cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 96 Documents
Campur kode dan Alih kode dalam mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27101

Abstract

Mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià diampu oleh Dosen Native Speaker yang juga bisa berbahasa Indonesia. Hal ini menyebabkan Dosen dan Mahasiswa sering menggunakan bahasa Indonesia ketika perkuliahan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud campur kode dan alih kode serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode pembelajaran daring pada mata kuliah zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià. Pada penelitian ini menggunakan metodelogi kuanlitatif yang bersifat deskriptif, subjek penelitian ini adalah percakapan antara Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2018. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 12 data campur kode dan 5 data alih kode. Wujud campur kode yang terdapat dalam penelitian ini berupa kata, frasa, perulangan kata, dan klausa. Sedangkan wujud alih kode berupa alih kode intern dan alih kode ekstern. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode adalah faktor penutur dan faktor peran. Selain itu faktor penyebab terjadinya alih kode adalah faktor penutur, lawan bicara, dan perubahan dari formal ke informal.The zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià course is taught by Native Speaker Lecturers who can also speak Indonesian. This causes Lecturers and Students to often use Indonesian when lectures take place. This study aims to analyze the form of code mixing and code switching and to analyze the factors that cause code mixing and code switching for online learning in the zhōngjí hànyǔ tīng shuō xià course. In this study using a descriptive quantitative methodology, the subject of this study was a conversation between lecturers and students of the Chinese Language Education Study Program, class of 2018. The results of this study revealed that there were 12 code mixed data and 5 code switching data. The form of code mixing contained in this research is in the form of words, phrases, word repetition, and clauses. While the form of code switching is in the form of internal code switching and external code switching. Factors that cause code mixing are speaker factors and role factors. In addition, the factors that cause code switching are speakers, interlocutors, and changes from formal to informal.
Analisis Teknik dan Metode Penerjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin pada Channel Youtube
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25861

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana teknik penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin pada penerjemahan kata, dan kalimat; (2) Bagaimana penggunaan metode penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin; (3) Bagaimana keakuratan hasil terjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin  menurut para ahli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah dari 40 data yang ditemukan, dirinci sebagai berikut: (1) 51 kali penggunaan teknik penerjemahan dengan 2 variasi teknik, yaitu teknik tunggal 29 kali (56,87%), dan teknik ganda 22 kali(43,13%). Terdapat  8 teknik penerjemahan yang digunakan yaitu teknik harfiah 27,45%, amplifikasi linguistik 19,61%, modulasi 11,76%, kreasi diskursif 13,72%, transposisi 7,84%, reduksi 7,84%, adaptasi 5,89%, dan kesepadanan lazim 5,89%. (2) Metode yang berorientasi pada bahasa sumber sebanyak 14 data (27,45%), sedangkan metode yang berorientasi pada bahasa sasaran sebanyak 37 data (72,55%). Simpulan penelitian bahwa teknik yang digunakan yaitu teknik tunggal dan teknik ganda, metode penerjemahan cenderung berorientasi pada bahasa sasaran, dan terjemahan lirik lagu memiliki tingkat keakuratan yang cukup akurat yaitu dengan nilai sebesar 2,53%.Research problems are include (1) How is the translation technique for Indonesian song lyrics into Mandarin applied in translating words, and sentences; (2) How to use the translation method of Indonesian song lyrics into Mandarin ; (3)  How is the accuracy of translation of Indonesian song lyrics to Mandarin version according to experts. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use refer and noted, and questionnaire. Data analysis techniques uses qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of the researches are: (1) From the analysis of 40 data, 51 times the use of translation techniques were found, with two variations of the technique, which is a single technique 29 times (56.87%), and double technique 22 times(43.13%). There are 8 translation techniques applied, literal technique 27.45%, linguistic amplification 19.61%, modulation 11.76%, discursive creation 13.72%, transposition 7.84%, reduction 7.84%, adaptation 5.89 % and  established equivalent are 5.89%, (2)  Methods that are oriented to the source language are 14 data (27.45%), while methods that are oriented to the target language are 37 data (72.55%). Conclusions of the research that the techniques used are single and multiple techniques, the translation method tends to be oriented to the target language, and song lyrics translation has a fairly accurate level of accuracy with a value of 2.53%.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DALAM MEMAHAMI TEKS阅读PADA 汉语水平考试 ( HSK ) LEVEL IV
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12689

Abstract

Abstract_________________________________________________________________________An international Chinese Proficiency Test (HSK) is for non-native Chinese speakers (including foreigners, overseas Chinese, and Chinese minority candidates) set up Chinese language proficiency exam normalized. HSK held annually in China and overseas, where test scores who reach the required standard, receive the appropriate level of “Chinese Proficiency Certificate”. Chinese Ministry of Education to establish a national HSK committee, which sole leadership HSK, and awarded HSK certificates. HSK (four) consist of three section: listening, reading, and writing. HSK (four) is designed for students to discuss a range of relative topics in China,  and able to communicate with native speakers with high standart. Students should be able to memorize 1200 vocabulary. This paper discusses about analysis of students difficulties in understanding the HSK fouth reading text. Data collection technique were used by interviews, questionnaires, and test. Based on research results, the case of difficulty is the first and second reading section. Abstrak_________________________________________________________________________ Hanyu shuiping kaoshi (HSK) adalah sebuah perangkat tes bertaraf internasional untuk penutur bahasa Mandarin (termasuk orang asing, orang China yang berada di luar negeri, dan suku minoritas di China) sebagai ujian kemahiran berbahasa Mandarin. HSK diadakan setiap tahun baik di China atau di Luar Negeri, dimana peserta yang bisa mencapai standar skor yang telah ditetapkan, akan menerima sertifikat resmi. Departemen pendidikan China membentuk komite khusus HSK, kepemimpinan HSK, dan komite pemberian sertifikat resmi HSK. Program studi Pendidikan Bahasa Mandarin menetapkan HSK level IV sebagai salah satu syarat mengikuti sidang skripsi. HSK level IV terdiri dari tiga bagian soal, yaitu  听力 (mendengar), 阅读 (membaca), dan 书写 (menulis). Dirancang untuk peserta didik yang dapat membahas berbagai macam topik yang relative di Tiongkok dan mampu berkomunikasi dengan penutur bahasa Mandarin dengan sebuah standar yang tinggi. Pembelajar HSK level IV dituntut untuk bisa menghafal 1200 kosakata. Pada penelitian ini, dibahas tentang analisis kesulitan mahasiswa dalam memahami teks 阅读 pada 汉语水平考试四级. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami mahasiswa saat mengerjakan soal membaca pada tes HSK. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2013 prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang dengan sampel sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan tes.Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan yang banyak terjadi adalah pada soal membaca bagian pertama dan kedua. Responden atau mahasiswa banyak melakukan kesalahan dalam mengisi kalimat rumpang dan menyusun tiga kalimat menjadi suatu paragraf padu.
Pengembangan Media Pembelajaran Kuis Interaktif Pilihan Ganda Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Pertama ( SMP )
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32575

Abstract

Penelitian ini didasari dari hasil observasi dan wawancara kepada  mahasiswa PPL yang mengajar Bahasa Mandarin di SMP Tritunggal Semarang pada tahun 2019. Didapatkan data bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang interaktif dan cenderung satu arah. Hal ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam pembelajaran yang berdampak kurangnya pemahaman materi oleh siswa dalam pengusaan kosakata bahasa Mandarin. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan 1) menganalisis kebutuhan siswa berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin; 2) mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin.; dan 3)  mendeskripsikan validitas ahli dan guru terhadap produk media pembelajaran  berbasis Adobe Flash. Hasil penelitian ini adalah guru dan siswa menghendaki media yang berisi beberapa komponen seperti: memuat SK/KD dalam media, materi kosa kata diambil dari HSK, pengantar dalam media menggunakan bahasa Indonesia, dll. Selain itu dalam pengembangan media pembelajaran ini menggunakan Adobe Flash CS6 yang dikembangkan menjadi aplikasi android agar dapat dioperasikan di manapun dan kapanpun. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin mendapat nilai rata – rata 82,53 yang berarti media masuk dalam kategori layak/sesuai dengan skor 3 (rentang nilai 71-85). Hasil uji coba media tersebut menggunakan skala terbatas dengan jumlah responden 10 orang dari peserta didik SMP Tritunggal Semarang menyatakan bahwa media kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin yang dikembangkan diminati oleh peserta didik.This research is based on the results of observations and interviews with PPL students who teach Mandarin at SMP Tritunggal Semarang in 2019. Based on a preliminary study, it is found that the learning media used by the teacher is less interactive and tends to be one-way. This results in students feeling bored and less motivated in learning which results in a lack of understanding of the material by students in mastering Mandarin vocabulary. Based on the above problems, then The purpose of this study is 1) to analyze the needs of students based on Adobe Flash in learning Mandarin; 2) developing learning media based on Adobe Flash in Chinese language learning; and 3) describe the validity of experts and teachers for learning media products based on Adobe Flash. The results of this study are that teachers and students want media that contains several components such as: covering SK / KD on the media, vocabulary material taken from HSK, introduction to the media using Indonesian, etc. Besides the development of instructional media using Adobe Flash CS6 developed into an android application so that it can be operated anywhere and anytime. The results of the validation by media experts showed that the Chinese multiple choice interactive quiz got an average score of 82.53, which means that the media was included in the category according to the score of 3 (range 71-85). The results of the media trial using a limited scale with 10 respondents from Tritunggal Junior High School Semarang students stated that the Chinese multiple choice interactive quiz media developed was of interest to students.
Pengembangan Media Busy Book Tema Angka untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata pada Anak Usia Dini
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i1.25871

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1) Menganalisis kebutuhan guru terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, 2) Mengetahui prosedur pengembangan media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini, dan 3) Mengetahui hasil validasi ahli terhadap media Busy Book tema angka untuk meningkatkan penguasaan kosakata pada anak usia dini yang dikembangkan oleh penulis.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan lima tahapan, yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, dan 5) revisi desain.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menunjukkan bahwa pendidik menghendaki adanya pengembangan media baru yang kreatif, inovatif dan efektif yang dilengkapi dengan permainan kecil di setiap halamannya. Hasil validasi oleh ahli materi mendapat nilai rata-rata keseluruhan 8,5 dengan skor 3 yang berarti media layak untuk digunakan, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran berbentuk Busy Book mendapat nilai rata-rata keseluruhan 93.9 dengan skor 4 yang berarti media sangat layak untuk digunakan. Media kemudian diperbaiki sesuai saran perbaikan yang diberikan para ahli pada aspek-aspek tertentu.The purpose of this study, namely 1) Analyzing the needs of teachers for the Busy Book media of numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, 2) Knowing the procedures for developing Busy Book media for numerical themes to improve vocabulary mastery in early childhood, and 3) Knowing the results expert validation of the Busy Book media theme of numbers to improve vocabulary mastery in early childhood developed by the author. This research uses the Research and Development (RD) method with five stages, namely: 1) potential and problems, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, and 5) design revision. Based on the results of the needs analysis, it shows that educators want the development of new, creative, innovative and effective media that are equipped with small games on each page. The results of the validation by the material experts got an overall average score of 8.5 with a score of 3 which means the media was suitable for use, while the results of the validation by the media experts showed that the learning media in the form of Busy Book got an overall average score of 93.9 with a score of 4 which means the media very feasible to use. The media is then repaired according to the suggestions given by experts on certain aspects.
Pengembangan Aplikasi Game “Chinese Find Object” Bagi Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Mandarin Tingkat Dasar Berbasis Smartphone Android
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i1.25836

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan peserta didik yang mengalami kesulitan mempelajari kosa kata bahasa Mandarin dan permasalahan pendidik dalam memilih media yang kreatif, inovatif dan efektif untuk mendukung peserta didik belajar secara mandiri. Permasalahan tersebut dikarenakan peserta didik cenderung kesulitan dalam mengingat karakter hanzi. Hal ini disebabkan oleh peserta didik yang kurang terbiasa mempelajari kosakata secara mandiri dan kurangnya variasi media yang dapat menarik minat belajar peserta didik. Meskipun media yang digunakan cukup beragam, akan tetapi belum ada media yang efektif untuk memaksimalkan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti berupaya mengembangkan media yang berupa game edukasi berbasis smartphone android yaitu game Chinese Find Object. Tujuan dari penelitian ini, yaitu 1) mengetahui analisis kebutuhan pendidik dan peserta didik terhadap game Chinese Find Object 2) mengetahui prototipe game Chinese Find Object, 3) mengetahui validasi penilaian ahli media dan ahli materi terhadap prototipe game Chinese Find Object, dan 4) mengetahui tanggapan siswa terhadap media game edukasi Chinese Find Objcet.. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan lima tahapan, yaitu (1) analisis kebutuhan (2) perancangan desain (3) implementasi desain (4) pengujian dan validasi ahli, (5) revisi media, dan (6) uji coba kelayakan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, menunjukkan bahwa pendidik dan peserta didik menghendaki adanya pengembangan media baru yang kreatif, inovatif dan fleksibel yang dilengkapi dengan animasi dan audio yang sesuai, dan media dapat dioperasikan di smartphone android dalam versi apapun. Media menggunakan bahasa Inggris- Mandarin sebagai pengantar dan kosakata HSK 1 dan HSK 2.This research is done because students have difficulties in learning Chinese vocabulary and teachers'problems are choosing creative, innovative and effective learning media to enable students to learn by themselves. This problem is because it is di fficult for students to remember Chinese characters. Students are not accustomed to learning vocabulary without teachers and lack of interesting learning media. Although many learning media are used, there is no effective learning media to improve the qualit y of learning. To solve this problem, researchers have developed an educational game Android smartphone based on learning media, that is, Chinese Find Object game. The purpose of this research is:1) to understand the needs teachers and students of Chinese Find Object game 2) to know the prototype of Chinese Find Object game; 3) to know and verify the Chinese Find Object game of media experts and language experts; and 4) to know students responses to the educational media game Chinese Find Objcet.. The research is carried out in five stages, i. e. (1) demand analysis, (2) make a design, (3) design implementation, (4) expert testing and verification, (5) media improvement, and (6) media trials. According to the needs of analysis, teachers and students hope to develop a new creative, innovative and flexible media with appropriate animation and audio, as well as media that can operate on any version of Android smartphones. Media using English and Chinese and HSK 1 and HSK 2 vocabulary.
EFEKTIVITAS PERMAINAN KATA BERANTAI TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA MANDARIN SISWA KELAS XI SMA KEBON DALEM SEMARANG
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i1.12685

Abstract

Abstract___________________________________________________________________Mandarin is one of the subjects taught in SMA Kebon Dalem. The implementation of learning Mandarin is still using conventional method that makes the students become bored and difficult to memorize vocabularies when they join the Mandarin teaching and learning. By applying the method of word game chain, can be used as an alternative for encourage the students to be more active and interested in learning Mandarin.The purpose of this study was to determine the effectiveness of the chain word game method on the results of learning Mandarin in class XI SMA Kebon Dalem Semarang. The research design was quasi-experimental of nonequivalent control group design. Population in this study was students of class XI SMA Kebon Dalem Semarang. Samples in this study were all members of the population (saturated sampling), consist of 22 students of the experimental class and 20 students of the control class. Based on the hypothesis test using the test formula one sample t-test showed that thitungttabel (5,966 2,021). According to the data, it can be concluded that chain word game method is effective on Mandarin learning outcomes. Abstrak Bahasa Mandarin merupakan salah satu mata pelajaran yang di ajarkan di SMA Kebon Dalem. Pembelajaran bahasa Mandarin dalam pelaksanaannya masih menggunakan metode konvensional yang membuat siswa menjadi bosan dan sulit menghafalkan kosakata bahasa Mandarin saat mengikuti pembelajaran. Dengan menerapkan metode permainan kata berantai, dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mendorong siswa agar lebih aktif dan tertarik dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode permainan kata berantai terhadap hasil belajar bahasa Mandarin siswa kelas XI SMA Kebon Dalem Semarang. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Kebon Dalem Semarang. Sampel pada penelitian ini menggunakan semua anggota populasi (sampling jenuh), dengan 22 siswa dari kelas eksperimen dan 20 siswa dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan rumus one sample t-test menunjukkan bahwa thitung ttabel (5,966 2,021), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian permainan kata berantai efektiv terhadap hasil belajar bahasa Mandarin.
Analisis SWOT Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v3i2.27102

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis SWOT Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite” dirancang sebagai pedoman pengguna untuk menentukan Mobile Dictionary yang sesuai dengan kebutuhan dan bertujuan untuk mengetahui analisis SWOT pada Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite yaitu (1) mengetahui Kekuatan dari Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite, (2) mengetahui Kelemahan dari Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite (3) mengetahui Peluang dari Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite (4) mengetahui Ancaman dari Mobile Dictionary Pleco dan Hanping Lite. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif metode observasi, studi dokumentasi dan wawancara dengan tiga tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) Analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa meskipun Mobile Dictionary Pleco dan Hanping lite adalah kamus sejenis, kedua aplikasi Mobile Dictionary ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Thesis entitled “SWOT Analysis of Mobile Dictionary Pleco and Hanping Lite” compiled as a guideline for users to determine which mobile dictionary according to their needs and has the aim to view the SWOT analysis on a mobile dictionary pleco and hanping lite, specifically (1) knowing the strength of mobile dictionary pleco and hanpling lite, (2) knowing the weakness of mobile dictionary pleco and hanping lite, (3) knowing the opportunity of mobile dictionary pleco and hanping lite, (4) knowing the threats of mobile dictionary pleco and hanping lite. The method used in this research is descriptive qualitative, research using documentation and interview with three steps, (1) potency and problem, (2) collecting data, (3) analysis SWOT. The result from the SWOT analysis shows that even though mobile dictionary pleco and hanping lite are similar dictionaries, the two applications have their respective advantages and disadvantages.
Analisis Penggunaan Kata jiù dalam Bahasa Mandarin
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25863

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membahas tentang kata keterangan ( fùcί), kata kerja (dòngcί) kata depan (jiѐ cί) yang salah satu contohnya adalah kata (jiù). Kata (jiù) merupakan kata yang sering sekali muncul dalam pembelajaran bahasa mandarin, namun kata tersebut tidak memiliki arti secara langsung kedalam bahasa inggris maupun bahasa Indonesia, sehingga untuk memudahkan dalam pembelajaran kata (jiù) diartikan sudah, langsung, baru saja, lalu, maka dan masih banyak lagi sesuai konteks kalimatnya. Karena dalam pembelajaran bahasa mandarin kata (jiù) merupakan salah satu kata penting yang wajib diketahui serta bagaimana dipahami posisinya dalam sebuah kalimat, sehingga peneliti merasa sangat penting untuk menganalisis penggunaan kata (jiù) dalam kalimat. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kata (jiù) dalam kalimat sebagai fùcί (kata keterangan), kata (jiù) sebagai dòngcí(kata kerja), dan kata (jiù) sebagai jiѐcί (kata depan).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan buku HSK 4 HSK 4 terbitan sebagai sumber data dalam melakukan analisis. Terdapat sumber data lainnya yaitu jurnal-jurnal terkait penelitian tentang kata. Berdasarkan penelitian dari hasil analisis penggunaan kata就 ( jiù), sebanyak 37 pertanyaan dalam kuesioner, dosen ahli membubuhkan tanda di kolom 3 (akurat) sebanyak 25 tanda, sebanyak 9 tanda pada kolom 2 (kurang akurat) serta 3 tanda pada kolom 1 (tidak akurat).In this study, the researcher wants to discuss adverbs ( fùcί), verbs (dòngcί) prepositions ( jiѐ cί), for example, the word (jiù). The word (jiù) is a word that often appears in learning Mandarin, but the word (jiù) has no meaning directly into English or Indonesian, so as to facilitate the learning of the word (jiù) is interpreted already, directly, recently, than, so and many more according to the context of the sentence. Because in learning Mandarin the word (jiù) is one of the important words that must be known and how its position is understood in a sentence, so researcher feel its very important to analyze the use of the word (jiù) in sentences. The purpose of this study is to fine out  the word (jiù) in sentences as an adverb, as a verb and as a preposition. This research uses descriptive qualitative method with the book HSK 4  HSK 4  published by as a source of data in conducting an analysis. There are other data sources namely journals related to research on the word. Based on research from the results of the analysis of the use of the word (Ji,), 37 questions in the questionnaire, expert lecturers put marks in column 3 (accurate) as many as 25 signs, as many as 9 signs in column 2 (less accurate) and 3 signs in column 1 (not accurate).
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA MANDARIN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TIME TOKEN ARREND MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA KEBON DALEM SEMARANG
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.14045

Abstract

Speaking ability is one of four aspects which should be achieved, especially in learning Mandarin. Mandarin speaking ability and interest of study of X-1 students Kebon Dalem Semarang High School was still not quite good. Cooperative learning is an alternative way that can be to solve this problem. The example of cooperative learning is by using Time Token Arrend model by using picture as media, encourage students to actively speak Mandarin in Mandarin lesson. The objective of the study was to determine that the application of Time Token Arrend Method can really improve Mandarin speaking ability of class X students. This research method was classroom action research with two cycles. Each cycles required 2 meetings with 4 steps on each meeting, those are planning, action, observation and reflection. The result of the study showed: (1) students speaking ability in spoken test was improve (cycle 1 class average :66,19, completeness percentage 38,09% and there was an improvement in cycle 2 with class average 83,65% and completeness percentage 100%). The improvement from cycle 1 and cycle 2 was 17,46 or 26,38%. (2) the result of students answer quality behavior was improve (cycle 1 61,66 and it was improve on cycle 2 86,07). The improvement of students answer quality behavior was 24,41 or 39,59%. The conclusion if this study was the application of Time Token Arrend model as a cooperative learning can improve students speaking ability in Mandarin and also students’ behavior. Abstrak___________________________________________________________________Berbicara merupakan kemampuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Namun, kemampuan berbicara dan minat belajar siswa di SMA Kebon Dalem Semarang kelas X-1 masih kurang. Upaya dalam pemecahan masalah ini adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend melalui media gambar untuk mendorong siswa aktif berbicara bahasa Mandarin dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMA Kebon Dalem Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan : (1)  kemampuan berbicara siswa pada tes lisan meningkat (siklus I rata-rata kelas  66,19, persentase ketuntasan 38,09% dan meningkat pada siklus II rata-rata kelas mencapai 83,65 persentase ketuntasan 100 %). Peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I dan siklus II mencapai 17,46 atau 26,38%. (2) nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat (siklus I sebesar  61,66  meningkat  pada siklus II menjadi 86,07). Peningkatan nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat menjadi 24,41 atau 39,59%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend  melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin dan perilaku baik siswa.

Page 5 of 10 | Total Record : 96