cover
Contact Name
Henri
Contact Email
biology.henry@gmail.com
Phone
+6282176462921
Journal Mail Official
biology.henry@gmail.com
Editorial Address
F (Daya) Building Floor 1 Department of Biology, Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung, Balunijuk, Merawang, Bangka, Bangka Belitung, Indonesia 33172
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
ISSN : "2443239     EISSN : 27224171     DOI : https://doi.org/10.33019/ekotonia.v3i1
Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, accept articles in Indonesia and English by covering several topics of biological studies such as botany, zoology, and microbiology. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: plant growth; reproduction; metabolism; plant development; plant evolution; comparative anatomy; animal psychology; molecular biology; ethology; behavioral ecology; evolutionary biology; taxonomy; paleontology; bacteria; fungi; microscopic algae; protozoa; archaea and etc.
Articles 93 Documents
Toponymic Study of Village and Sub-Districts Naming in Bangka Barat Regency Based on Flora, Fauna, and Natural Landscape Nabila Ummi Napisah, Nabila; Robika; Hidayat, Syamsul
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 1 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i1.6819

Abstract

Penamaan tempat berfungsi sebagai bentuk identitas yang membantu orang mengenali dan membedakan suatu daerah. Nama-nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat memiliki makna dan sejarah berdasarkan flora, fauna, dan bentang alam. Toponimi mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi flora, fauna, dan bentang alam yang digunakan dalam penamaan kelurahan di Kabupaten Bangka Barat, memastikan status konservasinya, dan menentukan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 86 informan yang ditentukan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 jenis flora, 1 jenis fauna, dan 6 bentuk bentang alam yang digunakan sebagai nama kelurahan di Kabupaten Bangka Barat. Sebagian besar nama flora digunakan karena umumnya ditemukan di daerah tersebut dan memiliki nilai budaya atau ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu flora ini, Eusideroxylon zwageri, perlu segera dikonservasi karena memiliki status VU (Vulnerable) menurut IUCN. Spesies tumbuhan yang menamai sebuah desa di Bangka Barat ini umumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai bahan bangunan.
Bird Diversity in Open Green Spaces in Pangkalpinang City Saputra, Aeng; Annis, Nur
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 2 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i2.7216

Abstract

Urban development and construction can have both positive and negative impacts. Negative impacts include traffic jams, flooding, drought, water and air pollution, and various other environmental problems. Increasing green open spaces (or Ruang Terbuka Hijau, hereafter RTH) is expected to provide solutions to minimize the negative impacts of development. The presence of vegetation in RTH is expected to act as a water catchment area, neutralize pollutants, and act as the city's lungs as it serve as habitat for various animals, including birds. This study aims to explore bird diversity in RTH in Pangkalpinang City. Data collection was conducted in May 2019 in four city parks in Pangkalpinang City: Lapangan Merdeka Square, Wilhelmina Park, Timah Complex Park, and Bhayangkari Babel Park. A total of 227 individuals from 16 bird species from three orders and eight families were found at the study sites. In general, bird diversity in the four locations is considered as low to moderate. There is a tendency for an increase in bird diversity along with the increasing amount of vegetation in each RTH. Passeriformes (a group of songbirds) are the most commonly found group. This supports the function of green open space in Pangkalpinang City in providing recreational services for urban residents, in addition to other ecological services that birds can provide to support the green space's function. Among RTH we visited, Taman Komplek Timah is the most bird-friendly green space.
Inventarisasi Spesies Tumbuhan Asing Invasif di Geosite Pelangas Hill Kabupaten Bangka Barat Mutiara, Devia; Lingga, Rahmad; Saputri, Rinny
EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi, dan Mikrobiologi Vol 10 No 2 (2025): Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi
Publisher : Biology Study Program, Faculty of Science and Engineering, University of Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekotonia.v10i2.7243

Abstract

Tumbuhan asing invasif merupakan tumbuhan yang berpotensi menjadi ancaman serius terhadap kestabilan ekosistem karena kemampuannya beradaptasi cepat dan mendominasi habitat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tumbuhan asing invasif serta menganalisis indeks keanekaragaman dan faktor abiotik yang memengaruhi persebarannya di Geosite Pelangas Hill, Kabupaten Bangka Barat. Pengambilan data dilakukan pada tiga zona ketinggian (75–185 mdpl), serta mengukur faktor abiotik meliputi suhu, pH tanah, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 spesies tumbuhan asing invasif dengan Asteraceae sebagai famili yang paling dominan. Clidemia hirta ditemukan pada seluruh zona ketinggian, dengan kepadatan tertinggi pada ketinggian I dan menurun seiring bertambahnya ketinggian. Indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) menunjukkan nilai 2,49, kategori sedang pada ketinggian I, sedangkan pada ketinggian II dan III bernilai 0. Indeks kekayaan jenis (R) sebesar 1,74 pada ketinggian I dan 0 pada ketinggian II serta III. Indeks kemerataan (E) mencapai 0,920 pada ketinggian I, sementara pada ketinggian II dan III bernilai 0. Indeks dominansi (C) sebesar 0,086 pada ketinggian I dan meningkat menjadi 1 pada ketinggian II dan III akibat dominansi Clidemia hirta. Analisis PCA biplot menunjukkan bahwa suhu udara, pH tanah, dan intensitas cahaya merupakan faktor abiotik utama yang memengaruhi persebaran tumbuhan asing invasif.

Page 10 of 10 | Total Record : 93


Filter by Year

2017 2025