cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2017)" : 7 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Student Team Achievment Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Otomotif Siswa Kelas XI SMK 3 Singaraja Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 Suryawan, I Gede Hendra; Dantes, Kadek Rihendra; Wigraha, Nyoman Arya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Teknik Dasar Otomotif siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran tipe Student Team Achievement Division (STAD). Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan, didapatkan rerata hasil belajar teknik dasar otomotif yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari pada rerata hasil belajar teknik dasar otomotif yang mengikuti model pembelajaran Konvensional. Hasil ini diperkuat dengan hasil uji hipotesis yang mendapatkan Fhitung sebesar 52,236 dengan db = 1:46. Hasil tersebut selanjutnya dibandingkan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan db = 1:46 yakni 4,08. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan simpulan bahwa Fhitung > Ftabel. Hasil ini mengindikasikan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar Teknik Dasar Otomotif antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional diterima. Kata Kunci : Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran, STAD, Teknik Dasar Otomotif, Student Team Achievement Division This research aimed to determine of students’ learning outcomes in basic of automotive engineering subject in which using Student Team Achievement Division technique (STAD). Based on descriptive analysis that had been done, the reasecher got the average of the result in learning basic of automotive engineering subject through STAD tenchnique in cooperative learning was higher than the average of the results in learning basic of automotive engineering subject by using conventional technique. These results were confirmed by the results of hypothesis testing which were gaining account of F 52.236 with db = 1:46. Then, these results were compared by t tabel in a significance level 5% with db =1:46 namely 4.08. The results obtained the conclusion that account of F > table of F. These results indicated that H0 was avoided, in other hand H1 which stated there were significant differences of learning outcomes in basic of automotive engineering subject through STAD technique between the students who follow conventional technique in learning basic of automotive engineering subject was accepted. keyword : Keywords: Basic of automotive engineering, Learning outcomes, STAD, Student Team Achievement Division.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGGERAK MEKANIK SATU SUMBU PADA SOLAR PANEL Rafsandita, I Gusti Lanang Yoga; Widayana, Gede; Sutaya, I Wayan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9171

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber daya energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 - 12 jam dalam sehari. Data Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x 109 MW. Kebanyakan panel surya dipasang permanen dengan sudut elevasi yang tetap (fixed elevating angles). Hal ini menyebabkan panel surya tersebut tidak dapat menyerap radiasi matahari secara optimal. Penyerapan radiasi matahari akan optimal jika arah radiasi matahari tegak lurus terhadap permukaan bidang panel surya. Penulis tertarik untuk merancang dan membuat alat yang dapat dipergunakan untuk menempelkan panel sel surya tetap dalam kondisi intensitas matahari yang maksimum. Dalam hal ini, menggunakan satu sumbu. dengan telah dibuatnya alat penggerak mekanik satu sumbu pada solar panel ini, penulis dapat memberikan gambaran tentang pembangkit listrik tenaga surya kepada masyarakat. Selain itu dengan adanya penggerak mekanik pada solar panel ini, solar panel bisa lebih besar menghasilkan tegangan pada baterai daripada solar panel tanpa penggerak. Dan dari percobaan menggunakan penggerak mekanik satu sumbu ini menghasilkan tegangan di pukul 08.00 pada baterai nominal sebesar 2,04V hari pertama, 2,05V hari kedua dan 2,03V hari ketiga dan di akhir perhitungan pukul 16.00 tegangan pada baterai menujukan nominal sebesar 11,18V hari pertama, 11,27V hari kedua dan 11,3V hari ketiga.Kata Kunci : Solar Panel, Tipe BCT30-12, Penggerak Satu Sumbu Indonesia is a country that has different kinds of energy resources in sufficient quantities abundant. then Indonesia will be always exposed to the sun for 10-12 hours a day. Data Director General of Electricity and Energy Development in 1997, the installed capacity of solar power in Indonesia reached 0.88 MW of the available potential of 1.2 x 109 MW. Most solar panels are installed permanently at a fixed elevation angle (fixed elevating angles). This causes the solar panels can not absorb solar radiation optimally. Absorption of solar radiation would be optimal if the solar radiation direction perpendicular to the surface of solar panel field. Writers interested in designing and creating tools that can be used to attach the solar panels remain in a state of maximum intensity of the sun. In this case, using a single axis. to have made a mechanical actuator on the solar panel one axis, the author can give an idea of solar power plants to the public. In addition to the mechanical drive on the solar panels, the solar panels generate voltage can be larger than the solar panel to the battery without driving. And from experiments using mechanical drive one axis produces a voltage at 08.00 at a total nominal battery 2,04V first day, 2,05V 2,03V second day and third day and at the end of the calculation 16.00 nominal voltage of the battery addressed by 11,18V the first day, 11,27V 11,3V second day and third day.keyword : Solar Panel, Type BCT30-12, Activator One Wick
PENGARUH SUDUT PRIMARY PULLEY DAN VARIASI BERAT ROLLER TERHADAP TORQUE DAN RPM PADA MOTOR GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 BASE CONTINOUS VARIABLE TRANSMISION (CVT) Susena, I Gede Tangkas Arta; Wigraha, Nyoman Arya; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9234

Abstract

Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh Torque pada Motor Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmision (CVT) dengan memodifikasi Sudut Primary Pulley 13,5° Dan Variasi Berat Roller. (2) Untuk mengetahui pengaruh Rpm Pada Motor Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmision (CVT) dengan memodifikasi Sudut Primary Pulley 13,5° Dan Variasi Berat Roller. Metode Penelitian Eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mendefinisikan eksperimen sebagai suatu cara mencari hubungan sebab akibat. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah sepeda motor Yamaha Nouvo tahun 2002 dan motor listrik DC 130 volt 30 ampere. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan uji coba langsung dengan menggunakan tachometer digital untuk mendapatkan rpm tertinggi , setelah data rpm didapat kemudian dimasukan ke rumus untuk mencari torque tertinngi. Jadi hasil dari pengukuran menggunakan tachometer digital dan perhitungan, sudut primary pulley 13,5° dengan variasi berat roller 10/12 gram mendapatkan rpm tertinggi sebesar 5.396 rpm dan torque tertinggi sebesar 4,583 lb-ft pada roller 12 gram. Sedangkan sudut primary pulley standar 14° dengan variasi berat roller 11/12 gram mendapatkan rpm tertinggi sebesar 4.673 rpm dan Torque tertinggi sebesar 4,637 lb-ft pada roller 12 gram. Maka kesimpulannya, semakin tinggi putaran mesin (rpm), torque akan semakin rendah pada saat motor dalam rpm maximal dan tanpa beban. Kata Kunci : Ganesha Electric Vehicles, Primary Pulley, Roller, Rpm Torque. This study aims at (1) Determining the effect of Torque on Ganesha Electric Vehicles1.0 Base Continous Variable Transmission (CVT) by modifying 13,5° of Primary Pulley angel and Roller Weight Variations. (2) Determining the effect of Rpm on Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmission (CVT) by by modifying 13,5° of Primary Pulley angel and Roller Weight Variations. Experimental research was uesd as the method of this research in which it defines how an experimental used as a way to find a causal relationship. The subjects of this study areYamaha Nouvo 2002 motorcycle and an electric motor with Dc 130 volt 30 Ampere. The data were collected by administering a direct test using a digital thacometer to get the highest Rpm continued by calculating the obtained data based on the formula to find the highest Torque. From the measurement and calculation done by using a digital tachometer, it was found that the Primary Pulley angle of 13,5° with Roller Weight variations 10/12 gram gains the highest rpm at 5.396 Rpm and the highest Torque at 4,583 lb-ft at 12 gram of Roller. Meanwhile, the angel of standard primary pulley 14° with roller weight variations 11/12 gram obtains the highest rpm at 4.673 Rpm and the highest Torque at 4,637 lb-ft on a Roller 12 gram. In conclusion, the higher Torque when the motorcycle is in the maximum rpm and carefree condition. keyword : Ganesha Electric Vehicles, Primary Pulley, Roller, Rpm, Torque.
PENGEMBANGAN ALTERNATOR GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 GENERASI I Putra, I Made Rudi Andika; Wigraha, Nyoman Arya; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Bagaimana rancangan alternator pada rangkaian kelistrikan Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi I (2) Berapakah tegangan alternator yang dihasilkan kendaraan Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi I. Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut dimana suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah Ganesha Electric Vechiles 1.0 Generasi I. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan beberapa pengujian dengan menggunakan tachometer digital untuk mendapatkan rpm , setelah data rpm didapat kemudian dilakukan proses pengukuran dengan menggunakan ampere meter dan apometer digital. Jadi hasil dari pengukuran menggunakan sudut primary pulley 14 ͦ dengan menggunakan perbandingan roller 12 gram didapatkan tegangan pengisian 4.9 volt, tegangan lampu 3.6 volt, amper pengisian dan ampere lampu didapatkan 2 amper pada 4500 rpm. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin berat roller yang digunakan semakin meningkat pula tegangan yang dihasilkan pada setiap peningkatan rmp sepeda motor. Kata Kunci : Alternator, Ganesha Electric Vehicles 1.0 dan Tegangan This study aimed to (1) How to design the alternator on the electrical circuit Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generation I (2) What is the alternator voltage generated Ganesha vehicle Electric Vehicles 1.0 Generation I. Method used in this reseach was Research and Development. Research and Development is a research method that is used to produce a particular product, and test the effectiveness of these products in which a process or steps to develop a new product, or enhance existing products, which can be accounted for. In this study, the research subject was Ganesha Electric vechiles 1.0 Generation I. The data of this study were collected by doing some testing using a digital tachometer to get rpm, after the rpm data obtained and then do the measurement process by using digital ampere meter and apometer. The result of the measurement using the angle of the primary pulley 14 ͦ using comparative roller 12 gram obtained 4.9 volt charging voltage, lamp voltage 3.6 volt, ampere charging and ampere charging lamp obtained 2 amperes at 4500 rpm. It can be concluded that the heavy roller is used also increase the voltage generated on any increase in rpm motorcycle. keyword : Alternator, Ganesha Electric Vehicles 1.0 and Voltage
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTARAN MESIN BUBUT TERHADAP KEAUSAN PADA ALAT POTONG PAHAT HSSTIPE BOHLER MO 1/2X4 Dewangga, Sang Putu Fitrah; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9238

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh perbandingan keausan pahat terhadap putaran Rpm mesin bubut yang divariasikan kecepatannya.Penelitian ini menggunakan pahat HSS BOHLER MO dengan ukuran 1/2x4. Bahan Specimen yang digunakan untuk pengujian ini adalah Besi, Aluminium, kayu. masing masing specimen dibubut dengan putaran Rpm yang berbeda disetiap spesimennya 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. Keausan tepi pahat diukur dengan Jangka sorong digital dan Mikroskop. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Variasi kecepatan putaran mesin bubut menunjukan bahwa pahat HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, pada hasil proses pembubutan spesimen menunjukan perbedaan spesimen, pada variasi kecepatan putaran mesin bubut terdapat perbedaan hasil pembubutan. Terdapat interaksi pada spesimen uji dan variasi kecepatan putaran mesin bubut. Pada pembubutan spesimen besi, aluminium, kayu pada putaran mesin bubut menunjukan keausan pahat yang relative kecil pada putaran mesin bubut tertinggi yakni Rpm 950 mengalami peningkatan keausan pahat tertinggi besi 0,19mm; aluminium 0,04; kayu 0,01mm. Kata Kunci : pembubutan, putaran Rpm, hss bohler mo 1/2x4,Variasi kecepatan This research was conducted to determine how the influence of comparison cuting tools the rounds Rpm Turning Mechine speed is varied. This study uses cutting tools HSS Bohler Mo with the size 1/2x4. specimens used for this study is iron diameter 20 mm X 100 mm 3 much, diameter Aluminium 20 mm X 100 mm 3 much , wood berdiameter 20 mm dengan long 10 cm 3 much. materilals each Turning specimens with round Rpm which will obviously vary 330 Rpm, 650 Rpm , 950 Rpm. The flank wear measured by calipers and microscope. From this research it is known that varying the rotational speed turning mechine shows that Cutting tools HSS Tipe Bohler Mo 1/2X4, the turning process shows that materials, on varying the rotational speed differences result lathe turning. There is no interaction on test specimens and varying the rotational speed lathe. In turning specimens of iron, aluminum, wood round lathe shows the tool wear is relatively small at the highest rotation lathe Rpm 950 The highest increase tool wear iron 0,19mm; aluminium 0,04; wood 0,01mm. keyword : lathing, rotation Rpm, hss bohler mo 1/2x4, speed variation
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN MATERIAL ST 37 Darma, Kadek Budi Susila; Widayana, Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk.Untuk mengetahui pengaruh media pendinginan udara terhadap sifat mekanik hasil pengelasan material ST 37.Dengan metode yang digunakan dalam penilitan ini adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara,air laut dan oli dan variabel terikatnya adalah kekuatan impact,kekerasan dan metalografi .Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan impact tertinggi pada media pendinginan oli dengan nilai impactnya 0,482 joule/mm^2,dan untuk nilai kekerasan tertinggi pada media pendinginan udara dengan nilai kekerasanya 46,42 kg/〖mm〗^2,dari hasil metalografi menunjukan media pendinginan air laut mempunyai sifat yang keras dan getas karena di pengaruhi pendinginan yang cepat,sedangkan pada media pendinginan udara mempunyai sifat yang lunak dan kuat karena di pengaruhi pendinginan yang paling lambat dari media pendinginan oliKata Kunci : Media Pendinginan,Impact,Kekerasan,Metalografi,ST 37 Abstract this research aims to determine the effect of air colling media to the mechanical properties of the weldding material ST 37.The method used in this research is the experimental method is the independent variable air colling media,sea water,and oil,And the dependent variable is the power of the highest impact on oil colling media to impact its value 0,482 joules/mm2,,and for the value of the highest hardness on the air with the air colling media hardness value of 46,42 kg/mm2,and the result showed metallograpic sea water colling media has properties hard and brittle as influenced rapid cooling,where as in air cooling media has the properties of soft and strong as influence slowest cooling of oil colling. keyword : colling media Vehicles, impact, hardness metallograpic, ST 37
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X SMKN 1 ABANG AMLAPURATAHUN AJARAN 2016/2017 Pramesti, I Gede Yoga; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9864

Abstract

Abstrak--- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Dasar Otomotif Siswa Kelas X Smkn 1 Abang Amlapura Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat hasil belajar Teknologi Dasar Otomotif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) dan pembelajaran konvensional. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest Posttest Kontrol Group Desaign. Subjek penelitian sebanyak 29 siswa untuk kelas eksperimen dan 29 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah dengan test. Data analisis dengan menggunakan independent sample t test pada taraf signifikansi 5% (α=0,005). Hasil ini diperkuat dari output SPSS, diperoleh sig. = 0,000 untuk uji 2 ekor. Jadi, H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan model konvensional kelas X Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif di SMKN 1 Abang Amlapura.Disarankan guru dapat lebih memotivasi siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan kooperatif atau bekerjasama dalam kehidupan bermasyarakat siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) perlu terus dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain dan perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan dari penelitian ini. Salah satu pembelajaran yang mungkin dapat diterapkan.Kata Kunci : Pengaruh, pembelajaran kooperatif, NHT (Numbered Head Together), hasil belajar. Abstract --- I Gede Yoga Pramesti, 2017. Influence of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This study aims to determine: Effects of Cooperative Learning Model Application NHT (Numbered Head Together) on the Result of Learning Technology Association of Automotive Class X SMK 1 Abang Amlapura Academic Year 2016/2017. This research is a quasi experimental study results with the dependent variable Automotive Technology Association and the independent variables are cooperative learning model NHT (Numbered Head Together) and conventional learning. Quasi-experimental study using pretest posttest control group design Desaign. The research subjects were 29 students for grade 29 students for the experimental and control classes. The instrument used was the test. Data analysis using independent sample t test at significance level of 5% (α = 0.005). These results were confirmed from SPSS output, obtained sig. = 0.000 for the second test of the tail. Thus, H0 is rejected and Ha is received so that it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes between using learning model Numbered Head Together (NHT) and conventional models of class X On Subjects Automotive Technology Association in SMK 1 Abang Amlapura.Disarankan teachers can motivate students to further develop cooperative skills or cooperate in the social life of students. NHT cooperative learning model type (Numbered Head Together) needs to be developed and applied to another subject and the need for further research as the development of this research. One lesson that may be applicable.keyword : Effects, cooperative learning NHT (Numbered Head Together), learning outcomes.

Page 1 of 1 | Total Record : 7