cover
Contact Name
Sakti Ritonga
Contact Email
ijis.uinsu@gmail.com
Phone
+6281362954860
Journal Mail Official
ijis.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Kampus II UIN Sumatera Utara Medan Gedung Prof. Drs. Harun Harahap, Lt. 1 Kantor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences
ISSN : -     EISSN : 27222128     DOI : 10.30821
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences (IJIS) is an international, scholarly open access, peer-reviewed and fully refereed journal focusing on theories, methods and applications in Islamic social sciences. As an international, online-only journal it is devoted to the publication of original, primary research (theoretical and empirical papers) as well as practical applications relating to Islamic social sciences with no cost.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
KONSEP PILAR PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Zulfikar Ali Buto; Hafifuddin Hafifuddin
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12574

Abstract

Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam dengan melakukan analisis kritis melalui fenomena dan sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kerangka konsep pengembangan merupakan pedoman atau landasan berpijak serta ruang gerak pengembangan lembaga yang bermuara pada manajemen quality seluruh komponen lembaga. Kerangka konsep pengembangan lembaga dijadikan sebagai ruang pembatas arah dan alur yang dijalani untuk mengembangkan lembaganya masing-masing. Sebuah lembaga yang notabene-nya ingin melakukan pengembangan, namun belum bahkan tidak memiliki konsep pengembangan yang jelas. Kenyataan ini teridentifikasi di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia umumnya, kerangkan konsep pengembangan lembaga menjadikan lembaga seperti berjalan di tempat. Pola pengembangan dilakukan berdasarkan konsep yang berjalan sendiri dengan realita yang ada dan terkesan lahir secara mendadaka. Studi ini menawarkan beberapa konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam berupa penanaman nilai-nilai al-tazkiyah, al-tarahim, al-takhallus, al-ruh al-mustaqbal/al-khayaly, al-ta‘abbud, al-tarikhiyah/durus al-mihnah al-tarikhiyah dalam lingkungan kampus. Kata Kunci: pendidikan Islam, perguruan tinggi, pilar pengembangan, kampus
KLASIFIKASI ILMU DALAM TRADISI INTELEKTUAL ISLAM Ja'far Ja'far
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12576

Abstract

Abstrak: Studi ini mengkaji konsep ilmuwan Muslim tentang klasifikasi ilmu. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data didasarkan pada sumber-sumber tertulis dan otoritatif. Studi ini didasari oleh fakta bahwa Islam mewajibkan setiap Muslim menuntut ilmu. Alquran maupun hadis memberikan petunjuk bahwa Islam merupakan agama yang memandang penting ilmu. Aktivitas membaca menjadi kegiatan penting menurut Alquran, dan ini bisa dilihat dari fakta bahwa ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi adalah berkaitan dengan kegiatan membaca (iqra’). Nabi dalam berbagai hadisnya juga memberi isyarat tentang kewajiban dan keutamaan menuntut dan mengembangkan ilmu. Studi ini menunjukkan bahwa para pemikir Muslim merinci pandangan Alquran dan hadis tentang ilmu yang wajib dipelajari. Studi ini akan mengungkap pandangan al-Ghazâlî, Quthb al-Dîn al-Syîrâzî, Ibn Khaldûn, Ibn al-Qayyim al-Jauziyah dan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Pendapat mereka mengarah pada kesimpulan bahwa Islam mewajibkan kaum Muslim untuk menuntut dan mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi dunia Muslim, baik ilmu syariah maupun ilmu filsafat. Studi ini turut memperkuat gugusan referensi tentang kajian epistemologi Islam di Indonesia. Kata Kunci: ilmu, syariah, filsafat, peradaban Islam  
HAMBATAN KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK: Terminologi, Faktor dan Solusi T. Faizin
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12591

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tentang hambatan komunikasi orang tua terhadap anak baik dalam mengenal diri sendiri maupun dalam mengenal Allah SWT meliputi terminologi, faktor dan solusinya. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data didasarkan pada sumber-sumber tertulis dan otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi yang efektif dilakukan oleh orang tua kepada anak dalam mendidik anak untuk kecerdasan dan konsep diri anak dalam penanaman mengenal diri dan mengenal Allah harus mempunyai beberapa landasan pengetahuan keilmuan agar tidak terjadi hambatan berkomunikasi diantaranya pengetahuan tentang komunikasi, baik bentuk dan teknik komunikasi. Dari sisi konsep diri, orang tua harus memiliki pengetahuan umum yang bersifat khusus untuk mendidik anak agar memiliki konsep diri. Dari segi mengenal diri dan mengenal Allah, orang tua juga dituntut untuk memahami agama yang mendalam agar orang tua bisa menanamkan dan memberi pengertian kepada anak untuk mengenal dirinya, juga mengenal Allah, dan paham tujuan kehidupan dunia, selain juga mahir menyampaikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menjalankan kehidupan dunia kepada anak agar anak selamat dunia dan akhirat.Kata Kunci: hambatan komunikasi, orang tua, anak
MENETAPKAN HUKUMAN HUDUD DENGAN METODE QIYAS Watni Marpaung
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.16519

Abstract

The debate of opinions in fiqh studies is an ongoing study to be discussed. The birth of various schools of thought in the field of fiqh is a reflection of the diversity of understanding of the scholars of the texts of the Qur'an and Hadith. Interestingly, the difference is not only in the study of fiqh but in what is more important, namely the method of legal istinbat. In this case, Hanafi and Syafii fiqh have different views when applying qiyas to determine hudūd punishments. For hanafi that qiyas cannot be used in determining hudud punishment, on the other hand for Syafi'i fiqh that qiyas can be used to determine hudud.Keywords: Qiyas, hudud
INTERAKSI SOSIAL PENGANUT BAHA’I DI MEDAN Yolandari Lingga Bayu; Sakti Ritonga
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.14681

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi penganut Baha’i di Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian fieldresearch (penelitian lapangan) dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, selanjutnya teknik pengumpulan data melalui informan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data dan verifikasi.Hasil penelitian, agama Baha’i di Indonesia telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam surat Keputusan Menteri Nomor: MA/276/2014 sebagai salah satu agama tersendiri (independen) dan bukan aliran kepercayaan dari agama lain. Agama Baha’i telah masuk ke kota Medan berawal dari tahun 1949 dan lebivsh diketahui pada tahun 1957. dr. Samandari merupakan pelopor Baha’i yang masuk ke kota Medan. Interaksi penganut agama Baha’i di Medan dapat dilihat dari aktivitas umat Baha’i di Medan terbuka bagi siapa saja untuk mewujudkan prinsip kesatuan umat manusia, keterbukaan itu dapat kegiatan, yaitu: Doa bersama, Pendidikan rohani bagi anak-anak, pemberdayaan rohani bagi remaja, pemberdayaan rohani bagi muda-mudi dan dewasa. Agama Baha’i terbuka karena ingin diakui dan diterima di tengah-tengah masyarakat dan menyatukan seluruh masyarakat dari agama atau pun suku mana pun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5