cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019): Juli" : 9 Documents clear
Pengaruh Terapi Rendam Kaki dengan Air Garam Hangat terhadap Kualitas Tidur pada Lansia Wanita di Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul Yogyakarta Andri Setyorini; Asmaul Husna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.87 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.81

Abstract

Lansia merupakan suatu tahapan dimana akan terjadi perubahan-perubahan pada sistem seluruh tubuh yang akan berpengaruh terhadap status kesehatan sehingga biasanya mudah mengalami depresi, kecemasan, dan stres (Infodatin Kemenkes RI, 2016; Smeltzer & Bare,2010; Hawari, 2001). Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif salah satunya dalah susah tidur (Malau, 2017). Penanganan pada gangguan tidur dapat dilakukan dengan dua cara, yakni farmakologi dan non farmakologi dan salah satu terapi non farmakologi untuk pemenuhan kebutuhan tidur ialah dengan rendam kaki menggunakan air garam hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air garam hangat terhadap kualitas tidur pada lansia wanita di Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan metode pra-eksperimen design : one group pretest-posttest dimana rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (control), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi karena adanya eksperimen (posttest) (Notoatmojo, 2012). Penelitian ini menggunakan seluruh lansia wanita yang mengikuti prolanis yaitu sebanyak 26 lansia. Penelitian ini dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk menggambarkan pengaruh kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian terapi rendam kaki dengan air garam hangat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi rendam kaki menggunakan air garam hangat terhadap kualitas tidur pada lansia wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo II Bantul Yogyakarta dengan Signifikasi pada uji Wilcoxon adalah p = 0,000 lebih kecil dari 0,05 (nilai p 0,000 < 0,05)
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul Yogyakarta. Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.851 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.82

Abstract

Menurut WHO pada 2013, tercatat angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih sekitar 190 per 100.000 kelahiran, salah satu penyebabnya adalah perdarahan. Status Gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan BBLR. DIY merupakan salah satu provinsi yang prevalensi risiko KEK pada wanita hamil di bawah rata-rata risiko KEK nasional (24,2%), dengan kejadian KEK tertinggi tedapat di Kabupaten Bantul yaitu 35,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab KEK di Puskesmas Kasihan I, Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross secional. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel usia, status ekonomi, paritas, pendidikan, sedangkan variabel dependent dalam penelitian ini adalah kejadian KEK. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, dengan, jumlah sampel sebanyak 36 responden. Pengumpulan data mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi logistic.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas resonden tidak mengalami KEK sebanyak 66,67%, berusia 20-35 tahun sebanyak 55,56%, pendapatan tinggi 63,89%, paritas tidak beresiko sebanyak 66,67%, pendidikan tinggi 61,11%. Berdasarkan anilisis data didapatkan 2 variabel yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel paritas (p value: 0,653) dan variabel pendidikan (p value: 267), sedangan 2 variabel tidak memiliki hubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel usia (p value: 0,030) dan variabel tingkat pendapatan (p value: 0,042). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara variabel paritas dan pendidikan dengan kejadian KEK, sedangkan variabel usia dan variabel tingkat pendapatan tidak berhubungan dengan kejadian KEK.
Hubungan Dukungan Teman Kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy (BSE) dalam Praktek Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.443 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.83

Abstract

ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode extro-gestate atau pasca kelahiran. Tidak ada makanan sesempurna ASI bagi sang bayi hingga umur 4-6 bulan dari kelahiran. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi tercapainya pemberian ASI eksklusif adalah adanya dukungan dari berbagai pihak dan Breastfeeding Self-Efficacy. tercapainya keberhasilan ASI eksklusif dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukunga teman kerja dengan Breastfeending self Efficacy (BSE) dalam praktek pemberian ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Jenis penelitian noneksperimental dengan rancangan cross-sectional dengan cara melakukan penyebaran kuesioner pada 32 ibu di Puskesmas Umbulharjo I, pengambilan data dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bahwa dukungan teman kerja kategori tinggi sebanyak 13 responden (46,4%) dengan BSE cukup, BSE kurang sebanyak sebanyak 1 (25%). Dukungan teman kerja kategori rendah sebanyak 15 responden (53,5%) dengan BSE cukup, BSE kurang sebanyak 3 responden (75%). Analisis data dengan menggunakan chi-square Asymp. Sig (0.419)< (0.05) maka Ho diteria sehingga tidak terdapat hubungan antara dukungan teman kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy. Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada terdapat hubungan antara dukungan teman kerja dengan Breastfeeding Self Efficacy. Tingkah laku seseorang interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, lingkungan dan perilaku. Sehingga perilaku ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan namun juga faktor keyakinan diri.
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di RSP Dian Suminar Pertiwi; Peni Mujinastiti; Rio Ardona; Tita Haryanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.318 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.88

Abstract

Rumah sakit harus dapat menciptakan kepercayaan dan komitmen yang baik untuk pelanggan yang akan berdampak pada kepuasaan dan loyalitas. RSP adalah rumah sakit swasta di Kabupaten Jember, dimana pada tahun 2017 terjadi peningkatan kunjungan pasien. Adanya peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas layanan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling adalah total sampling sejumlah 96 orang pasien di unit rawat jalan RSP pada Juni 2018. Instrumen menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Data diolah menggunakan analisis jalur. Hasil: Karakteristik responden terbanyak adalah wanita, usia 26-35 tahun, pendidikan SMA, menikah, karyawan swasta, pendapatan Rp 1.500.000–3.000.000, frekuensi kunjungan >5 kali, dan memakai fasilitas BPJS. Analisa jalur menunjukkan kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Kepuasan pasien memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Kualitas layanan memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pasien melalui kepuasan. Kualitas layanan berpengaruh paling besar tehadap kepuasan dan loyalitas pasien. Hal ini berarti semakin tinggi kepuasan pasien yang disebabkan oleh semakin baiknya kualitas layanan maka dapat meningkatkan loyalitas pasien.
Pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas dan Keinginan Bertahan Pasien Rumah Sakit Syuhada Haji Blitar di Era BPJS Rangga Andri Ekananta; Nikma Fitria Sari; Senia Surya Febrina; Pande Made Riawan; Fadel Muhammad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.655 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.89

Abstract

Era BPJS rumah sakit menghadapi persaingan yang sangat ketat. Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat memilih rumah sakit tersebut. Pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan pada pasien. Kepuasan yang didapat pasien akan meningkatkan loyalitas pasien dan meningkatkan keinginan pasien untuk bertahan di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh kepuasan pasien terhadap loyalitas dan keinginan untuk bertahan di Rumah Sakit Syuhada Haji Blitar. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RS Syuhada Haji Blitar pada bulan April – Juni 2018. Jumlah responden 66 dengan teknik non random sampling. Kuesioner dilakukan uji validitas dengan teknik korelasi Pearson dan uji realibilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS).Hasil pengujian menyatakan tingkat kepuasaan pasien dengan indikator pasien puas dengan pelayanan RS, pasien puas dengan perkembangan RS dan pelayanan sudah memenuhi harapan pasien, berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien (0,542) dengan nilai T (4,98). Loyalitas pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk bertahan (0,519) dengan nilai T (3,36). Kepuasan pasien berpengaruh positif terhadap keinginan untuk bertahan (0,218) namun tidak signifikan karena nilai T ≤ 1,96 (1,55). Kepuasan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk bertahan melalui loyalitas pasien (0, 737) dengan nilai T (4,89). Kepuasan pasien dan loyalitas berhubungan secara signifikan. Kepuasan pasien dan loyalitas berhubungan satu sama lain, dimana kepuasan pasien membantu membangun loyalitas sehingga kepusan pasien dan loyalitas memiliki hubungan langsung. Dengan meningkatnya loyalitas maka cenderung dapat meningkatkan keinginan bertahan. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpengaruh terhadap loyalitas dan keinginan untuk bertahan.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Peningkatan Budaya Patient Safety di Pelayanan Kesehatan Rangga Andri Ekananta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.703 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.90

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa banyak pasien rumah sakit yang menjadi korban kejadian yang tidak diharapkan (KTD). Keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius (WHO, 2014). Di kumpulkan angka-angka penelitian rumah sakit di berbagai Negara, ditemukan KTD dengan rentang 3,2 – 16,6 %. Rumah sakit memiliki kepentingan untuk menumbuhkan budaya safety (culture of safety). Indonesia sendiri hanya 45% pemberi asuhan yang memberikan respon positif terhadap budaya patient safety. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada patient safety. Dilakukan tinjauan literatur terhadap beberapa jurnal. Ada enam faktor yang berpengaruh pada peningkatan budaya patient safety, diantaranya : kerjasama antar tim, pengetahuan, komunikasi, kepemimpinan, pelaporan serta respon tidak menghukum terhadap kesalahan. Cara yang bisa dilakukan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan budaya patient safety diantaranya meningkatkan manajemen dan kepemimpinan, meningkatkan pendidikan keselamatan staf dan pengawasan, komunikasi dan kerja tim, serta meningkatkan budaya pelaporan insiden.
Pengaruh Paparan Asap Rokok dalam Rumah Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita di Puskesmas Kapongan Situbondo Aripin Aripin; Hendrik Probo Sasongko
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.122

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA yaitu umur, status gizi, polusi udara, kepadatan dalam rumah, imunisasi, defisiensi vitamin A, paparan asap rokok, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), pemberian ASI dan sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis apengaruh paparan asap rokok dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Kapongan.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahsejumlah 43 pasien. Akan tetapi setelah dilakukan sampling dengan kriteria inklusi maupun kriteria eksklusi, didapatkan sampel sebanyak 30 respondenyang dianalisa menggunakan uji statistik Regresion Linier dengan bantuan software SPSS for windows seri 17.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tinggi rendahnya paparan asap rokok dalam rumah responden sebagian besar (73,33%) mempunyai tingkat paparan asap rokok yang tinggi. Sedangkan distribusi kejadian ISPA yang dialami dan dikeluhkanBalita, sebagian besar (63,33%) berada pada tingkat kejadian ISPA sedang.Dari hasil uji statistik regresi linier, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan sebesar 0,403 antara paparan asap rokok terhadap kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Kapongan tahun 2018.Tinggi rendahnya pengaruh asap rokok terhadap ISPA tergantung dari konsentras iasap rokok yang terkumpul dalam ruangan tertutup sesuai dengan jumlah perokok, jenis rokok yang dihisap dan karakteristik dari ruangan seperti ukuran ventilasi, temperature dan kelembaban, serta kebiasaan Balita berada di area asap rokok.
Analisis Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan di Wilayah Puskesmas Kalibaru Firdawsyi Nuzula; Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan untuk menilai keberhasilan pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s). Masalah kurang gizi pada balita merupakan dampak dari rendahnya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Untuk tumbuh kembang optimal, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup, bayi usia 0-6 bulan cukup ASI saja, dan bayi diatas 6 bulan memerlukan MP-ASI. Kebiasaan yang dijumpai di Kalibaru adalah adanya pemberian MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan dengan memberikan bubur buatan pabrik, hal ini yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang pola pemberian MP-ASI pada bayi kurang gizi usia 6-12 bulan di Kalibaru.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan responden ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan. Data berupa informasi dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi partisipasi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p<0,05 yang artinya bermakna bahwa ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Kalibaru. Frekuensi pemberian makanan pokok 2-3 kali sehari, cara penyajian bervariasi dan konsistensinya ada yang lunak dan ada yang padat. Disimpulkan bahwa pola pemberian MP-ASI di Kalibaru ada yang belum tepat dan ada yang mendekati ketepatan dan semuanya disebabkan oleh pengalaman yang berbeda.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif pada Balita dan Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Wonosobo Kabupaten Banyuwangi Roshinta Sony Anggari; Anis Yuliastutik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.124

Abstract

ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. terdapat 252 balita dari 1174 balita yang terkena penyakit ISPA di puskesmas wonosobo pada bln januari 2016 Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian ASI Eksklusif dan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Wonosobo Kabupaten Banyuwangi Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik adalahsurvei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Penelitianuntuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan rancangan cross sectional mempelajari dinamika korelasi antara faktor – faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (Point time approach),.Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berobat di Puskesmas Wonosobo dan di diagnosis menderita penyakit ISPA. sampel yang diambil 100 balita. Tehnik sampling yang digunakan peneliti adalah ”Accidental Sampling”Uji analisa data dengan uji Fisher’s Exact Test Hasil penelitian Hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita dg uji statistik Fisher’s Exact Test menunjukan bahwa p = 0,024 (p ≤ 0,05) Ho ditolak, artinya terdapat hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Wonosobo Kabupaten Banyuwangi. dan Hubungan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan hasil uji statistik Fisher’s Exact Test menunjukan bahwa p = 0,152 (p ≥ 0,05) Ho diterima, artinya tidak ada hubungan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Wonosobo Kabupaten Banyuwangi. Saran kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan balitanya dan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan lingkungan sekitar untuk meminimalisir mudahnya penyakit menular seperti ISPA menyerang anggota keluarga lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 9