cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 130 Documents
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Tepung untuk UMKM Roti Menggunakan Metode Multikriteria ANP-TOPSIS Suh Utomo, Dutho; Asdi, Ridzky Zul
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2102

Abstract

Usaha mikro dalam bidang pembuatan roti sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas, terutama tepung, untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier tepung yang tepat menjadi sangat penting karena setiap supplier memiliki perbedaan dalam hal kualitas, harga, dan kriteria lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengambilan keputusan mutikriteria yang terstruktur dan objektif. Penelitian melakukan pemilihan supplier tepung pada UMKM roti menggunakan metode ANP-TOPSIS dengan hanya mengacu pada kriteria dan alternatif tanpa menggunakan subkriteria seperti yang sering digunakan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Analytical Network Process (ANP) berhasil menentukan bobot prioritas dari lima kriteria utama dalam pemilihan pemasok tepung untuk usaha roti XYZ, yakni kualitas produk, harga, respon, fleksibilitas, dan pengiriman. Kualitas memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,228, diikuti oleh harga (0,225), respon (0,191), fleksibilitas (0,190), dan pengiriman (0,166). Hal ini menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan harga menjadi dua faktor terpenting dalam proses seleksi supplier. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk mengevaluasi dan memeringkat tiga alternatif supplier berdasarkan bobot kriteria tersebut. Toko A memperoleh skor tertinggi sebesar 1,000, menjadikannya supplier terbaik, diikuti oleh Toko B (0,428) dan Toko C (0,357). Toko A dianggap paling mendekati solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi negatif, sehingga menjadi pilihan utama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi metode ANP-TOPSIS merupakan pendekatan efektif dan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan multikriteria, khususnya dalam pemilihan pemasok. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan bobot kriteria secara struktural dan interdependen, tetapi juga memberikan pemeringkatan objektif terhadap alternatif yang tersedia.
Perbandingan Biaya Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ) dan Min-Max Inventory Control Pada PT. Indonesia Plafon Semesta Irawan, Ega; Ramli, Ilmardani Rince; Permatasari, Intan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah overstock dan stockout persediaan bahan baku kalsium PVC di PT. Indonesia Plafon Semesta yang menyebabkan tingginya biaya persediaan dan gangguan produksi signifikan. Saat ini, perusahaan memesan bahan baku sebanyak 32.000 kg dengan frekuensi 12 kali per tahun, yang menyebabkan total biaya persediaan mencapai Rp 412.928.000. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode komparatif, penelitian ini menganalisis efisiensi total biaya persediaan menggunakan tiga metode pengendalian persediaan, yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ), dan Min-Max Inventory Control, yang dibandingkan dengan kebijakan perusahaan saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode EOQ memberikan hasil paling efisien dengan total biaya Rp 384.145.110, menghasilkan potensi penghematan sebesar Rp 28.782.890 atau 6,97% per tahun. Metode POQ dan Min-Max juga menunjukkan efisiensi lebih baik dibandingkan kebijakan perusahaan, dengan biaya masing-masing sebesar Rp 385.444.437,5 dan Rp 398.529.730. Penggunaan metode EOQ memungkinkan perusahaan mengurangi frekuensi pemesanan menjadi 5 kali per tahun dengan kuantitas optimal 70.115,92 kg per pesanan, sehingga mendukung kelancaran operasional dan pengendalian biaya yang lebih baik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi penerapan metode EOQ sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku di perusahaan. Selain itu, rekomendasi keberlanjutan mencakup pelatihan penggunaan aplikasi perhitungan metode EOQ, POQ, dan Min-Max bagi karyawan, sehingga perusahaan dapat menjalankan pengendalian persediaan secara mandiri pasca penelitian.
Aplikasi Metode Analytic Hierarchy Process Untuk Penentuan Metode Pelatihan Atlet Hapkido Kurniawan, Sylvia Candra; Astanti, Ririn Diar; Daryanto, Yosef
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1443

Abstract

Setiap cabang olahraga memerlukan perencanaan yang matang dan terstruktur guna mencapai performansi maksimal. Keberhasilan seorang atlet sangat bergantung pada ketepatan pola dan metode pelatihan yang spesifik antar cabang olahraga. Hapkido, sebagai bela diri asal Korea yang berkembang pesat di Indonesia sejak 2014, membutuhkan studi akademis untuk memetakan standarisasi prioritas program kepelatihan menuju kompetisi nasional seperti PON. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun urutan proses pelatihan dan menentukan bobot faktor yang memengaruhi metode pelatihan atlet Hapkido menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Studi kasus dilakukan pada tim Hapkido Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner perbandingan berpasangan (pairwise comparison) kepada pelatih serta atlet berprestasi. Data diolah menggunakan perangkat lunak Super Decisions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub-faktor Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 0.2187, yang menegaskan bahwa berat badan ideal adalah fondasi utama sebelum atlet memasuki program teknis. Pada aspek kinerja, faktor risiko Cedera (0.1201) dan Kesesuaian Latihan (0.0826) menjadi perhatian utama yang mengungguli aspek nutrisi dan mental. Sementara itu, pada aspek kebugaran fisik, kombinasi Daya Tahan dan Kekuatan (0.0807) serta Daya Tahan Kardiorespirasi (0.0790) menjadi prioritas utama untuk mendukung teknik kuncian (soft) dan bantingan (hard). Di sisi lain, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dengan bobot 0.0747 dinilai paling potensial dalam menunjang evaluasi latihan secara real-time. Temuan ini menghasilkan urutan proses pelatihan terstruktur yang baru, memberikan panduan objektif bagi pelatih untuk fokus pada kontrol IMT, pencegahan cedera, serta penguatan daya tahan untuk mendongkrak prestasi atlet secara efisien.
Optimasi Rute Distribusi Produk Menggunakan Algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan Algoritma Evolutionary (Studi Kasus PT. XYZ) Juwita, Olga Virly; Christata, Bellachintya Reira; Primadasa, Rangga
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1823

Abstract

Distribusi merupakan elemen penting dalam rantai pasok yang secara langsung memengaruhi efisiensi biaya operasional, ketepatan waktu pengiriman, serta kepuasan pelanggan. PT XYZ mengalami kendala dalam sistem distribusinya karena penentuan rute masih dilakukan secara manual berdasarkan intuisi dispatcher, tanpa mempertimbangkan faktor jarak tempuh, kapasitas kendaraan, maupun efisiensi biaya. Hal ini berdampak pada tingginya total jarak distribusi, ketidakseimbangan beban kerja pengemudi, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi dengan mengusulkan pendekatan hybrid yang menggabungkan algoritma Clarke and Wright Saving Heuristic dan algoritma Evolutionary dengan bantuan Excel Solver. Algoritma Clarke and Wright digunakan untuk membentuk rute distribusi berdasarkan nilai penghematan terbesar dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan, sementara algoritma Evolutionary diterapkan untuk mengoptimalkan urutan kunjungan pelanggan pada setiap rute agar total jarak tempuh dapat diminimalkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu menghasilkan enam rute distribusi dengan total jarak tempuh sebesar 516,7 km, lebih rendah dibandingkan rute awal sebesar 1.122 km, sehingga terjadi penghematan jarak sebesar 53,9%. Selain itu, biaya distribusi juga menurun dari Rp1.054.167 menjadi Rp344.122 per hari atau berkurang sebesar 67,36%. Pengurangan jumlah rute dari sembilan menjadi enam juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan armada, dengan potensi penggunaan tiga kendaraan untuk keperluan lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan hybrid yang diterapkan efektif dalam meningkatkan efisiensi distribusi serta memberikan manfaat praktis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional terkait optimasi rute distribusi.
Penentuan Interval Perawatan Mesin Open Top Roller Menggunakan Reliability Centered Maintenance Yuda, Abang Sandi Nurahman Azam; Al-Faritsy, Ari Zaqi
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1902

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan produksi teh. Masalah yang dihadapi dalam proses produksi adalah tingginya downtime mesin Open Top Roller yang disebabkan oleh kerusakan pada komponen mesin seperti bearing, gigi worm, as, dan elektrik motor. Penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menetukan interval waktu perawatan dengan pendekatan MTTF serta tindakan perawatan yang harus dilakukan dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk menganalisis resiko kerusakan/kegagalan komponen mesin Open Top Roller dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis penyebab kegagalan fungsi dan menentukan solusi perawatan yang optimal. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tindakan perawatan mesin Open Top Roller untuk mengurangi downtime mesin dan frekuensi kerusakan. Berdasarkan hasil analisis RCM dan FMEA, tindakan perawatan yang dipilih untuk komponen kritis mesin Open Top Roller yaitu bearing, gigi worm, as, dan electric motor adalah Time Directed (TD) dengan waktu penjadwalan perawatan setiap komponen berbeda – beda seperti komponen bearing adalah 6 hari, gigi worm adalah 7 hari, as adalah 6 hari, dan electric motor adalah 8 hari. Sedangkan tindakan perawatan yang Condition Directed (CD) dengan monitoring sebelum, saat dan sesudah proses produksi adalah komponen VanBelt B78. Penerapan RCM diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perawatan mesin, mengurangi frekuensi kerusakan, mengurangi downtime mesin dan mendukung kelancaran serta efisiensi proses produksi di PT. XYZ.
Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS Pada Pengadaan Belt Conveyor (Studi Kasus: PT X) Winarni; Widada, Dharma; Utomo, Dutho Suh
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1906

Abstract

Conveyor system merupakan infrastruktur penting yang menunjang proses produksi batu bara di PT X. Perusahaan sering kali mengeluarkan investasi besar untuk infrastruktur ini guna mempertimbangkan efektivitas sistem dalam menghasilkan produk batu bara. Belt conveyor, sebagai komponen kritis dari sistem ini, memiliki peran penting dalam mengurangi biaya produksi, menghemat waktu, dan meningkatkan laju produksi. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup masalah kualitas produk dari supplier yang menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai pendekatan dalam menentukan supplier belt conveyor terbaik. AHP digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi bobot pada empat kriteria utama yaitu cost (0,298), quality (0,522), delivery (0,045), dan service (0,135), dengan sepuluh sub-kriteria termasuk product, price, discount, product specification, quality consistency, success record, lead time, on-time delivery, flexibility in ordering, warranty, dan after sales. Hasil pengolahan data menunjukkan kriteria kualitas memiliki bobot tertinggi. TOPSIS digunakan untuk meranking enam supplier berdasarkan penilaian kinerja. Supplier yang dinilai adalah Supplier A, Supplier B, Supplier C, Supplier D, Supplier E, dan Supplier F. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai preferensi supplier sebagai berikut: Supplier C (0,940), Supplier E (0,938), Supplier A (0,805), Supplier F (0,275), Supplier D (0,034), dan Supplier B (0,026). Supplier terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan secara berurutan adalah Supplier A, Supplier F, Supplier C, Supplier E, Supplier D, dan Supplier B.
Penentuan Halal Critical Control Point pada Rantai Pasok Rendang Daging Yusnil, Redha; Hadiguna, Rika Ampuh; BA, Alexie Herryandie; Heryandi, Yan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1937

Abstract

Sertifikasi halal merupakan faktor penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing serta memastikan kepatuhan terhadap standar halal. Sertifikasi ini diperoleh melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang terintegrasi dalam proses produksi. Namun, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) masih menjadi tantangan bagi UMKM pengolahan rendang daging suwir, terutama dalam hal kepatuhan terhadap Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini bertujuan untuk merancang pohon keputusan dalam penentuan Halal Critical Control Point (HCCP) berdasarkan prinsip SJPH dan GMP. Identifikasi HCCP dilakukan pada tahapan pemilihan bahan baku, proses produksi, dan distribusi produk. Penelitian ini memberikan panduan bagi UMKM dalam menetapkan titik kendali kritis pada rantai pasok rendang daging suwir sehingga dapat memperkuat jaminan halal serta meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan internasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 HCCP pada rantai pasok halal rendang daging suwir di ISR, yang mencakup aspek fasilitas (alat produksi dan rumah produksi), proses produksi, produk, dan etika kerja. Temuan utama menunjukkan bahwa sebagian besar HCCP didominasi oleh aspek fasilitas rumah produksi yang belum memadai. Risiko yang teridentifikasi meliputi kontaminasi fisik, biologis, kimia, serta potensi kontaminasi najis atau zat haram yang dapat mempengaruhi status kehalalan dan keamanan produk pada seluruh tahapan proses produksi. HCCP yang ditemukan meliputi proses pengiriman daging dari pemasok ke produsen, penyimpanan bahan baku, pencucian bahan baku, proses menyuwir daging, pemasakan rendang, dan pengemasan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas produksi menjadi prioritas dalam mitigasi risiko untuk memperkuat jaminan halal, keamanan produk, dan daya saing UMKM.
Analisis Pemilihan Supplier Kulit Kambing Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Husni, Mafas Fuqia; Hapsari, Yaning Tri
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1938

Abstract

Pemilihan pemasok sangat penting bagi CV Wijaya Hadi Sempurna, yang bergerak di produksi kipas dari kulit kambing. Penelitian ini bertujuan untuk menilai cara memilih pemasok kulit kambing dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Permasalahan yang dihadapi adalah proses pemilihan supplier yang masih bersifat subjektif sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) karena mampu menangani pengambilan keputusan multikriteria secara terstruktur dan menggabungkan aspek kualitatif serta kuantitatif. Ada lima kriteria utama yang dipertimbangkan: harga, kualitas, layanan, ketepatan pengiriman, dan jumlah barang. Responden penelitian ini adalah pemilik usaha dan karyawan yang terlibat dalam pengadaan bahan baku. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode AHP dengan tahapan penyusunan matriks perbandingan, normalisasi, perhitungan bobot prioritas (eigenvector), serta uji konsistensi menggunakan Consistency Ratio (CR). Dari hasil analisis, bobot masing-masing kriteria adalah: kualitas (0,475), harga (0,222), jumlah barang (0,156), layanan (0,075), dan pengiriman tepat waktu (0,074). Kriteria utama yang paling berpengaruh adalah kesesuaian harga dengan kualitas, kecocokan spesifikasi barang, dan kecepatan tanggapan terhadap keluhan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa supplier utama adalah Supplier X dengan bobot tertinggi (0,4805), diikuti Supplier Z (0,3026) dan Supplier Y (0,2254). Supplier X berlokasi di Magelang, Supplier Z di Imogiri, dan Supplier Y di Prambanan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa metode AHP dapat meningkatkan objektivitas dalam pemilihan supplier karena mempertimbangkan berbagai aspek/kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan serta membantu perusahaan dalam meminimalkan risiko keterlambatan dan menjaga kualitas bahan baku.
Critical Review: Strategic Supply and Transportation Planning of a Supply Chain for Agricultural Biomass to Hydrogen and Syngas Artha, Bhenu; Aditya, Ascasaputra; Hadi, Antonius Satria; Bahri, Bahri; Sari, Niken Permata; Sari, Utami Tunjung; Asri, Cahya Purnama; Fatimah, Rhamadinna
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the evolving landscape of renewable energy, the management of agricultural biomass supply chains has emerged as a critical success factor for sustainable fuel production, this article presents a critical review of the research conducted by Nugroho and Zhu (2024) regarding the strategic supply and transportation planning of an agricultural biomass supply chain for hydrogen and syngas production. The primary study addresses a significant gap in renewable energy management by proposing a bi-level optimization framework that utilizes Stackelberg game concepts to model non-cooperative interactions between biofuel producers and biomass suppliers. The review identifies several methodological strengths, including the integration of process-level material balances with supply chain decisions and the use of mixed-integer nonlinear programming (MINLP) to handle realistic cost components like holding and production costs. However, the analysis also highlights critical limitations, such as restrictive behavioral assumptions regarding risk neutrality and perfect information, which may not reflect real-world opportunistic conduct. Furthermore, the generalizability of the findings is constrained by a narrow focus on an Indonesian case study and a dual-sourcing strategy that may face scalability issues in larger regional networks. Ultimately, while the reviewed work is deemed an incremental rather than landmark contribution, it offers valuable structured recommendations for practitioners and project developers building biomass supply chains in agricultural regions.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Cost Benefit Analysis (CBA) Prasetya, Benediktus Bagas; Mindhayani, Iva; Lestariningsih, Siti; Permatasari, Intan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indonesia Plafon Semesta merupakan perusahaan manufaktur plafon PVC yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitas produksi, seperti aliran material yang tidak efisien, jarak antar departemen yang tidak terstruktur, serta waktu proses yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan meliputi Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang aliran material yang optimal, Cost Benefit Analysis (CBA) untuk mengevaluasi kelayakan finansial, serta simulasi dengan perangkat lunak Arena untuk membandingkan performa tata letak awal dan usulan. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya perancangan ulang tata letak dapat mengurangi jarak perpindahan material sebesar 32,5%, dari 224 meter menjadi 151 meter. Secara finansial, proyek menunjukkan Net Benefit sebesar Rp297.580.000, nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,15, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 115%, dan waktu pengembalian investasi (Payback Period) selama 0,95 tahun. Simulasi Arena juga menunjukkan penurunan waktu proses produksi sebesar 11,44 menit atau sebesar 18,06%. Dengan demikian, pendekatan terpadu SLP, CBA, dan simulasi terbukti efektif dalam merancang tata letak yang lebih efisien dan layak diterapkan secara ekonomi.

Page 13 of 13 | Total Record : 130