cover
Contact Name
Anastasia Cinthya Gani
Contact Email
anastasiag@fsrd.untar.ac.id
Phone
+6221-5663125
Journal Mail Official
jurnalvisual@fsrd.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara Blok K Lt.4-5 Kampus I Jl. Letjen. S. Parman No.1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visual
Jurnal Visual berperan sebagai media yang menampilkan berbagai pemikiran sivitas akademika dan peneliti tentang hal-hal yang memiliki konteks dan relevansi dengan bidang seni rupa dan desain, sekaligus sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kebudayaan pada umumnya, sehingga diharapkan dapat menunjang pengembangan keilmuan seni rupa dan desain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
ELEMEN PEMBENTUK SENSE OF PLACE PADA KAMPUNG KOTA Ferdinand Kendall
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.10956

Abstract

Kota Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan merupakan sebuah kota yang terbentuk dari catatan sejarah yang cukup panjang dimulai sejak awal abad ke-17. Elemen-elemen pembentuk kota seperti area permukiman telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta sendiri. Sebagai salah satu bentuk permukiman kota, kampung kota yang muncul secara organik merupakan salah satu akibat yang terjadi karena perkembangan kota yang pesat. Kampung Luar Batang adalah salah satu kampung kota yang terbentuk di masa kolonial Belanda serta merupakan salah satu kampung tertua di kota Jakarta. Lewat sejarah dan asal usul terbentuknya, tentu Kampung Luar Batang memiliki nilai-nilai karakter sebagai sebuah “place” yang tentu perlu dijaga dan lestarikan. Maka dari itu diperlukan sebuah kajian untuk memahami lebih jauh tentang karakter Kampung Luar Batang sebagai sebuah “place” dengan menggunakan teori John Punter dan John Montgomery tentang Sense of Place yang memiliki 3 aspek penting dalam mewujudkan sense of place, yaitu physical settings, activities dan meaning. Kampung Luar Batang tentu sebagai kampung yang telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta memiliki sense of place yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai karakter serta makna yang ada pada eksistensi Kampung Luar Batang. Sehingga Kampung Luar Batang bukan hanya menjadi sebuah kampung permukiman kumuh namun menjadi kampung yang perlu dilestarikan dan diperhatikan karena Kampung Luar Batang merupakan bagian dari sejarah kota Jakarta.Kata kunci: Kampung, Kota, Sense of Place, Kampung Luar Batang
Pengaruh Perletakan & Dimensi Bukaan pada Dinding serta Aspek Pembayangannya Terhadap Kondisi Pencahayaan Suatu Ruang Abraham Seno Bachrun
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.11089

Abstract

Pencahayaan alami suatu ruang sangat bergantung pada aspek-aspek bukaan, pembayangan, jenis filtrasi (kaca), dan warna dari ruangan itu sendiri. Untuk paper kali ini akan dibahas mengenai aspek-aspek bukaan terhadap kondisi pencahayaan suatu ruang. Percobaan-percobaan dilakukan dengan menggunakan program simulasi komputer RELUX 2006. Ruangan yang diambil untuk disimulasikan kali ini adalah sebuah ruangan baca berukuran 3 x 5 x 4 meter. Kemudian dilakukan 11 simulasi perubahan aspek-aspek perancangan bukaan pada dinding. Hasilnya didapat sejumlah tingkat ke-terang-an (illuminance) dari simulasi ruangan-ruangan tersebut. Kata kunci : Pencahayaan alami, Aspek-aspek bukaan, Simulasi Relux 2006, tingkat ke-terang-an (illuminance)
Aplikasi teknik sisi sikuensial cergam “kraman” karya Teguh Santosa Toni Masdiono
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.11090

Abstract

Komik Indonesia yang lazim disebut Cergam (cerita gambar/cerita bergambar) di masa th ’70-an jarang dibahas sisi-sisi sekuensialnya oleh pengamat komik masa kini. Justru sebaliknya sering dianggap tidak sekuensial karena jumlah panel/frame yang minim, kebanyakan hanya dua panel, atas dan bawah. Padahal cergam mempunyai kaidah-kaidah sekuensial yang berbeda dengan komik masa kini. Hanya saja kaidah-kaidah tersebut memang tidak pernah dibicarakan dan rata-rata seniman cergam atau disebut cergamis memang berkreasi secara spontan. Cergam “Kraman” karya Teguh Santosa dipilih sebagai contoh karena dalam cergam ini mulai nampak cara berceritanya yang makin menarik, cara mengolah gelap-terang dan sekuen-sekuennya yang filmis. Alur baca Cergam Kraman bisa diterapkan untuk pembuatan komik di webtoons yang arah bacanya dari atas ke bawah dan juga bisa untuk instagram. Kata kunci: cergam, komik, seni sekuensial, sekuen
Penerapan Model Desain Lima Langkah dalam Tugas Akhir Desain Komunikasi Visual: Evaluasi Kritis Iwan Zahar
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.11091

Abstract

Hampir 90 persen Skripsi atau Skripsi Sarjana Seni Universitas Tarumanagara tidak memenuhi standar penulisan Tugas Akhir. standar penulisan yang tidak seragam antar dosen, dan tidak ada acuan model penelitian yang jelas, acuan bukan yang terbaru, dan terputusnya informasi antara karya mahasiswa dengan tulisan yang dibuat dalam tugas akhir merupakan rangkaian kesalahan yang ditemukan pada 90 persen tugas akhir di Universitas Tarumanagara.Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, angket kepada mahasiswa, observasi selama pengerjaan tugas akhir, dan review terhadap 40 tugas akhir di Desain Komunikasi Visual Universitas Tarumanagara. Wawancara dilakukan terhadap 5 dosen desain komunikasi visual, 80 mahasiswa dan wawancara mendalam dengan enam mahasiswa. Penerapan model Robin Landa membuat siswa bekerja lebih sistematis mulai dari pengumpulan data, tahap perancangan, asal usul ide, dan pembuatan prototipe. Dampak terpenting dari model Robin Landa adalah evaluasi wawasan siswa dapat dilacak dari empat tahap model kreatif Wallas yang terintegrasi dalam model Robin Landa Kata Kunci : Index Terms—Robin Lands’s model, Wallas’four-stage model
PENANAMAN NILAI – NILAI PANCASILA BAGI GENERASI MUDA TIONGHOA Kurnia Setiawan; Ninawati Lihardja; Meiske Yunithree
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.11094

Abstract

Pancasila berperan sebagai pemersatu bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan dan merupakan dasar negara hasil konsensus para pendiri bangsa. Meskipun demikian, sejak dahulu sampai sekarang pernah terjadi berbagai pergolakan yang ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini semakin mengkhawatirkan pada masa sekarang dengan semakin menguatnya politik identitas dan intoleransi di masyarakat demi kepentingan kekuasaan. Sejak reformasi 98 ada kebebasan dan kebangkitan kesadaran politik bagi etnis Tionghoa. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penanaman nilai – nilai Pancasila bagi orang muda Tionghoa melalui kegiatan lokakarya kebangsaan “API PANCASILA” dengan menggunakan pendekatan experiential learning. Penelitian akan merekam proses lokakarya yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan metode observasi dan wawancara. Pendekatan experiential learning yang diterapkan memberikan kesempatan peserta untuk aktif berpartisipasi aktif selama acara. Melalui beragama aktivitas suasana lokakarya menjadi hidup dan menumbuhkan antusiasme peserta. Semua peserta mengakui ppentingnya ideology Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Adapun ketika mereka melalukan eksposure (observasi dan wawancara) dengan berbagai kelompok masyarakat di Jakarta, ternyata ada perbedaan dalam tingkat pemahaman mereka tentang Pancasila.Keyword: Pancasila, experiential learning, generasi muda Tionghoa

Page 1 of 1 | Total Record : 5