cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 96 Documents
Analisis Kebutuhan Materi Mata Kuliah Hanyu Yufa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Sari, Karisma Diana; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27105

Abstract

Salah satu mata kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Semarang adalah hanyu yufa. Dalam mata kuliah tersebut membahas materi tentang tata bahasa, akan tetapi materi tentang tata bahasa juga disampaikan pada mata kuliah yang lain. Buku yang digunakan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah hanyu yufa juga berbeda-beda setiap beberapa tahun dan dosen yang berbeda disetiap semesternya. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis mengenai kebutuhan materi tentang mata kuliah hanyu yufa, sehingga dapat diketahui bahan ajar dan materi seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran buku materi mata kuliah hanyu yufa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang, mengatahui kebutuhan materi mata kuliah hanyu yufa menurut dosen, dan mengetahui kebutuhan materi mata kuliah hanyu yufa menurut mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket atau kuisioner dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) Gambaran materi mata kuliah hanyu yufa, serta materi apa saja yang sama dengan mata kuliah yang lain. (2) Buku materi hanyu yufa yang digunakan oleh angkatan 2018 sudah sesuai, hanya saja masih terdapat beberapa kekurangan. (3) Mengetahui kebutuhan bahan ajar seperti apa yang dibutuhkan oleh angkatan 2018.One of the courses in the Mandarin Language Education Study Program, Semarang State University is Hanyu yufa. The subject discusses material on grammar, but the material on grammar is also given to other subjects. The book that is used as teaching material for the Hanyu yufa course also varies each year. Therefore it is necessary to have an analysis of the material needs about the course of Hanyu yufa, so that it can be known what teaching materials and materials are following with the needs of students. This study aims to find out the overview of the book material of the Chinese Language Study Program Semarang State University, to know the material needs of the Chinese Language Course according to lecturers, and to know the material needs of the Chinese Language Course by students. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Data validity use source triangulation. The results of this study, (1) A description of Hanyu yufa course material, as well as any material which is the same as the other courses. (2) The material book of the Hanyu yufa that is used by the class of 2018 is appropriate, it's just that there are still some shortcomings. (3) Determine the need for teaching materials such as what is needed by the 2018 class.
Kata Tiruan (Onomatope) Tiruan Perbuatan Dalam Bahasa Mandarin Srikandi, Louise Dwi Kumala; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25866

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membicarakan ‘Onomatope dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia Analisis Kontrastif’. Penulis memilih judul ini karena kurangnya penelitian tentang perbandingan antara onomatope bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Mandarin onomatope disebut  nǐshēngcí,zhuàngshēngcí,xiàngshēngcí. Onomatope diklasifikasikan menjadi 5 tipe onomatope, yaitu pertama, onomatope suara hewan, kedua, onomatope gerak atau aktivitas manusia, ketiga, onomatope benda di sekitar manusia atau fenomena alam, keempat onomatope perbuatan, dan kelima, onomatope abstraksi bunyi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik lesap, kemudian dilanjutkan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode distribusional. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 33 onomatope dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, kemudian diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe onomatope dan diperoleh 7 onomatope suara hewan, 8 onomatope tiruan bunyi gerak manusia atau aktivitas manusia, 5 onomatope tiruan benda di sekitar manusia atau fenomena alam, 12 onomatope tiruan perbuatan, dan 1 onomatope abstraksi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan komponen bunyi fonem yang menyusun. Di dalam bahasa Mandarin terdapat bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara aspiratif dan tidak aspiratif, sedangkan dalam bahasa Indonesia hanya bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara dan tidak memiliki konsonan aspriratif.The author chose this title because of the lack of discussion about the comparison between the onomatopoeia Chinese and Indonesia. In Mandarin the onomatopoeia called  nǐshēngcí,  zhuàngshēngcí, xiàngshēngcí. Onomatopoeia is classified into 5 types of onomatopoeia, the first, Onomatopoeia animal sound, the second, both onomatopoeia motion or human activity, the three, onomatopoeia  objects around humans or natural phenomena, the four, onomatopoeia  deeds, and the fifth, onomatopoeia  sound abstractions. Technique of collecting data using advanced technique that is technique of distribusional, then continued with library technique and technique of note. Data analysis method used is distribution method. Based on the research, there were 33 onomatopoeia in Mandarin and Indonesian language, then classified by onomatopoeia type and obtained by 7 onomatopoeia animal sounds, 8 artificial onomatopoeia  of human motion or human activity, 5 artificial onomatopoeia around human or natural phenomena, 12 onomatopoeia mock deeds, and 1 onomatopoeia sound abstraction. The results showed the different components of phoneme sounds that make up. In Mandarin there are consonant sounds and no aspirative voices and are not aspirational, whereas in Indonesian the sounds of consonants are voiced and voiceless and lack aspirational consonants.
Pengembangan Media Pembelajaran Roda Datar dalam Menguasai Elemen Piktograf pada Pembelajaran Hanzi Tingkat Dasar Fitri, Nurul; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.25723

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya media pembelajaran berbasis tiga dimensi pada pembelajaran bahasa mandarin tingkat dasar yang membahas mengenai hanzi. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis tiga dimensi yang membahas mengenai hanzi sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui analisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf (2) mengembangkan desain media pembelajaran elemen piktograf, (3) mengetahui penilaian ahli media dan ahli materi terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan lima tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,  (3) desan produk, (4) validasi ahli, serta (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dan pendidik membutuhkan media pembelajaran untuk mempelajari hanzi. Kedua, desain media pembelajaran terdiri dari roda datar, standing media, dan kartu hanzi. Ketiga, hasil dari validasi ahli media mendapat nilai rata-rata 88 memiliki skor 4 termasuk dalam kategori sangat layak dan hasil dari validasi ahli materi mendapat nilai rata-rata 85 memiliki skor 4 termasuk kategori sangat layak.This study is based on the lack of three dimensional based learning media on basic level mandarin learning that discusses hanzi. Therefore, the development of three dimensional based learning media that discusses hanzi is necessary. In this study, the researcher developed pictograph elemet flat wheel learning media. The purposes of this study are (1) to find out the analysis of the needs of teachers and students toward the pictograph elemets flat wheel learning media. (2) to develop pictograph element learning media design, (3) to find out the assessment of media expert and material expert on pictograph element flat wheel learning media. This study was done using a research and development (R&D) approach with five stages, there are (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) expert validation,  (5) design revision. The results of this study showed that: First, both students and teachers need a learning media to learn hanzi. Second, the learning media design consists of flat wheel, standing media and hanzi cards. Third, the results of media expert validation got 88 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category and the results of material experts validation got 85 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category.
Analisis Kesalahan Penggunaan Jinyici dalam Membuat Kalimat Bahasa Mandarin pada Mahasiswa Semester VI Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Soleha, Siti; Santoso, Fansi Onita; Elmubarok, Zaim
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí), mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa, menentukan cara untuk membedakan penggunaan (jìnyìcí) dan merumuskan solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan penggunaan (jìnyìcí) tersebut. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2014 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang sebanyak 25 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui persentase kesalahan penggunaan (jìnyìcí) adalah sebesar 28,4%. Kesalahan tersebut tergolong pada tingkat rendah, namun ada beberapa kesalahan yang perlu lebih diperhatikan yaitu kesalahan dalam penggunaan fungsi tata bahasa dan kesalahan dalam memahami makna. Cara membedakan penggunaan (jìnyìcí) dapat dilakukan mahasiswa dengan mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) dan memahami makna kosakata (jìnyìcí). Solusi yang dapat dilakukan adalah mempelajari fungsi tata bahasa kosakata (jìnyìcí) secara keseluruhan dengan benar, memahami makna kosakata (jìnyìcí) secara spesifik, dan memperbanyak latihan membuat kalimat menggunakan kosakata (jìnyìcí).This study aims to identify mistake percentage in using (jìnyìcí), identify what mistakes conducted by students, determine how to differentiate the usage of (jìnyìcí), and formulate solution to reduce mistake in using (jìnyìcí). This study uses descriptive-quantitative approach. There are 25 sixth students of Mandarin Language Education Department in Universitas Negeri Semarang as population and sample. In addition, data is collected by documentation and testing method. Based on the analysis, there is 28,4% of mistake in using (jìnyìcí). This finding is categorized as low. However, there are some mistakes that need to be noted. For instance, mistake in using grammar and interpreting meaning. Furthermore, (jìnyìcí) can be differentiate by studying grammar of (jìnyìcí) and understand the meaning of (jìnyìcí). Finally, it is recommended to study the grammar of (jìnyìcí), specifically understand the meaning of (jìnyìcí) and increase the exercise to make sentences using (jìnyìcí).
Klasifikasi Penggunaan dòngliàngcí (Kata Satuan untuk Kata Kerja) dalam Buku Bahan Ajar Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Rismawanti, Erma; wardhana, Chevy kusumah; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25859

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian ini adalah (1) mengklasifikasikan penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja) dalam 3 buku bahan ajar (2) membedakan fungsi dari penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja). Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif kualitatif, Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah buku bahan ajar prodi pendidikan bahasa mandarin universitas negeri semarang yaitu buku zōnghé (komprehensif) tingkat 2, yuèdú (membaca) tingkat 2,dan tīngshuō(mendengar dan berbicara ) tingkat 2. Objek data dalam penelitian ini adalah sebuah penggalan kalimat dari wacana yang ada di buku bahan ajar yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang diambil dari wacana pada buku bahan ajar. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 68 buah kalimat yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. kata satuan cì 25 buah, kata satuan  xià 30 buah, kata satuan biàn  5 buah, kata satuan tàng 2 buah, kata satuan dùn 1 buah, kata satuan chǎng 1 buah. dan kata satuan  zhēn sebanyak 1 buah.Based on background the problem, the purpose of this study is (1) classify use of measure word for verb (2) differentiate function from measure word for verb. The method in this study is qualitative descriptive statistical analysis method. This study uses the qualitative descriptive research type and design. The source of data in this study come from teaching material books at Chinese language education study program Semarang state university. The books used are (1) comprehension chinese (2) reading (3) listening and speaking. The object of data in this study is a sentence fragment from the text in teaching material books that has a measure word for verb. The data collection technique in this research was documentation in the text teaching material books. The final result of this study is there are 68 sentences used a measure word for verb. Unit word cì there are 25 unit, unit word xià there are 30 unit,unit word biàn there are 5 unit, unit word there are 2 unit, unit word  dùn there are 1 unit, unit word chǎng there is 1 unit and unit word针 zhēn 1 unit.
Pengembangan Modul Audio Visual Berdasarkan Film “20 Once Again” Untuk Pembelajar Bahasa Mandarin Tingkat Menengah. Kusumawati, Rizky; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27106

Abstract

Berdasarkan hasil observasi ditemukan permasalahan pembelajaran dalam Bahasa Mandarin yaitu rasa ketidaktertarikan, sulit memahami kosakata, permasalahan berbicara juga mendengar audio Bahasa Mandarin. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti mencoba mengembangkan sebuah media pembelajaran dalam bentuk modul audio visual berbasis film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis kebutuhan mahasiswa dan dosen terhadap modul audio visual berdasarkan media film media film,(2) mendeskripsikan prototype modul audio visual berdasarkan media film, (3) menjelaskan tata cara validasi ahli terhadap modul audio visual berdasarkan media film. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analitis Bogdan dan Taylor dalam Moleong. Hasil penelitian modul audio visual berdasarkan film “ 20 Once Again ”untuk pembelajar Bahasa Mandarin tingkat menengah dikembangkan dengan kualitas sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Mandarin. Hal itu ditunjukkan dengan masing- masing nilai yang diberikan validator yang menilai aspek kelayakan isi ( materi ) 86,7 kategori sangat layak, aspek kegrafikan ( desain ) 86,9 kategori sangat layak, aspek kelayakan penyajian ( Bahasa ) 86,7 kategori layak.Based on the results of observations, it was found that learning problems in Mandarin were disinterest, difficulty understanding vocabulary, speaking problems as well as hearing Mandarin audio. Based on this background, the researcher tries to develop a learning media in the form of a film-based audio visual module The purpose of this study was to (1) analyze the needs of students and lecturers for an audio visual module based on film media film media, (2) describe the audio visual module prototype based on film media, (3) explain the expert validation procedures for an audio visual module based on media film.This research uses descriptive qualitative research with the analytical method of Bogdan and Taylor in Moleong.. The results of the research on the audio-visual module based on the film "20 Once Again " for intermediate level Mandarin learners were developed with very good quality and suitable for use in Mandarin learning. This is indicated by each value given by the validator which assesses the feasibility of the content (material) 86.7 with a very feasible category , the graphic aspect (design) 86.9 with the very feasible category , the presentation feasibility aspect (language) 85.7 with a decent category.  .
Analisis Kebutuhan Kamus Baca Bergambar untuk Mempermudah Siswa Belajar Bahasa Mandarin Prabawati, Chintya; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25870

Abstract

Kamus baca bergambar merupakan salah satu media penunjang pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan mempermudah dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi, bahwa banyak berbagai macam kamus baca bergambar yang ditemukan. Hal ini dapat mempengaruhi daya tangkap pemahaman siswa dalam Bahasa Mandarin. Oleh sebab itu, pada penelitian ini  peneliti berusaha menganalisis kamus baca bergambar Bahasa Mandarin sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini, yaitu 1) Mengetahui kebutuhan siswa akan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa dan guru belajar bahasa Mandarin, 2) Mengetahui kesesuaian kamus baca bergambar dengan kebutuhan siswa melalui analisis SWOT untuk mempermudah belajar bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena peneliti akan menjabarkan kebutuhan kamus baca bergambar untuk mempermudah siswa belajar Bahasa Mandarin. Hasil dari penelitian ini menghendaki kamus baca bergambar yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan penyusunan kosakata, jumlah kosakata per halaman, tampilan/ layout kosakata, font Hanzi, font size Hanzi, font Pinyin, font size Pinyin, gambar/ ilustrasi.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.Picture reading dictionary is one of the supporting learning media that can make students more interested and simplify the learning process. Based on observations, that many various kinds of picture reading dictionaries were found. This can affect the comprehension of students' comprehension in Mandarin. Therefore, in this study the researchers tried to analyze the Chinese picture reading dictionary according to the students' needs. The purpose of this study, namely 1) Knowing the needs of students for picture reading dictionaries to facilitate students and teachers learning Mandarin, 2) Knowing the suitability of picture reading dictionaries with students' needs through SWOT analysis to facilitate learning Chinese. This research uses descriptive qualitative method, because the researcher will describe the need for  a picture reading dictionary to facilitate students learning Mandarin. The results of  this study require a picture reading dictionary that suits students' needs based on vocabulary preparation, number of vocabularies per page, display / layout of vocabulary, Hanzi fonts, Hanzi font sizes, Pinyin fonts, Pinyin font sizes, pictures / illustrations.
Pengembangan Kisah Liu San Jie Ke Dalam Bahasa Indonesia Mulyadi, Yulius Daniel; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i1.25835

Abstract

Saat ini, cerita-cerita Tiongkok terjemahan bahasa Indoenesia yang populer masih sedikit. Adapun cerita-cerita tersebut adalah cerita Kera Sakti dan cerita Siluman Ular Putih. Oleh sebab itu, cerita Tiongkok terjemahan bahasa Indonesia perlu pengembangan lebih lanjut, agar jenis ceritanya bervariasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan kisah Liu San Jie, dengan beberapa faktor, yaitu : 1) pengembangan dan pengemasan cerita terjemahan untuk anak-anak, 2) bahasa terjemahan kisah Liu San Jie, 3) validasi ahli mengenai bahasa terjemahan kisah Liu San Jie. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1) mengembangkan cerita terjemahan Mandarin-Indonesia, 2) menerjemahkan sesuai bahasa untuk cerita anak, 3) mengetahui validasi ahli mengenai terjemahan kisah Liu San Jie.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Research and Development (R&D) dengan lima tahapan, yaitu : 1) identifikasi masalah, 2)mengumpulkan informasi, 3)desain produk, 4)validasi ahli, 5)perbaikan desain.At present, there are very few Chinese stories of popular Indonesian translations. The stories are the story of Kera Sakti and the story of the White Snake Demon. Therefore, the Chinese story of Indonesian translation needs further development, so the type of story varies. In this study, researchers developed the story of Liu San Jie, with several factors, namely: 1) development and packaging of translation stories for children, 2) language translation of Liu San Jie's story, 3) expert validation of the translation language of Liu San Jie's story.The objectives of this research are: 1) developing the story of the Mandarin-Indonesian translation, 2) translating according to the language for children's stories, 3) knowing expert validation regarding the translation of the story Liu San Jie.This research is a qualitative research with Research and Development (R & D) method with five stages, namely: 1) problem identification, 2) gathering information, 3) product design, 4) expert validation, 5) design improvement.
Campur kode dan Alih kode dalam mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià Iskandar, Maghfirany; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27101

Abstract

Mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià diampu oleh Dosen Native Speaker yang juga bisa berbahasa Indonesia. Hal ini menyebabkan Dosen dan Mahasiswa sering menggunakan bahasa Indonesia ketika perkuliahan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud campur kode dan alih kode serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode pembelajaran daring pada mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià. Pada penelitian ini menggunakan metodelogi kuanlitatif yang bersifat deskriptif, subjek penelitian ini adalah percakapan antara Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2018. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 12 data campur kode dan 5 data alih kode. Wujud campur kode yang terdapat dalam penelitian ini berupa kata, frasa, perulangan kata, dan klausa. Sedangkan wujud alih kode berupa alih kode intern dan alih kode ekstern. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode adalah faktor penutur dan faktor peran. Selain itu faktor penyebab terjadinya alih kode adalah faktor penutur, lawan bicara, dan perubahan dari formal ke informal.The zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià course is taught by Native Speaker Lecturers who can also speak Indonesian. This causes Lecturers and Students to often use Indonesian when lectures take place. This study aims to analyze the form of code mixing and code switching and to analyze the factors that cause code mixing and code switching for online learning in the zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià course. In this study using a descriptive quantitative methodology, the subject of this study was a conversation between lecturers and students of the Chinese Language Education Study Program, class of 2018. The results of this study revealed that there were 12 code mixed data and 5 code switching data. The form of code mixing contained in this research is in the form of words, phrases, word repetition, and clauses. While the form of code switching is in the form of internal code switching and external code switching. Factors that cause code mixing are speaker factors and role factors. In addition, the factors that cause code switching are speakers, interlocutors, and changes from formal to informal.
Analisis Teknik dan Metode Penerjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin pada Channel Youtube Agy, Sarah; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25861

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana teknik penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin pada penerjemahan kata, dan kalimat; (2) Bagaimana penggunaan metode penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin; (3) Bagaimana keakuratan hasil terjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin  menurut para ahli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah dari 40 data yang ditemukan, dirinci sebagai berikut: (1) 51 kali penggunaan teknik penerjemahan dengan 2 variasi teknik, yaitu teknik tunggal 29 kali (56,87%), dan teknik ganda 22 kali(43,13%). Terdapat  8 teknik penerjemahan yang digunakan yaitu teknik harfiah 27,45%, amplifikasi linguistik 19,61%, modulasi 11,76%, kreasi diskursif 13,72%, transposisi 7,84%, reduksi 7,84%, adaptasi 5,89%, dan kesepadanan lazim 5,89%. (2) Metode yang berorientasi pada bahasa sumber sebanyak 14 data (27,45%), sedangkan metode yang berorientasi pada bahasa sasaran sebanyak 37 data (72,55%). Simpulan penelitian bahwa teknik yang digunakan yaitu teknik tunggal dan teknik ganda, metode penerjemahan cenderung berorientasi pada bahasa sasaran, dan terjemahan lirik lagu memiliki tingkat keakuratan yang cukup akurat yaitu dengan nilai sebesar 2,53%.Research problems are include (1) How is the translation technique for Indonesian song lyrics into Mandarin applied in translating words, and sentences; (2) How to use the translation method of Indonesian song lyrics into Mandarin ; (3)  How is the accuracy of translation of Indonesian song lyrics to Mandarin version according to experts. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use refer and noted, and questionnaire. Data analysis techniques uses qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of the researches are: (1) From the analysis of 40 data, 51 times the use of translation techniques were found, with two variations of the technique, which is a single technique 29 times (56.87%), and double technique 22 times(43.13%). There are 8 translation techniques applied, literal technique 27.45%, linguistic amplification 19.61%, modulation 11.76%, discursive creation 13.72%, transposition 7.84%, reduction 7.84%, adaptation 5.89 % and  established equivalent are 5.89%, (2)  Methods that are oriented to the source language are 14 data (27.45%), while methods that are oriented to the target language are 37 data (72.55%). Conclusions of the research that the techniques used are single and multiple techniques, the translation method tends to be oriented to the target language, and song lyrics translation has a fairly accurate level of accuracy with a value of 2.53%.

Page 3 of 10 | Total Record : 96