Jurnal Geocivic
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2021): Edisi April"
:
10 Documents
clear
Penerapan Simple Additive Weighting untuk Pemilihan Faktor Internal Berpengaruh Terhadap Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate
Kusrini Kusrini;
Jumaris Jumaris
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3062
Kelurahan Dufa-Dufa merupakan salah satu kelurahan yang termasuk dalam wilayah administrasi Kota Ternate dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan masyarakat yang beragam. Keberagaman masyarakat terutama dalam hal mata pencaharian yang menunjang pendapatan untuk memenuhi kebutuhan individu dan keluarganya. Pemenuhan maksimal untuk kebutuhan keluarga setiap individu memiliki ukuran masing-masing pada tahap kesejahteraan keluarga. Berdasarkan pemikiran tersebut maka penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor internal yang mempengaruhi kesejahteraan dengan menerapkan metode simple additive weighting yaitu suatu penunjang keputusan untuk faktor-faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam memecahkan masalah penelitian atau untuk mengetahui pengaruh kesejahteraan keluarga di kelurhan Dufa-Dufa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 86 responden dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah proporsional random sampling. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga antara lain usia, tingkat pendidikan terakhir responden, beban anggota keluarga, mata pencaharian, pendapatan, dan biaya. Hasil penerapan simple additive weighting memberikan informasi nilai preferensi dengan faktor pengaruh yang dominan adalah pendapatan dan beban keluarga dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,61. Untuk urutan selanjutnya, faktor pendidikan, pendapatan dan pengeluaran memiliki nilai preferensi 0,58 sedangkan faktor usia, beban keluarga dan pendapatan memiliki nilai preferensi 0,55. Berdasarkan nilai preferensi, faktor dominan yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga di kelurahan Dufa-Dufa terletak pada unsur-unsur pendapatan dan beban keluarga.. Kata Kunci: simple additive weighting, kesejahteraan, kelurahan Dufa-Dufa
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KELAPA (COCOS NUCIVERA) DESA MADOPOLO KECAMATAN OBI UTARA KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
Asnita Ode Samili;
Jainudin Hasim
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3055
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi bagi petani kelapa di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, data diolah dengan kebutuhan model yang digunakan. Sampel diambil dari tiga desa di Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan yang berjumlah 57 KK, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan berpengaruh positif dan signifikan, variabel biaya produksi petani kelapa berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan petani kelapa di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan. Kata Kunci: Pendapatan, Petani Kelapa, Desa Madopolo
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA BERBASIS BUDAYA SARUMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN
Mohtar Kamisi;
Rustam Hasim
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3103
Pengaruh globalisasi mengakibatkan generasi muda khususnya pada anak muda remaja saat ini terlihat lebih bangga terhadap budaya asing dari pada budaya kita sendiri. Budaya kita memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan karakter kaum remaja, di Indonesia, khususnya budaya “SARUMA”. Dalam perkembangan budaya “SARUMA” di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Halmahera Selatan untuk menjaring budaya asing menajadi perhatian pemerintah daerah dan negara. Dengan demikian pemerintah pusat dan daerah harus bekerja keras untuk meningkatkan penguatan pendidikan karakter baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Pendidikan karakter pada era globalisasi sangat berperan aktif untuk mengatasi krisis moral yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Penguatan pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting seperti mencari solusi atau pemecahan masalah, membuat keputusan sesuai musyawarah mufakat, serta mampu meredam konflik yang sering terjadi baik di sekolah maupun di masyarakat. Budaya “SARUMA” masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan merupakan budaya dari leluhur nenek moyang masa lalu sehingga dijadikan pedoman hidup masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Budaya “SARUMA” masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan masih bersifat lokal, namun nilai yang terkandung di dalamnya amat universal.Kata Kunci: budaya saruma, penguatan pendidikan karakter, sekolah menengah atas
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA (Studi Orientasi Nilai-Nilai Toleransi Peserta Didik di SMA Negeri 6 Kota Ternate)
Rahmad Kofia;
Muhtar Yusuf;
Irwan Abbas
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3059
Latar belakang dalam penelitian ini adalah Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia, dengan wujud nilai intrinsik yang diapandang memiliki kekuatan spiritual dalam membangun sikap toleransi dalam umat beragama dan suku yang berbeda. Sikap toleransi adalah kunci penting untuk terciptanya hidup bersama yang harmonis. Usaha untuk menyuburkan semangat toleransi, perlu semangat, dan tidak boleh mengabaikan yang lain. Dalam konteks inilah mestinya sikap toleransi diartikan, bukan sebagai semangat radikal yang ingin menyingkirkan segala hal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan 1. Mengetahui aktualisasi nilai-nilai toleransi peserta didik di SMA Negeri 6 Kota Ternate. 2. Mengetahui bagaimana sikap dan mentalitas peserta didik dalam menghadapi gerakan pluralisme di SMA Negeri 6 Kota Ternate. 3. Untuk mengetahui penghambat aktualisasi nilai-nilai toleransi. Adapun sumber penelitian ini adalah menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik dan prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah 1. Aktualisasi nilai-nilai toleransi peserta didik dilakukan bukan tanpa alasan. Para peserta didik merasa bahwa setiap peserta didik memiliki hak yang sama. Peserta didik dari suku manapun, dari agama apapun, berlatarbelakang sosial-ekonomi seperti apapun, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. 2. Sikap pluralis yaitu sikap mengakui ada hak orang lain untuk menganut agama yang berbeda dengan dirinya. Fakta sosial yang menunjukkan agama di Indonesia beranekaragam. Pemahaman masyarakat Indonesia dalam beragama belum menunjukkan sikap pluralis, fenomena yang ada adalah sikap beragama bersifat heterogen. 3. Memperkuat Iman Setiap agama mengajarkan sikap toleransi antar umat lain yang berbeda agama. Iman adalah satu tonggak dalam menciptakan masyarakat toleransi. Menerpakan iman dalam kehidupan sehari-hari juga tanda bahwa sikap toleransi berhasil diaplikasikan. KataKunci : Aktualisasisi, Nilai-nilai Pancasila, Siswa, SMA Negeri 6 Kota Ternate.
Implementasi Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan
Akbar Ongo;
Nani I Rajaloa;
Rusdi Hasan;
Jusan Yusuf
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3104
Pemerintah Desa menjadi sentrum governance di desa, yang mempunyai relasi dengan BPD, elemen-elemen masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi. Kepala desa adalah personifikasi pemerintah desa. Pemerintah desa secara empirik menjadi medan tempur antara Negara dan masyarakat kaerna dipamdang dari sudut Negara, pemerintah desa merupakan bagian mata rantai birokarasi Negara, yang menjalankan fungsi regulasi dan control pada wilayah dan masyarakat melalui “ pelayanan administratif”, implementasi proyek-proyek pembangunan, mobilisasi masyarakat untuk mendukung kebijakan pemrintah, melakukan pelayanan pada masyarakat demi kepentingan Negara, menarik pungutan dan lain- lain.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimanakah Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Samo, dengan tujuan (1). Mengetahui gambaran yang jelas mengenai Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara. (2). Mengetahui hambatan yang ditemui dalam Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa sebagai Fungsi Legislasi, Fungsi Pengawasan dan Fungsi Penyalur dan Penampung Aspirasi Masyarakat Di Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara.Secara teoritik, penelitian ini memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu pemerintahan secara praktis bagi BPD. Di samping itu melalui kajian ini diharapkan agar dapat memberikan sumbangan pemikiran menyangkut dengan pentingnya pelaksanaan peraturan desa serta penyelengaraan pembangunan desa. Kata Kunci; Implementasi, Kinerja, Badan Permusyawaratan Desa, Desa Samo
SIKAP DEMOKRASI DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SMK NEGERI 2 KOTA TERNATE
Ariani Djurumudi;
Irwan Djumat;
Siti Rahia Hi. Umar
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3060
Latar belakang penelitian ini adalah Pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang demokratis, karena sikap demokratis sangat diperlukan bagi masyarakat saat ini. Kehidupan masyarakat yang demokratis harus didasarkan pada kesadaran warga dan bangsa atas ide, cita-cita demokrasi yang melahirkan kesadaran dan keyakinan bahwa hanya dalam masyarakat yang demokratislah dimungkinkan warga dan bangsa untuk memaksimalkan kesejahteraan dan kebebasan bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui peran guru dalam Sikap Demokrasi Dalam Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. 2. Untuk mengetahui implementasi Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. Subjek penelitian adalah orang yang diminta untuk memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat dalam mengungkapkan fakta-fakta di lapangan. Subjek penelitian ini adalah seluruh Guru PPKn, wakasek kurikulu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1. Sikap demokratis sangatlah diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, karena Indonesia memiliki keberagaman etnis, budaya, bahasa, agama serta kelompok- kelompok sosial. Keberagaman ini merupakan suatu keniscayaan hidup, karena setiap orang ataupun kelompok pasti memiliki perbedaan yang beragam. Keberagaman tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Indonesia, khususnya bagi kelompok-kelompok sosial dengan pemikiran dan pendapat yang berbeda..2. Implementasi sikap demokrasi yang diharapkan selain melalui kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif, strategi atau metode pembelajaran yang digunakan juga melalui keteladanan yang baik dari perilaku guru. Implementasi nilai-nilai demokrasi dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas tidak lepas dari peran guru. Dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk belajar. Kata Kunci : Sikap Demokrasi, Pembelajaran PPKn, SMK N 2 Kota Ternate
Sultan Tidore Zainal Abidin Alting: Dari Konperensi Denpasar Hingga Menjadi Gubernur Pertama Papua 1946-1956
Rustam Hasim;
Rasty Amalia Faroek
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3204
Hubungan antara Maluku (Ternate, Bacan dan lebih khususnya lagi Tidore) dengan Papua sudah terjalin jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Hubungan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan bukan hanya dibuktikan dengan sumber-sumber tertulis. Bahkan cerita-cerita rakyat yang berasal dari Maluku (Kronik Tidore dan Bacan) dan Papua (Kronik Biak) mengkisahkan ikatan persaudaraan itu. Maka tidaklah mengherangkan jika ikatan persaudaraan yang akrab antara kedua daerah yang telah berabad-abad menjadi ingatan kolektif tersebut sengaja di hilangkan oleh Kolonial Belanda dengan memisahkan Tidore dengan Papua dalam konferensi Denpasar pada tanggal 7-24 Desember 1946, menimbulkan protes dari Sultan Tidore ke 34 Zainal Abidin Alting.Konferensi Denpasar yang diprakarsai oleh H.J. van Mook merupakan upaya Belanda mendirikan negara–negara bagian dalam rangka mewujudkan Negara Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Persetujuan Lingarjati. Dalam konferensi ini dibentuklah Negara Indonesia Timur (NIT) meliputi; wilayah Sulawesi, Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara) dan Kepulauan Maluku. Perjuangan Zainal Abidin Alting dalam memperjuangkan pembebasan Papua (saat itu Irian Barat) bukan hanya semata-mata motivasi politik dan historis melaingkan sebagai tangungjawab seorang pemimpin untuk berjuang membebaskan rakyatnya (Papua) yang dibelenggu oleh penjajah Belanda. Maka pada tanggal 17 Agustus 1956, Presiden Soekarno membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota Soasiu Tidore, dan melantik Zainal Abidin Alting pada 23 September 1956 sebagai gubernur pertama Papua. Salah satu pasal keputusan Presiden tanggal 16 Agustus 1956 mengatakan pemerintah provinsi bertugas membantu pemerintah pusat dalam perjuangan mengembalikan daerah tersebut dalam kekuasaan de fakto Republik Indonesia. Akhirnya melalui perjuangan TRIKORA dan atas kesedian rakyat Papua untuk memilih bergabung dengan Republik Indonesia melalui Penentuan Pendapar Rakyat (PEPERA) tahun 1969 ke pangkuan Ibu Pertiwi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata Kunci: Zainal Abidin Alting, Sejarah Politik, dan Papua
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN RUANG PUBLIK MELALUI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA TERNATE
Jainudin Hasim;
Asnita Ode Samili
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3061
Keberadaan taman di Kota Ternate sebagai ruang publik perlu diukur seberapa efektifnya, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat 4 (enam) taman yang ada di Kota Ternate yaitu: Taman Nukila, Taman Kota Ternate, Taman Fitnes, Taman Moya Mabuku. Keberadaannya masih kurang efektif sebagai taman, karena banyak taman yang belum memiliki konsep yang jelas sehingga tidak memiliki identitas lokal yang jelas (miss identity), minimnya aktivitas dan wahana di dalam taman membuat taman tersebut sangat monoton dan kurang menarik. Selain itu masih Kurangnya ketentraman dan kenyamanan pengguna disebabkan karena taman berada di pinggir jalan raya, sehingga terganggu oleh aktivitas kendaraan bermotor, selain itu taman belum didesain dengan baik, karena banyak taman yang melakukan tidak memiliki tempat seperti "gazebo" atau "joglo" sebagai pembatas. terik matahari dan juga hujan yang bisa terjadi kapan saja. Keberadaan taman jika diukur dengan konsep Habermas terkait ruang publik nampaknya masih jauh dari ukuran sebuah ruang bagaimana mensyaratkan ruang publik tersebut bersifat inklusif, mengingat ruang publik di Kota Ternate masih bersifat personal, karena belum ada. menciptakan ruang yang dapat membangun interaksi masyarakat di Kota Ternate, sedangkan konsep egaliter telah terpenuhi, karena semua orang dapat mengakses taman dan tidak ada tekanan untuk melakukan rutinitas di ruang publik. Kata Kunci: Efektivitas, Ruang Publik, Ruang Terbuka Hijau
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SMILEY FACE PADA SISWA KELAS XI-IPA-1B SMA NEGERI 10 KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA
Buang Jama
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3287
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI-IPA-1B SMA NEGERI 10 Tidore Kepulauan dengan latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa yang disebabkan oleh metode mengajar guru, yaitu metode ceramah. Selain itu, guru tidak menggunakan media pembelajaran sehingga siswa kurang memperhatikan materi yang diberikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media smiley face, serta untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan media smiley face.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis & Mc Taggart melalui dua siklus. Untuk memperoleh data hasil penelitian, dibuat instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Instrumen pembelajaran berupa RPP sedangkan instrumen pengumpulan data berupa penilaian rpp, tes siklus, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Data dianalisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran setiap siklus sesuai dengan aspek media smiley face dan materi, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, serta terdapat peningkatan kemampuan pemahaman matematis pada materi bilangan bulat selama penelitian berlangsung. Nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 86,67 dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata-rata nilai siswa 92,17. Peningkatan kemampuan pemahaman matematis pada materi bilangan bulat tersebut dibuktikan dengan indeks gain nilai rata-rata kelas dari siklus I ke siklus II sebesar 0,39 dengan interpretasi sedang. Kata kunci: Media Smiley Face, Kemampuan Pemahaman Matematika
PELAKSANAAN COKA IBA DI HALMAHERA TIMUR (Studi Kasus Desa Bicoli nKecamatan Maba Selatan)
Aton Bagaskara Jafar;
Syahril Muhammad;
Jainudin Abdullah
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3053
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1). Untuk mengetahui sejarah coka iba. 2). Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan coka iba di Bicoli. 3). Untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat pada coka iba. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengambilan data Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan melalui beberapa tahapan diantaranya; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: 1). Sejarah coka iba terdapat empat penjelasan yang berbeda. Pertama, coka iba sebagai pemberian kesultanan Tidore. Kedua, coka iba bentuk mengenang kembali persahabatan dengan bangsa jin. Ketiga, coka iba sebagai pertunjukan kehebatan pendakwah. Keempat, coka iba bentuk merefleksikan kembali semangat perang salib. 2). Pelaksanaan coka iba di Bicoli suda terjadi empat kali perubahan, diantaranya. Pertama. Melibatkan ngofa manyira pada tahun 1969. Kedua. Tanpa ngofa manyira dan diganti oleh sebagian soa samafu. Ketiga. Pelaksanaan tanpa penjemputan adat. Keempat. Pelaksanaan coka iba di tahun 2019 dijemput oleh Imam. Pelaksanaan coka iba tahun 2019 diakukan hampir sama dengan tahun 1969, cuman pada penjemputan adat dijemput oleh imam dan tidak ada geplun Smowo serta posisi duduk antara pemimpin soa tidak ditentukan duduk saling berhadapan sehingga ketiga soa semuanya duduk dengan sarah yang termasuk bagian dari tiga soa. 3). Nilai yang terdapat pada pelaksanaan coka iba diantaranya nilai moral dan nilai religious. Kata Kunci: Pelaksanaan, Coka Iba, Bicoli Halmahera Timur.