cover
Contact Name
Laelatul Qodaryani
Contact Email
jtibbsdlp@gmail.com
Phone
+6285641147373
Journal Mail Official
jtibbsdlp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Iklim
Core Subject : Agriculture,
Jurnal TANAH dan IKLIM memuat hasil-hasil penelitian bidang tanah dan iklim dari para peneliti baik dari dalam maupun dari luar Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Jurnal ini juga dapat memuat informasi singkat yang berisi tulisan mengenai teknik dan peralatan baru ataupun hasil sementara penelitian tanah dan iklim.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 41, No 1 (2017)" : 9 Documents clear
KOREKSI BIAS LUARAN MODEL IKLIM REGIONAL UNTUK ANALISIS KEKERINGAN Jadmiko, Syamsu Dwi; Murdiyarso, Daniel; Faqih, Akhmad
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.25-35

Abstract

Abstrak: Luaran simulasi model iklim regional perlu dikoreksi karena memiliki bias sistematis secara spasial dan temporal. Kajian ini membahas simulasi koreksi bias menggunakan metode statistik. Data yang dikoreksi adalah data curah hujan luaran simulasi RegCM4.4 pada periode 1981-2005. Dari simulasi koreksi bias tersebut kami mendapati bahwa koreksi bias menggunakan regeresi linear tidak mampu memperbaiki distribusi spasial maupun pola hujan. Namun, dengan menggunakan regresi polinomial, koreksi bias menunjukkan luaran yang lebih baik terutama dengan regresi polinomial orde 3. Lebih dari itu, regresi polinomial orde 3 yang dikombinasikan dengan intersep yang dikembalikan pada nilai nol memberikan luaran koreksi bias yang terbaik dan dapat digunakan untuk melakukan analisis kekeringan lahan. Kami mendapati bahwa analisis kekeringan dengan metode Standardized Precipitation Index (SPI) yang diuji menggunakan skala waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan memberikan hasil terbaik jika menggunakan skala waktu lebih dari 1 bulan. Hal ini dapat dilihat dari hubungannya dengan nilai anomali curah hujan dan jejak kekeringan yang terjadi pada tahun El-Nino seperti tahun 1982/1983, 1986/1987 dan 1997/1998.Abstract. The outputs of regional climate model simulations need to be corrected because of their systematic spatial and temporal biases. This study simulates bias correction using the statistical methods on rainfall data outputs generated by RegCM4.4 during the period of 1981-2005. We found that linier regression did not improve the spatial distribution and pattern of rainfall data. However, by using polynomial regression better results were performed especially third order polynomial. Moreover, when the third order of polynomial regression was combined with the zero intercept, it gave the best bias correction and therefore, can be further used for drought analysis. Standardized Precipitation Index (SPI) method was used to analyze drought index with different time scale of 1, 3, 6 and 12-months. We found that SPI performed well when implemented for time scale more than 1-month. This was demonstrated by the relationship with the rainfall anomaly and drought history during El-Nino years of 1982/1983, 1986/1987 and 1997/1998.
Pengaruh ENSO dan IOD pada Variabilitas Curah Hujan diDAS Cerucuk, pulau Belitung Ida Narulita
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.45-60

Abstract

Abstrak: Sumberdaya air DAS Cerucuk sangat tergantung pada curah hujan karena geologinya didominasi oleh batuan granit yang kedap air sehingga daya simpan airnya rendah. Saat ini di DAS Cerucuk sedang terjadi peningkatan kebutuhan air karena adanya pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Secara umum variabilitas curah hujan di Indonesia dipengaruhi oleh sistem Monsun-Asia dan Monsun-Australia, tetapi curah hujan musiman dan antar musiman dipengaruhi oleh ENSO dan IOD. Makalah ini bertujuan menentukan korelasi antara ENSO dan IOD dengan curah hujan di DAS Cerucuk. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan Stasiun Buluh-Tumbang (1980–2014) dan Pilang (1996–2013), index bulanan dan tahunan Nino 3.4 dan Dipole-Mode tahun 1980-2014. Menggunakan analisis statistik fungsi waktu dan regresi linier. Hasil analisis menunjukkan curah hujan bulanan dan musiman DAS Cerucuk berkorelasi negatif kuat sampai sangat kuat dengan fenomena ENSO pada bulan Juli - Oktober (musim monsun-kering sampai transisi monsun-basah). Curah hujan tahunannya berkorelasi negatif kuat dan sensitif pada signal ENSO periode 2, 4, 5,7 dan 8 tahun. Curah hujan bulanan dan musiman DAS Cerucuk berkorelasi negatif kuat sampai sangat kuat dengan IOD di bulan Agustus - November (akhir musim monsun-kering sampai transisi ke monsun-basah). Curah hujan tahunannya berkorelasi negatif kuat dan sensitif pada signal IOD periode 2, 4, dan 7 tahun. Korelasi yang kuat antara variabilitas hujan musiman dengan ENSO dan IOD terjadi seiring dengan menguatnya korelasi curah hujan dengan Suhu Permukaan Laut Indonesia. ENSO dan IOD perlu diperhitungkan dalam pengelolaan sumberdaya air DAS Cerucuk karena fenomena tersebut sangat mempengaruhi variabilitas curah hujan yang berdampak pada ketersediaan air. Perlu meningkatkan pengelolaan sumberdaya air sebagai upaya adaptasi dan mitigasi terhadap kejadian iklim ekstrim yang berkaitan dengan fenomena iklim global.Abstract. Water resources of Cerucuk watershed is highly dependent on rainfall because the geology of Cerucuk watershed is dominated by impervious granitic rock that has a low water storage capacity. Currently water demand in cerucuk watershed increase due to population growth and economic activities. Generally rainfall variability in Indonesia is influenced by Asian and Australia monsoon system, but the seasonal and interseasonal rainfall variability is influenced by ENSO and IOD. This paper aimed to determine the correlation between ENSO and IOD with the rainfall variability of Cerucuk watershed, Belitung island. Data used are monthly rainfall recorded at Buluh Tumbang (1980-2014) and Pilang (1996-2013) stations, monthly and yearly index of Nino 3.4 and Dipole-Mode (1980 - 2014). The statistical and time series analyses were used in this paper. The analysis showed that the monthly and seasonal rainfall of Cerucuk watershed negatively strongly to very strongly correlated with ENSO in Juli - Oktober (dry-monsoon season until transition to wet-monsoon season). The annual rainfall negatively strongly correlated with ENSO and sensitive to the 2, 4, 5, 7 and 8 years of ENSO signal periods. The monthly and seasonal rainfall of Cerucuk watershed negatively strongly to very strongly correlated with IOD in August - November (dry-monsoon season until transition to wet-monsoon season). The annual rainfall negatively strongly correlated with IOD and sensitive to the 2, 4, and 7 years of the IOD signal period. The strong correlation between seasonal rainfall variability with ENSO and IOD occurred at the same time with the strengthening of rainfall correlation with the Indonesia Sea Surface Temperature. ENSO and IOD phenomenon need to be considered in the water resources management of Cerucuk watershed because the phenomenon strongly affects rainfall variability that impacts on water availability. Water resouces management need to be improved as a mitigation and adaptation to the extreme climate events related to global climate phenomenon.
PENGEKSTRAK, STATUS DAN DOSIS PUPUK KALIUM UNTUK PADI GOGO PADA HAPLUDULTS, BRAJA SELEBAH, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR ( STATUS AND DOSAGE OF POTASSIUM FERTILIZER FOR UPLAND RICE IN HAPLUDULTS, BRAJA SELEBAH, EAST LAMPUNG DISTRICT ) Kasno, Antonius; Suastika, I Wayan
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.61-68

Abstract

Abstrak: Kalium merupakan hara makro primer dan menjadi faktor pembatas pertumbuhan pada lahan kering masam. Pengekstrak hara K terbaik, status hara K dan dosis pupuk K untuk padi gogo pada Hapludults belum banyak dipelajari. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengekstrak hara K terbaik, status hara K dan dosis pupuk K untuk tanaman padi gogo yang ditanam pada tanah Hapludults dengan kandungan K sangat rendah. Penelitian dilakukan di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur (05o 10? 57? LS, dan 105o 46? 33? BT), pada musim kering 2015 dan musim hujan 2015/2016. Pada musim pertama, status K buatan dibuat dengan menambah pupuk K dengan dosis 0 X, ¼ X, ½ X, ¾ X, dan 1 X, dimana X merupakan jumlah pupuk K untuk mencapai kadar K dalam tanah 0,6 cmol(+) kg-1. Pada musim kedua dibuat percobaan respon pemupukan pada setiap status hara K, dengan dosis 0, 20, 40, 80, dan 160 kg K ha-1. Pada musim pertama petak perlakuan berukuran 25 m x 6 m, dan musim kedua 5 m x 6 m. Pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia tanah dan berat gabah kering. Pengesktrak K yang diuji adalah NH4OAc 1N pH 7, NH4OAc 1N pH 4,8, HCl 25%, Truog, Mehlich 1, Bray 1, Bray 2, Colwell, dan Morgan Venema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengekstrak hara K terbaik tanah Hapludults adalah Colwell. Status hara K rendah, sedang dan tinggi adalah <21,5, 21,5 ? 26,5 dan >26,5 mg kg-1, dan dosis pupuk K untuk padi gogo pada masing-masing status hara K berturut-turut adalah 125, 110, dan 80 kg KCl ha-1.Abstract. Potassium is a primary macro nutrients and it becomes a limiting factor of plant growth in the upland acid soil. There have not been much studied about the best K extraction, K nutrient status, and the rate of K fertilizer application for upland rice in Hapludults. The objective of this research is to investigate the best extractant for K nutrient, evaluate K nutrient status and the best rate of K fertilizer for each K nutrient status for upland Hapludults with very low K content. The study was conducted in the village of Braja Harjosari, Sub district of Braja Selebah, East Lampung (05o 10 '57.43 "S and 105o 46' 33.27" E), in dry season of 2015 until the rainy season of 2015/2016. In the first season, a series of artificial K nutrient status from low to high was made by adding K fertilizer with doses of 0 X, ¼ X, ½ X, ¾ X, and 1 X, where X is the amount of K fertilizer intended to achieve the levels of 0.6 cmol(+)kg-1 K in the soil. In the second season, a fertilization response trial on each K nutrient status, with doses of 0, 20, 40, 80, and 160 kg K ha-1 was established Plots dimension was 25 m x 6 m in the first season and 5 m x 6 m in the second season. Observations were made on soil chemical properties and dry grain weight. The K extraction tested were 1N NH4OAc pH 7, 1N NH4OAc pH 4.8, 25% HCl, Truog, Mehlich 1, Bray 1, Bray 2, Colwell, Morgan Venema. The results showed that the best nutrient K extraction of Hapludults soil was the Colwell. The low, medium and high K nutrient status was <21.5, 21.5 ? 26.5 and > 26.5 mg kg-1, and the dosage of K fertilizer for upland rice in each nutrient status K was 125, 110, and 80 kg KCl ha-1. 
PENGARUH METODE STERILISASI IRADIASI SINAR GAMMA CO-60 TERHADAP BAHAN PEMBAWA DAN VIABILITAS SPORA GIGASPORA MARGARITA Nurrobifahmi, Nurrobifahmi; Anas, Iswandi; Setiadi, Yadi; Ishak, Ishak
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.1-8

Abstract

Abstrak. Proses sterilisasi digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi mikroba yang tidak diinginkan terdapat di dalam bahan pembawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh jenis sterilisasi terhadap viabilitas spora G. margarita  dan ketersediaan Fe2+, Mn2+, Zn2+ di dalam bahan pembawa zeolit, kompos dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sterilisasi autoklaf, radiasi sinar gamma dosis 40 dan 50 kGy mampu mensterilkan bahan pembawa di zeolit sampai 0 cfu/g, sedangkan pada bahan pembawa kompos yang diradiasi dengan sinar gamma dosis 50 kGy mampu mengurangi mikroba sebanyak 76 kali dibandingkan dengan menggunakan sterilisasi autoklaf. Pada penyimpanan 1 bulan pasca sterilisasi menggunakan autoklaf pada zeolit viabilitas spora G. margarita tertinggi sebesar 46.95%, sedangkan untuk kompos viabilitasnya tidak ada yang hidup. Pada penyimpanan 3 bulan pasca sterilisasi pada radiasi dosis 10 kGy pada zeolit viabilitas spora G. margarita tertinggi sebesar 45.81%, sedangkan pada kompos viabilitasnya tidak ada yang hidup. Jenis sterilisasi menunjukkan pada bahan pembawa zeolit dan tanah tidak berpengaruh signifikan sedangkan pada kompos berpengaruh signifikan terhadap Fe2+. Sterilisasi dengan radiasi dosis 50 kGy pada bahan pembawa zeolit berpengaruh signifikan terhadap Mn2+. Sterilisasi dengan autoklaf pada tanah berpengaruh signifikan terhadap Mn2+. Jenis sterilisasi pada bahan pembawa tanah tidak berpengaruh signifikan terhadap Zn2+ sedangkan pada zeolit dan kompos berpengaruh signifikan  terhadap Zn2+ .Abstract. Sterilization is one of technique to remove or minimize undesirable microbe that found in the carrier material. This present study aimed to reveal the effect of sterilization techniques on viability G. margarita spore and availability of Fe2+, Mn2+, Zn2+ contained in carrier material, compost and soil. The result of the study showed that autoclave sterilization,  gamma ray radiation with dose of 40 and 50 kGy were able to sterilize carrier material in zeolite up to 0 cfu/g, while in the carrier material of irradiated compost with dose of 50 kGy was able to decrease amount of microbe as much as 76 times compared to autoclave sterilization. After one month incubation period, the autoclave sterilization on zeolite gave the highest spore viability, with 46.95%, while autoclave sterilization on compost gave the spore viability nothing live. At the 3 months post-incubation, sterilization using irradiation dose of 10 kGy on zeolite gave the highest spore viability with 45.81%, while the compost spore viability nothing live. The type sterilization had no effect on carrier material of zeolite and soil but had an effect on Fe2+ contained on compost . Sterilization using irradiation dose of 50 kGy on the zeolite?s carrier material was significantly affecting the Mn2+.  As well as soil sterilization using autoclave the type sterilization on Zn2+ had  no effect on soil?scarrier material, whereas it had its effect on Zn2+ from the zeolite and compost. Mycorrhiza Carrier Materials; Sterilization; Gamma Ray Irradiation Co-60
POTENSI BAKTERI ASAL TANAH RIZOSFER, SEDIMEN TANAH, DAN PUPUK KANDANG SAPI UNTUK BIODEGRADASI MINYAK BERAT DAN OLI BEKAS Susanti, Winda Ika; Trinanda, Ricky
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.37-44

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri dari berbagai lokasi yang berpotensi dalam mendegradasi limbah minyak berat dan oli bekas. Percobaan dilakukan dengan tahapan: mengisolasi bakteri dari sepuluh lokasi pengambilan sampel, melakukan seleksi terhadap kemampuan bakteri dalam mendegradasi minyak berat dan oli bekas pada media minimal cair secara in vitro, mengkarakterisasi fisiologi dan biokimia bakteri, serta melakukan uji Total Petroleum Hydrocarbon (TPH). Diperoleh 5 isolat terpilih yaitu isolat OB3-10% yang diperoleh dari sedimen sungai di daerah Babakan Lebak, OB5-10% dan MB5-5% yang diperoleh dari kotoran sapi kering, OB9-10% yang diperoleh dari tanah rizosfer keladi, dan MB10-10% yang diperoleh dari tanah di sekitar perkebunan sawit. Isolat MB5-5% memiliki kemampuan paling baik dalam menurunkan TPH pada tanah tercemar minyak berat dan isolat OB9-10% memiliki kemampuan paling baik dalam menurunkan TPH pada tanah tercemar oli bekas.Abstract. The objective of this research was to obtain potential bacteria capable to degrade heavy oil and used oil. The research carried out in several steps: isolating bacteria from ten sampling location, selection of bacteria capability to degrade heavy oil and used oil in liquid minimal media, characterizing the physiology and biochemistry of bacteria, testing of Total Petroleum Hydrocarbon (TPH). Five selected isolates was obtained, they were: OB3-10% from Babakan Lebak river sediment, OB5-10% and MB5-5% from dried cow manure, OB9-10% from taro rhisozphere, and MB10-10% from oil palm plantation area. Isolate MB5-5% had the best capability in reducing TPH of heavy oil contaminated soil and isolate OB9-10% had the best capability in reducing TPH of used oil contaminated soil. 
Optimasi CNN dengan GA Pada Prediksi Awal Musim Hujan Berdasarkan Data GCM: Kabupaten Pacitan1) (CNN Optimization Using GA for Rainy Season Onset Prediction Based on GCM Output:Pacitan District) Fildza Novadiwanti; Agus Buono; Akhmad Faqih
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.69-77

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, pertanian menjadi sektor penting dalam pembangunan nasional dan pembangunan ekonomi. Awal musim hujan merupakan salah satu variabel iklim yang dapat memengaruhi produksi pertanian. Perubahan awal musim hujan dapat berdampak pada terjadinya gagal panen. Penelitian ini mengembangkan model untuk memprediksi awal musim hujan menggunakan cascade neural network yang dioptimasi menggunakan genetic algorithm berdasarkan data global circulation model pada Kabupaten Pacitan. Data observasi menggunakan data awal musim hujan dari 3 stasiun cuaca, yaitu Arjosari, Kebon Agung, dan Pringkuku. Data prediktor menggunakan data global circulation model antara tahun 1983 – 2011 dari 3 model, yaitu CMC1-CanCM3, CMC1-CanCM4, dan NCEP-CSFv2. Optimasi cascade neural network dengan genetic algorithm dilakukan dengan mengoptimasi jumlah hidden neuron dan menghasilkan peningkatan nilai koefisien korelasi (r). Penelitian ini menghasilkan model terbaik dari setiap stasiun cuaca dengan parameter yang berbeda. Nilai r stasiun Arjosari adalah 0.89. Nilai r stasiun Kebon Agung adalah 0.86. Nilai r stasiun Pringkuku adalah 0.87. Abstract. In Indonesia, agriculture becomes an important sector for national development and national economy. The onset of the rainy season is one of the rainfall variables that affect agricultural production. The changing of the onset of rainy season can impact on crop failure. This research aims to develop a model for predicting the onset of rainy season using optimized cascade neural network with genetic algorithm based on global circulation model in Pacitan district. Observational data used is the onset of rainy season of 3 weather stations in Pacitan: Arjosari, Kebon Agung, and Pringkuku. Predictor data used is global circulation model output data between 1983 – 2011 from 3 models: CMC1-CanCM3, CMC1-CanCM4, and NCEP-CSFv2. Optimization of cascade neural network with genetic algorithm has been done by optimizing the amount of hidden neuron and obtained an increase value of correlation coefficient (r). This research obtained the best model from each weather stations with different parameters. R value of Arjosari weather station is 0.89. R value of Kebon Agung weather station is 0.86. R value of Pringkuku weather station is 0.87.
Peningkatan Produktivitas Padi di Lahan Pasang Surut dengan Pupuk P dan Kompos Jerami Padi Masganti Masganti; Nurhayati Nurhayati; Nurmili Yuliani
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.17-24

Abstract

Abstrak: Potensi pengembangan padi sawah cukup tinggi pada lahan pasang surut, namun produktivitas padi di lahan ini masih rendah karena rendahnya tingkat kesuburan tanah, terutama hara P dan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa pasang surut Desa Sungai Solok, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan tujuan mendapatkan rekomendasi pemupukan dari kombinasi pupuk P dan ameliorasi kompos jerami padi. Perlakuan ditata dalam Rancangan Split Plot dengan tiga ulangan. Petak utama adalah dosis posfat (P) yakni 30;  60; 90; 120 kg P2O5 ha-1 yang bersumber dari  TSP, sedangkan anak petak terdiri atas dosis pupuk organik (O) yang berasal dari kompos jerami padi dengan dosis: 1,0; 2,0; dan 3,0 t ha-1. Parameter yang diamati adalah (i) sifat kimia tanah meliputi pH, C-organik, P-tersedia, (Ca, Mg, K, dan Na)-tertukar, dan KTK, diukur sebelum pemupukan dan (ii) produktivitas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian bereaksi sangat masam dengan kadar C-organik dan P-tersedia rendah, kadar N-total sedang, dan kadar unsur-unsur basa dan KTK tergolong rendah. Dosis kompos jerami padi, dosis pupuk P dan interaksinya berpengaruh terhadap produktivitas padi di lahan pasang surut tipe B. Produktivitas tertinggi (5,73±0,49 t ha-1) dihasilkan dari pemberian kompos jerami padi 2,0 t ha-1 yang dikombinasi dengan 60 kg P2O5 ha-1.Abstract. The potential for the development of paddy rice on tidal swamp land is relatively high, however, rice yield on this land is low due to low soil fertility, especially because of low phosphorus (P) and low organic matter in the soil. The experiment was conducted in the tidal swampland at Sungai Solok Village, Pelalawan Regency, Riau Province with the objectives of developing P fertilizer in combination with organic matter recommendation. The treatments were arranged in a split plot design with three replications, where rice straw compost was the main plot, and P fertilizer as the subplot. The main plot was P fertilizer rates: 30; 60; 90; 120 kg P2O5/ha in the form of TSP. The sub-plot was organic matter (O) in the form of rice straw compost at rates: 1.0 ; 2.0 ; 3.0 t ha-1. Observations consisted of (i) soil chemical properties including soil pH, organic C, available P, excangeable Ca, Mg, K, and Na, and cation exchange capacity (CEC), measured before fertilization and (ii) crop yield. The results showed that the soil was very acid with low levels of organic C and available P, while the total N was moderate, and basic cation contents and CEC were low. The rate of rice straw compost, P fertilizer and interaction of the two affected the productivity of rice in the tidal swampland. The highest productivity (5.73±0.49 t ha-1) was produced from the treatment of 2.0 t ha-1 composted rice straw in combination with 60 kg P2O5 ha-1.
Cover Jurnal Tanah dan Iklim Volume 41, No. 1, Juli 2017 Widhya Adhy
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berisi Daftar Isi, Ketua dan Anggota Redaksi, dan Petunjuk Penulisan (Bilingual)It contains table of contents, Editorial Board, and Guidelines (bilingual)
Pemanfaatan Biochar Asal Cangkang Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Serapan Hara dan Sekuestrasi Karbon pada Media Tanah Lithic Hapludults di Pembibitan Kelapa Sawit Laksmita Prima Santi
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v41n1.2017.9-16

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan biochar asal cangkang kelapa sawit sebagai pembenah tanah memiliki potensi yang baik dalam upaya pengembangan perkebunan kelapa sawit di lahan sub optimal secara berkelanjutan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh tiga tingkat dosis biochar (50; 100; dan 150 gram) yang dikombinasikan dengan 75% dosis pupuk NPK-Mg per bibit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, serapan hara, dan sekuestrasi karbon pada tahap pembibitan utama. Kegiatan lapang dilaksanakan di PT Astra Agro Lestari Tbk, Kalimantan Tengah pada bulan Maret 2015 - April 2016. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan dua puluh ulangan yaitu: (i) 100% dosis standar NPK-Mg per bibit (kontrol); (ii) 75% dosis standar NPK-Mg per bibit; (iii) 75% dosis standar NPK-Mg + 50 g biochar per bibit; (iv) 75% dosis standar NPK-Mg + 100 g biochar per bibit; dan (v) 75% dosis standar NPK-Mg + 150 g biochar per bibit. Pertumbuhan terbaik bibit kelapa sawit yang ditanam dalam media jenis tanah Lithic Hapludults diperoleh dari perlakuan 75% dosis pupuk NPK-Mg yang dikombinasikan dengan 150 gram biochar per bibit. Perlakuan ini berturut-turut meningkatkan tinggi (33,3%); jumlah daun (36,2%); diameter batang (28,9%); panjang dan lebar daun (22,6 dan 33,3%), bobot kering bibit kelapa sawit, khususnya bagian akar (65,2%), kapasitas tukar kation (17,2%), dan C-organik (26,9%). Hasil analisis terhadap perlakuan ini juga menunjukkan serapan hara N daun bibit kelapa sawit yang paling tinggi serta kadar hara P dan K yang tidak berbeda jika dibandingkan dengan perlakuan 100% dosis pupuk NPK-Mg. Atas dasar hasil tersebut maka 75% dosis pupuk NPK-Mg yang dikombinasikan dengan 150 gram biochar per bibit dapat direkomendasikan untuk digunakan pada bibit kelapa sawit.Abstract. The potential of biochar derived from oil palm kernel shell to be used as a soil amendment seems promising for sustaining oil palm plantation in marginal land. This study was conducted to investigate the effects of three biochar dosages (50; 100; and 150 gram) in combination with 75% NPK-Mg dosages per seedling on the growth of oil palm seedling, nutrient uptake and carbon sequestration in the nursery stage. A field experiment was conducted at PT Astra Agro Lestari Tbk, Central Kalimantan in March 2015- April 2016. Experiment was arranged in a completely randomized block design (CRBD) with five treatments and twenty replications i.e: (i) 100% standard dosage NPK-Mg per seed (control); (ii) 75% standard dosage NPK-Mg per seed; (iii) 75% standard dosage NPK-Mg + 50 g biochar per seed; (iv) 75% standard dosage NPK-Mg + 100 g biochar per seed; and (v) 75% standard dosage NPK-Mg + 150 g biochar per seed. The best vegetative growth performance of oil palm seedlings in Lithic Hapludults soil was shown by the application of 75% standard dosage of NPK-Mg fertilizers in combination with 150 gram biochar per seed. This treatment increased height (33.9%); leaf number (36.2%); stem diameter (28.9%); length and width of the leaf (22.6 and 33.3%), dry weight of oil palm seedlings, especially roots (65.2%), CEC (17.2%), and organic C (26.9%). This treatment also showed the highest absorption of N in leaves of oil palm seedlings, but no differences were observed for P and K uptakes compared to the treatment of 100% dosage of NPK-Mg fertilizer. On the basis of these results, the 75% dosage of NPK-Mg combined with 150 g of biochar per seed can be recommended for use on oil palm seedlings.

Page 1 of 1 | Total Record : 9