan kerelevanan jurnal dengan topik, dan terpilih tiga jurnal yang ditinjau dengan topik mengenai pengaruh terapi bermain terhadap anak dengan hospitalisasi.Pembahasan: Teori psikososial menjelaskan bahwa anak mulai mengembangkan inisiatif pada saat merencanakan dan mencoba hal-hal baru. Anak akan merasa bangga dan puas ketika dia mampu menghasilkan sesuatu. Rasa bangga merupakan bagian dari kenyamanan, yang perlu dirasakan oleh anak terutama saat hospitalisasi. Kenyamanan yang dirasakan akhirnya akan menurunkan tingkat kecemasan anak saat menjalankan hospitalisasiKesimpulan: Berdasarkan tiga jurnal yang telah dipilih dan ditelaah, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan menggunakan terapi bermain efektif menurunkan tingkat kecemasan anak saat hospitalisasi. Rumah sakit atau keluarga yang mendampingi anak bisa m
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DALAM MELAKSANAKAN LATIHAN AKTIVITAS FISIK REHABILITASI JANTUNG FASE I DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Chairani, Nabila
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2813.759 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.106
Pendahuluan: Penatalaksanaan medis terhadap pasien penyakit kardiovaskular setelah kondisi akut teratasi dan status hemodinamik stabil dianjurkan mengikuti program pemulihan melalui program rehabilitasi jantung fase I. Kepatuhan pasien dalam melaksanakan program rehabilitasi jantung masih tergolong rendah. Diperkirakan sebanyak 24-50% pasien menarik diri dari program rehabilitasi jantung dan hanya 39% pasien yang patuh terhadap latihan aktivitas fisik yang telah direkomendasikan. Salah satu alasan utama pasien tidak melaksanakan program rehabilitasi jantung yaitu rendahnya pengetahuan (hambatan personal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I, dan daily checklist latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I (p= 0,031).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Perawat di ruangan hendaknya memperhatikan pengetahuan pasien dengan memberikan edukasi dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I.
PENGARUH METODE BRAIN GYM TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI MASYHUDIYAH GRESIK
Irandi, Rifanny Dyah
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6922.853 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.107
Selama proses pembelajaran di sekolah anak dituntut untuk dapat memfokuskan konsentrasinya, sehingga diperlukan salah satu metode yaitu Brain Gym. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brain Gym dalam meningkatkan tingkat konsentrasi anak usia sekolah di MI Masyhudiyah Gresik. Studi true experimental menggunakan randomized control group pretest-posttest design dilakukan kepada siswa siswi kelas 4a dan 4b MI Masyhudiyah Gresik dengan kelas 4a sebagai kelompok perlakuan yang mendapatkan intervensi metode Brain Gym dan 4b sebagai kelompok kontrol yang mendapatkan intervensi berupa senam ceria biasa yang sudah menjadi rutinitas di sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dengan jumlah sampel sebanyak 16 untuk kelompok perlakuan dan 16 untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tingkat konsentrasi yang dibuat oleh peneliti. Hasil Penelitian menggunakan uji statistik Paired T test. Pada kelompok perlakuan didapatkan hasil p=0.000 (p<0.05) dan pada kelompok kontrol p=0.708 (p>0.05). Pada kelompok perlakuan nilai mean Pretest (33.19) dan Posttest (40.81). Sedangkan kelompok kontrol selisih nilai mean Pretest (33.69) dan Posttest (33.81). Hasil Uji Independent T Test diperoleh nilai p-value sebesar (0.000) atau (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah metode Brain Gym sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi anak usia sekolah di MI Masyhudiyah Gresik. Sehingga, Brain Gym dapat dijadikan sebagai suatu altenatif dalam meningkatkan tingkat konsentrasi anak usia sekolah dalam upaya menunjang performa akademik anak. Kata kunci : brain gym, konsentrasi, anak usia sekolah
MANAJEMEN STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA: DIHUBUNGKAN DENGAN SELF-MANAGEMENT, SELF-EFFICACY, DAN BEBAN KERJA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Lanang Triana, I Ketut Dian
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4812.597 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.108
Pendahuluan: Perawat pelaksana merupakan tenaga kesehatan yang memberikan peran pengaruh bagi kondisi kliennya secara signifikan. Perawat pelaksana memiliki risiko untuk mengalami stres kerja. Perawat pelaksana dengan self-management dan self-efficacy dan beban kerja yang kurang efektif cenderung berpengaruh pada proses pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self-management, self-efficacy, dan beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yang dipilih melalui teknik sampling purposive dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil uji korelasi rank spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan stres kerja (p=0,043), self-efficacy dengan stres kerja (p=0,007), beban kerja dengan stres kerja (p=0,001). Hasil uji regresi linear mendapatkan bahwa beban kerja merupakan prediktor yang paling dominan berhubungan terhadap stres kerja (p=0,000) (p≤0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel dimana prediktor utama stres kerja adalah beban kerja. Peneliti menyarankan adanya upaya untuk mencegah terjadinya beban kerja dan stres kerja serta upaya untuk meningkatkan self-management dan self-efficacy perawat pelaksana. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya peningkatan self-management dan self-efficacy perawat pelaksana sehingga dapat beradaptasi dengan beban kerja dan stres kerja.
MANAJEMEN STRES KERJA PERAWAT PELAKSANA: DIHUBUNGKAN DENGAN SELF-MANAGEMENT, SELF-EFFICACY, DAN BEBAN KERJA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Triana, Ketut Dian Lanang
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4812.597 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.109
Pendahuluan: Perawat pelaksana merupakan tenaga kesehatan yang memberikan peran pengaruh bagi kondisi kliennya secara signifikan. Perawat pelaksana memiliki risiko untuk mengalami stres kerja. Perawat pelaksana dengan self-management dan self-efficacy dan beban kerja yang kurang efektif cenderung berpengaruh pada proses pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self-management, self-efficacy, dan beban kerja dengan stres kerja perawat pelaksana. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yang dipilih melalui teknik sampling purposive dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil uji korelasi rank spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan stres kerja (p=0,043), self-efficacy dengan stres kerja (p=0,007), beban kerja dengan stres kerja (p=0,001). Hasil uji regresi linear mendapatkan bahwa beban kerja merupakan prediktor yang paling dominan berhubungan terhadap stres kerja (p=0,000) (p≤0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel dimana prediktor utama stres kerja adalah beban kerja. Peneliti menyarankan adanya upaya untuk mencegah terjadinya beban kerja dan stres kerja serta upaya untuk meningkatkan self-management dan self-efficacy perawat pelaksana. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya peningkatan self-management dan self-efficacy perawat pelaksana sehingga dapat beradaptasi dengan beban kerja dan stres kerja.
PENYULUHAN KESEHATAN BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Zainuddin, Suprianto;
Risnah, Risnah;
Irwan, Muhammad
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Januari - Juni 2020
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53345/bimiki.v8i1.120
Pendahuluan: Masa remaja yang menjadi salah satu fase dalam kehidupan manusia, merupakan masa yang dianggap rawan dalam kehidupan. Sebuah masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa yang tentunya perlu memperoleh informasi pengetahuan yang baik salah satunya tentang penyakit menular seksual. Masa ini memerlukan perhatian serius karena mereka masih termasuk dalam usia sekolah dan mereka akan memasuki umur reproduksi yang melibatkan organ seksual, sehingga beresiko mengalami penyakit menular seksual.Metode: Menggunakan metode Pre Eksperimen dengan desain One Group Pre Test-Post Test. Teknik Pengambilan sampel dengan Systematic Random ampling. Responden sebanyak 61 siswa(i) di SMPN 5 Bangkala Kabupaten Jeneponto.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan data bahwa 55 siswa (90.2%) memiliki pengetahuan kategori kurang sebelum diintervensi dengan Penyuluhan Kesehatan dan setelah diintervensi Penyuluhan Kesehatan terdapat 60 siswa (98.4%) memiliki pengetahuan kategori baik, namun masih ada 1 siswa (1.6%) yang memiliki pengetahuan kategori cukup. Hasil uji statistik setelah diintervensi Penyuluhan Kesehatan menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan, menunjukan 61 siswa (100%) responden mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai p value sebesar 0.000 < 0.05.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan pada pengetahuan remaja tetang penyakit menular seksual di SMPN 5 Bangkala Kabupaten Jeneponto.
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PERAWATAN PALIATIF
Retno Widowati, Dwi Eri;
Indarwati, Retno;
Fauziningtyas, Rista
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Januari - Juni 2020
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53345/bimiki.v8i1.121
Pendahuluan: Di Indonesia hanya ada beberapa institusi pelayanan kesehatan yang telah melaksanakan perawatan paliatif. Hal ini terkait dengan pengetahuan para tenaga kesehatan yang berperan dalam pelayanan perawatan paliatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor yang berhubungan dengan pengetahuan perawat dalam perawatan paliatif di RSUD Dr. Soetomo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Total sampel sebanyak 115 responden menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, pendidikan, pengalaman mengikuti pelatihan, lama bekerja, dan jenjang karir, sedangkan variabel dependennya yaitu pengetahuan perawat dalam perawatan paliatif. Data didapatkan dengan kuesioner PCQN dan dianalisis dengan mengguanakan spearman’s rho, dan regresi ordinal. Hasil: terdapat hubungan antara usia (p=0,004) dan lama bekerja (p=0,016) dengan pengetahuan perawat dalam perawatan paliatif. Kesimpulan: Usia, lama bekerja, pengalaman mengiktui pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan perawat. Diharapkan kepada perawat yang ada di RSUD Dr. Soetomo dapat mengikuti pelatihan agar pengetahuan yang didapat terus bertambah serta peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi tentang praktik perawat dalam melaksanakan perawatan paliatif serta dengan jumlah responden yang lebih besar.