cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 122 Documents
Manajemen Strategi dalam Pengendalian Risiko Kualitas pada Proses Produksi Kain di PT XYZ: Strategy Management in Quality Risk Control in the Fabric Production Process at PT XYZ Adi Kusuma, Yudha; Annisa Khoiri, Halwa; Diantina Aryaningtyas, Fanny
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i2.1136

Abstract

Industri tekstil berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu bagian industri tekstil adalah PT XYZ. Hasil produksi dari PT XYZ diataranya adalah kain kain rayon lebar RY30/RY30 805062. Pada proses produksi kain rayon lebar RY30/RY30 805062 mengalami beberapa kendala terutama terjadi cacat produksi. Alternatif strategi diperlukan dalam mengatasi kendala cacat produksi yang terjadi. Metode SWOT digunakan dalam membentuk alternatif strategi. Alternatif strategi yang terpilih dianalisis dengan metode decision tree. Atas rekomendasi PT XYZ dipilih tinggi alternatif dari nilai probabilitas tertinggi yaitu “memperhatikan kapasitas produksi ketika menerima pesanan”, “mengurangi jumlah complaint oleh pelanggan melalui zero cacat produksi” dan “memutus sementara pesanan pada siklus produksi saat ini”.
Inovasi Tata Letak Produksi: Meminimalkan Pemborosan Transportasi di UKM Gelora Bakery dengan Pendekatan SWCT Sumasto, Fredy; Lai, Kenny; Sayidina, Anabel Marcia; Shafly, Naufal Lukman; Kristanto, Putri Andini; Imansuri, Febriza; Ismono, Ahlan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i2.1236

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan efisiensi produksi di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Gelora Bakery di Indonesia. Fokus utamanya adalah memperbaiki tata letak area produksi dengan menerapkan Standardized Work Combination Table (SWCT). Gelora Bakery, yang berlokasi di Jakarta Timur, menghadapi kendala waktu berjalan yang mengakibatkan fluktuasi kapasitas produksi dan kesulitan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Melibatkan 25 pekerja dengan jam kerja efektif 9 jam per hari, penelitian ini menggunakan SWCT untuk merepresentasikan standar kerja dan mencatat kombinasi gerakan manusia dan mesin. Hasil analisis menunjukkan pengurangan waktu berjalan yang signifikan sebesar 34,58% setelah dilakukan perencanaan ulang tata letak area produksi. Keberhasilan penerapan SWCT tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional UKM Gelora Bakery, tetapi juga meningkatkan produksi harian biskuit kaleng. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami pentingnya strategi efisiensi produksi dalam industri makanan di Indonesia. Selain itu, saran untuk penelitian lebih lanjut tentang durasi proses pemanggangan menciptakan landasan untuk perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi produksi UKM Gelora Bakery secara keseluruhan. This study explores strategies to improve production efficiency at Gelora Bakery Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia. The main focus is improving the production area's layout by applying the Standardized Work Combination Table (SWCT). Gelora Bakery, located in East Jakarta, faced walk time constraints that resulted in fluctuations in production capacity and difficulties in meeting customer demand. Involving 25 workers in effective working hours of 9 hours per day, this study used SWCT to represent work standards and record the combination of human and machine movements. The analysis results showed a significant reduction in walk time of 34.58% after re-planning the layout of the production area. The successful implementation of SWCT not only improved SME Gelora Bakery's operational efficiency but also increased the daily production of canned biscuits. This study contributes to understanding the importance of production efficiency strategies in the food industry in Indonesia. In addition, the suggestion for further research on the duration of the baking process creates a foundation for continuous improvement to increase the overall production efficiency of SMEs Gelora Bakery.
Peningkatan Kualitas Dan Keamanan Produk Tempe Menggunakan Pendekatan Six Sigma Dan Good Manufacturing Practice (GMP) Aldyth Kendra Azaria; sahrupi; Ahmad Nalhadi
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i2.1583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk tempe yang dilakukan di UMKM Jaya Tempe. Produk tempe yang dihasilkan di UMKM ini memiliki cacat produk yang berupa produk tempe yang berwarna hitam rasa asam pada tempe, tekstur tidak padat dan ukuran yang berbeda sehingga perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk tempe melalui penerapan pendekatan Six Sigma dan Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini mengadopsi metode Six Sigma untuk mengidentifikasi dan mengurangi variabilitas dalam proses produksi tempe, serta menerapkan prinsip-prinsip GMP untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu jumlah produksi dan jumlah produk Defect selama periode dua bulan dengan total jumlah produksi 15.603 dan jumlah Defect 3.769, dengan nilai tersebut didapatkan nilai rata-rata DPMO yaitu 60.000 dan nilai level sigma 3,05. Sehingga dilakukan perbaikan dengan menggunakan 5W1H untuk meminimalisir terjadinya produk Defect dari faktor manusia, material, metode, dan lingkungan. Good Manufacturing Practice (GMP) Terdapat 7 aspek yang sudah memenuhi standar pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe. Tedapat 8 Aspek yang masih memenuhi standar tetapi masih harus diperbaiki pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe. Tedapat 3 Aspek yang belum memenuhi standar dan harus diperbaiki pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe.berikan.
Analisis Beban Kerja Untuk Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Pada Departemen Packing Menggunakan Metode Full Time Equivalent (studi kasus pt adi satria abadi kalasan) Tajudin; Ilmardani Rince Ramli
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i2.1606

Abstract

PT Adi Satria Abadi adalah perusahaan yang menghasilkan produk sarung tangan golf. Dalam proses produksinya karyawan harus bekerja secara optimal untuk menyelesaikan pekerjaanya, salah satu nya adalah proses pengemasan yang berada di departemen packing. Banyak nya aktivitas karyawan di luar stasiun kerja pengemasan untuk membantu karyawan di stasiun kerja needle inspect, begitu pun sebaliknya mengakibatkan tumpang tindih pekerjaan dan waktu yang terbuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur beban kerja karyawan dan mengetahui kebutuhan tenaga kerja di departemen packing. Penelitian ini menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan beban kerja di departemen packing dengan mengumpulkan data tentang aktivitas kerja dan waktu yang dihabiskan oleh setiap karyawan di setiap stasiun kerja. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan metode Full Time Equivalent (FTE) diperoleh beban kerja pada stasiun kerja needle inspect yakni 1,66. Stasiun kerja inspeksi ekspor 0,90. Stasiun kerja pengemasan 7,47. Dan diperoleh jumlah kebutuhan tenaga kerja pada stasiun kerja needle inspect 2 orang, stasiun kerja inspeksi ekspor 1 orang, dan stasiun kerja pengemasan 8 orang.
Analisis Usia Dan Pendidikan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada PT. Charoen Pokphan Indonesia-Silo Dryer, Bandar Lampung Arifin, Zaenal; Romano Afif Kesuma
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v6i2.1615

Abstract

Produktivitas kerja memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan perusahaan. Masalah penurunan produktivitas tenaga kerja di Indonesia telah menjadi topik wacana yang luas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus menggarisbawahi perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disengaja dan komprehensif di berbagai industri, menekankan pentingnya mengembangkan sumber daya manusia untuk mempertahankan daya saing dalam lingkungan kerja kontemporer dan menuntut. Meningkatkan produktivitas organisasi memerlukan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas karyawan, yang mencakup elemen-elemen seperti distribusi usia dan pencapaian pendidikan. Mengingat latar belakang kontekstual dari kekhawatiran ini, penyelidikan dilakukan untuk memeriksa pengaruh usia dan tingkat pendidikan terhadap efisiensi karyawan di PT Charoen Pokphand Indonesia Silo-Dryer di Lampung. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penyelidikan ini mencakup analisis kuantitatif deskriptif, menggabungkan analisis faktor konfirmasi, analisis regresi berganda, dan analisis korelasi. Analisis terutama berfokus pada hasil deskriptif menggunakan berbagai metrik SPSS. Selain itu, pemeriksaan mengintegrasikan tes normalitas Kolmogorov-Smirnov, penilaian multikolinearitas, tes regresi linier ganda, uji determinasi, uji t hipotesis, dan uji F hipotesis simultan menggunakan SPSS sebagai alat ukur. Temuan penelitian mengungkapkan korelasi substanensial antara variabel independen dan dependen, dengan nilai koefisien korelasi 65%. Direkomendasikan agar perusahaan memprioritaskan perekrutan lulusan dengan latar belakang pendidikan yang solid dan menyediakan program pelatihan yang disesuaikan untuk meningkatkan keahlian karyawan mereka selaras dengan bidang masing-masing.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja dengan Menggunakan Regression Tree dan Classification C50 Manurung, Valentine Andreas; Ai, The Jin
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1227

Abstract

Peningkatan produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi banyak pelaku bisnis. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penelitian sebelumnya telah memberikan berbagai pemahaman dan solusi terkait masalah tersebut. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, artikel ini mengusulkan suatu framework metodologi untuk melakukan analisis produktivitas tenaga kerja dengan menggunakan teknik machine learning melalui dua macam keperluan yaitu regresi dan klasifikasi dengan tujuan agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif dan dapat dengan mudah diinterpretasikan sebagai saran manajemen dengan tetap mencapai akurasi prediksi yang relatif baik. Sebagai ilustrasi penggunaan dari framework yang diusulkan tersebut, algoritma Regression Tree dipilih untuk keperluan regresi dan algoritma Classification C50 dipilih untuk keperluan klasifikasi, bahasa pemrograman R dalam RStudio digunakan sebagai alat untuk menjalankan framework, dan diaplikasikan dengan suatu data sekunder produktivitas tenaga kerja.
Analisis Nilai Manfaat Pembangunan Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Di Kota Yogyakart Esa Rengganis; Marni Astuti; Muhammad Adyansyah
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.850

Abstract

Pembangunan Gedung Pusat Desain Industri Nasional di Kota Yogyakarta merupakan proyek kolaborasi antara kementerian perindustrian dengan pemeritah kota Yogayakarta yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing IKM dengan fokus pada kegiatan riset dan pengembangan kapasitas pada bidang desain. Pembangunan tersebut memakan biaya awal sekitar 42 Milyar rupiah yang diambil dari dana alokasi khusus (DAK). Data penelitian diambil dari dinas perindustrian koperasi dan UKM kota Yogyakarta selaku pelaksana proyek pembangunan PDIN, dilengkapi dengan data riset pasar dan data pendukung dari sumber sumber valid lainnya. Seluruh data disusun menjadi arus kas selama masa manfaat gedung dan dikonversi menjadi nilai present dengan rumus ekuivalensi. Dengan peneleitian ini diharapakan dapat mengetahui apa saja manfaat dan berapa besaran nilai manfaatnya dari pembangunan PDIN. Hasil dari penelitian didapatkan manfaat dibangunnya PDIN adalah adanya pendapatan bagi pengelola, terbukanya lapangan pekerjaan baru, dan meningkatnya produktivitas tenaga kerja dengan adanya program pelatihan. Nilai net benefit dari proyek pembangunan PDIN sebesar Rp32,264,457,685 dengan nilai BCR 1,273. Serta dari proses pengujian sensitivitas didapatkan kenaikan biaya mampu ditoleransi hingga lebih dari 50% pada kondisi nilai manfaat tidak berubah dan penurunan manfaat mampu ditoleransi hingga lebih dari -20% pada kondisi nilai biaya tidak berubah.
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mencegah Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Karyawan Menggunakan Pendekatan Anthropometri Marfuah, Hasti Hasanati; Regita Ayu Permana Putri
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1572

Abstract

Musculoskeletal Disorders are one of the occupational health and safety disorders. In applying the principles of ergonomics, anthropometric measurements are needed. The anthropometric approach is used to measure the dimensions of the human body in designing work aids so as to provide comfort to employees when doing work. This research was conducted to provide proposals for designing work facilities by considering several factors, namely the subject of workers and complaints of Musculoskeletal Disorders. The result of this research is a proposed work facility design consisting of ergonomic chairs, tables and trolleys with an anthropometric approach. The anthropometric data used are sitting shoulder height (tbd), popliteal height (tpo), popliteal buttocks (pp), shoulder width (lb), hip width (lp), forward hand reach (jtd), hand stretch (rt), sitting elbow height (tsd), standing elbow height (tsd), and diameter of hand circumference (dlg). Before the improvement, employees experienced an increase in complaints of musculoskeletal disorders by 14.6%. Meanwhile, after the improvement, employees experienced a decrease in complaints of musculoskeletal disorders by 6.4%. In addition, there was an increase in production by 4%.
Analisis Pengukuran Produktivitas Produksi Furniture dengan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel dan American Productivity Center (APC) Jono; Indrayana, Masrul; Permatasari, Intan; Maulana, Ardha Nur
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1589

Abstract

D’Best Furniture CV. Limase Laras merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri furniture. D'Best Furniture CV. Limase Laras selama ini belum pernah melakukan pengukuran produktivitas terhadap produk yang dihasilkannya, sehingga perusahaan tidak mengetahui seberapa tingkat produktivitas yang telah dicapai oleh perusahaan. Padahal, dengan meluasnya area pemasaran hingga mencapai ke luar negeri, perusahaan dituntut untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas dan memperhatikan produktivitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. D'Best Furniture CV. Limase Laras juga tidak mengetahui penyebab dari penurunan maupun peningkatan produktivitas perusahaan. Untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan, maka perlu untuk dilakukan analisis pengukuran produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Marvin E. Mundel dan metode American Productivity Center (APC). Kedua metode ini pada umumnya memiliki kesamaan, yaitu dapat mengetahui indeks produktivitas perusahaan. Metode Marvin E. Mundel merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk melihat peningkatan atau penurunan produktivitas secara spesifik, sedangkan metode American Productivity Center (APC) merupakan suatu metode yang digunakan dengan tujuan perusahaan dapat mengetahui tingkat produktivitas dan hubungan secara langsung antara profitabilitas dengan produktivitas dan perbaikan harga. Untuk memudahkan dalam menganalisis data, maka digunakan fishbone diagram untuk mengetahui sebab akibat penurunan produktivitas. Berdasarkan hasil penelitian, produktivitas perusahaan pada tahun 2021 mengalami penurunan, yaitu sebesar 79%. Penurunan produktivitas yang paling dominan disebabkan oleh depresiasi mesin, karena penggunaan mesin yang melebihi batas dan kerusakan pada mesin akibat kurang efektif dalam hal perawatan mesin. Langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan melakukan pembelian mesin yang baru dan memberi pelatihan kepada pekerja mengenai cara melakukan perawatan terhadap mesin.
Perbaikan Kinerja Defect free supply chain Dengan Pendekatan Simulasi Model System Dynamics (Studi Kasus: PT. NPC) Mansur, Agus; Rifki, Muhammad; Ramadhan, Fadhil Adita Ramadhan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1746

Abstract

The garment industry plays an important role in supporting the Indonesian economy with a significant growth of 15.08% in 2019. This study aims to reduce the defect rate at Line 9 Factory C, PT. NPC to strengthen supply chain performance, especially performance related to the defect free supply chain. This study will explore in detail the production defect rate using the Seven Tools approach and design a defect reduction strategy with a Dynamic System Simulation approach. The Seven Tools method helps identify dominant defects such as Poor Shape, Open Seam, and Broken Stitch through Check Sheet, Pareto, and Fishbone Diagram analysis. The simulation results show that the Company's existing condition has an average defect rate of 12.15%, exceeding the company's target of less than 10%. The proposed strategic steps are to conduct interventions in the form of intensive training for operators and the addition of Inline QC officers. The simulation results show that training reduces the defect rate by 0.70%, while the addition of Inline QC officers reduces the defect rate by 1.16%. The combination of both strategies resulted in the largest reduction in defect rates of up to 1.34%, indicating a positive direction of improvement towards the company's target. The implementation of quality control strategies not only increased operational efficiency, but also increased the company's supply chain performance.

Page 11 of 13 | Total Record : 122