cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): JULI" : 7 Documents clear
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Jantung Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Hafni Zuhroh
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.936 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2542

Abstract

ABSTRAKGagal jantung adalah ketidakmampuan jantung memompa darah guna memenuhi kebutuhan oksigen serta memberikan nutrisi jaringan tubuh. Gagal jantung biasanya disebabkan oleh kelainan sekunder dari abnormalitas struktur jantung atau fungsi yang merusak kemampuan ventrikel kiri untuk mengisi atau mengeluarkan darah. Keberhasilan penanganan secara medis tapi juga ditentukan oleh ketepatan dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan antihipertensi pada pasien gagal jantung di poli jantung RSUD Provinsi NTB pada bulan April-Mei tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap 49 catatan rekam medis pasien yang mendapatkan terapi antihipertensi dengan gagal jantung. Hasilnya menunjukan bahwa ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal jantung di RSUD Provinsi NTB tahun 2019 yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, tepat dosis sebesar 73,54% dan tepat frekuensi sebesar 100%.Kata kunci: Evaluasi Penggunaan Obat; Antihipertensi; Gagal Jantung.ABSTRACTHeart failure is the inability of the heart to pump blood to meet oxygen needs and provide nutrition for body tissues. Heart failure is usually caused by a secondary disorder of abnormal heart structure or function that damages the ability of the left ventricle to fill or bleed. Medical treatment success but also determined by the accuracy in the use of drugs. This study aims to evaluate the accuracy of antihypertensive treatment in heart failure patients in the heart poly of the NTB Provincial Hospital in April-May 2019. This study used a descriptive method with a cross sectional approach. The study was conducted on 49 medical record records of patients receiving antihypertensive therapy with heart failure. The results showed that the accuracy of the use of antihypertensive drugs in heart failure patients in the NTB Provincial Hospital in 2019 was seen based on the exact indication of 100%, the right patient at 100%, the exact drug at 100%, the right dose of 73,54% and the exact frequency of 100%.Keywords: Evaluation of drug use; antihypertensive; heart failure.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Anna Pradiningsih; Baiq Leny Nopitasari; Nur Furqani; Esi Wahyuningsih
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.237 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2515

Abstract

ABSTRAKGagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal progresif yang  irreversible ketika ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik. Gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB memasuki daftar 10 penyakit terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan  penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 43 orang. Evaluasi penggunaan obat dalam penelitian ini meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi dan tepat frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat indikasi, 100% tepat dosis, 88,37% dan tepat frekuensi 27,91%.Kata kunci: Gagal ginjal kronik; Antihipertensi; Evaluasi penggunaan obat. ABSTRACTChronic kidney failure is a decrease in progressive kidney function which is irregular when the kidneys are unable to maintain metabolic balance. Chronic kidney failure at the NTB Provincial General Hospital enters the list of the 10 most diseases. This study aimed to evaluate the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure hospitalization at the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province. The study was a descriptive observational study by taking cross sectional data, samples that met the inclusion criteria were 43 people. Evaluation of drug use in this study included the exact patient, the right medication, the right dose, the right indication and the right frequency. The results showed the accuracy of the use of antihypertensive drugs in patients with chronic renal failure, namely 100% right patients, 100% exact drugs, 100% exact indications, 100% exact dosages, 88.37% and exact frequency 27,91%.Keywords: Chronic Kidney Failure; Antihypertension; Evaluation of drug use.
Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Petai (Parkia speciosa Hassk) Terhadap Mencit (Mus musculus) Sebagai Anti Inflamasi Ilham Maulana; Ajeng Kurniati Roddu; Suriani Suriani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.782 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2559

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian uji efektifitas ekstrak etanol kulit petai dengan tujuan untuk mengetahui efek anti inflamasi dari ekstrak etanol kulit petai (Parkia speciosa Hassk).Pengujian dilakukan terhadap hewan uji mencit dengan melihat volume udem telapak kaki dari mencit, yang sebelumnya di induksi oleh putih telur 1%. Perhitungan hasil pengujian menggunakan uji analisis varians dan uji newman - keuls. Pengujian dilakukan dengan membagi 5 kelompok penguian, kelompok I dengan pemberian Na.CMC 1 % sebagai kelompok kontrol negatif   kelompok II dengan pemberian suspensi ekstrak etanol kulit petai dengan konsentrasi 1 %, kelompok III dengan konsentrasi 3%, kelompok IV dengan konsentrasi 5% dan kelompok V dengan pemberian suspensi natrium diklofenak 0,195%b/v sebagai kelompok kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit petai dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5% memiliki efek sebagai anti inflamsi.Kata Kunci: Ekstrak Etanol; Kulit Petai; Anti Inflamasi; Mencit.ABSTRACTHas conducted research Study On Effectiveness of Petai (Parkia speciosa Hassk) Extract, with the aim to determine the anti -inflammatory effect of the ethanol petai extract (Parkia speciosa Hassk). Testing forum mice to test animals by looking at the volume of foot edema of mice , which previously induced by egg white 1 %. Calculations results of testing using analysis of variance test and test newman – keuls. Testing is done by dividing the testing group 5, group I with giving Na. CMC 1% as a negative control, group II and group administration of ethanol extract of petai suspension with a concentration of 1%, group III with a concentration 3%, group IV with a concentration 5% and the group V with the provison of 0,195% diclofenac sodium suspension as the positive control group. The result showed that the ethanol extract of petai with concentration of 1%, 3%, and 5% have anti – Inflamamatory effect.Keywords: Extract Ethanol; Petai; Anti Inflammatory; Mice.
Pengetahuan dan Pola Swamedikasi Penggunaan Obat Tradisional dan Cara Pengobatan Tradisional Sebagai Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta Wahyu Tusi Wardani; Muhammad Muhlis
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.878 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2539

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya tingkat pendidikan, informasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya arti  sehat, mendorong masyarakat untuk melakukan swamedikasi. Termasuk swamedikasi menggunakan obat tradisional dan cara pengobatan tradisional sebagai terapi komplementer semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan pola swamedikasi menggunakan obat tradisional dan cara pengobatan tradisional sebagai terapi komplementer pada Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat non eksperimen, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan memenuhi kriteria sampel yang ditetapkan oleh peneliti. Pengambilan sampel dilakukan tanpa acak (nonprabability sampling) dengan teknik pengambilan consecutive sampling. Responden yang pernah melakukan pengobatan komplementer dengan obat tradisional sebanyak 81,6%. 83,3% diantaranya merasakan tidak muncul efek samping obat selama menggunakan obat tradisional. Sedangkan Responden yang pernah melakukan pengobatan komplementer dengan cara tradisional sebanyak 39,5%. Hanya satu yang merasakan efek samping yaitu dari pijat tradisional, muncul warna agak biru, njarem dan linu linu.Kata kunci: swamedikasi, obat tradisional, cara pengobatan tradisional, terapi komplementer. ABSTRACTThe increasing level of education, information and public awareness of the importance of healthy meaning, encourages people to carry out swamedication. Including self-medication using traditional medicine and ways of traditional medicine as complementary therapies is increasing. This study aims to determine the description of knowledge and patterns of self-medication using traditional medicine and traditional medicine as a complementary therapy in Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta City. This study was an observational study that was non-experimental in nature. The sample used in this study was a member of Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta City and met the sample criteria set by the researcher. Sampling is done without random (nonprabability sampling) with consecutive sampling techniques. Respondents who had taken complementary medicine with traditional medicine were 81.6%. 83.3% of them felt there were no side effects of drugs while using traditional medicines. While the respondents who had done complementary medicine in the traditional way were 39.5%. Only one felt the side effects of traditional massage, appearing a little blue, njarem and rheumatic pain.Keywords: self-medication, traditional medicine, traditional medicine, complementary therapy. 
Gambaran Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap di RSUD Panembahan Senopati Anis Febri Nilansari; Nanang Munif Yasin; Diah Ayu Puspandari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.988 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2577

Abstract

ABSTRAKHipertensi hingga kini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Terapi yang diberikan kepada pasien hipertensi biasanya dilakukan dalam jangka panjang. Pengobatan hipertensi yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati. Penelitian dirancang dengan metode deskriptif crosssectional. Subyek penelitian ialah pasien hipertensi rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Objek pada penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat inap hipertensi periode bulan Oktober 2016- Juli 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 38 pasein (71,8 %) menjalani pengobatan antihipertensi secara politerapi, sedangkan hanya 15 pasien (28,2 %) menjalani pengobatan monoterapi. Pengobatan monoterapi yang paling banyak dipakai golongan diuretik yaitu Furosemid sebanyak 6 pasien (11,3%), sedangkan penggunakan obat politerapi yang paling banyak dipakai yaitu Valsatan+ Amlodipin sebanyak 13 pasien ( 24,5%). Secara keseluruhan, golongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan Calcium Chanel Blocker dengan jenis terbanyak adalah Amlodipin, dilanjutkan golongan Diuretik yaitu Furosemid, dan golongan ARB yaitu Valsartan. Penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan obat sebagian besar politerapi dan secara umum penggunaan obat antihipertensi yang dipakai terdiri dari 6 golongan obat yaitu diuretik, ACE inhibitor, Angiotensin Receptor Blocker, ẞ- blocker. Kata kunci: Pola Penggunaan Obat; Antihipertensi; Rawat Inap. ABSTRACTHypertension is a health problem in the world. Therapy given to hypertensive patients is usually done in the long run. Hypertension treatment is carried out according to the patient's condition. This study aims to determine the pattern of the use of antihypertensive drugs in inpatients at Panembahan Senopati Hospital. The study was designed using descriptive cross sectional method. The subjects of the study were hypertensive inpatients who met the inclusion criteria. The object of this study was the medical record of hypertensive inpatients for the period October 2016-July 2017. The results showed that of 53 patients, 38 patients (71.8%) used antihypertensive treatment by polytherapy, whereas only 15 patients (28.2%) used monotherapy treatment. The most used monotherapy treatment of diuretics is Furosemide with 6 patients (11.3%), while the most used polytherapy drugs are Valsatan + Amlodipin with 13 patients (24.5%). Overall, the most used group of drugs is the Calcium Chanel Blocker with the most types, Amlodipine, followed by the Diuretic group, Furosemide, and the ARB group, Valsartan. This study concluded that the use of drugs is mostly polytherapy and in general the use of antihypertensive drugs used consists of 6 classes of drugs namely diuretics, ACE inhibitors, Angiotensin Receptor Blockers, ẞ-blockers. Keywords: Drug Use Patterns; Anti-hypertension; Inpatient. 
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Gelling Agent pada Karakteristik Formula Gel Antiseptik Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Pisang Ambon Dyera Forestryana; Muhammad Surur Fahmi; Aristha Novyra Putri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.736 KB) | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2303

Abstract

 ABSTRAKEkstrak etanol 70% kulit buah pisang Ambon mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi gelling agent terhadap karakteristik fisik gel ekstrak etanol 70% kulit buah pisang Ambon. Sediaan gel antiseptik ekstrak etanol kulit buah pisang dibuat dalam 4 formula dengan variasi basis dan konsentrasi basis gel yaitu FI (Na-CMC 5%), FII (Na-CMC 3%), FIII (Tragakan 5%), dan FIV (Tragakan 2,5%) Evaluasi terhadap sediaan dilakukan untuk mengetahui formula optimum yang memenuhi kriteria persyaratan. Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptic, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH dan viskositas. Analisis dilakukan secara statistik menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% untuk melihat perbedaan antar kelompok formula dan korelasi regresi linier untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi gelling agent terhadap karakteristik gel antiseptik ekstrak etanol kulit buah pisang Ambon. Formula optimum diperoleh pada F1 dengan basis gel Na-CMC pada konsentrasi 5% karena memenuhi kriteria syarat gel yang baik.Kata kunci: Kulit pisang Ambon; Antibakteri; Gel antiseptic; Gelling agent; Na-CMC.ABSTRACTEthanol extract of 70% Ambon banana peel contains alkaloids, flavonoids, and tannins, which has antibacterial activity. The aims of this study to determine the effect of type and concentration of gelling agents on the physical characteristics of antiseptic gel formula Ambon banana peel 70% ethanolic extract. The antiseptic gel formula of banana peel 70% ethanolic extract made in 4 formulas with variations in type and concentration gelling agent, namely FI (Na-CMC 5%), FII (Na-CMC 3%), FIII (Tragakan 5%), and FIV (Tragakan 2,5%). Evaluation of the formulas done to find out the best formula that meets the requirements criteria. The evaluations included organoleptic, homogeneity, spreadability, adhesion, pH, and viscosity. The analysis performed statistically using ANOVA with a confidence level of 95% to see differences between groups of formulas and linear regression correlation to determine the effect of type and concentration of gelling agent on the characteristics of the antiseptic gel of Ambon banana peel. The optimum formula is obtained on F1 based on Na-CMC of 5% because it meets the criteria for gel requirements.Key word: Ambon banana peel; Antibacteria; Antiseptic gel; Gelling agent;Na-CMC.
Pengaruh Polivinilpirolidon sebagai Polimer Mukoadhesif terhadap Sifat Fisik Patch Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Rahmat A Hi Wahid
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 1, No 2 (2020): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v1i2.2727

Abstract

ABSTRAKBuah delima (Punica granatum L.) secara empiris digunakan untuk mengobati masalah gigi dan mulut seperti sariawan. Pengembangan obat sariawan berbasis herbal dengan bentuk sediaan patch dilakukan untuk mempertahankan waktu kontak antara zat aktif dengan bagian sariawan. Polivinilpirolidon (PVP) digunakan sebagai polimer karena sifatnya mukoadhesif sehingga mampu berikatan pada mukosa mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PVP sebagai polimer mukoadhesif terhadap karakteristik fisik sediaan patch yang mengandung ekstrak kulit buah delima (EKBD). EKBD diperoleh dengan metode maserasi. Konsentrasi EKBD yang digunakan adalah 5% dan 10%. Sedangkan konsentrasi polimer PVP yang digunakan yaitu 30,29%, 33,04, 48,75%, dan 65,5%. Patch selanjutnya akan di evaluasi fisik yang meliputi keseragaman bobot dan dimensi ketebalan, pH permukaan, swelling, daya lekat, dan waktu lekat. Hasil menunjukkan bahwa patch yang mengandung ekstrak 10% dengan tambahan polimer konsentrasi 30,29% memiliki sifat yang cukup elastis disbanding dengan konsentrasi 48,75% dan 65,5%. Sedangkan uji evaluasi fisik menghasilkan keseragaman bobot dan dimensi yang seragam, pH 6,63, rata-rata indeks swelling 40,69% ± 16, dan rata-rata daya dan waktu lekat 13,50 ± 11,6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi PVP terbukti berpengaruh pada sifat fisik patch yang dihasilkan. Kata kunci : Polivinilpirolidon; Ekstrak Kulit Buah Delima; Patch.ABSTRACTPomegranate (Punica granatum L.) is empirically used to treat dental and mouth problems such as reccurent aphthous stomatitis (RAS). The development of RAS  therapy based on herbal with patches dosage forms is carried out to maintain the contact time between the active substance and the RAS. Polyvinylpyrrolidone (PVP) is used as a polymer because it is mucoadhesive, so it can bind to the oral mucosa. Aimed to determine the effect of the use of PVP as a mucoadhesive polymer on the physical characteristics of patches preparations containing pomegranate peel extract (PPE). PPE was obtained by maceration method. The PPE concentration used were 5% and 10%. PVP concentration used were 30.29%, 33.04%, 48.75%, and 65.5%. The patches properties such as uniformity of thickness, pH, swelling index, tensile and mucoadhesive strength. The results showed that patches containing 10% extract and PVP concentration of 30.29% had sufficient elastic properties compared to both concentration. While the physical evaluation test obtained uniform weights and dimensions that are uniform, pH 6.63, the average swelling index is 40.69% ± 16, and the tensile and mucoadhesive strength is 13.50 ± 11.6. Altogether, the concentration of PVP is proven to affect the physical properties of the resulting patch.Key word : Polyvinylpyrrolidone; Pomegranate Peel Extract; Patch. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7