cover
Contact Name
Haty Latifah Priatni
Contact Email
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Phone
+62232-871279
Journal Mail Official
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan| Jl. Pangeran adipati No. D4 Kuningan Jawabarat Telp.(0232) 871279 Fax (0232)871279 | Email: herbapharma@stikesherbapharma@stikesmuhammadiyahku.ac.id STIKes Muhammadiyah Kuningan stikes-muhammadiyahku.ac.id
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological
ISSN : -     EISSN : 2722709X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Herbs and Farmacological HERBAPHARMA is an essential reference filled with recent research and other valuable information associated with herbs, spices, and medicinal plants. The Journal serves as a focus point through which investigators and others may publish material of importance to the production, marketing, and utilization of these plants and associated extracts. The journal covers the following topics: growth, development, horticulture, ecology, physiology, genetic, chemistry, and economics. Original articles, review articles, and book reviews provide information of interest to an international audience of researchers, teachers, technicians, and managers involved with production and/or marketing of herbs, spices, and medicinal plants.
Articles 94 Documents
GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA BALITA PENDERITA DIARE DI UPTD PUSKESMAS KUNINGAN Maemunah Maemunah; Wawang Anwarudin; Anna Khalida Sya'bany
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.116

Abstract

Diare pada anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional termasuk penggunaan antibiotika. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal. Hal utama yang perlu ditangani pada pasien diare adalah dehidrasi. Kebanyakan kasus diare yang menyebabkan kematian adalah disebabkan hidrasi yang tidak ditangani secepatnya. Tatalaksana penderita diare yang standar di sarana kesehatan melalui Lintas Diare yang telah dilaksanakan sebagai satu strategi dalam pengendalian penyakit diare. Namun demikian berdasarkan data di UPTD Puskesmas Kuningan, ketidak rasionalan penggunaan obat masih relatif tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada balita penderita diare di UPTD Puskesmas Kuningan Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan sampel lembar resep balita penderita diare umur 0 - 60 bulan di UPTD Puskesmas Kuningan dengan jumlah sampel sebanyak 60 lembar resep yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari data sekunder dengan menggunakan lembar resep. Hasil penelitian terhadap 60 lembar resep di wilayah kerja di UPTD Puskesmas Kuningan pada tahun 2014, diperoleh data sebagian besar yaitu sebanyak 85,0% termasuk kategori diare non spesifik, sebanyak 75,0% termasuk kategori tidak menggunakan antibiotika, sebanyak 91,7% termasuk kategori menggunakan oralit, sebanyak 88,3% termasuk kategori menggunakan obat zinc, dan sebagian besar yaitu sebanyak 73,3% tidak menggunakan antibiotika dengan kategori diare non spesifik dan sebanyak 13,3% menggunakan antibiotika dengan kategori diare spesifik. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, perlunya penatalaksanaan penanggulangan diare pada balita dan hal-hal yang terkait dengan penggunaan obat secara rasional, termasuk penggunaan antibiotika pada diare non spesifik, dan perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan diare melalui Lintas Diare.
GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA BALITA PENDERITA DIARE DI UPTD PUSKESMAS KUNINGAN Maemunah, Maemunah; Anwarudin, Wawang; Sya'bany, Anna Khalida
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.116

Abstract

Diare pada anak masih merupakan masalah yang memerlukan penanganan yang komprehensif dan rasional termasuk penggunaan antibiotika. Terapi yang rasional diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal. Hal utama yang perlu ditangani pada pasien diare adalah dehidrasi. Kebanyakan kasus diare yang menyebabkan kematian adalah disebabkan hidrasi yang tidak ditangani secepatnya. Tatalaksana penderita diare yang standar di sarana kesehatan melalui Lintas Diare yang telah dilaksanakan sebagai satu strategi dalam pengendalian penyakit diare. Namun demikian berdasarkan data di UPTD Puskesmas Kuningan, ketidak rasionalan penggunaan obat masih relatif tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada balita penderita diare di UPTD Puskesmas Kuningan Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan sampel lembar resep balita penderita diare umur 0 - 60 bulan di UPTD Puskesmas Kuningan dengan jumlah sampel sebanyak 60 lembar resep yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari data sekunder dengan menggunakan lembar resep. Hasil penelitian terhadap 60 lembar resep di wilayah kerja di UPTD Puskesmas Kuningan pada tahun 2014, diperoleh data sebagian besar yaitu sebanyak 85,0% termasuk kategori diare non spesifik, sebanyak 75,0% termasuk kategori tidak menggunakan antibiotika, sebanyak 91,7% termasuk kategori menggunakan oralit, sebanyak 88,3% termasuk kategori menggunakan obat zinc, dan sebagian besar yaitu sebanyak 73,3% tidak menggunakan antibiotika dengan kategori diare non spesifik dan sebanyak 13,3% menggunakan antibiotika dengan kategori diare spesifik. Sehubungan dengan hasil penelitian ini, perlunya penatalaksanaan penanggulangan diare pada balita dan hal-hal yang terkait dengan penggunaan obat secara rasional, termasuk penggunaan antibiotika pada diare non spesifik, dan perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan diare melalui Lintas Diare.
FORMULASI SEDIAAN EYESHADOW COMPACT EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Ii Carsita; Marini Marini; Cici Sri Nurjanah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.118

Abstract

Pewarna sintetis pada kosmetik kurang aman untuk konsumen karena berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencarian alternatif pewarna alami. Zat pewarna alami yang berpotensi untuk digunakan adalah antosianin dari ubi jalar ungu. Antosianin adalah pigmen yang sifatnya polar dan akan larut dengan pelarut polar, oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi antosianin dengan pelarut etanol 96% dan asam asetat dengan perbandingan 25:1. Pada penelitian ini dibuat sediaan eyeshadow compact dengan konsentrasi ekstrak F1 20%, F2 30% dan F3 40% yang terdiri dari bahan-bahan eyeshadow seperti metyl paraben, propyl paraben, zink stearat, isopropil miristat , titanium dioksida, bubuk mutiara, dan talkum. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna eyeshadow keluar tetapi tidak dapat menempel pada kulit. Evaluasi sediaan eyeshadow compact meliputi uji dispersi warna, uji pH dan uji hedonik. Uji dispersi warna pada F1, F2 dan F3 menunjukan warna yang tersebar merata pada sediaan,uji pH pada F1, F2 dan F3 menunjukan nilai pH yang sesuai dengan pH kulit normal yaitu 6 dan uji hedonik menunjukan bahwa F3 adalah formula yang paling banyak disukai oleh responden berdasarkan tekstur, warna dan aroma sediaan.
FORMULASI SEDIAAN EYESHADOW COMPACT EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Carsita, Ii; Marini, Marini; Nurjanah, Cici Sri
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.118

Abstract

Pewarna sintetis pada kosmetik kurang aman untuk konsumen karena berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencarian alternatif pewarna alami. Zat pewarna alami yang berpotensi untuk digunakan adalah antosianin dari ubi jalar ungu. Antosianin adalah pigmen yang sifatnya polar dan akan larut dengan pelarut polar, oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi antosianin dengan pelarut etanol 96% dan asam asetat dengan perbandingan 25:1. Pada penelitian ini dibuat sediaan eyeshadow compact dengan konsentrasi ekstrak F1 20%, F2 30% dan F3 40% yang terdiri dari bahan-bahan eyeshadow seperti metyl paraben, propyl paraben, zink stearat, isopropil miristat , titanium dioksida, bubuk mutiara, dan talkum. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna eyeshadow keluar tetapi tidak dapat menempel pada kulit. Evaluasi sediaan eyeshadow compact meliputi uji dispersi warna, uji pH dan uji hedonik. Uji dispersi warna pada F1, F2 dan F3 menunjukan warna yang tersebar merata pada sediaan,uji pH pada F1, F2 dan F3 menunjukan nilai pH yang sesuai dengan pH kulit normal yaitu 6 dan uji hedonik menunjukan bahwa F3 adalah formula yang paling banyak disukai oleh responden berdasarkan tekstur, warna dan aroma sediaan.
GAMBARAN PENGGUANAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGANGAGALGINJAL KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45 KUNINGAN Muhamad Iqbal Muhajirin; Nur Azizah; Dwicky Unggul Sajati
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.119

Abstract

Hipertensi bisa menjadi penyebab atau konsekuensi gagal ginjal kronis dan merupakan faktor resiko untuk perkembangan kerusakan ginjal yang lebih cepat. Penurunan tekana darah adalah yang efisien untuk mencegah atau memperlamabat perkembangan kerusakan ini. Tujuan penelitian ini. Adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis di sesuaikan dengan standar pengobatan Joint National Comittee ( JNC ) VII 2003. Pengambilan datamenggunakan metode restropektatif dengan melihat rakam medik pasien. Sampel pasien diambil dengan metode Purposive Sampling. Data dianalisis secara deskriptif non-eksperiemmental dengan mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi meliputi tepat umur, jenis kelamin dan pemakaian terapi obat tungal dan kombinasi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis kemudian didseuaikan dengan referensi yang diacu Guideline Joint National Committee ( JNC ) 7 2003, disajikan dengan presentase. Jumlah pasien yang mengunakan obat antihipertensi 725 pasien dan sampel yang ambil 88 pasien, penelitian diperoleh hasil jenis kelamin perempuan 36,60 % dan laki – laki 63,40 % pengunaan obat antihipertensi yaitu obat tunggal yang digunakan adalah CCB, Angiontensin II Antagonis, dan Diuretik 30,70 % dan obat akombinasi yang paling banyak digunakan adalah Angiontensin II Antagonis dan CCB 25 pasein. Hasil penggunaan obat antihipertensi pada pasein hipertensi dengan gagal ginjal kronis penggunaan obat kombinasi dinyatakan tidak rasional karena banyak kombinasi yang tidak sesuai dengan Joint National Committee ( JNC ) VII 2003.
GAMBARAN PENGGUANAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGANGAGALGINJAL KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45 KUNINGAN Muhajirin, Muhamad Iqbal; Azizah, Nur; Sajati, Dwicky Unggul
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.119

Abstract

Hipertensi bisa menjadi penyebab atau konsekuensi gagal ginjal kronis dan merupakan faktor resiko untuk perkembangan kerusakan ginjal yang lebih cepat. Penurunan tekana darah adalah yang efisien untuk mencegah atau memperlamabat perkembangan kerusakan ini. Tujuan penelitian ini. Adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis di sesuaikan dengan standar pengobatan Joint National Comittee ( JNC ) VII 2003. Pengambilan datamenggunakan metode restropektatif dengan melihat rakam medik pasien. Sampel pasien diambil dengan metode Purposive Sampling. Data dianalisis secara deskriptif non-eksperiemmental dengan mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi meliputi tepat umur, jenis kelamin dan pemakaian terapi obat tungal dan kombinasi pada pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronis kemudian didseuaikan dengan referensi yang diacu Guideline Joint National Committee ( JNC ) 7 2003, disajikan dengan presentase. Jumlah pasien yang mengunakan obat antihipertensi 725 pasien dan sampel yang ambil 88 pasien, penelitian diperoleh hasil jenis kelamin perempuan 36,60 % dan laki – laki 63,40 % pengunaan obat antihipertensi yaitu obat tunggal yang digunakan adalah CCB, Angiontensin II Antagonis, dan Diuretik 30,70 % dan obat akombinasi yang paling banyak digunakan adalah Angiontensin II Antagonis dan CCB 25 pasein. Hasil penggunaan obat antihipertensi pada pasein hipertensi dengan gagal ginjal kronis penggunaan obat kombinasi dinyatakan tidak rasional karena banyak kombinasi yang tidak sesuai dengan Joint National Committee ( JNC ) VII 2003.
FORMULASI SABUN HERBAL ANTI BAKTERI MINYAK KEMANGI (Ocimum basilicum L. ) Iis ihsanti; Ahmad Wildhan; Anto Susanto
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.120

Abstract

Tangan yang bersih dan terlindung dari kuman adalah salah satu kunci hidup sehat. Kandungan Flavonoid dan eugenol di dalam minyak atsiri daun kemangi berfungsi sebagai bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak atsiri kemangi dalam bentuk sabun herbal pencuci tangan. Metode pada penelitian ini, sabun dibuat dengan campuran basis minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun dan natrium hidroksida. Proporsi basis sabun diperoleh dengan teknik optimasi untuk mendapatkan basis sabun yang optimum secara organoleptis dan stabil selama penyimpanan satu bulan. Basis sabun yang optimum diperoleh pada proporsi minyak kelapa 20 gram,minyak sawit 15 gram, minyak zaitun 10 gram dan natrium hidroksida 8 gram. Formula sabun minyak atsiri daun kemangi menggunakan konsentrasi minyak atsiri daun kemangi 8% dan 10%. Evaluasi terhadap kedua formula sabun meliputi uji stabilitas fisik (organoleptis, homogenitas), uji pH dan uji kesukaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula secara organoleptis baik dan homogen, memiliki pH 7,0 dan stabil selama penyimpanan satu bulan. Uji kesukaan menunjukkan bahwa formula dengan kandungan minyak atsiri kemangi 10% lebih banyak disukai dibandingkan dengan formula dengan kandungan minyak atsiri 8%.
FORMULASI SABUN HERBAL ANTI BAKTERI MINYAK KEMANGI (Ocimum basilicum L. ) ihsanti, Iis; Wildhan, Ahmad; Susanto, Anto
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.120

Abstract

Tangan yang bersih dan terlindung dari kuman adalah salah satu kunci hidup sehat. Kandungan Flavonoid dan eugenol di dalam minyak atsiri daun kemangi berfungsi sebagai bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak atsiri kemangi dalam bentuk sabun herbal pencuci tangan. Metode pada penelitian ini, sabun dibuat dengan campuran basis minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun dan natrium hidroksida. Proporsi basis sabun diperoleh dengan teknik optimasi untuk mendapatkan basis sabun yang optimum secara organoleptis dan stabil selama penyimpanan satu bulan. Basis sabun yang optimum diperoleh pada proporsi minyak kelapa 20 gram,minyak sawit 15 gram, minyak zaitun 10 gram dan natrium hidroksida 8 gram. Formula sabun minyak atsiri daun kemangi menggunakan konsentrasi minyak atsiri daun kemangi 8% dan 10%. Evaluasi terhadap kedua formula sabun meliputi uji stabilitas fisik (organoleptis, homogenitas), uji pH dan uji kesukaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula secara organoleptis baik dan homogen, memiliki pH 7,0 dan stabil selama penyimpanan satu bulan. Uji kesukaan menunjukkan bahwa formula dengan kandungan minyak atsiri kemangi 10% lebih banyak disukai dibandingkan dengan formula dengan kandungan minyak atsiri 8%.
UJI KESERAGAMAN BOBOT SERBUK TERBAGI (PULVERES) BERDASARKAN COPY RESEP DI BEBERAPA APOTEK YANG ADA DI KABUPATEN CIREBON Arip Saripudin; Rina Nurhayatina; Rika Yuliani
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.122

Abstract

Serbuk bagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Keseragaman bobot terutama untuk takaran tunggal perlu diperhatikan agar ketepatan takaran yang dianjurkan dapat dipenuhi.Telah dilakukan penelitian tentang Uji Keseragaman Bobot Sediaan Serbuk Terbagi(Pulveres) yang dibuat oleh beberapa Apotek yang ada diKabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keseragaman Bobot Serbuk bagi yang dibuat oleh beberapa Apotek yang ada di Kabupaten Cirebon dalam membuat Sediaan Serbuk Terbagi (pulveres).Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik nonprobabillity sampling.Sampel diambil dari 10 Apotek yang ada di Kota Cirebon. Pengujian yang dilakukan adalah keseragaman bobot dari setiap sampel. Hasil pengujian menunjukkan 10 dari Apotek yang ada di Kota Cirebontidak memenuhi Syarat Keseragaman Bobot Sediaan Serbuk Terbagi(Pulveres) sesuai Farmakope Indonesia Edisi III.
UJI KESERAGAMAN BOBOT SERBUK TERBAGI (PULVERES) BERDASARKAN COPY RESEP DI BEBERAPA APOTEK YANG ADA DI KABUPATEN CIREBON Saripudin, Arip; Nurhayatina, Rina; Yuliani, Rika
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i1.122

Abstract

Serbuk bagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Keseragaman bobot terutama untuk takaran tunggal perlu diperhatikan agar ketepatan takaran yang dianjurkan dapat dipenuhi.Telah dilakukan penelitian tentang Uji Keseragaman Bobot Sediaan Serbuk Terbagi(Pulveres) yang dibuat oleh beberapa Apotek yang ada diKabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keseragaman Bobot Serbuk bagi yang dibuat oleh beberapa Apotek yang ada di Kabupaten Cirebon dalam membuat Sediaan Serbuk Terbagi (pulveres).Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik nonprobabillity sampling.Sampel diambil dari 10 Apotek yang ada di Kota Cirebon. Pengujian yang dilakukan adalah keseragaman bobot dari setiap sampel. Hasil pengujian menunjukkan 10 dari Apotek yang ada di Kota Cirebontidak memenuhi Syarat Keseragaman Bobot Sediaan Serbuk Terbagi(Pulveres) sesuai Farmakope Indonesia Edisi III.

Page 2 of 10 | Total Record : 94