cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 122 Documents
Analisis Penyebab Kegagalan Proses Full Body Painting Pesawat Terbang Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Piliang, Johan Delfi; Sanusi; Larisang; Ery Sugito
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1827

Abstract

Potensi industri penerbangan di Indonesia sangat menjanjikan, didukung oleh kondisi geografis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Industri ini tidak hanya sebagai sektor transportasi udara, tetapi juga mencakup pembuatan pesawat, MRO, dan pembuatan drone. Menurut Menteri Perindustrian. MRO adalah organisasi yang menyediakan perawatan pesawat terbang. Tugas utama MRO adalah memastikan pesawat terbang layak untuk beroperasi setelah menjalani perawatan. Dalam industri MRO, PT Batam Aero Technic adalah salah satu perusahaan yang berperan penting. Salah satu divisinya, Aircraft Painting, memiliki peran vital dalam menentukan kualitas akhir pesawat. Namun, divisi ini mengalami kesulitan dalam mencapai standar kualitas yang diinginkan, terutama dalam hal defect pada proses full body painting. Analisis terhadap defect pada proses full body painting dilakukan dengan menggunakan metode FMEA. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor manusia, material, mesin, dan metode menjadi penyebab utama defect, dengan "Tidak Memahami Teknik" sebagai faktor terbesar. Usulan perbaikan dilakukan melalui pelatihan intensif bagi para painter. Setelah pelatihan, pengawasan selama 7 hari kerja menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah defect. Defect sagging mengalami penurunan sebanyak 82.14%, sedangkan defect lainnya berhasil dihilangkan sepenuhnya setelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas kerja para painter, serta mengurangi risiko defect pada proses full body painting di masa mendatang.
Penerapan Metode Ergonomic Function Deployment dalam Perancangan Mouse Komputer Vertikal Siregar, Mulki; Masrul Indrayana; Zirly Khodizah
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1847

Abstract

Mouse komputer adalah peranti periferal pada komputer yang berguna untuk memindahkan letak pandu di jendela tampilan. Tanpa mouse, interaksi pengguna dengan komputer akan jauh lebih sulit, terutama jika hanya mengandalkan keyboard. Mouse yang saat ini banyak digunakan adalah mouse horizontal, yaitu mouse yang bergerak dari kiri ke kanan (atau sebaliknya). Gerakan mouse horizontal kurang ergonomis, karena gerakannya tidak sesuai dengan gerakan tangan manusia pada umumnya, yaitu bergerak dari depan ke belakang (atau sebaliknya). Karena itu perlu dirancang mouse yang lebih ergonomis. Ergonomic Function Deployment (EFD) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk merancang mouse yang lebih ergonomis. Tahapan perancangan yang dilakukan pada EFD adalah: (1) menyusun house of quality dengan memperhatikan product requirement dan technical parameter-nya; (2) menetapkan antropometri produk dengan memperhatikan bagian dan dimensi tangan pengguna, serta (3) menetapkan morfologi produk, terutama yang terkait dengan bentuk dan jenis material yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mouse vertikal dapat bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi, yaitu: enak digunakan, nyaman digunakan, aman digunakan, sehat bagi pengguna, dan efisien dalam penggunaannya.
Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Produksi Dengan Metode Nordic Body Map (NBM) DAN Rapid Entire Body Assessment (REBA) Di Base Artisan Kotagede Setiati, Astri; Iva Mindhayani; Siti Lestariningsih
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1848

Abstract

Base Artisan Kotagede adalah UMKM yang memproduksi tas dengan bahan dasar rotan atau natural rafia yang dianyam sebagai body tas. Dari wawancara, diketahui 11 dari 12 pekerja memiliki keluhan otot seperti pegal- pegal pada bagian punggung, leher dan pantat. Pegal-pegal merupakan salah satu tahap terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan analisis MSDs dengan menggunakan Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui keluhan dengan skor tertinggi yang dirasakan dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui tingkat risiko dari tugas kerja. Setelah dilakukan analisis MSDs, kemudian dibuat usulan pengendalian risiko pada pekerja. Hasil penelitian berdasarkan metode NBM yaitu keluhan sakit otot atau musculoskeletal disorder (MSDs) tertinggi adalah sakit pada punggung dengan skor 40. Hasil dari metode REBA yaitu sebelas dari dua belas tugas kerja memiliki level risiko sedang dengan hasil tindakan perbaikan “Perlu” yang terdiri dari tugas kerja pengeleman, marking, cutting desk, cutting manual, jahit, QC jahit, pasang keling, jahit manual, dan QC produk serta satu tugas kerja yaitu pasang aksesoris memiliki level risiko rendah dengan hasil tindakan perbaikan “Mungkin Perlu”. Usulan pengendaliannya antara lain mengadakan pelatihan atau sosialisasi terkait ergonomi, menyusun SOP kerja, penataan kembali ruang kerja serta membuat poster.
Manajemen Risiko pada Distributor Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit: Analisis dan Strategi Mitigasi Asdi, Ridzky Zul; Utomo, Dutho Suh; Daulika, Putri; Sumarna, Deny
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1850

Abstract

Artikel ini membahas manajemen risiko dalam distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dengan fokus pada analisis dan strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan oleh distributor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai risiko pada distributor TBS, serta memberikan saran mitigasi risiko untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Distribusi TBS merupakan bagian kritis dalam rantai pasok industri kelapa sawit, di mana keterlambatan pengiriman, fluktuasi harga, dan penurunan kualitas TBS dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani dan kualitas produk akhir seperti Crude Palm Oil (CPO). Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko-risiko operasional, termasuk kegagalan pada perawatan kendaraan angkut, sistem kepegawaian, dan human error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima risiko utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah kekurangan bahan bakar, kekurangan jumlah pegawai, kualitas pegawai rendah, ketidakdisiplinan pegawai, dan keterlambatan kehadiran pegawai. Langkah mitigasi yang diusulkan meliputi peningkatan pelatihan pegawai, perbaikan proses rekrutmen, pengadaan bahan bakar yang lebih efisien, serta penerapan sistem monitoring yang lebih baik. Dengan menerapkan strategi manajemen risiko yang efektif, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi kerugian, dan memastikan keberlanjutan operasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi risiko secara kualitatif dan kuantitatif, serta merancang strategi mitigasi yang tepat sesuai dengan prioritas risiko dan ketersediaan sumber daya perusahaan.
Rancang Bangun Pencetak Opak Pada Umkm Legendaris Menggunakan Metode Nigel Cross Dan Value Engineering Wahyudi, Rizqi; Bunaya, Yaya
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1659

Abstract

Penelitian dilakukan untuk memberikan perbaikan terhadap permasalahan yang ada pada objek penelitian yaitu UMKM Legendaris. UMKM Legendaris merupakan salah satu industri rumahan yang mengolah bahan mentah berupa singkong menjadi olahan opak. Berdasarkan data bulan Oktober-Desember 2023, jumlah permintaan tidak diiringi dengan jumlah permintaan yang terpenuhi. Jumlah permintaan yang tidak terpenuhi berkisar antara 5-11% dari bulan Oktober-Desember 2023. Adanya permintaan yang harus dipenuhi tersebut mendorong UMKM Legendaris untuk meningkatkan produktivitas produksinya. Perbaikan pada UMKM tersebut dilakukan dengan merancang ulang alat yang digunakan pada proses produksi, yaitu alat pencetak opak. Perancangan dilakukan dengan tujuh tahapan pada metode Nigel Cross dan metode value engineering. Penelitian dilakukan dengan melibatkan pengguna alat untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan terhadap alat yang akan dirancang. Proses perancangan menghasilkan 6 konsep alternatif dengan konsep ke 2 terpilih sebagai konsep perancangan dengan total bobot terbesar, yaitu 3,78. Metode value engineering digunakan untuk menganalisis pengurangan biaya tanpa menghilangkan fungsi dan kualitas dari perancangan alat. Proses perancangan alat mampu menghemat biaya sebesar Rp280.000,00 setelah dilakukan penggantian material gear yang lebih murah dan mengganti material pipa besi dan stainless steel dengan nylon polyethylene rod dan polyurethane rod. Perancangan alat juga meningkatkan produktivitas produksi opak di UMKM Legendaris, sehingga permintaan konsumen dapat terpenuhi.
Peningkatan Efisiensi Operasional di Depot Horison Balikpapan Melalui Aplikasi Pemesanan Berbasis Website Felicia Gledys; Nisa, Elsa Aulia; Harits, Dimaz
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1714

Abstract

Penerapan teknologi informasi saat ini tidak hanya berfungsi untuk memperluas jangkauan bisnis dan memperkuat kolaborasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendorong inovasi serta peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor, termasuk industri kuliner. Pemanfaatan sistem digital pada layanan pemesanan makanan memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan dengan lebih cepat, praktis, dan terpantau, sehingga dapat mengurangi hambatan yang biasanya muncul dalam proses manual. Hal ini menjadi relevan mengingat persaingan bisnis makanan semakin ketat, sehingga penyedia layanan dituntut menghadirkan solusi yang efisien, akurat, dan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemesanan makanan berbasis website di Depot Horison dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena memiliki pendekatan iteratif yang menekankan pada kecepatan dalam pengembangan aplikasi, keterlibatan pengguna, serta fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan. Sistem yang dirancang dilengkapi dengan fitur login, pengelolaan menu, serta pemantauan status pesanan yang terintegrasi dengan database MySQL, sehingga mempermudah proses administrasi dan pelayanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengatasi berbagai kendala pada proses manual, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan layanan, dan ketidakefisienan dalam pengelolaan pesanan. Selain itu, penggunaan aplikasi Pencil untuk pengujian antarmuka membuktikan bahwa semua fitur berjalan dengan baik sesuai rancangan. Dengan adanya sistem ini, operasional Depot Horison menjadi lebih efisien, biaya operasional dapat ditekan, dan kualitas layanan kepada pelanggan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem berbasis website merupakan solusi yang efektif, efisien, dan relevan untuk mendukung keberlangsungan bisnis Depot Horison di era digital. Kata kunci:  ERD, Flowmap, Pemesanan, Rapid Application Development (RAD), Teknologi informasi, Website.
Usulan Rute Pengiriman Es Kristal Menggunakan Algoritme Sweep dan Algoritme Nearest Neighbor (Studi Kasus: UMKM XYZ Kudus) Putri, Nadia Rara; Christata, Bellachyntia Reira; Primadasa, Rangga
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1824

Abstract

Efisiensi pada distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing usaha, terutama bagi UMKM yang bergerak di bidang produk dengan umur simpan pendek seperti es kristal. UMKM XYZ Kudus menghadapi kendala dalam kegiatan distribusi karena belum memiliki sistem rute pengiriman yang terstruktur. Selama ini, penentuan rute dilakukan berdasarkan intuisi pengemudi tanpa analisis jarak dan kapasitas kendaraan yang optimal, sehingga menyebabkan jarak tempuh lebih jauh, waktu pengiriman tidak efisien, serta biaya operasional meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute distribusi menggunakan Algoritme Sweep dan Algoritme Nearest Neighbor sebagai solusi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya distribusi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data lokasi outlet, jarak antar titik, serta kapasitas armada. Algoritme Sweep digunakan untuk mengelompokkan outlet berdasarkan kedekatan geografis dan batas kapasitas kendaraan, sedangkan Algoritme Nearest Neighbor digunakan untuk menentukan urutan kunjungan dengan jarak tempuh terpendek pada setiap klaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak distribusi dapat dikurangi dari 235,529 km menjadi 213,826 km, dengan efisiensi jarak sebesar 21,703 km per hari. Biaya distribusi turun dari Rp135.164 menjadi Rp111.733 per hari atau terjadi penghematan sebesar 17,33%. Penerapan kedua Algoritme ini terbukti efektif dalam menyeimbangkan beban kerja antar armada, menghemat bahan bakar, serta mempercepat waktu pengiriman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lanjutan melalui integrasi Geographic Information System (GIS) dan Algoritme cerdas seperti Ant Colony Optimization maupun Genetic Algorithm untuk menghasilkan manajemen rute distribusi yang lebih adaptif, akurat, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Desain Ruang Kelas Berbasis Ergonomi Untuk Kenyamanan Proses Pembelajaran Mahasiswa Di Ruang Kelas Kampus III Universitas AKPRIND Indonesia Simanjuntak, Risma Adelina; Herawati, Shefina; Susetyo, Joko
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1849

Abstract

Dalam menjalankan pembelajaran dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung. Sarana dan prasarana yang sering digunakan pada perguruan tinggi adalah ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana ruang kelas di Universitas AKPRIND Indonesia Kampus III dengan metode ergonomi, mengevaluasi kapasitas ruang kelas, dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas BB-31 memenuhi standar kapasitas ruang (<10%), sedangkan ruang kelas BB-32 tidak memenuhi standar (>20%). Selain itu, sudut pandang pada ruang kelas BB-31 sudah sesuai standar (<30°), tetapi ruang kelas BB-32 belum sesuai (>30°). Penelitian ini juga mengevaluasi tingkat pencahayaan ruang kelas dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki pengaturan tempat duduk dan pencahayaan agar lebih ergonomis dan mendukung pembelajaran yang efektif serta kesehatan mahasiswa.
Analisis Terstruktur Faktor Risiko Operasional Industri Manufaktur Kertas Menggunakan Pendekatan ISM-MICMAC Ayu Febriana, Dyah; Lucy Ardiani, Febria; Yuliadi Wijaya, Eksya; Yuliawati, Evi
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2008

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kinerja operasional manufaktur kertas dengan pendekatan ISM (Interpretive Structural Modeling) dan MICMAC. Sepuluh faktor utama teridentifikasi melalui wawancara dan observasi, termasuk produk gagal, produk ditolak bagian quality control (QC), produk dikembalikan konsumen, masalah mesin, serta keterampilan pekerja. Hasil penilaian menunjukkan produk dikembalikan konsumen dan keluhan pelanggan memiliki skor tertinggi (mean 4,0), diikuti kesalahan manusia (mean 3,7) dan produk ditolak QC (mean 3,3). Analisis ISM menempatkan faktor produk gagal (RF1), produk ditolak QC (RF2), dan produk dikembalikan (RF3) pada level tertinggi dengan driving power = 10, sehingga menjadi prioritas strategis. MICMAC mengklasifikasikan seluruh faktor dalam cluster linkage, menandakan tingkat keterkaitan yang tinggi antar risiko. Hasil ini mengimplikasikan bahwa optimasi pengendalian kualitas harus difokuskan pada reduksi defect produk, penguatan inspeksi QC, serta peningkatan kecepatan respon terhadap keluhan konsumen. Selain itu, departemen QC perlu menetapkan standar evaluasi berbasis data numerik untuk menurunkan tingkat produk cacat, sementara departemen produksi harus memperketat jadwal perawatan mesin guna mencegah downtime. Dengan demikian, perusahaan dapat merancang strategi mitigasi risiko yang lebih efektif, menekan biaya akibat retur konsumen, serta meningkatkan daya saing di industri manufaktur kertas.
Analisis Postur Kerja Pembuat Batu Bata Merah dengan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Quick Exporsure Checklist (QEC) (Studi Kasus: Sentra Batu Bata Dusun Banyakan III) Asakalingga, Dian; Lestariningsih, Siti; Jono, Jono; Mindhayani, Iva
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2099

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Banyakan III, sebuah sentra pembuatan batu bata di Kapanewon Piyungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan meminimalkan risiko muskuloskeletal (MSDs) yang dialami para pekerja akibat metode masih dengan cara manual material handling yang berisiko munculnya keluhan otot dan nyeri sendi, hal ini menyebabkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini juga mengidentifikasi bagian tubuh pekerja yang sering dikeluhkan serta menentukan stasiun kerja dengan risiko ergonomi tertinggi dari tahapan pencampuran hingga pembakaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan usulan perbaikan postur kerja yang ergonomis untuk meminimalkan risiko muskuloskeletal. Tahap awal penelitian dilakukan evaluasi postur kerja melalui penggunaan metode Nordic Body Map (NBM) dan Quick Exposure Checklist (QEC) untuk mengetahui keluhan dengan skor tertinggi dibagian tubuh mana dan pada stasiun kerja apa. Metode NBM memberikan gambaran dari perspektif pekerja mengenai lokasi rasa nyeri dan pada stasiun mana, sedangkan QEC sebagai bahan pendukung untuk mengetahui stasiun kerja yang memiliki risiko tertinggi serta menjelaskan mengapa nyeri tersebut muncul dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko di lingkungan kerja. Hasil penelitian penggunaan metode NBM (Nordic Body Map) dan QEC (Quick Exposure Check) ditemukan bahwa area pencetakan batu bata merupakan stasiun kerja dengan risiko ergonomi yang tinggi dengan diperlukan tindakan ‘‘Tindakan Dalam Waktu Dekat’’. Hasil kedua metode menunjukkan saling berkesinambungan yang mengindikasikan bahwa keluhan dan potensi cedera paling dominan terjadi pada area pinggang. Usulan perbaikan dengan dibuatkan alat bantu berupa dingklik beroda untuk area pencetakan. Hasil dari implementasi penggunaan alat bantu pada area pencetakan menunjukan hasil adanya penurunan skor NBM dan QEC. Skor NBM mengalami penurunan dari 75.5 menjadi 66.5, sedangkan skor QEC dari 59% menjadi 50%.

Page 12 of 13 | Total Record : 122