cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019" : 26 Documents clear
PENANAMAN KARAKTER KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMA NEGERI 1 MEMPAWAH Astuti, Winda Wahyu; Darmadi, Hamid; Firmansyah, Syarif
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.628 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1440

Abstract

Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan informasi secara objektif mengenai penanaman karakter kemandirian belajar siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 mempawah Hilir. Adapun secara khusus tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu observasi partisipatif, teknik komunikasi langsung, studi dokumenter, gabungan/triangulasi, dan, serta studi kepustakaan. Adapun alat pengumpul data pada penelitian ini panduan observasi, panduan wawancara, dokumen-dokumen, data triangulasi, dan sumber-sumber penelitian terdahulu. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, disply data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Bentuk karakter kemandirian belajar siswa meliputi disiplin, percaya diri, tanggung jawab, berjiwa kepemimpinan dan toleransi antar sesama; (2) Adapun faktor yang mempengaruhi karakter kemandirian belajar siswa melalui kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka meliputi kegiatan baris berbaris, upacara, permainan, perkemahan dan perjalanan lintas alam atau pengembaraan; (3) Upaya yang dilakukan Pembina kesiswaan dalam penanaman karakter kemandirian belajar melalui Ekstrakulikuler Pramuka meliputi: (1) penerapan sistem among; (2) mengelola satuan pramuka; (3) menciptakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan mengandung nilai-nilai pendidikan; (4) memahami siswa dan kebutuhannya.
NILAI KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI TEPUNG TAWAR PADA ETNIS MELAYU SAMBAS Hemafitria, Hemafitria
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.16 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1435

Abstract

Salah satu nilai yang dapat dijadikan landasan pengembangan karakter anak adalah nilai-nilai kebaikan suatu daerah yang mengakar kuat sebagai sistem budaya, yang kemudian disebut sebagai kearifan lokal. Kearifan lokal tepung tawar merupakan tawaran yang menarik untuk pengembangan pendidikan karakter, karena pada dasarnya pengembangan karakter harus diikuti dengan integrasi identitas nasional pada anak, identitas nasional atau nasionalisme pasti akan terkait erat dengan jaringan budaya nasional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan temuan bahwa Tradisi Tepung Segar memiliki Nilai Karakter Berdasarkan Kearifan Lokal Komunitas Melayu Sambas. Tradisi kelahiran tepung tawar : 1) nilai-nilai agama, syukur dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter agama, 2) nilai kesatuan dengan alam dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter tanggung jawab dan disiplin, dan 3) nilai-nilai sosial, cinta dan kasih sayang, juga karena keselamatan dan kehidupan yang baik dapat dikontekstualisasikan menjadi karakter kasih sayang, perhatian, dan kerja sama. Kearifan lokal menjadi tawaran yang menarik bagi pengembangan pendidikan karakter, karena pada dasarnya pengembangan karakter harus diikuti dengan integrasi identitas nasional dalam warganegara.
COVER DLL Tim, Editorial
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.92 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1783

Abstract

Halaman Cover dan Editorial Board
PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN OLEH GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Rohani, Rohani; Maman, Maman; Sulha, Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1441

Abstract

Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metodologi penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitiannya adalah studi hubungan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Rasau Jaya Kab. Kubu Raya berjumlah 35 Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemberian penguatan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan di kategorikan “Baik” dengan rata-rata sebesar 58,07%, hal ini di dukung dengan pemberian penguatan verbal yang mencapai nilai 63%, dan nonverbal yang mencapai nilai 55%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII di SMP Negeri 4 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya di kategorikan “baik” dengan rata-rata sebesar 72,91. Terdapat pengaruh pemberian penguatan oleh guru terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII di SMP Negeri 4 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya adalah sebesar 70,16%.
PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA MELALUI BUDAYA SEKOLAH Widiyanto, Delfiyan; Istiqomah, Annisa
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1436

Abstract

Tujuan artikel ini adalah memberikan analisis teoritik bahwa pembinaan kesadaran bela negara dapat dilakukan melalui budaya sekolah. Kesadaran bela negara menjadi bagian dari upaya bela negara. Kesadaran bela negara sebuah perilkau mempertahankan kelangsungan bangsa dan negara yang berlandasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa, dalam rangka menjaga keutuhan, kedaulatan, serta kelangsungan hidup hidup bangsa dan negara Indonesia. Untuk membentuk kesadaran bela negara dapat dilakukan dengan melalui budaya sekolah. Budaya sekolah berupa nilai, norma, dan aturan yang terdapat pada kehidupan sekolah, sehingga dengan adanya budaya sekolah dapat membantu membina anak dalam kesadaran bela negara. Budaya sekolah dapat mempengaruhi perilaku dari siswa, dikarenakan budaya sekolah memiliki fungsi pembentuk perilaku siswa dan sebagai tata nilai. Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dapat diimplementasikan menjadi nilai dalam kehidupan dilingkungan sekolah. Sehingga budaya sekolah dapat membina karakter siswa berupa responsibiliy dan citizenship. Perilaku siswa yang mencerminkan sadar akan bela negara, yaitu taat pada tata tertib, jujur, dan disiplin dan toleransi antar sesama.
PENGUATAN PENGETAHUAN KEWARGANEGARAAN (CIVIC KNOWLEDGE) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MAHASISWA Belladonna, Aprillio Poppy; Anggraena, Selly Novia
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1442

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penguatan pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge) dalam meningkatkan kesadaran hukum mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi studi dokumentasi dan studi literatur. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pengetahuan melalui mata kuliah pendidikan kewarganegaraan merupakan langkah yang baik, namun untuk membangun kesadaran hukum perlu dibangun dengan habituasi atau pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari sehingga yang dibangun bukan hanya sebatas pengetahuan saja. Kesadaran hukum mahasiswa STKIP Pasundan sudah tergolong baik terlihat dari bagaimana mereka mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan kampus. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kepatuhan atau ketaatan terhadap hukum didasarkan pada tempat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE BERKIRIM SALAM DAN SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 PONTIANAK Monica, Luvy; Octavia, Erna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1437

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di sekolah menengah pertama negeri 20 pontianak.Metode penelitian ini metode Kuantitatif jenis eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahandata, maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebelum dilaksanakannya model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak, termasuk dalam kategori “tidak tuntas”, karena rata-rata hasil beajar yang dilakukan oleh peneliti adalah 60,94. (2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah dilaksanakannya model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak.termasuk dalam kategori “Tuntas”, karena rata-rata hasil belajar yang dilakukan oleh peneliti adalah 75,31 . Ini dapat dilihat dari adanya keinginan siswa untuk berhasl dalam belajar, serta adanya semangat dan kebutuhan untuk meningkatkan hasil belajar dengan sangat baik.(3) Terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak. Ini dilihat dari perhitungan berapa besar pengaruh atau (tinggi rendah) menggunakan Effect Size yang hasilnya yaitu Es = 1.49 “tergolong tinggi” dengan Kriteria besarnya Effect Size adalah Es < 0,3 tergolong rendah, 0,3 ≤ Es ≤ 0,7 tergolong sedang, Es > 0,7 tergolong tinggi.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DALAM RANGKA PEMBINAAN KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN SISWA Hasanah, Sitti Uswatun
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1443

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler paskibra memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter dan sikap siswa karena paskibra dapat menanamkan sikap tegas, bertanggungjawab, disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan, serta di dalam setiap pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler paskibra dapat menumbuhkan aspek sikap semangat kebangsaan yakni cinta tanah air, rela berkorban, persatuan dan kesatuan, serta jiwa pembaharu atau pantang menyerah. Sehingga siswa dapat mengemban rasa bangga akan cinta tanah air dan semangat kebangsaan yang bertumpu pada nila-nilai pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keberadaan kegiatan ekstrakurikuler paskibra tidak hanya berperan positif dalam membangun sikap disiplin tetapi juga nasionalisme, yang sejalan dengan tujuan pendidikan kewarganegaraan yaitu menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara serta membentuk sikap dan prilaku cinta tanah air bersendikan kebudayaan bangsa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMP BUMI KHATULISTIWA Moad, Moad; Zuldafrial, Zuldafrial
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewaranegaraan di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini merupakan penelitian dasar dengan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Informan terdiri dari kepala sekolah, guru PKn, dan siswa serta dokumen pemebelajaran terdiri dari silabus, RPP, foto pembelajaran dan penilai pembelajaran. Internalisasi nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP Bumi Khatulistiwa maliputi (1) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkkan guru mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karakter yang di kembangkan dalam pembelajaran meliputi: Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Menghargai Prestasi, Bersahabat/ Komunikatif, Peduli Lingkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab yang di kembangkan malalui Materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dengan ilmu pendidikan kewaganegaraan bersumber dari buku media sosial, publikasi dan media cetak yang tersebar dalam satuan perangkat pembelajaran yang di rencanakan guru dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang dirancang guru dalam rancangan satu semester. Motode bervariasi dengan mendepankan metode studen center dan konfensional. Pada proses pelaksanaan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn dapat dilihat dari beberapa bagian, proses pembelajaran, Materi, Strategi atau metode pembelajaran yang digunakan, media pembelajaran yang digunakan, dan evaluasi yang digunakan. Strategi dan motode yang digunakan oleh guru PKn dalam pembelajaran yang mengimplemntasikan nilai-nilai pendidikan karakter memliputi: (1) Strategi Pembelajaran Langsung (2) Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction) (3) Strategi Pembelajaran melalui Pengalaman  (4) Strategi Pembelajaran Mandiri dengan media pembelajaran bersifat audio, visual dan audio-visual. Hasil akhri dari implemtasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran PKn ini output pembalajarannya tidak hanya terfokus penilaian akademis tetapi juga karakter yang di internalisasikan dalam pembelajaran PKn.
PEMBINAAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAAN ANTAR UMAT BERAGAMA Novianty, Fety
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1444

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pembinaan masyarakat multikultural dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Perlunya dilakukan pembinaan masyarakat multikultural, karena adanya perbedaan agama, budaya, suku, bahasa, adat istiadat dan kepentingan sosial lainnya. Karena kekayaan budaya dan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia ini, sesungguhnya bisa menjadi potensi integrasi, sebaliknya manakala perbedaan itu dikelola kurang baik, maka hal itu akan menjadi potensi disintegrasi bangsa. Pembinaan masyarkat multicultural disini, jika dihubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini kiranya menjadi sangat jelas bahwa multikulturalisme perlu dikembangkan di Indonesia. Dengan cara itu kita dapat memaknai “Bhinneka Tunggal Ika” secara tepat dan benar, seimbang dan proporsional. Melalui kebijakan ini pula kita dapat menerapkan “Persatuan Indonesia” dengan mengembangkan semangat nasionalisme sebagaimana diharapkan. Untuk itu penerapan dan pembinaan multikulturalisme di Indonesia perlu diberi cirri khusus dalam konteks untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

Page 2 of 3 | Total Record : 26