cover
Contact Name
Haty Latifah Priatni
Contact Email
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Phone
+62232-871279
Journal Mail Official
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan| Jl. Pangeran adipati No. D4 Kuningan Jawabarat Telp.(0232) 871279 Fax (0232)871279 | Email: herbapharma@stikesherbapharma@stikesmuhammadiyahku.ac.id STIKes Muhammadiyah Kuningan stikes-muhammadiyahku.ac.id
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological
ISSN : -     EISSN : 2722709X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Herbs and Farmacological HERBAPHARMA is an essential reference filled with recent research and other valuable information associated with herbs, spices, and medicinal plants. The Journal serves as a focus point through which investigators and others may publish material of importance to the production, marketing, and utilization of these plants and associated extracts. The journal covers the following topics: growth, development, horticulture, ecology, physiology, genetic, chemistry, and economics. Original articles, review articles, and book reviews provide information of interest to an international audience of researchers, teachers, technicians, and managers involved with production and/or marketing of herbs, spices, and medicinal plants.
Articles 94 Documents
EFEK PEMBERIAN SENYAWA KOLKISIN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) Azmi Darotulmutmainnah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i2.154

Abstract

Keragaman genetik melalui induksi mutasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu metode dalam program pemuliaan tanaman untuk meningkatkan variasi genetik. Mutasi pada tanaman dapat dilakukan dengan senyawa anti mitosis seperti kolkisin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon fenotipe tiga varietas tomat akibatpemberian kolkisin dan mengetahui konsentrasi kolkisin yang mampu meningkatkan pertumbuhan ketiga varietas tersebut. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan duafaktor. Faktor pertama berupa varietas tomat yang terdiri atas 3 jenis, yaitu varietas Rewako (V1), varietas Tymoti(V2), dan varietas Tropical ruby (V3). Faktor kedua berupa konsentrasi kolkisin dengan 4 taraf, yaitu 0% (K0), 0,2% (K1). 0,3% (K2), dan 0,4% (K3). Parameter penelitian yang diamati adalah presentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkisin tidak berpengaruh nyata terhadap presentase perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Diameter batang pada 0,3% dan 0,2% kolkisin lebih besar dibandingkan pada perlakuan 0% dan 0,4%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Teguh Adiyas Putra
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v2i2.155

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan suatu bakteri flora normal yang menghuni kulit serta selaput lendir pada manusia. Apabila menginfeksi manusia dalam jumlah yang berlebih bakteri ini bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satu tumbuhan yang mempunyai kandungan senyawa antibakteri adalah pisang kepok (Musa paradisiaca L.). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureusdengan metode Kirby-Bauerdilanjutkan dengan uji KHM. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentraksi ekstrak etil asetat 75% menunjukkan aktivitas yang terbesar sedangkan ekstrak etil asetat 15% memiliki daya antibakteri yang terkecil.Sedangkan pada uji Kadar Hambat Minimal(KHM) yang dilakukan dengan metode Spektrofotometer UV- Vis dihasilkan KHM terkecil pada konsentrasi ektrak etil asetat 45%.
UJI STABILITAS HERBAL JELLY DRINK EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) Nisa Puspita Trisnasary; Ahmad Wildhan Wisnu Wardaya Wardaya
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.208

Abstract

Kandungan yang terdapat pada ekstrak biji alpukat dan daun salam adalah senyawa tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan alami yang dapat mengontrol dan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan herbal jelly drink campuran ekstrak biji alpukat dan daun salam yang memiliki tekstur, konsistensi serta stabilitas yang baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental laboratorium, dibuat sediaan jelly drink dengan berbagai konsentrasi karagenan (0,20% ; 0,30% ; dan 0,40%). Parameter pengujian meliputi uji stabilitas pada suhu sejuk (5-15ºC), suhu kamar (25-30ºC), dan suhu panas (40-45ºC) selama 21 hari meliputi pengamatan sineresis, pH, dan organoleptik. Hasil menunjukkan konsentrasi karagenan 0,30% membentuk jelly dengan tekstur dan konsistensi baik. Pada suhu sejuk, sineresis 2%, pH 6, dan organoleptik (warna coklat, tekstur kenyal, aroma khas). Pada suhu kamar sineresis 4%, pH 5, dan organoleptik (warna coklat gelap, tekstur sedikit cair, aroma tidak sedap menyengat). Pada suhu panas sineresis 8%, pH 6, dan organoleptik (warna coklat, tekstur sedikit kenyal, aroma tidak sedap). Kesimpulan stabilitas paling baik disimpan pada suhu sejuk (5-15°C) dengan tingkat sineresis 2%, pH 6, dan organoleptik meliputi warna coklat, tekstur kenyal dan aroma yang khas.
KARAKTERISASI PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav) Aas Mugi Lestari; Marini Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.215

Abstract

Tanaman sirih merupakan tanaman yang banyak dipelihara di Indonesia khususnya yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav). Kedua tanaman sirih ini sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakterisasi ekstrak sirih hijau (Piper betle L.) dan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dengan parameter spesifik. Karakterisasi parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, pengamatan makroskopik dan mikroskopik, uji kandungan pola kromatogram dan penapisan fitokimia. Hasil karakterisasi parameter spesifik yaitu menunjukkan nama ekstrak kental daun sirih hjau yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, polifenol, kuinon dan saponin, sedangkan pada ekstrak kental daun sirih merah mengandung senyawa alkaloid, tanin saponin, kuinon, saponin, flavonoid dan polifenol. Hasil kromatografi lapis tipis mengandung senyawa flavonoid golongan flavonol dengan hasil bercak noda berwarna kuning, nilai Rf keduanya yaitu 0,40 serta menggunakan pembanding kuersetin yang mempunyai nilai Rf 0,38 yang hasilnya mirip pada noda kesatu. Kata kunci: Karakterisasi, parameter spesifik, Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton & Rose) TERHADAP Staphylococcus aureus Monita Leviyanti; Sukamawati Sukamawati
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.248

Abstract

Batang buah naga merupakan limbah dari tanaman buah naga yang mengandung senyawa flavonoid, saponin dan steroid. Penelitian lebih lanjut terhadap batang buah naga diperlukan agar dapat memaksimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri batang buah naga terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi sampel batang buah naga menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak buah naga dibuat menjadi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Aquadest sebagai kontrol negatif dan cefixime sebagai kontrol positif. Bakteri dibiakan pada media MHA menggunakan teknik spread plate, cakram yang telah direndam zat uji ditanamkan pada media. Hasil penelitian menunjukan bakteri sensitif terhadap kontrol positif sedangkan pada konsentrasi ekstrak tidak menunjukan adanya zona hambat yang terbentuk pada semua sehingga diketahui bahwa ekstrak batang buah naga tidak memiliki aktivitas antibakteri
FORMULASI SPRAY GEL ANTI LUKA DARI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolin (Tenore) Steen) Isabella Ramdha Y.P.M; Nur Azizah
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.256

Abstract

Spray gel atau gel semprot merupakan salah satu upaya pengembangan dalam sediaan bentuk topikal di farmasi. Kelebihan dari sediaan gel semprot yaitu memiliki tingkat kontaminasi mikroba yang rendah, lebih praktis dalam penggunannya dan waktu kontak obat yang relatif lebih lama dibandingkan dengan sediaan lainnya. Daun Binahong merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk penyembuhan luka dengan senyawa yang terkandung berupa flavonoid, saponin, triterpenoid, alkaloid dan tannin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun binahong dapat dijadikan sebagai sediaan spray gel dan melihat kualitas sediaan dari evaluasi sediaan spray gel. Formulasi sediaan spray gel dibuat dengan menambahkan ekstrak daun binahong sebanyak 15%.Hasil sediaan spray gel yaitu uji organoleptik yaitu memiliki sediaan berwarna coklat muda dengan bau khas dan terkstur yang agak kental, memiliki homogenitas yang baik dengan pH yang sesuai dengan standar yaitu 6 .Untuk uji pola penyemprotan F1 memiliki pola penyemprotan yang paling lebar dengan rata-rata diameter yaitu jarak 3 cm (6,25 cm), jarak 5 cm (4,85), jarak 10 cm (6,45 cm), jarak 15 cm (8,16 cm) dan jarak 20 cm (8,28 cm). Sedangkan hasil uji daya lekat terlihat pada F3 yang memiliki daya lekat lebih lama dan hasil uji viskositas menunjukkan bahwa semua formula tidak memenuhi standar viskositas sediaan spray gel.
FORMULASI SIRUP ANTIDIARE EKSTRAK ETHANOL BUAH HARENDONG (Melastoma malabathricum L.) DENGANGELATIN DAN NATRIUM CARBOXYMETHIL CELULLOSE SEBAGAI PENGENTAL Sri Wahyuni; Imas Maesaroh
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.257

Abstract

Ekstrak etanol 96% buah harendong 50% telah terbukti memiliki efektivitas antidiare. Salah satu untuk memudahkan penggunaan maka di buat sediaan sirup. Gelatin dan natriumCarboxymethilcelullose digunakan sebagai pengental untuk meningkatkan viskositas sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi formula sirup antidiare ekstrak etanol buah harendong (Melastoma malabathricum L.) dengan variasi gelatin dan natrium carboxymethilcellulosa sebagai pengental yang paling baik secara sifat fisika (uji organoleptis, uji homogenitas, uji bobot jenis, dan uji viskositas) dan sifat kimia (uji pH). F1 menggunakan pengental gelatin 3%, F2 menggunakan natrium carboxymethilcelullose 0,3%, F3 menggunakan pengental gelatin 2% dan natrium carboxymethilcelullose 0,2%. Hasil penelitian uji organoleptis ketiga formula tersebut yaitu warna ungu pekat, memiliki bau khas buah harendong, dan rasa manis. Hasil uji homogenitas yaitu F1 tidak homogen, F2 homogen dan F3 tidak omogen. Hasil bobot jenis yang di peroleh yaitu F1 1,071 g/ml, F2 1,021 g/ml, F3 1,046 g/ml. Hasil uji viskositas yang paling tinggi adalah F3 dengan hasil 13,49 cps dibanding F1 dengan hasil 11,24 cps, dan F2 11,18 cps. Hasil dari uji pH F1, F2, dan F3 yaitu pH 5. Konsentrasi formula yang terbaik yaitu F3, meskipun belum memenuhi standar yang ditentukan, tetapi hasil uji secara sifat fisika dan sifat kimia dari F3 ini mendekati dari standar ketentuan.
FORMULASI SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI ANTI KETOMBE DENGAN BASIS NATRIUM CARBOXYMETHYL CELLULOSE BERVARIASI Nur Muslimah Utami; Wawang Anwarudin
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.258

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius, Roxb) memiliki kandungan senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, tannin dan zat warna. Dalam daun pandan wangi senyawa yang dapat memberikan aktivitas antimikroba adalah flavonoid dan polifenol (fenol). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan shampo dengan ekstrak daun pandan wangi sebagai zat aktif dan variasi konsentrasi Natrium carboxymethylcellulose (Na-CMC) sebagai basis untuk memperoleh sediaan shampo yang baik dan mengetahui uji evaluasi shampo dengan konsentrasi basis Na CMC yang bervariasi. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Konsentrasi basis Na CMC yang digunakan 0.5%, 1.5%, 2.5%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukan sediaan shampo dengan basis Na CMC memenuhi syarat mutu shampo dengan formula yang paling baik adalah Formula 4 dengan konsentrasi Na CMC 3%. Jika dilihat dari segi organoleptis yaitu dengan warna kuning kecoklatan, bau khas pandan disertai menthol dan tekstur gel kental, pH 6, sediaan shampo yang didapat homogen dan menghasilkan busa yang paling baik yaitu 10,2 cm pada formula 2. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak daun pandan wangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam pembuatan shampo dengan konsentrasi basis Na CMC sebesar 3%, serta evaluasi sediaan shampo ekstrak daun pandan wangi (pandanus amaryllifolius, Roxb) dengan konsentrasi Na CMC yang bervariasi memiliki hasil evaluasi yang baik serta memenuhi syarat uji evaluasi sediaan shampo dengan rata-rata Ph yang diperoleh yaitu 6 memenuhi standar dari SNI 5-9, sediaan shampo yang homogen serta dapat menghasilkan busa dengan baik yaitu 10.2 cm.
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK ETANOL UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas Linn.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Wawang Anwarudin; Ririn Riandini
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i1.259

Abstract

Ubi jalar ungu ( ipomea batatas linn ) memiliki aktivitas antioksidan, kandungan senyawa kimia =yang terkandung dalam ubi jalar ungu yang berfungsi sebagai antioksidan adalah senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun mandi padat dan pada konsentrasi berapa ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan sebagai sabun mandi padat. Ekstrak etanol ubi jalar ungu diperoleh dengan proses maserasi dan dibuat kosentrasi 8%, 9% dan 10%. Sediaan sabun mandi padat kemudian dievaluasi meliputi organoleptis, uji pH, uji kadar air dan uji tinggi dan stabilitas busa. Pengujian dilakukan pada hari ke-1, hari ke-7 dan hari ke- 14, hasil uji organoleptik dilihat dari bentuk, warna dan bau, warna dan bau selama proses penyimpanan hamper semua mengalami perubahan. Hasil uji pH sabun dari formula F0,F1,F2 dan F3 tetap stabil pada pH 10. Hasil uji kadar air semua formula tidak memenuhi SNI. Hasil tinggi dan stabilitas busa sudah memenuhi syarat SNI .Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi ekstrak etanol ubi jalar ungu 10% yaitu F3,yang memenuhi syarat evaluasi uji pH dan uji tinggi dan stabilitas busa,tetapi belum memenuhi syarat uji kadar air.
FORMULASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTIHIPERTENSI Hanna Fatarani Has; Nur Azizah; Juliani Juliani
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v3i2.160

Abstract

Mengkudu ( Morinda citrifolia L) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Mengkudu memiliki kandungan bahan aktif scopoletin yang dapat menurunkan resistensi perifer. Pengolahan mengkudu biasanya dalam bentuk tablet, kapsul, dan seduhan, dengan demikian perlu adanya bentuk yang lebih praktis yaitu dalam bentuk serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serbuk effervescent dari ekstrak buah mengkudu. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium, dengan membuat berbagai jenis formulasi serbuk effervescent dari ekstrak buah mengkudu dengan variasi kandungan asam basa yaitu formula A (2,5:1,5:1), formula B (2:1,5:1,5), formula C (3:1:1). Evaluasi sediaan yang dilakukan yaitu uji pH, waktu alir, sudut diam, waktu dispersi, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula II yang paling mendekati syarat serbuk effervescent yang baik dengan hasil uji organoleptik bau dan rasanya lemah, waktu larutnya 1,59 detik, dan pH nya 4. Kesimpulannya ekstrak buah mengkudu ini dapat dijadikan serbuk effervescent dengan rancangan formula tersebut, namun belum memenuhi standar karena tidak terdapat satu formulapun yang memenuhi semua standar uji evaluasi. Adapun variasi asam basa memiliki pengaruh pada formula yang dibuat sehi ngga pada hasil uji evaluasi beberapa diantaranya tidak memenuhi standar uji evaluasi yang telah ditentukan.

Page 4 of 10 | Total Record : 94