cover
Contact Name
Titi Tiara Anasstasia, S.T., M.Sc
Contact Email
jurnaltl@upnyk.ac.id
Phone
+6282245765785
Journal Mail Official
tiara.anasstasia@upnyk.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp./ Fax. (0274) 486400, Email:jurnaltl@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian
ISSN : 2460691X     EISSN : 27222799     DOI : https://doi.org/10.31315/jilk
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian (JILK) is a peer-review journal. JLK is biannually published in Maret and September by the Environmental Engineering Department. The journal acts as a publication media of high quality for the student, lecturer, scientists and engineers research, which includes: Environmental management of the mining industry, Environmental management of oil, gas, and geothermal industry, Regional development and disaster mitigation and in a wide range of environmental science and technology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): September 2020" : 5 Documents clear
Perubahan Ekosistem Hutan Pinus Puncak Becici Dlingo Akibat Kegiatan Pariwisata Ayu Utami, MS; Henri Krismawan; Mohammad Nurcholis
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i1.3568

Abstract

Perkembangan pariwisata merupakan salah satu upaya dalam menambah pendapatan suatu daerah. Perkembangan pariwisata tidak hanya menimbulkan dampak yang membangun suatu daerah tersebut, namun ada dampak terhadap ekosistem yang tidak bisa dihindarkan. Kecamatan Dlingo memiliki banyak potensi pariwisata, salah satunya adalah Hutan Pinus Becici. Hutan Pinus Becici merupakan hutan yang masuk dalam kawasan lindung. Dalam pengelolaan kawasan lindung, perlu diperhatikan beberapa aspek dalam pengelolaannya agar ekosistem kawasan lindung tetap terjaga. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada ekosistem hutan pinus becici akibat adanya kegiatan pariwisata yang berkembang di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk pengumpulan data adalah observasi, survey lapangan, dan wawancara. Selain itu, metode yang digunakan untuk pengolahan data adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis deskriptif. Perkembangan kawasan wisata Hutan Pinus Puncak Becici, Dlingo menyebabkan perubahan fisik pada kawasan tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi dapat dilihat dari perubahan luas bukaan tutupan lahan yang meningkat dan pembangunan fasilitas kawasan wisata yang meningkat. Total luas bukaan tutupan lahan pada tahun 2019 adalah sekitar 2,19 hektar. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menyusun suatu arahan pedoman mengenai perubahan ekosistem hutan pinus becici sebagai dokumen acuan pengembangan pariwisata dengan konsep ramah lingkungan.
Upaya Penurunan CO2 Program Konversi Biodiesel PT Pertamina (Persero) DPPU Pattimura, Ambon Febri Eko Wahyudianto; Salsabilla Choirun Nisa’Alfikry; Muhammad Taufik
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i1.3553

Abstract

Pemanasan global merupakan isu lingkungan yang menjadi tantangan besar bagi segala sektor. Salah satu sektor yang menyumbang emisi gas rumah kaca yaitu sektor industri migas salah satunya yaitu industri migas distribusi. PT Pertamina (Persero) DPPU Pattimura, Ambon merupakan salah satu industri yang menggunakan bahan bakar solar sebagai bahan bakar refueller. Penggunaan bahan bakar solar akan menghasilkan emisi CO2 atau gas rumah kaca yang terlepas ke udara semakin tinggi. PT Pertamina (Persero) DPPU Pattimura, Ambon melakukan program untuk mengkonversi bahan bakar solar menjadi biosolar. Oleh karena itu, untuk mengetahui keberhasilan program tersebut penelitian ini ditujukan untuk membandingkan beban emisi CO2, intensitas emisi CO2 antara penggunaan solar dengan biosolar dan menghitung penurunan emisi CO2 dari proses penyaluran avtur menggunakan refueller. Perthitungan emisi CO2 berdasarkan IPCC 2006 menggunakan data jenis bahan bakar, jumlah penggunaan bahan bakar, dan faktor emisi bahan bakar. Perhitungan intensitas emisi CO2 menggunakan data perhitungan beban emisi CO2 dan jumlah avtur yang disalurkan. Penurunan emisi CO2 menggunakan dua skenario sebelum dan setelah program konversi bahan bakar. Hasil yang didapatkan yaitu konversi bahan bakar menjadi biodiesel mampu menurunkan emisi CO2. Intensitas emisi CO2 menggunakan biosolar lebih rendah dibangingkan dengan solar. Penggunaan bahan bakar biosolar mampu menurunkan emisi CO2 berturut-turut sebesar 19,467; 20,150; dan 12,408 Ton pada tahun 2017, 2018, dan 2019.
KAJIAN KETERSEDIAAN AIR BAKU WILAYAH PERBATASAN ARUK – SAJINGAN BESAR STUDI KASUS DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS Reza Wahyudi; Wahyu Prayitno; Muhammad Elifant Yuggotomo
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i1.3536

Abstract

One of the Indonesian government's policies to support border areas is the supply of raw water in border areas. This was carried out by an order to support the development and development program of the Aruk - Sajingan Besar border area, which was intended to accelerate development in the border area which has been known as a backward area. To support the development and development of the Aruk border region, various attempts have been made by the central government and the provincial government of West Kalimantan. This research is one of the efforts to support the government program by examining the availability of raw water in the Aruk-Sajingan Besar border area. Based on the results of the hydrological study at the study site, the mainstay discharge of raw water reaches 0.5 - 2 m3 / sec with a large evapotranspiration of 3-4 mm / day. In addition, this study also projects water needs for the next 25 years, these results are compared with the availability of raw water so that it can be concluded that up to 2045 the people of Sebunga Village, Sajingan Besar District, Sambas Regency, water needs can be met.
Analisis Potensi Jenis Longsor Berdasarkan Karakteristik Geomekanika Batuan di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Thamzez Nuur Anom; Tusyifa Rahmadanti; Distika Pratiwi; Bandhar Aji Sukma Yudha; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i1.3511

Abstract

ABSTRAKKecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul merupakan daerah yang memiliki potensi kejadian tanah longsor cukup besar. Banyaknya bidang diskontinuitas serta pelapukan menjadi faktor utama penyebab tanah longsor pada daerah Patuk dan sekitarnya. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi potensi jenis longsoran berdasarkan nilai geomekanika batuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dengan studi literatur dengan metode pengumpulan data. Parameter geomekanika batuan yang digunakan sebagai bahan penelitian berupa tingkat pelapukan pada batuan, kerapatan bidang diskontinuitas (RQD), serta nilai kuat tekan batuan utuh. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat 3 satuan batuan yang menyusun daerah penelitian yaitu Satuan Batupasir Tufan, Satuan Batupasir, serta Satuan Breksi Andesit. Daerah penelitian dibagi menjadi 5 satuan geologi teknik, yaitu Satuan Breksi Andesit 1 dengan kualitas batuan sangat baik, Satuan Breksi Andesit 2 dengan kualitas batuan sedang, Satuan Tufa dengan kualitas batuan buruk - baik, Satuan Batupasir Tufan dengan kualitas batuan sedang - baik dan Satuan Batupasir dengan kualitas batuan baik.  Potensi jenis longsoran pada daerah penelitian berdasarkan analisis kinematika geomekanika batuan yaitu berjenis longsoran gelinciran (sliding) dengan bentuk longsoran busur (cicular failure), longsoran bidang (plane failure), dan longsoran baji (wedge failure). Perlu dilakukan mitigasi bencana untuk mengurangi maupun meniadakan resiko bencana tanah longsor pada daerah penelitian Kata Kunci: longsoran, geomekanika,  rock quality designation (RQD), tingkat pelapukan.
Analisis Pengelolaan Sampah Di UPN “Veteran” Yogyakarta ika wahyuning widiarti; Aulia Syifa Ardiati; Arsiva Alifia Gati
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemeringkatan UI Greenmetric Tahun 2019, UPNVY menempati peringkat 38 dari 72 universitas di Indonesia dengan skor pengelolaan limbah (waste) hanya 250 dari total skor 1800. Rendahnya skor pada pengelolaan limbah menunjukkan UPNVY belum menerapkan pengelolaan yang berwawasan lingkungan terutama terhadap sampah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pengelolaan sampah yang ada di UPNVY agar menjadi salah satu dasar dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi (pengamatan), interview (wawancara) dan dokumentasi (pengumpulan bukti). Wawancara mendalam dilakukan terhadap 10 informan yang berkaitan erat dengan pengelolaan sampah di UPNVY. Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan sampah dilakukan di UPNVY masih menggunakan sistem konvensional yaitu kumpul-angkut-buang. Dalam kegiatan pengurangan sampah, UPNVY telah memiliki kebijakan yang mengatur tentang pembatasan timbulan sampah di kampus yang berupa peraturan rektor. Namun, peraturan ini belum diterapkan secara optimal karena tidak adanya sosialisasi dan kebijakan teknis berupa surat edaran berisi instruksi kepada seluruh sivitas akademika. Untuk kegiatan penanganan sampah juga belum berwawasan lingkungan antara lain sistem pewadahan dan pengumpulan masih dalam kondisi tanpa pemilahan, TPS juga tidak terpilah serta pengangkutan dan penimbunan sampah di TPST Piyungan. Perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas pengelolaan sampah yang ada di UPNVY dalam rangka menerapkan kampus hijau lestari. Peningkatan fasilitas seperti pengadaan tong sampah dan TPS dengan sistem terpilah juga harus diupayakan sehingga sampah layak jual dapat dimanfaatkan agar volume sampah yang diangkut ke TPST Piyungan berkurang. Selain itu, untuk menciptakan pengelolaan sampah yang baik diperlukan kerjasama seluruh sivitas akademika UPNVY

Page 1 of 1 | Total Record : 5