cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 071 (2008)" : 11 Documents clear
Paradigma dan Revolusi Sains (Telaah atas konsep pemikiran Thomas Samuel Kuhn dan implikasinya dalam teori belajar) Tri Rijanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3083

Abstract

Abstrak: Perubahan radikal dalam sains pada awal Eropa modern berpengaruh amat besar terhadap riset-riset praktis dan konsep berikutnya tentang masyarakat dan manusia itu sendiri. Pola pengembangan yang khas dari sebuah kematangan sains adalah transisi berturutan dari satu paradigma ke paradigma lain melalui proses revolusi. Sains pada dasarnya lebih dicirikan oleh paradigma dan revolusi yang menyertainya. Konsep sentral Kuhn adalah apa yang dinamakan dengan paradigma. Istilah paradigma identik dengan “skema” dalam teori belajar. Skema adalah suatu struktur mental atau kognisi yang dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Skema ini akan beradaptasi dan berubah seiring perkembangan mentalnya. Teori belajar, dimana pembelajar mengkonstruksi “skemaskemanya” dikenal dengan konstruktivisme.
Penerapan Satuan Kredit Semester (SKS) di Sekolah Menengah Mariati Mariati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3084

Abstract

Rancang program SKS telah diuji cobakan sejak tahun ajaran 2004/2005 pada 17 SMA di Mataram oleh Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan tiga SMA di DKI Jakarta pada tahun ajaran 2007/2008. Studi ini dilakukan untuk mengkaji penerapan SKS di Mataram dan Jakarta yang dilaksanakan pada tahun 2007. Sasaran studi berjumlah 64 orang yang terdiri dari staf dinas pendidikan yang menangani program SKS, kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran dan pakar dari perguruan tinggi yang menjadi nara sumber atau patner sekolah. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan diskusi fokus secara kelompok. Teknik analisis data untuk memperoleh hasil kajian digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa sekolah antusias melaksanakan SKS karena kemandirian peserta didik meningkat. Namun demikian, masih terdapat perbedaan dalam hal: (a) pelaksanaan SKS dan beban belajar SKS, (b) penerapan jumlah sks yang berbeda-beda, (c) program akselerasi dan pengayaan, (d) kurang tersedianya SDM di sekolah yang mampu untuk merancang kurikulum, (e) belum tersedianya buku petunjuk dari pemerintah, (f) belum terpenuhinya sarana dan prasaranan, (g) belum siapnya sistem adminstrasi sekolah, serta (h)beragamnya pemahaman stakeholder tentang SKS.
Kondisi dan Disparitas APK SMP Tahun 2007 Dalam Rangka Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun Ida Kintamani
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3085

Abstract

Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang akan dituntaskan tahun 2008 menggunakan ukuran APK SMP sebesar 95,00%. Ukuran penuntasan ada lima, yaitu paripurna, utama, madya, pratama, dan belum tuntas. Untuk mengetahui sejauh mana program tersebut dapat dituntaskan, dibahas APK SMP dan disparitas APK SMP tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006. Populasi yang digunakan adalah 440 kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan hanya 187 kabupaten/kota (42,50%) yang telah tuntas paripurna (APK SMP >95%) dan yang belum tuntas (APK <80%) sebanyak 111 kabupaten/kota (25,23%). Provinsi DI Yogyakarta telah tuntas paripurna, provinsi Sulawesi Utara telah tuntas utama, Riau dan Bali telah tuntas madya, dan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi telah tuntas pratama. Dilihat dari disparitas APK secara nasional 23,93% hanya menurun 0,06 % dari tahun 2006. Disparitas terbesar di Nusa Tenggara Timur (45,30%) dan terkecil di Maluku Utara (1,28%).
Persepsi Guru SMA Terhadap Ujian Nasional SD/MI Safari Safari
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa permasalahan: (1) Setujukah diadakan Ujian Nasional (UN) SD/MI? (2) Apakah terdapat perbedaan persepsi guru mata pelajaran SMA terhadap: (a) motivasi belajar siswa terhadap materi, (b) kemampuan akademik siswa, (c) keinginan melanjutkan ke SMP/MTs, (d) akhlak siswa, (e) keobjektifan guru dalam memberi skor/nilai ujian, (f) kemampuan guru menulis soal; selama tidak ada UN. Berdasarkan analisis deskriptif dan uji Chi-Square dari 257 responden/guru mata pelajaran diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, sebagian besar 145 responden (56,4%) guru mata pelajaran SMA menyatakan setuju diadakannya UN SD/MI dan hanya 101 responden (39,3%) yang menyatakan tidak setuju, serta 11 responden (4,3%) responden yang tidak menjawab. Kedua, pelaksanaan ujian SD/MI selama belum adapengganti UN, sebagian besar guru mata pelajaran SMA menyatakan “sedang” pada keenam aspek: (1) motivasi belajar siswa, (2) kemampuan akademik siswa, (3) keinginan siswa SD/MI melanjutkan ke SMP/MTs, (4) akhlak siswa, (5) guru objektif dalam memberi skor/nilai ujian, (6) kemampuan guru menulis soal. Hal ini menunjukkan adanya indikasi perbedaan persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan ujian SD/MI selama tidak ada pengganti UN adalah tidak terbukti (P>0,05).
Analisis Kinerja Guru Kimia SMU DKI Jakarta Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional Sumiyati Sumiyati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru kimia SMU di DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan ini, telah dilakukan penelitian dengan jumlah sampel 118 orang guru kimia yang dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan desain korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kinerja guru kimia. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional guru kimia maka semakin tinggi kinerja mereka. Hal ini berarti pula bahwa apabila seorang guru kimia SMU mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi, maka guru tersebut akan menunjukkan kinerja yang baik dan memuaskan.
Pengaruh Sikap Profesional Guru, Pemahaman Perkembangan Anak, dan Berpikir Kreatif Terhadap Kemampuan Guru Menyusun Assessment Keterampilan Proses Y Padmono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh sikap profesional guru, pemahaman perkembangan anak, dan berpikir kreatif terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses pada guru-guru sekolah dasar di Kebumen Jawa Tengah. Data dianalisis dengan metode-metode korelasional dan analisis jalur rekursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh: (1) langsung sikap profesional guru terhadap pemahaman perkembangan anak, (2) langsung sikap profesional guru terhadap berpikir kreatif, (3) langsung pemahaman perkembangan anak terhadap berpikir kreatif, (4) langsung sikap profesional guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses,(5) tidak langsung pemahaman perkembangan anak terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses, (6) langsung berpikir kreatif guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses.
Model Membaca, Menulis, dan Berhitung di Sekolah Dasar Idris HM. Noor
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3090

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pengembangan model pembelajaran (pendekatan, metode dan teknik) belajar mengajar baca, tulis, dan hitung (matematika) terpadu di kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 SD. Teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaian dengan pembelajaran dan pengembangan model. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan model. Data penelitian bersumber dari pembelajaran di SD dan sumber data bersumber dari guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 3 di 2 SD di Jawa Barat, 2 SD di Nusa Tenggara Barat, 2 SD di Jawa Timur, 2 SD di Sumatera Barat, dan 2 SD di DKI Jakarta. Alat pengumpul data adalah kuesioner dan teknik pengumpulan datamenggunakan: (a) eksplorasi, ( b) penyebaran dan pengisian kuesioner, (c) wawancara, (d) observasi, dan (e) kajian dokumen kurikulum, buku teks, buku penunjang, dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan baca, tulis, hitung (matematika). Analisis data menggunakan teknik presentase dan kualitatif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai pedoman dalam mengembangkan materi ajar, metode dan teknik pembengajaran, serta evaluasi belajar baca, tulis, hitung siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 SD.
Studi Pengembangan Model Program Kepemudaan Inovatif dan Produktif Suwandi Suwandi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3091

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) Mengidentifikasi jenis program kepemudaan yang dilakukan oleh Pemerintah, (b) Mengidentifikasi keterlibatan pemuda pada program kepemudaan, (c) Memahami persepsi pemuda tentang program-program kepemudaan, (d) Memahami keterkaitan program dengan harapan memperoleh pekerjaan, (e) Mengetahui bentuk bantuan program kepemudaan, (f) Memahami persepsi pemuda terhadap bimbingan usaha, (g) Megetahui manfaat dan prospek pekerjaan atas program kepemudaan, dan (h) Merumuskan model kebijakan pembinaan kepemudaan. Penelitian dilakukan selama lima bulan, sejak Juli hingga November 2005. Sampel diambil secara purposive terhadap program KUPP. Komposisi responden: pemuda 760 orang, birokrat 76 orang, kepala desa 76 orang, mitra kerja 57orang, siswa 76orang. Metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Program kepemudaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan antara lain: SP3 dan KUPP, (b) Keterlibatan pemuda meliputi: LK, KKP, KPS, LK Aktivitas dan Mutu Kepemudaan, Program Partisipasi dan Wawasan Kepemudaan, Program Pengembangan Aktivitas Kepemudaan/Program Partisipasi dan Wawasan Pemuda., (c) Persepsi pemuda terhadap program bahwa keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan. serta memberikan penghasilan dan menambah wawasan, (d) Keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan dan menambah wawasan. Program tersebut bermanfaat bagi calon pencari kerja khususnya bagi pemuda yang belum bekerja pelatihan, (e) Bentuk bantuan nerupa uang sebesar Rp 1.250.000,00 sampai dengan Rp 50.000.000,00 (f) Persepsi pemuda tentang bimbingan usaha sangat baik. Sebagian besar peserta program mendapatkan bimbingan dari mitra, (g) Manfaat dan prospek pekerjaan dirasakan belum mampu meningkatkan besarnya penghasilan pekerjaan, akan tetapi sebagian besar peserta optimis prospek usaha mereka bisa bertahan, dan (h) Model kebijakan pembinaan pemuda yang dapat diterapkan yaitu Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (Prospek Mandiri) sebagai pengganti SP3 dan program KUPP yang diperbaharui terutama dalam mekanisme pelaksanaannya.
Kajian Budaya Atas Kondisi Virtualitas Politik Mutakhir Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3093

Abstract

Dunia politik dalam era virtualitas menampilkan dirinya dalam berbagai wujud penampakan: kebenaran, kepalsuan; permukaan, kedalaman; kejujuran, absurditas, esensi, ironi. Diperlukan metafora untuk memahami makna berbagai penampakan politik yang saling bertentangan itu. Makna politik dapat dibentangkan melalui metafora cahaya. Cahaya adalah sesuatu yang memberikan penerangan, semacam pelita yang mengantarkan manusia guna mendapatkan pencerahan. Pencerahan yang dikemukakan dalam buku ini ditampilkan dari tiga sudut pandang kajian, yakni pembahasan permasalahan politik dari segi cultural studies, metode semiotika, dan fenomenologi-hermeneutika. Buku ini merupakan upaya untuk menafsirkan fenomena-fenomena budaya politikterutama aktor-aktor politik-dengan menggunakan ketiga pendekatan tersebut.
Hubungan Gotong-Royong dan Surat Al-Ashr Safrudin Chamidi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3094

Abstract

Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap salah satu surat yang ada dalam Al Qur’an, yaitu surat Al-Ashr. Artikel ini menyandingkan konsep dalam surat Al-Ashr dengan konsep gotong-royong yang merupakan budaya dasar dari bangsa Indonesia. Artikel ini memperlihatkan bahwa gotong-royong sebagai budaya dasar bangsa Indonesia memiliki aplikasi yang dapat berimplikasi positif atau negatif, sementara surat Al-Ashr selalu memiliki aplikasi yang berimplikasi positif. Beberapa simpulan adalah (1) bangsa Indonesia masih memiliki budaya gotong-royong sebagai budaya dasar, bahkan manfaat (efek positifnya) masih bisa dideteksi dan dirasakan namun tidak bisa dipungkiri tentang adanya distorsi khususnya pada aplikasi dari budaya dasar ini; (2) Distorsi pada konsep gotong-royong terjadi karena perubahan rentang waktu yang berlaku bagi konsep. Semakin panjang rentang waktu yang berlaku pada konsep maka semakin konsep gotong-royong mendekati konsep awalnya. Saran untuk memperbaiki keadaan lapangan tentang penerapan konsep gotong-royong (yang cenderung menunjukkan adanya distorsi terutama pada aplikasinya) diberikan kepada masyarakat dengan kembali kepada konsep awal dari gotong-royong yang cenderung untuk selalu memiliki implikasi positif.

Page 1 of 2 | Total Record : 11