cover
Contact Name
Iing Mustain
Contact Email
iing.mustain@akmicirebon.ac.id
Phone
+6281222839838
Journal Mail Official
jurnal@akmicirebon.ac.id
Editorial Address
Jln. Jendral Sudirman No. 156 Cirebon
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim
ISSN : 26849135     EISSN : 27221679     DOI : https://doi.org/10.51578
Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim (Jurnal Sitektransmar) merupakan jurnal yang memfokuskan kemaritiman dan memfasilitasi bagi para teknisi, pemerintah, pendidik, ilmuwan, peneliti, dan operator dan praktisi perkapalan, pemerhati lingkungan kelautan, dan penggiat pariwisata pantai dan laut, menejemen transportasi laut. Membahas tentang perkembangan teknologi, keteknikan, sains, dan menejemen transportasi laut dan kepelabuhanan. Topik yang dibahas diantaranya sains dan teknik perkapalan, nautika, navigasi, sistem pengerak mesin kapal, energi dan energi terbarukan kelautan, metodologi desain dan operasional kapal, produk teknologi dan pemerliharaan kapal, sistem dinamika dan kendali, sains material, kepelabuhan dan menejemen transportasi laut, pariwisata pantai dan laut, ekowisata kemaritiman, logistik, dan perusahanan pelayaran dan di bidang pendidikan vokasi kemaritiman.
Articles 94 Documents
Kepemimpinan Dan Kinerja Dosen Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Perguruan Tinggi Maritim Kusdibyo
Nama Jurnal Akmi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sitektransmar November 2021
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v3i2.38

Abstract

Perguruan tinggi sebagai pusat pengambanga ilmu pengetahuan dan teknologi serta sesuai dengan fungsinyaberkewajiban meningkatkan perannya yang bergitu strategis dalam mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat melalui tridarmanya. Dapat dikatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi dapat dilakukan dengan adanya peningkatan mutu sumber daya perguruan tinggi khususnya pemimpin dan dosen, pemimpin sebagai pemegang kebijakan dan kekuasaan memiliki peranan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan begitu pula terhadap dosen dengan meningkatkan kinerjanya dan faktor-faktor yang melekat dalampeningkatan kinerja dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi. penelitian ini dilaksanakan di Universitas Maritim AMNI (UNIMAR AMNI) Semarang yang merupakan perguruan tinggi dengan bidang keahlian Kemaritiman dan telah memiliki memiliki 8 prodi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pengambilan sampel pimpinan dan dosen yang ada di UNIMAR AMNI Semarang dengan hasil penelitian bahwa secara bersama-sama terdapat kontribusi dan pengaruh positif dan signifian kepemimpinan dan kinerja dosen terhadap mutu pendidikan.
Kajian Yuridis Penegakan Hukum Pencemaran Minyak Akibat Dari Kecelakaan Kapal Berdasarkan Hukum Nasional Fakhrurrozi
Nama Jurnal Akmi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sitektransmar November 2021
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v3i2.39

Abstract

Meningkatnya permasalahan pencemaran di perairan khususnya pencemaran dari minyak, yang bersumber dari kegiatan yang terkait dengan pelayaran, merupakan permasalahan nasional yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dapat dicegah dan ditanggulangi. Salah satunya dengan menjelaskan ketentuan hukum nasional yang diberlakukan dalam penegakan hukum kejadian pencemaran minyak akibat dari kecelakaan kapal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian hukum yuridis normatif yang didasarkan pada pola pemikiran deduktif. Dalam penyajian data digunakan metode kualitatif yang didasarkan pada analisis data kualitatif berdasarkan putusan Mahkamah Agung No.160.K/PID.SUS/2015. Pembahasannya meliputi ketentuan hukum nasional Indonesia dalam mengatur pencegahan pencemaran minyak di laut dari kecelakaan kapal dan sanksi yang dapat diberikan bagi Nakhoda yang tidak melaksanakan upaya pencegahan pencemaran minyak di laut dari kecelakaan kapalnya. Berdasarkan hukum nasional, upaya penanggulangan pencegahan pencemaran di perairan ini telah di atur ketentuannya secara jelas dalam UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP No. 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim
Peranan Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam Dalam Izin Pembangunan Terminal Khusus Nono Darsono; Yasin Muhammad Syibli; Muhammad Akmal Fajar
Nama Jurnal Akmi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Sitektransmar November 2021
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v3i2.40

Abstract

Terminal Khusus (TERSUS) dan TUKS dibangun dan dioperasikan, hanya bersifat menunjang kegiatan pokok perusahaan. Dan pembangunan pelabuhan hanya bertujuan untuk menunjang usaha pokok dari perusahaan tersebut. Maka sarana transportasi laut menjadi salah satu unsur penting dan tepat, akan tetapi dengan semakin banyaknya jasa-jasa pengiriman barang dan perpindahan orang dari dalam negeri dan ke luar negeri mengunakan sarana tranportasi laut semakin banyak pula peraturan dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah peraturan terkait Pemberian izin pembangunan Terminal Khusus (TERSUS) dengan ketentuan peraturan menteri tentang norma, standar, prosedur dan kriteria perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik sektor perhubungan di bidang laut. Untuk penataan pelabuhan nasional pemerintah Indonesia mengatur dalam suatu peraturan menteri, khususnya untuk terminal khusus dan terminal untuk kepentingan sendiri yang memuat tentang penetapan lokasi, pembagunan dan pengoperasian. Kemudian penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan observasi, kemudian Interview / wawancara, dan metode kepustakaan. Maka peran kjesyahbandaran dan otoritas pelabuhan khusus batam dalam izin pembangunan terminal khusus adalah merekomendasikan pembangunan dan pengoperasian terminal khusus sebagai pengawas dan pengevaluasi jika terjadinya masalah dalam kegiatan tersebut. Dan untuk merekomendasikan pertimbangan aspek keselamatan dan keamanan alur pelayaran
Identifikasi Penyebab Tidak Optimalnya Kinerja Kompresor Utama Terhadap Pengisian Botol Angin Di Kapal KM. Hari Baru Indonesia Santhi Wilastari; Apriandi Manuntun Sabil
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.42

Abstract

Secara alamiah tidak ada barang yang dibuat oleh manusia yang tidak dapat rusak, tetapi usia kegunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan berkala dengan suatu aktivitas yang dikenal sebagai pemeliharaan.Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, atau memperbaikinya sampai mencapai suatu kondisi yang bisa diterima.Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui penyebab tidak optimalnya kinerja kompresor utama terhadap pengisian botol angin, Serta proses penanganan tidak optimalnya kompresor. Metode yang digunakan dalam penulisan antara lain metode observasi atau pengamatan, metode interview atau wawancara dan metode studi pustaka.Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diperoleh, KM. Hari Baru Indonesia mempunyai kendala pada kinerja kompresor antara lain : terdapat karat pada katup isap kompresor, konsumsi oli kompresor yang boros, terdapat kebocoran pada sirkulasi pipa ke botol angin, serta kesalahan dalam pemilihan oli yang mengakibatkan komponen tidak awet. Proses perbaikan dan penanganan pada kompresor sangatlah penting dikarenakan menyangkut olah gerak ataupun untuk keperluan-keperluan lainnya. Tidak optimalnya kinerja kompresor salah satu penyebabnya adalah terdapat karat pada katup isap, udara luar yang masuk menyebabkan munculnya kerak dikarenakan udara tidak benar-benar bersih dan tidak kering. Cara mengatasi adanya karat ialah dengan melakukan penyekiran serta penggantian pada katup isap kompresor.
Kinerja Inert Gas Generator Untuk Mendapatkan Oksigen Konten 3% Pada Gas Lembam Susmita Silva; Abdi Seno; Andy Hermanto
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.43

Abstract

Inert Gas System is a machine that functions as a security system to prevent explosions on tankers. Explosion prevention is carried out by introducing inert gas into the cargo tank with the aim of reducing oxygen levels in the cargo tank atmosphere so as to prevent the formation of a flammable gas mixture. Inert gas contains very little oxygen, namely 1-2% by volume. The device that produces the inert gas is called the Inert Gas Generator (IGG). The purpose of this study was to determine the factors that cause high oxygen content contained in the inert gas and the efforts made related to the factors mentioned so that the inert gas generator can work optimally. The research method used by the author is descriptive qualitative with Fishbone data analysis techniques and SWOT analysis. The results of the study stated that the factors causing oxygen content of more than 3% were dirty fuel filter, too much combustion air supply, oxygen analyzer that was rarely calibrated, flow sampling was too large, fuel quality was not good, lack of crew knowledge. to PMS (Plan Maintenance System) IGG. Efforts have been made to clean the fuel pump filter, close the air capacity valve a little, calibrate the oxygen analyzer according to the PMS schedule, reduce the sampling valve flow into the oxygen analyzer, add fuel oil treatment (additives) to the fuel, pay attention to the IGG maintenance schedule according to PMS, restore the maintenance implementation system based on the PMS inert gas generator schedule.
Distribusi Dan Logistik Hasil Tangkapan Nelayan: Studi Kasus Pada Pelabuhan Perikanan Puger Jember Salmiya Nur Alfathia Artanti; Vivid Dekanawati; Ningrum Astriawati
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.44

Abstract

Indonesian fishery products must be able to follow the requirements for guarantee good quality and the security the customer need to compete in the international market for distribution and logistics of fishermen's catches. This study aims to determine the distribution activity system of fishermen's catches on land in Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger and Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger and to determine the distribution of catches in Puger’s port. The research method used is field research using descriptive methods. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. The results showed that the distribution activity system for fishermen's catches on land at PPP Puger and TPI Puger was divided into 3 (three) stages, starting from when the catch was landed, stored and then transported to the destination. The distribution of catches in PPP Puger shows that the most catches are distributed outside the region are 30%, the second largest distribution is to wholesale diluents, which is 29%, while distribution to cities and villages is 20%, distribution to diluents is 15%, and the lowest distribution to consumers by 6%.
Tanggung Jawab Nahkoda Dalam Pengangkutan Barang Melalui Laut Anung Adityatjahja
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.45

Abstract

The captain as the leader of the ship can be held accountable for the actions of those who work as crew members. The captain during the voyage is obliged to pay attention to the interests of the parties entitled to the cargo, where necessary, he must take action for the benefit of the owner of the cargo. The captain is required to maintain a ship's log book which contains records of everything that happens during the voyage. The sea documents that must be fulfilled by the captain include: mate’s receipt, loading orders, tally sheets, shipping instruction, cargo manifests and so on. Provisions regarding the rights and obligations or responsibilities of the captain have been stipulated, which means to provide clear boundaries regarding the location of the fault and in line with that it is also stipulated who must bear the loss for damage or loss of the cargo being transported. However, in overcoming compensation in the transportation of goods, it can be resolved through a third party, namely insurance that has collaborated with shipping companies.
Analisis Pengaruh Turunnya Tekanan Minyak Pelumas Terhadap Kinerja Motor Diesel Penggerak Utama Abdurohman
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.47

Abstract

The AHTS Transko Balihe ship with a diesel motor as the main propulsion engine. Lubrication is a process that occurs in diesel motors with the aim of reducing the occurrence of heat due to friction, cooling the rubbing parts, avoiding the sound produced by the engine due to friction so that the engine sound will be smoother, avoiding power losses due to friction which means increasing mechanical immersion, and for surface protection against corrosion. The author in this study collected data on problems that arise, then literature studies and questionnaires or interviews which were then analyzed and presented descriptively. This discussion provides an overview of the causes of the decrease in lubricating pressure, namely in the sediment tank that lacks lubricating oil, dirty or clogged filters, too high or low viscosity of lubricating oil, less than optimal pump work, poor manometer, worn engine parts. And the decrease in lubricating oil pressure, such as hot temperatures, greater friction between pistons and cylinder liners and friction in the main bearings and crankpin bearings, also requires attention and maintenance of lubricating oil such as sediment tanks, clogged filters, viscosity of lubricating oil, pump relief work. the valve, the pipes that drain the lubricating oil, the condition of the manometer needle, some parts are worn
Prosedur Serah Terima Tugas Sebelum Crew Melaksanakan Dinas Jaga Di Kapal KM. Sabuk Nusantara Dedi Nuryaman; Shela Denisyanti
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Sitektransmar Mei 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i1.48

Abstract

The role of sea transportation is one of the important modes of transportation. Especially the export-import activities of goods that generate foreign exchange. Therefore, sea transportation facilities for the distribution of goods are the main alternative. In order for this to be carried out properly, it takes the skill of officers to carry ships safely, accompanied by a sense of responsibility and a high work ethic. The rules of guard duty that have been set must be carried out without exception, in order to prevent dangers both while sailing and docking. Research with this descriptive technique is collected in the form of words with the results of observations, interviews, field notes, photos, video tapes, personal documents, notes or memos, and other official documents from research in KM. SABUK NUSANTARA 35. Where the duty of care is carried out well by the guard officers and crew, however, there are things that prevent it from being carried out, namely violations of procedures, workload, and crew fitness. Then carry out the handover of a good guard duty, but in its implementation it is still not optimal. The steps taken to maximize its implementation are preparation, implementation of standards, and implementation.
Penerapan Rest Hour Berdasarkan Maritime Labour Convention 2006 Di Atas Kapal MV. Dewi Ambarwati Meryanti Mery; Ahmad Suhardono; Prananda Herlambang
Nama Jurnal Akmi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sitektransmar November 2022
Publisher : LPPM AKMI SUAKA BAHARI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51578/j.sitektransmar.v4i2.51

Abstract

This research was conducted to determine the application of rest hour on MV. Dewi Ambarwati. In addition, it is also to find out the obstacles in the application of the rest hour and efforts to overcome the obstacles in the application of Rest Hour on MV. Dewi Ambarwati. The method used in this research is descriptive research method. The data in this research were obtained from observations in MV. Dewi Ambarwati, the documents obtained when conducting research in MV. Dewi Ambarwati, and also got from the result of interviews. From the results of this research, it was found that the implementation of Rest Hour on MV. Dewi Ambarwati has used a program that has been provided by a company called Sea Manager. This program can automatically detect errors in the event of overtime or situations that are not in accordance with the 2006 MLC. Even though they have used the Sea Manager program, the application of rest hour still has some obstacles. The obstacles which are happens caused by the lack of rest hours, so it’s causing the performance of the crew will be decrease, the safety of the crew will be threatened, and also the health of the crew will be decrease. Therefore, several efforts were made to overcome existing obstacles, such as organizing working hours, supervising the implementation of work, making daily work procedures so that all crew members can carry out properly Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan rest hour diatas kapal MV. Dewi Ambarwati, mengetahui hambatan dan mengatasi hambatan dalam penerapan Rest Hourtersebut. Metode yang digunakandalampenelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Data yang ada dalam penelitian ini didapat dari hasil observasi di MV. Dewi Ambarwati, dokumen-dokumen yang didapat pada saat melakukan penelitian, serta dari hasil wawancara. Dari hasil penelitian tersebut, didapatkan data bahwa penerapan Rest Hour di atas kapal MV Dewi Ambarwati dalam pelaksanaannya telah menggunakan program yang telah disediakan oleh perusahaan bernama sea manager. Program ini dapat dengan otomatis mendeteksi kesalahan apabila terjadi overtime atau situasi yang tidak sesuai dengan MLC 2006. Walaupun demikian, dalam pelaksanaannya penerapan Rest Hour masih terjadi hambatan.Hambatan yang terjadi dalam penerapan Rest Hour terhadap crew kapal dikarenakan kurangnya jam istirahat sehingga menyebabkan kinerja awak kapal akan menurun, keselamatan kerja awak kapal akan terancam, dan kesehatan awak kapal akan menurun. Maka dari itu, dilakukan beberapa upaya untuk mengatasi hambatan yang ada, seperti dilaksanakannya pengorganisasian jam kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, dibuatnya prosedur kerja harian sehingga dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh awak kapal.

Page 4 of 10 | Total Record : 94