Journal On Teacher Education (Jote)
The teacher education journal is a place for researchers to develop their competencies in the fields of research, education and community service. This journal is related to the world of general education such as early childhood education, educational psychology, primary school teacher education, mathematics education, physics education, chemical education, management education, educational guidance and counseling and other practical studies. Journal On Teacher Education publish publications twice a year, in September and March. This journal is registered with E-ISSN: 2686-1798 and P-ISSN: 2686-1895.
Articles
857 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BATUANG ANGKO
Adrita Adrita
Journal on Teacher Education Vol. 1 No. 2 (2020): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.706 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v1i2.2044
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan berhitung melalui permainan tradisional batuang angko anak Kelompok B usia 5-6 tahun. Penelitian di TK Kuncup Mawar menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur penelitian yang dilaksanakan terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan juga refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan berupa analisis data kualitatif dan juga analisis data kuantitatif. Pada pelaksanaan pra-tindakan dilakukan untuk mengukur kemampuan berhitung anak diperoleh persentase sebesar 53.3%. Kemudian siklus I terjadi peningkatan sebesar 65.45% dan pada siklus II dilaksanakannya tindakan diperoleh peningkatan sebesar 85.84%. Dari hasil yang didapat terlihat permainan tradisional batuang angko mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak. Dalam aspek anak mampu menyebutkan lambang bilangan 1-20, anak mampu membilang, anak mampu mengenal lambang bilangan, dan anak mampu mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan.
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SDK WAIDAHI KECAMATAN DORENG KABUPATEN SIKKA
Angelus Angelus
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.379 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1657
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru yang dianggap masih kurang. Untuk itu dilakukan sebuah inovasi dengan menerapkan supervisi akademik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan empat tahapan yaitu: perencaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja guru di SDK Waidahi Kecamatan Doreng Kabupaten Sikka. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian: Pada indikator perencaan pada siklus I memperoleh skor 60,00 meningkat pada siklus II dengan skor 75,00%. Pada indikator pelaksanaan pembelajaran memperoleh skor 55,00% meningkat pada siklus II dengan skor 70,00%. Dan pada indikator penilaian pembelajaran memperoleh skor 55,00% meningkat dengan skor 70,00%. Selain itu rata-rata kinerja guru juga meningkat pada siklus I rata-rata kinerja guru adalah 56,66 dengan kategori cukup, pada siklus II meningkat hingga 71,67 dengan kategori Baik.
PEMBELAJARAN DARING BAHASA INGGRIS PADA SISWA SMP: SEBUAH TANTANGAN PEMBELAJARAN
Mulyadi Mulyadi
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.305 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1793
Pembelajaran pada masa pandemik perlu disikapi oleh para guru dan orang tua. Hal ini memerlukan adaptasi dan waktu, sehingga siswa dapat melaksanakan pembelajaran lebih baik. Pembelajaran bahasa Inggris yang perlu latihan dan pembiasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola pembelajaran daring bahasa Inggris, baik kendala maupun tantangan yang dihadapi guru serta para siswa untuk belajar dirumah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengambilan data dengan angket dan wawancara terstruktur dan non terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa, guru dan orang tua murid perlu berkolaborasi agar pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik. Pola pembelajaran dikelas dan dirumah mengalami perubahan. Pada kemampuan menulis , siswa perlu dilatih dengan baik dan terus menerus agar pengembangan menulis siswa berkembang. Pada kemampuan membaca siswa sebaiknya mempunyai target. Pada kemampuan struktur siswa cenderung menghapal pola kalimat. Sedangkan pada pembelajaran kosa kata siswa lebih antusias agar dibarengi dengan gambar. Kata Kunci: Pembelajaran daring, siswa, SMP
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA KELAS X TITL SMKN 1 MAUMERE
Sabinus Clemens Mboa
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.477 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1658
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar dasar listrik dan elektronika kelas X TITL SMK Negeri 1 Maumere tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK), rancangan dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus yang terdiri dari perencanan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL SMK Negeri 1 Maumere yang berjumlah 31 orang. Berdasarkan data yang diperoleh pada PTK siklus I siswa yang tuntas 18 siswa secara klasikal (71,43%) dalam kategori cukup. Pada siklus II yang tuntas 23 orang siswa (85,71%) secara klasikal dalam kategori baik. Perubahan dari siklus I ke siklus II mencapai peningkatan 14,28% secara klasikal. Berdasarkan analisis dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar dasar listrik dan elektronika pada siswa kelas X TITL SMK Negeri 1 Maumere
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN (STUDI KASUS PADA SMA)
Siti Alifah
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.716 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1810
Abstract Incrcteasing human resources in the era of globalization was very important to improve the quality of education. However, there are still some obstacles and problems that need to be addressed. From the lack of teachers, in various remote areas, the quality of teachers, facilities and infrastructure are still minimal. This study aimed to describe the development of human resources in several high schools in Bekasi City. The research method used is descriptive qualitative research method. Data were obtained by interviewing and giving questionnaires. Data analysis techniques with data collection with data reduction and data categorization. Respondents included 5 teachers, 3 principals and 5 administrative staff from 3 high schools. The results showed that the teacher's competence was on average good. This can be an illustration, so that teacher competence can be improved, although based on interviews, teachers still have big challenges in improving the quality of education. Keywords: human resource, Quality, Education
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA TEKS EXPLANASI DI KELAS X MIPA-1 SMA NEGERI 1 BOLA KABUPATEN SIKKA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Fredialto Answaldus Fasmin
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.278 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1678
The research was carried out starting from the early reflections on the results of formative test done in thescience class of X , Kab. Sikka, NTT Province. The test results of Basic competence: to analyze a social function, text structure and language features of explanation text shows that of the total 26 students only 15.38% are able to meet the criteria for a minimum mastery by 75. Starting from these problems need to be followed up by applying the SAVI technique in learning reading comprehension . The formulation of the problems in this study are 1) Can the use of the SAVI technique increase student activity in learning to read comprehension in Class X  MIPA-2 SMA Negeri 1 Bola? (2) Can the use of the SAVI technique improve student learning outcomes in reading comprehension learning in Class XI MIPA-1 SMA Negeri 1 Bola? This type of research uses a classroom action research model designed in three cycles. Each cycle takes four stages, namely learning planning, implementing learning, observing, and reflecting. Sources of data in the study were 26 students of Class X MIPA-1 SMAN 1 Bola, consisting of 7 boys and 19 girls . In this study, the researcher is the author himself as a subject teacher and is assisted by a colleague as a collaborator. The data collection techniques used observation technique and test technique. Qualitative data from the results of observation about student activities are processed and analyzed descriptively with percentage to see trends that occur in each learning activity and are categorized into low, medium and high levels. The quantitative data from the test results were analyzed the average value to determine the achievement of the minimum completeness criteria of 75. The results of this study indicate that the use of SAVI techniques can improve learning activities and student learning outcomes in developing reading comprehension competencies . Student learning activities in cycle 1 were 54% increased to 78% in cycle 2 and 95% in cycle 3. The average student learning outcomes in cycle 1 were 71, increasing to 78 in cycle 2 and 82 in cycle 3.
IMPLEMENTASI KELAS VIRTUAL DENGAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA DI SMA NEGERI 1 MAUMERE
Evarista Eti
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.302 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1541
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kelas virtual dengan Google Classroom dalam meningkatkan hasil belajar kimia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 MAUMERE.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran dan hasil tes siswa pada mata pelajaran kimia. Setelah semua data terkumpul, analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh aktivitas siswa dalam impelemntasi kelas virtual dengan Google Classroom mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II dengan persentase 92,31% menjadi 94,23%. Sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara klasikal dari70,94% pada siklus I menjadi 88,88% pada siklus II. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi menggunakan kelas virtual dengan Google Classroom dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia di SMAN 1 Maumere.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PADA KELUARGA MUDA DI DESA DANAU BINGKUANG
Nurmalina Nurmalina
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.339 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.1881
Pemahaman orangtua yang relatif rendah tentang konsep pendidikan anak usia dini menjadikan minimnya pendidikan anak di rumah. Salah satu penyebabnya adalah masih banyak terdapat keluarga muda hasil pernikahan dini. Penelitian ini bertujun untuk pendidikan anak usia dini pada keluarga muda di Desa Danau Bingkuang Kecamatan Tapung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola asuh permisif diterapkan oleh 3 keluarga muda dan pola asuh otoriter diterapkan oleh 2 keluarga muda. Keluarga yang menerapkan pola asuh permisif sangat terlibat dalam kehidupan anak mereka tetapi sangat sedikit batas atau kendali. Pola asuh otoriter yang diterapkan oleh 2 keluarga muda menuntut anaknya untuk mengikuti perintah orangtua. Mereka selalu menetapkan batas yang tegas dan tidak memberi peluang yang besar kepada anak-anak untuk berbicara dan suka sering memberikan hukuman tanpa menanyakan terlebih dahulu penyebab mengapa anak melakukan kesalahan.
PELAKSANAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII.B DI SMP NEGERI 34 KABUPATEN TEBO
Zuhrotul Viafarida;
Meldawati Meldawati;
Ranti Nazmi
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.05 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v3i1.2064
This research is motivated by the implementation of the discussion that has not been optimal. The purpose of the study was to describe the implementation and constraints of the Two Stay Two Stray (Ts-Ts) Cooperative Learning Model in Integrated Social Studies Subjects Class VIII.B at SMP Negeri 34 Tebo Regency. The method used is descriptive qualitative. The results of the study: 1) The division of groups has been carried out but there are groups that have 3 members, ideally each group has 4 people. 2) The distribution of materials has been carried out. Intragroup discussions have been carried out. 3) The implementation of Two Stray, has not been fully implemented. The problem was that there was one meeting that did not carry out Stray activities. 4) Implementation of Two Stay. The problem is that there are two groups where only one member stays, ideally there are two members who stay (Stay). 5) Discussion of the results of the Two Stay Two Stray (TS-TS) activity was not carried out. The presentation activity has been carried out. Activities of the Two Stay Two Stray Type Cooperative Learning (TS-TS) model was not fully implemented and there are still obstacles in its implementation.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAYDI KELAS VII 1 MTsN 11 AGAM
Sri Hayati
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.723 KB)
|
DOI: 10.31004/jote.v3i1.2119
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Peningkatan aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Straydi Kelas VII 1 MTsN 11 Agam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII 1 MTsN 11 Agam yang berjumlah 32 orang. Data penelitian berupa hasil pengamatan dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui lembar observasi dan lembar tes. Hasil penelitian pengamatan RPP pada siklus I adalah 85,7 % (baik) meningkat menjadi 92,9% (sangat baik) pada siklus II. Hasil pengamatan aspek guru siswa pada siklus I adalah 76,56% (baik) meningkat menjadi 92,19% (sangat baik) pada siklus II. Hasil pengamatan aspek siswa siswa pada siklus I adalah 73,31% (cukup) meningkat menjadi 92,18% (sangat baik) pada siklus II. aktivitas belajar siswa pada siklus I 53,90 % meningkat menjadi 82,02 % pada siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 72,77 meningkat menjadi 81,99 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Straydapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS TERPADU di Kelas VII 1 MTsN 11 Agam.