cover
Contact Name
Fariz Al-Hasni
Contact Email
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Phone
+6285934327883
Journal Mail Official
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Berugak Journal, Jln. Pendidikan No. 35, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram
ISSN : 20881169     EISSN : 27146391     DOI : https://doi.org/10.20414/alihkam
Core Subject : Religion, Social,
Al-Ihkam Journal is one of the Faculty Sharia journals of the Departement Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Islam Negeri Mataram, which intensely tries to respond, criticize, and comprehensively analyze related issues in contemporary Islamic Family Law from various scientific perspectives.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2021): Juni" : 6 Documents clear
KETERLIBATAN WARGA NEGARA (CIVIC ENGAGEMENT) DALAM NEGARA DEMOKRASI (IMPLEMENTASI DEMOKRASI PANCASILA DI INDONESIA): Indonesia Nuruddin Nuruddin
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.3986

Abstract

This study aims to explore in-depth the involvement of citizens in terms of the rights and obligations of citizens constitutionally, as stated in the 1945 Constitution after the amendment. Indonesia is a democratic country, where the highest sovereignty and power rests with the people. This is in accordance with the nature of democracy is a government of the people, by the people, and for the people. Then the state guarantees and provides legal protection to every citizen in implementing their rights and obligations with the principle of equality before the law. As a democratic country, on that basis, the involvement of citizens becomes individual and social awareness in carrying out their participation for the sustainability and continuity of national development in the future based on Pancasila and the 1945 Constitution. The writing of this article is supported by literature studies and national and international research journals that are relevant. The final conclusion is that the forms of citizen involvement include the fields of politics, government, education and science, and technology, social welfare, state defense, religion, and socio-culture. The form of citizen participation above will create conditions for a more advanced nation in the future.
POLA HIJRAH ZAMAN NOW PERSPEKTIF ‘UZLAH: Indonesia Muhammad Zamroni
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.4650

Abstract

The word hijrah is currently experiencing an expansion of meaning. Initially, hijrah meant moving from one place to another in search of protection. Now hijrah is interpreted as a condition in which a person intends and is committed to being better. Hijrah is the realization of repentance that is done first and has implications for positive attitudes in society. The implementation of this hijrah is carried out first to continue implementing 'uzlah. As for 'uzlah is an action taken by someone who tries to isolate himself from the crowd to get closer to Allah swt. namely, focusing on taqarrub to Allah swt. Seeing the concept of hijrah, there is a similarity in meaning to the concept of 'uzlah in Sufism. Therefore, here the author tries to compare the two. If we compare today's hijrah with 'uzlah' then we will find a common ground that today's hijrah is a person's starting point to do 'uzlah to Allah swt. If someone can carry out the hijrah correctly, implement the values ??of the hijrah that he is living, then over time that person will definitely try to make 'uzlah' to Allah swt. Because when there is a person's intention and commitment to emigrate, it will not be perfect if his worldly affairs are still above his ukhrawi affairs. When someone has emigrated with the true meaning of hijrah, then that will lead him to the act of 'uzlah to Allah swt. The perfection of 'uzlah will be felt when someone who has migrated has implemented the concepts of takhalli, tahalli, and tajalli well.
TRADISI NASI HADAP-HADAPAN DALAM PESTA PERNIKAHAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TANJUNGBALAI: Indonesia Rezkia Zahara Lubis
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.3186

Abstract

Fenomena tradisi nasi hadap-hadapan dalam acara pesta pernikahan yang terjadi di Kota Tanjungbalai, yang mana ada dampak pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi nasi hadap-hadapan dalam pesta pernikahan pada masa covid-19 di Kota Tanjungbalai. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian studi kasus, metode yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara dan observasi. Penelitian ini bersifat deskriptif-analisis yang menggambarkan sesuatu fakta apa adanya secara sistematis dan akurat, kemudian menganalisanya secara cermat dan teliti, serta menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan informasi bahwa dalam tradisi nasi hadap-hadapan dalam pesta pernikahan sangat bisa berdampak pada penularan covid-19 yang merupakan virus dengan penularan yang tercepat. Acara tradisi nasi hadap-hadapan dalam pesta pernikahan tetap dilaksanakan dalam situasi pandemi covid-19 karena tradisi tersebut merupakan adat turun-temurun dan sebagai salah satu inti acara di pesta pernikahan dengan para tamu tetap pada protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).
KEKUATAN TESTIMONIUM DE AUDITU PADA PEMBUKTIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA: Indonesia Faisal Zulfikar; Arif Rahman
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.3482

Abstract

Alat bukti saksi merupakan salah satu alat bukti yang digunakan hakim sebagai dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi di Pengadilan. Alat bukti saksi yang berupa keterangan dalam tahapan pembuktian perkara perdata adalah suatu peristiwa yang didasarkan pada pengetahuannya atas sebuah peristiwa perdata baik yang didengar, dilihat dan dialami sendiri dengan menyebutkan alasan dari pengetahuannya di muka persidangan. Keterangan saksi yang dihadirkan oleh pemohon/penggugat dalam agenda pembuktian pada perkara perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama terkadang mengandung unsur testimonium de auditu. Testimonium de auditu adalah keterangan atau kesaksian yang dikemukakan oleh saksi dalam pembuktian tanpa mendengar, melihat dan mengetahui secara langsung penyebab  perselisihan  yang terjadi antara penggugat/pemohon dengan tergugat/termohon. Pengetahuan saksi pada testimonium de auditu hanya bersumber dari apa yang diceritakan penggugat/pemohon saja, sehingga testimonium de auditu hanya dapat digunakan sebagai sumber persangkaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan testimonium de auditu sebagai alat bukti saksi dalam pembuktian  perkara perceraian di Pengadilan Agama.
PEMBARUAN ISLAM BIDANG KELUARGA: RELEVANSI DAN SOLUSI TERHADAP PERSOALAN NUSYUZ: Indonesia Hulaimi Azhari
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.3541

Abstract

Before the arrival of Islam, Arab society was a society that was far from orderly and according to norms. Customs, morals, and life rules adopted are habits that have existed for a long time and are adopted as habits and beliefs. In a society that is oriented towards human values, Islam comes with a concept that forms the order of pre-Islamic Arab society in a relatively precise manner. Islam as a religion changes several aspects of society, one of which is in the family. One of the discussions in the family field is the remaining settlement of nusyuz in Islam where nusyuz is a disobedient attitude between husband and wife. This type of writing is a literature study, namely a study in which data collection is obtained from various scientific literacy such as books, journals, articles, and others. The data of this study consisted of secondary and primary data with qualitative methods. The findings resulted that the offer of another Qur'an was first, offering advice to the wife in a ma'ruf or good way which aims to awaken the wife from her wrong actions. Second, as a psychological punishment for the wife and in her solitude for committing a crime against her punishment. Third, giving physical punishment to the wife.
PROBLEMATIKA MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA CURUP KELAS 1B: Indonesia Wina Purnamasari; Fakhruddin; Ahmad Dibul Amda
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v13i1.3745

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah Problematika dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Curup. Sebagaimana dari data Laporan Tahunan Pengadilan Agama Curup dalam 5 tahun terakhir (2016-2020) dengan total 5514 perkara yang dimediasi hanya 2,7% yang berhasil dimediasi atau mediasi berhasil seluruhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Mediasi Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Curup Kelas 1B dan untuk mengetahui Problematika Mediator dalam Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Curup Kelas IB. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research  atau lapangan. Dimana peneliti langsung kelokasi penelitian yaitu Pengadilan Agama Curup Kelas 1B  untuk mendapatkan dan mengumpulkan data mengenai fokus masalah yang akan diteliti. Sumber data yang diperoleh oleh peneliti; 1) data primer yang didapatkan dari hasil wawancara Hakim Mediator Pengadilan Agama Curup, Mediator Non Hakim; 2) Data sekunder yang diperoleh dari buku-buku terkait dengan pelaksanaan mediasi di pengadilan, buku-buku fikih, undang-undang, penelitian-penelitian sebelumnya, dan menelaah dokumen-dokumen Pengadilan Agama Curup. Setelah data diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan langkah-langkah berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan pengamatan selama di Pengadilan Agama Curup Kelas 1B, Pelaksanaan Mediasi sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berpedoman kepada Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan namun pada tahapan pelaksanaannya belum berjalan optimal karena masih ada Hakim Mediator yang menganggap mediasi hanya sebatas formalitas yang wajib dilakukan, mengingat waktu dan banyaknya perkara yang disidangkan di Pengadilan Agama Curup Kelas I B, serta persepsi dan keinginan dari para pihak. Kemudian Problematika Mediator dalam Penyelasaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Curup adalah kurangnya keterampilan Hakim mediator, keterbatasan waktu mediator, tidak adanya itikad baik dari para pihak, persepsi para pihak tentang mediasi, kebulatan tekad para pihak untuk bercerai, para pihak tertutup untuk mengutarakan masalahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6