cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019" : 7 Documents clear
Karakteristik dan Potensi Pengembangan Kelapa Dalam Bido [Characteristict and Potential for The Development of Bido Tall Coconut ] Meity Aneke Tulalo; Sukmawati Mawardi; Budi Santosa; Ismail Maskromo; Meldy Hosang; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.387 KB) | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.11-18

Abstract

Coconut is a commodity that has an important role in the economy and culture. The various types of coconuts is significant capital in order to support coconut breeding program to obtain coconut varieties according to the needs of farmers and the market in general. North Maluku is one of the coconut center provinces in Indonesia. The research conducted from 2015 to 2017 in Bido Village, North Morotai District, Morotai Island Regency, North Maluku Province. The purpose of this study was to determine the origin of Bido coconut, as well as characterize and evaluate the morphological character, production, fruit components and fatty acid content and the potential development of Bido coconut. Bido coconut research method is done through direct observation. Data collected included the origin of varieties, morphological characters, production, fruit components and fatty acid content. The results showed that coconut Bido has copra yield potential about 4,36 tons/ha/year with main features including fast fruiting, high fruit production, large fruit size and slow growing height with a distance between leaves is + 3 cm. Fatty acid content is 64,50%, with the highest fatty acid content was 48,39% lauric acid. As a source of seeds, 113 PIT of Bido coconut have been selected, with potential to produce 120 nut/tree/year, or around 10.848 seeds that can be used for the development or rejuvenation of coconut plants covering an area of 54,24 ha/year. Rejuvenation and development of Bido tall coconut main plantations have been carried out to increase the potential of seed production and future use in industry. Fast fruit bearing, high production and slow growing stems possessed by Bido coconut have the potential to be a source of pollen in assembling fast-bearing coconut, high production and slow to high.ABSTRAKKelapa merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian maupun budaya.  Tersedianya beragam jenis kelapa merupakan modal yang sangat  berarti dalam mendukung program pemuliaan kelapa untuk mendapatkan varietas  kelapa sesuai kebutuhan petani maupun pasar pada umumnya.  Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi sentra kelapa di Indonesia.  Penelitian dilakukan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul kelapa Bido, mengkarakterisasi dan mengevaluasi karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak serta potensi pengembangan kelapa Bido. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung. Data yang dikumpulkan meliputi asal usul varietas, karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelapa Bido memiliki potensi hasil kopra 4,36 ton/ha/tahun dengan ciri karakter utama cepat berbuah, produksi buah tinggi, ukuran buah besar dan lambat bertambah tinggi dengan jarak antar bekas daun + 3 cm. Kadar asam lemak rantai medium 64,50% dengan kadar asam lemak tertinggi adalah  asam laurat  48,39%.  Sebagai sumber benih, telah diseleksi sebanyak 113 PIT kelapa Bido  yang memiliki potensi produksi buah sebanyak 120 butir/pohon/tahun, atau sekitar 10.848 butir benih yang dapat digunakan untuk pengembangan atau peremajaan tanaman kelapa seluas 54,24 ha/tahun. Perbanyakan dan pembangunan kebun induk kelapa Dalam Bido telah dilakukan untuk meningkatkan potensi produksi benih maupun pemanfaatannya di bidang industri ke depan. Karakter cepat berbuah dan produksi tinggi serta karakter spesifik batang pendek/lambat tumbuh tinggi yang dimiliki kelapa Bido sangat potensial untuk dijadikan sumber polen dalam merakit kelapa cepat berbuah, produksi tinggi dan lambat menjadi tinggi.
Gejala dan Intensitas Serangan Serangga Fitofagus pada Sagu [The Symptoms and Intensity Attacks of Phytophagous Insects on Sago] Rein Estefanus Senewe; Hermanu Triwidodo; Nfn Pudjianto; Aunu Rauf; Marietje Pesireron
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.57-68

Abstract

The growth and development of sago palm naturally interact with the organism such as insects.  The symptoms of damage to the plant canopy sago indicate a relationship between insects and plants.  This study aims to identify phytophagous insects, symptoms of damage and attack rates on sago plants. The study was conducted in the village of Rutong and Tulehu in Maluku, starting in June until September 2016. There are 10 plants/sago clump in each observations in each location determined by purposive sampling. Each sago clump in the growth phase (seedlings, tillers, a trunk stage, and stems / trees), observed symptoms of damage to leaflets and leaf midribs. The results showed four symptoms of attack on the sago canopy with an average intensity of mild attacks. The highest incidence of attack was 37.5% in the phase of a trunk stage with the symptoms of cutout attacks on the leaves. Then seven species phytophag insects were obtained which were associated with sago canopy. Each of the insect imago phases leads to leaf damage with distinctive features, which can potentially cause severe damage to the canopy of the sago plant.ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan tanaman sagu secara alami berinteraksi dengan organisme diantaranya serangga. Gejala kerusakan tajuk tanaman sagu menunjukkan adanya hubungan antara serangga dan tanaman.  Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi serangga fitofag, gejala kerusakan dan tingkat serangan pada tanaman sagu.  Penelitian dilakukan pada areal sagu di Desa Rutong dan Tulehu Provinsi Maluku, dimulai bulan Juni – September 2016. Tersedia 10 tanaman/rumpun sagu ditiap lokasi pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling. Setiap rumpun sagu pada fase pertumbuhan (semai, anakan, sapihan, dan batang/pohon), diamati gejala kerusakan anak daun dan pelepah daun. Hasil penelitian menunjukkan empat gejala serangan pada tajuk tanaman sagu dengan rata-rata intensitas serangan ringan. Insidensi serangan tertinggi (37.5%) pada fase sapihan dengan gejala serangan bentuk guntingan pada daun. Selanjutnya diperoleh tujuh jenis serangga fitofagus yang berasosiasi dengan tajuk tanaman sagu. Masing-masing fase imago serangga menimbulkan kerusakan daun dengan ciri khas berbeda, sehingga dapat berpeluang menimbulkan kerusakan berat pada tajuk tanaman sagu.
Penampilan Bibit Kelapa Dalam Bido dan Hibrida Kelapa Genjah x Dalam Bido [Appearance Seed Bido Tall coconut and Hybrids Dwarf x Bido Tall Coconut] Budi Santosa; Sukmawati Mawardi; Meity Aneke Tulalo; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.19-26

Abstract

Coconut seedlings are growing well with an important role in supporting the success of planting coconut in the field. The higher seed viability are growing well, the more the seed that grew into a coconut seedlings. This study aims to determine seed viability, growth and development of the Bido Tall coconut (DBO) seeds, Hybrid Dwarf x DBO and Khina-1. Coconut variety Bido Tall  is a coconut variety that was just released in 2017 originating from Bido village. This coconut has the advantage of large fruit, fast flowering, short stems,  and stalks slowly getting higher. The research was conducted at the Mapanget Experimental Garden, Indonesion  Palm Crops Research Institute from 2016 - 2018 using a single block method. The material used in this study is derived seed from coconut DBO, Hybrid Genjah x DBO, and Khina-1 coconut. The results showed that the viability seeds of Bido Tall coconut ranged from 73,15% - 88,10%, while the Hybrid Dwarf  x Bido Tall coconut 46,18% - 85,19%. Coconut seedlings do not all grow normally, there are some seeds were stunted (dwarf or a rosette), and the seeds are dead. Besides that, there are seeds that grow with two shoots (polyembriony) and dwarf. Characteristics of plant height, stem girth and leaves number of DB0 coconut are generally higher than Hybrid coconuts Dwarf x DBO and Khina-1. Hybrid Coconut GMW x DBO and GSK x DBO are the two best Hybrid coconut  that has characteristics of plant height, stem girth and leaves number close to or equal to the DBO coconut elders, which is more vigorous than other Hybrid coconuts included with the comparison Khina-1. Red Waingapu and Salak Dwarf coconuts are thought to be the best combining ability with DBO coconut.ABSTRAKBibit kelapa yang tumbuh baik mempunyai peranan penting dalam menunjang keberhasilan penanaman kelapa di lapangan. Semakin tinggi viabilitas benih yang tumbuh baik, semakin banyak benih yang tumbuh menjadi bibit kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa Dalam Bido (DBO), Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Varietas kelapa DBO adalah varietas kelapa yang baru dirilis tahun 2017 yang berasal dari Desa Bido. Kelapa ini memiliki keunggulan yaitu buahnya besar, cepat berbunga, batang pendek, batangnya lambat bertambah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma dari tahun 2016 – 2018 dengan menggunakan metode blok tunggal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih yang berasal dari kelapa DBO, Hibrida Genjah x DBO, dan Khina-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih kelapa DBO berkisar 73,15% – 88,10%, sedangkan kelapa Hibrida Genjah x DBO 46,18% – 85,19%. Bibit kelapa tidak semuanya  tumbuh normal, terdapat beberapa bibit yang terhambat pertumbuhannya (kerdil atau roset), dan  bibit yang mati. Selain hal tersebut,  terdapat  benih yang tumbuh  dengan dua tunas (poliembrioni) dan kerdil. Karakter tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun kelapa DBO pada umunya lebih tinggi dibandingkan kelapa Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Kelapa Hibrida Genjah merah Waingapu (GMW)  x DBO dan Genjah Salak (GSK) x DBO merupakan dua kelapa Hibrida terbaik yang memiliki karakater tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun mendekati atau sama dengan tetua kelapa DBO, dan lebih vigor dibandingkan kelapa Hibrida lainnya termasuk dengan pembanding Khina-1. Kelapa Genjah Merah Waingapu dan Genjah Salak diduga paling baik daya gabungnya dengan  kelapa DBO.
KORELASI DAN ANALISIS LINTAS ANTARA KARAKTER AGRONOMI DENGAN HASIL PADA PINANG EMAS (ARECA CATECHU L.) [CORRELATION AND PATH ANALYSIS BETWEEN AGRONOMY CHARACTERS OF PINANG EMAS (ARECA CATECHU L.) WITH YIELD ] Miftahorrachman, nFN; Mawardi, Sukmawati; Maskromo, Ismail
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.1-9

Abstract

Pinang Emas is a new high yielding variety of arecanut, is resulted from positive mass selection of arecanuts population in Kota Kotamobagu, North Sulawesi Province. The study was purposing to estimate the correlation between vegetative, generative and fruit  component characters to yield of Pinang Emas. The research was conducted in The Kayuwatu Experimental Garden, Indonesia Coconut Palm Research Institue, North Sulwesi, from January to December 2018. Path analysis of 21 characters using formula of Singh and Chaudary. The results of simple correlation analysis produce 25 relationships, most of which are relationships among the fruit component characters and there is no correlation with the number of fruits per bunch (JBT). The results of a simple correlation analysis resulted in 25 relationships, most of which were relationships between fruit component characters and there was no correlation with the number of fruits per bunch (JBT). Path analysis of six characters of fruit component showed only character of polar length of unhusked fruit (PPBTS) has direct effect to weight of fruit with value of r= 0.56 and indirect effect of BBBTS through PPBTS caharacter. The benefit of this research is that the character of PPBTS can be used as a selection criterion for the improvement of the production of Pinang Emas.ABSTRAKPinang Emas merupakan varietas unggul baru pinang,  sebagai hasil seleksi massa positif dari tetua yang berasal dari Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara karakter vegetatif, generatif dan komponen buah dengan produksi buah varietas Pinang Emas. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Kayuwatu, Balai Penelitian Tanaman Palma, Sulawesi Utara, mulai bulan  Januari sampai Desember 2018. Analisa sidik lintas 21 karakter vegetatif, generatif serta komponen buah terhadap karakter jumlah buah per tandan menggunakan rumus dari Singh dan Chaudary. Hasil analisis korelasi sederhana menghasilkan 25 hubungan, sebagian besar adalah hubungan antar karakter komponen buah dan tidak terdapat korelasi dengan jumlah buah per tandan (JBT). Hasil analisis sidik lintas tujuh karakter komponen buah, hanya karakter panjang polar buah tanpa sabut (PPBTS) yang berpengaruh langsung terhadap berat buah utuh (BBU) dengan nilai r=0.56, dan pengaruh tidak langsung karakter BBBPTS melalui karakter PPBTS. Manfaat penelitian ini adalah karakter PPBTS dapat dijadikan kriteria seleksi untuk perbaikan produksi Pinang Emas.  
Analisis Pendapatan Usahatani Tumpangsari pada Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat [Income Analysis Intercropping Farming System On Smallholder Oil Palm Replanting Area] Kusumawati, Sri Ambar; Yahya, Sudirman; Hariyadi, nfn; Mulatsih, Sri; Istina, Ida Nur
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.45-56

Abstract

The major problem rejuvenation on smallholder oil palm plantation is approximately three years loss of income, since the plants have not yet produced,. Loss of income for big companies does not affect of their survival, on the other hand, for smallholders (farmers,) it threatens the survival of the farmers’ family. This study was aimed to analyze the income of intercropping system on smallholder oil palm replanting, carried out in Bukit Jaya Village Ukui Sub-District, Pelalawan Regency, Riau Province, on a replanted 28-year-old oil palm plantation. The experiment was arranged in a Split Plot Design with main plot is three farmer’s units and subplot is four intercropped treatments (corn, soybeans, legume cover crops and natural vegetation) and  three replications. The results showed that corn productivities of planting season 1-3 consecutively were 5,01 t ha-1; 7,51 t ha-1and 6,57 t ha-1. Soybean were 1,60 t ha-1; 1,28 t ha-1 and 2,19 t ha-1. Production costs per ha were IDR. 11.550.000 for corn and IDR 9.955.000 for soybean. Farmer's income with local selling prices of corn, on average, was IDR. 3.280.623  per month per unit and soybean was IDR 636.518  per month per unit.  The average R/C value of corn was 2,66 and soybean was 1,33.  There was no significant effect of intercropping farming system treatments on the growth of oil palms trees for all of three farmers. The use of corn as intercropping provides benefits by obtaining the economic value of their crop yields, since corn was more profitable than soybean.ABSTRAKPermasalahan peremajaan kebun kelapa sawit adalah hilangnya pendapatan selama tanaman belum menghasilkan, kurang lebih tiga tahun. Kehilangan pendapatan bagi perusahaan besar tidak banyak berpengaruh pada perusahaan, namun bagi petani mengancam kelangsungan hidup keluarganya.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usaha tani tumpangsari dan pertumbuhan tanaman pokok, dilaksanakan di Desa Bukit Jaya Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, pada kebun kelapa sawit 28 tahun yang diremajakan.  Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utamanya kapling petani sebanyak tiga, anak petaknya perlakuan empat tanaman sela (jagung, kedelai, kacangan dan vegetasi alami), diulang tiga kali.  Peubah amatan adalah pertumbuhan dan produk-tivitas jagung dan kedelai, biaya produksi, serta pertumbuhan tanaman pokok kelapa sawit.  Data dianalisis meng-gunakan SAS versi 9,4 dan analisis kelayakan R/C rasio.  Hasil penelitian menunjukkan produktivitas jagung musim tanam satu sampai tiga berturut-turut 5,01 t ha-1; 7,51 t ha-1 dan  6,57 t ha-1, atau rata-rata 6,36 t ha-1; kedelai 1,60 t ha-1; 1,28 t ha-1 dan 2,19 t ha-1 atau rata-rata 1,69 t ha-1. Biaya produksi jagung Rp. 11.550.000 per ha dan kedelai Rp. 9.955.000 per ha.  Pendapatan petani rata-rata per bulan per kapling dengan harga jual jagung Rp. 4.350 per kg dan kedelai Rp. 7.000 per kg adalah jagung sebesar Rp. 3.280.623 dan kedelai Rp. 636.518.  Rata-rata nilai R/C jagung 2,66 dan kedelai 1,33.  Dibandingkan dengan praktek baku dengan tanaman kacangan, tidak ada pengaruh perlakuan tanaman sela terhadap pertumbuhan tanaman pokok kelapa sawit pada semua petani. Penanaman tanaman sela jagung pada lahan peremajaan kelapa sawit memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibanding kedelai. ABSTRAKSalah satu permasalahan peremajaan kebun kelapa sawit rakyat adalah hilangnya pendapatan pekebun selama tanaman kelapa sawit belum menghasilkan, paling kurang tiga tahun.  Penelitian ini menganalisis  pendapatan usaha tani tumpangsari pada peremajaan kebun kelapa sawit rakyat.  Penelitian dilaksanakan di Desa Bukit Jaya Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, pada kebun kelapa sawit rakyat umur 28 tahun yang diremajakan.  Penelitian menggunakan rancangan Split-Plot dengan petak utamanya kapling petani sebanyak tiga kapling, sebagai anak petaknya empat perlakuan tanaman tumpangsari yaitu jagung, kedelai, kacangan dan vegetasi alami, dan ulangan tiga kali.  Peubah amatan adalah pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung dan kedelai, biaya produksi, serta pertumbuhan tanaman pokok kelapa sawit.  Data dianalisis menggunakan SAS versi 9.4 dan analisis kelayakan R/C rasio.  Hasil penelitian menunjukkan produktivitas jagung musim tanam satu sampai tiga berturut-turut 4,850 t ha-1; 7,503 t ha-1 dan  6,578 t ha-1, atau rata-rata 6,31 t ha-1;   kedelai 1,603 t ha-1, 1,275 t ha-1 dan 2,193 t ha-1 atau rata-rata 1,69 t ha-1. Biaya produksi jagung Rp. 10.250.000,- per ha dan kedelai Rp 7.850.000,- per ha.  Pendapatan petani rata-rata per ha per musim tanam dengan harga jual jagung Rp. 4.350,- per kg dan kedelai Rp. 7.000,- per kg adalah jagung sebesar Rp. 17.424.950,- dan kedelai Rp. 3.982.333,-.  Rata-rata nilai R/C jagung 2,73 dan kedelai 1,51.  Dibandingkan dengan praktek baku dengan tanaman kacangan, tidak ada pengaruh perlakuan tanaman sela pada pertumbuhan tanaman pokok kelapa sawit pada semua petani. Penanaman tanaman sela jagung pada lahan peremajaan kelapa sawit memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibanding kedelai.
Desain dan Kinerja Mesin Pencungkil Tempurung Kelapa Model Baristand Manado [Design and Performance of Coconut Desheller Machine Baristand Manado Model] Nicolas Tumbel; Supardi Manurung; Ardi K Makalalag
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.27-34

Abstract

The manual shelling process was felt to be inefficient. Therefore, it was necessary to improve the mechanical process by making a coconut desheller machine. The purpose of this study was to design a coconut desheller machine that can produce clean coconut meat. The study was conducted in 2016 in the workshop of the Manado Industrial Research and Standardization Center and a trial at the PT. Royal Coconut, Airmadidi, North Minahasa. The design of the machine was based on the process of manually removing using machetes or kelewang. After the design was complete, a performance test of coconut shell removal was carried out with three replications. Observations consisted of: machine capacity and coconut quality (cleanliness of coconut shells and broken coconut). The data obtained were analyzed descriptively. The coconut desheller machine that was designed has components such as flywheel discs, oversized knives, drive motors, reducers and frame/tool holders. Flywheel consists of 64 pieces of chisel with a 26 degree slope. The distance between the Flywheel and the kelewang knife was 1.5 cm. Overall, the machine tool produced has a length of 70 cm, width 70 cm and height 115 cm, made of stainless steel (SS), iron plate and iron elbow. Based on the results of the trial, the machine has an average capacity of 78 coconuts in 10 minutes, 264 coconuts in 30 minutes, and 663 coconuts in 60 minutes. The broken coconut produced is around 3,4-3,8%. There was already a coconut desheller machine, but a large investment was needed for the installation due to the unavailability of a local coconut desheller machine. So that only large coconut flour industries can use coconut desheller machines. This Baristand Manado coconut desheller model machine can be a solution and can be used by middle industry groups, especially the dry grated coconut industry (coconut flour) or Small and Medium Enterprises.ABSTRAKProses pencungkilan tempurung secara manual dirasakan kurang efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan proses mekanis yaitu dengan membuat mesin pencungkil tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain mesin pencungkil tempurung kelapa yang dapat menghasilkan daging kelapa yang bersih. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2016 di bengkel Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado serta uji coba di pabrik PT. Royal Coconut, Airmadidi, Minahasa Utara. Desain alat didasarkan pada proses pencungkilan secara manual memakai parang atau kelewang. Setelah rancang bangun selesai, maka dilakukan uji kinerja pencungkilan tempurung kelapa dengan tiga kali ulangan.  Pengamatan terdiri dari: kapasitas mesin dan kualitas kelapa (kebersihan cangkang kelapa dan kelapa pecah). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Mesin pencungkil tempurung kelapa yang dirancang memiliki komponen yaitu piringan roda gila atau Flywheel, pisau kelewang, motor penggerak, reducer dan rangka/dudukan alat. Flywheel terdiri dari mata pahat berjumlah 64 buah dengan sudut kemiringan 26 derajat. Jarak antara Flywheel dengan pisau kelewang adalah 1,5 cm. Secara keseluruhan, alat mesin yang dihasilkan memiliki ukuran panjang 70 cm, lebar 70 cm dan tinggi 115 cm, terbuat dari bahan stainless steel (ss), plat besi dan besi siku. Berdasarkan hasil ujicoba, mesin memiliki kapasitas rata-rata 78 kelapa dalam 10 menit, 264 kelapa dalam 30 menit, dan 663 kelapa dalam 60 menit. Kelapa pecah yang dihasilkan sekitar 3,4-3,8%. Alat mesin pencungkil tempurung kelapa memang sudah ada, tetapi dibutuhkan investasi yang besar untuk instalasi dikarenakan belum tersedianya alat mesin pencungkil kelapa secara lokal. Sehingga hanya industri-industri tepung kelapa besar yang bisa menggunakan mesin pencungkil tempurung kelapa. Alat mesin pencungkil tempurung kelapa model Baristand Manado ini bisa menjadi solusi dan dapat digunakan oleh kelompok industri menengah khususnya industri kelapa parut kering (tepung kelapa) atau Usaha Kecil Menengah.
Karakterisasi Bakteri Endofit Kitinolitik sebagai Agens Biokontrol Patogen Ganoderma boninense pada Kelapa Sawit [Characterization of Chitinolytic Endophyte Bacteria as Biocontrol Agents of Ganoderma boninense Pathogen on Oil Palm] Rahma Rahma; Tutik Kuswinanti; Ade Rosmana
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.35-43

Abstract

Basal stem rot caused by Ganoderma boninense is one crucial disease in oil palm. The used of chitinolytic bacteria is one part of biological control to suppress G. boninense. This study aimed to isolate and characterize chitinolytic bacteria associated with roots of oil palm which have the potential as agents biocontrol against the pathogens of G. boninense, the caused of basal stem rot disease of oil palm. The study was conducted in North Luwu, East Luwu, and Makassar Districts from January to September 2017. The research was done in  four stages that consist of isolation of endophytic bacterial, testing chitinolytic activity, testing antagonistic and biochemical identification. The results showed that from 14 bacterial isolates obtained, two of them had chitinolytic activity with index of 2,35 and 3,37 respectively. Both of these bacteria can inhibit G. boninense on solid medium by 24,9% and 69,4% respectively and on the liquid medium by 47,5% and 68,5% respectively five days after inoculation. Based on biochemical characterization, these bacteria have similarities with Bacillus sp, and Serratia sp. To be concluded, Serratiasp. is a potential medium to be for controling basal stem rot disease on oil palm.ABSTRAKBusuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma boninense merupakan salah satu penyakit penting pada kelapa sawit. Pemanfaatan bakteri kitinolitik merupakan salah satu bagian pengendalian hayati untuk mengontrol G. boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri kitinolitik yang berasosiasi dengan akar tanaman kelapa sawit yang berpotensi sebagai agens biokontrol terhadap G. boninense, penyebab penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, dan Makassar sejak bulan Januari sampai September 2017. Penelitian ini terdiri atas empat tahap, yaitu isolasi bakteri endofit, uji aktivitas kitinolitik, uji antagonis dan identifikasi secara biokimia. Hasil penelitian diperoleh 14 isolat bakteri dimana dua bakteri diantaranya memiliki aktivitas kitinolitik dengan indeks masing masing 2,35 dan 3,37. Kedua bakteri tersebut dapat menghambat G. boninense pada medium padat masing masing 24,9% dan 69,4% serta pada medium cair masing masing 47,5% dan 68,5% lima hari setelah inokulasi. Berdasarkan karakterisasi secara biokimia, bakteri tersebut memiliki kemiripan dengan Bacillus sp, dan Serratia sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serratia sp. berpotensi dalam mengendalikan penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7