cover
Contact Name
Artono Raharjo
Contact Email
artonor@unisma.ac.id
Phone
+6281333205616
Journal Mail Official
jtm@unisma.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JTM
ISSN : -     EISSN : 23376546     DOI : -
Jurnal ini untuk mewadahi dan menjembatani civitas akademi, profesional dan pemerhati dalam bidang mechanical engineering, khususnya bidang tekhnologi manufaktur dan konversi energi dalam menuangkan hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan.
Articles 245 Documents
PERENCANAAN ALAT PENGOLAH LIMBAH BUAH NANAS MENJADI BIOETANOL DENGAN METODE SUBLIM ELECTRIK Mohamad Yahya Al Fajar
Jurnal Teknik Mesin Vol 13, No 01 (2019): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a big country in the Asian continent, not only that Indonesia also has the largest pineapple garden after Thailand. Pineapple is a fruit that contains sugar and carbohydrate levels such as cassava, rice, wheat, etc. which are usually used for making ethanol. Besides making tools there are many other ways to examine the processes of heat transfer, and steam analysis. This time the researcher wants to do a simulation experiment using a software to analyze a steam displacement and heat transfer that occurs in a simple steam boiler to make it happen, so some processes need to be done starting from designing, determining materials and materials, and several dimensions to calculate the dimensions. created a design that approached the original tool. In planning this distillation boiler uses a simulation with Computational Fluid Dynamic (CFD) Software. From the results of planning and calculation one conclusion can be drawn, Distillation type = Distillation with water and steam, Steam capacity = 0.05474 kg / s, Inlet pressure = 6 bar = 87 lb / in2, Maximum Allowable stress value = 11 ksi = 1100 lb/in2, Steam temperature in the distillation kettle = 164.4oC, The steam temperature exits the distillation kettle = 56oC. The average temperature at the stainless steel pipe outlet after passing through the condenser= 25oC = 289,15 oK, So the heat transfer rate of each ft2 is 393.2 BTU / hft2.
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON NANO terhadap KARAKTERISTIK PEMBAKARAN DROPLET MINYAK SUN FLOWER Eky Andriyan
Jurnal Teknik Mesin Vol 15, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman menuntut berbagai aktivitas kehidupan manusia seperti sektor pertanian, industri, transportasi dan yang lainnya, masih mengandalkan mesin pembakaran dalam, sehingga bahan bakar minyak belum dapat digantikan penggunaannya. Pembakaran bahan bakar fosil mempunyai dampak negatif yang menghasilkan polutan terhadap lingkungan, karena mempunyai senyawa berbahaya seperti gas COx, SOx, CO2, oksida nitrogen dan partikulat. Untuk mengatasi masalah tersebut sudah dikembangkan biodiesel yang bersumber dari minyak nabati. Salah satu minyak nabati yang bisa diolah menjadi biodiesel adalah biji bunga matahari. Kelebihan dari minyak biji bunga matahari memiliki kandungan asam linoleat sehingga droplet lebih reaktif untuk terbakar. Pencampuran karbon nano dengan minyak bunga matahari dapat meringankan biaya dibandingkan dengan proses transesterifikasi dan emulsifikasi. Metode tetesan droplet digunakan untuk mengetahui karakteristik dari pembakaran droplet minyak biji bunga matahari. Pada penelitian ini penambahan karbon nano meningkatkan nilai temperatur droplet. Sifat konduktivitas termal yang baik pada karbon nano menjadi faktor utama untuk membantu meningkatkan temperatur droplet pada minyak biji bunga matahari. Penambahan karbon nano pada minyak biji bunga matahari menghasilkan terjadinya microexplosion yang menyebabkan laju nyala api semakin cepat, hal ini juga berpengaruh pada bentuk nyala api menjadi lebih lebar.Kata kunci : minyak biji bunga matahari, karbon nano, biodiesel.
PERANCANGAN MESIN PELET dengan SISTEM TRANSMISI GEARBOX atau PULLEY TERHADAP KAPASITAS Dimas Iskandar
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pelet merupakan alat yang digunakan untuk memproduksi pakan ternak berupa pelet. Mesin pelet dirancang dengan motor listrik 1/4 hp pada 2800 rpm dan dapat digunakan di industri kecil. Motor listrik yang menjadi penggerak penggiling ini menggunakan sistem gearbox atau pulley. Gearbox yang digunakan tipe WPA 50 dengan rasio 1:10. Diameter Pulley Motor serta Gearbox 70 mm dan diameter Pulley Poros Screw dan Hammer mill 245 mm menggunakan bahan Alumunium. Perbandingan Reduksi 3,5 menghasilkan putaran pulley motor 800 rpm dan putaran pulley gearbox 80 rpm. Kecepatan putaran yang dihasilkan tidak terlalu cepat, kecepatan putaran dapat disesuaikan dengan ukuran pulley yang digunakan, sehingga dapat melakukan apapun yang diinginkan. Kondisi tersebut akan sangat membantu produksi dengan menggunakan kapasitas penggilingan yang dibutuhkan untuk melakukan dan meningkatkan kecepatan proses penggilingan.
PERANCANGAN MESIN PELET DENGAN KOMBINASI SCREW N70 dan ROTARY BLADE type S Wahyudin Wahyu Dikki
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah sampah organik apabila tidak didaur ulang (reycle). Maka, akan mengakibatkan pencemeran lingkungan. Perlu adanya solusi untuk mengurangi limbah sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat seperti pellet, kompos, sehingga membantu permasalahan yang dihadapi oleh daerah lombok barat. Direncanakan sebuah mesin pencetak pelet dengan kombinasi screw N70 dan rotary blade type S.Mesin pencetak pelet dengan kombinasi screw N70 dan rotary blade type S merupakan alat yang digunakan untuk mengolah limbah sampah organik menjadi pelet dan mampu mencacah sampah organik menjadi ukuran kecil. Proses pembuatan pakan ini menggunakan bahan dedak, sampah organik, air panas yang dicetak menggunakan screw N70 yang dimana bahan sampah organik di hancurkan terlebih dahulu menggunakan rotary blade type S sehingga sampah organik yang dihasilkan berukuran kecil. dalam perancangan ini menggunakan screw N70 berbahan stainless steel (ss) 304 dengan massa jenis (ρ) = 1,4401 kg/cm3. Diameter dalam screw 90 mm, massa screw 2,147 kg, kecepatan searah 036 m/s, kecepatan sudut 83,7 rad/s. Adapun torsi screw 0,86 NM, sedangkan daya screw 0,1923 HP dan rotary blade type S memiliki jumlah pisau 12 buah, P × L = 100 × 20 mm, tebal pisau 2 mm, kapasitas screw N70 72 kg/jam, rotary blade type S 112 kg/jam. Mesin pencetak pelet dengan varisi screw N70 dan rotary blade type S menggunakan putaran motor 800 rpm, digerakan menggunakan daya 1,4 HP. Kata kunci: limbah organik, mesin pellet,  system kombinasi.
ANALISIS PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KETEBALAN dan KEKERASAN LAPISAN ZINC pada PROSES HOT DIP GALVANIZED BAJA ST 41 Muhammad Waffiq Azizi
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan pada material logam adalah salah satu proses untuk mencegah terjadinya interaksi antara logam dengan lingkungan maka perlu dilakukan pelapisan untuk meningkatkan daya tarik, karena logam setelah dilapisi terlihat lebih indah, berkilau, selain itu juga untuk mencapai keawetan yang meningkatkan umur material dari terjadinya interaksi dengan lingkungan. Pada penelitian ini  menggunakan logam baja ST 41, dimana baja ST-41 termasuk jenis baja karbon rendah yang memiliki kekerasan yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan seng selama proses hot dip galvanizing.Pada penelitian ini digunakan metode pelapisan hot-dip galvanized menggunakan logam pelapis zinc. Suhu temperatur pelapisan 600˚C, 700˚C, 800˚C, dengan lama pencelupan tetap 5 menit. Didapatkan hasil pengujian ketebalan menggunakan coating thickness gauge, nilai  ketebalan tertinggi didapat pada temperatur pelapisan 800˚C yaitu sebesar 169,0 . Sedangkan nilai ketebalan terendah didapatkan pada temperatur pelapisan 600˚C yaitu sebesar 133,3 ????m. Sedangkan hasil uji kekerasan menggunakan alat uji kekerasan rockwell didapatkan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada temperatur pelapisan 800˚C yaitu sebesar 117,2 HRF. Sedangkan nilai kekerasan terendah diperoleh pada temperatur pelapisan 600˚C yaitu 93,2 HRF. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu lapisan, semakin besar ketebalan dan kekerasan semakin tinggi.
Analisis Kekerasan lapisan Baja ST-41 dengan seng (Zn) memakai metode hot dip galvanizing Muchamad Lukman Fani
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan logam kebutuhan produksi yang meningkat setiap tahunnya, ada banyak jenis baja salah satunya baja karbon rendah, baja ini mempunyai sifat mekanik yang baik tetapi belum ditunjang dengan ketahanan aus unsur estetika kurang dan laju korosi yang buruk. Penelitian ini memakai metode hot dip galvanizing dengan suhu zing 700⁰C sebagai media pelapis variasi waktu pelapisan 3,5,dan 8 menit dengan logam ST-41 bentuk plat dan silinder sebagai logam dasar yang akan di lapisi. Didapatkan didapatkan hasil pengujian kekerasan tertinggi spesimen silinder pada waktu pelapisan 3 menit 102,6, dan hasil terendah pada waktu 8 menit 89,4 . Sedangkan pada spesimen plat hasil kekerasan tertinggi waktu pelapisan 3 menit 106,2 dan hasil terendah pada waktu 8 menit 100,4 . Untuk hasil pengujian struktur mikro ukuran butir paling besar pada waktu pelapisan 8 menit yaitu 9,490 µm sehingga mempunyai nilai kekerasan paling rendah, dan ukuran butir struktur mikro paling kecil pada waktu pelapisan 3 menit 3,254µm dan mempunyai nilai kekerasan paling tinggi.
ANALISIS KEKUATAN PEMBEBANAN RANGKA PADA PERANCANGAN MESIN PENCETAK PELET MENGGUNAKAN SIMULASI SOLIDWORKS Galih Anjasmoro
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pellet machine is a tool that is usually used to print pellets for chicken feed in the form of tubes. In the analysis of the loading strength of the frame in the design of the pellet machine, an analysis of the selection of the right material is carried out to hold the components contained in the pellet machine. The material variables used in the analysis are: AISI 304, AISI 1020, and AISI 1045 and use L profile steel with a size of 40 mm × 40 mm, C channel steel with a size of 50 mm × 50 mm.This analysis uses the Solidworks 2018 software, from this analysis several materials are selected with a thickness of the L profile of 3 mm and the C channel 5 mm.The results of the simulation analysis on the maximum deflection pellet machine AISI 304 = 0.026 mm, AISI 1020 = 0.025 mm, and AISI 1045 = 0.024 mm. The results of the analysis of the maximum stress obtained values of AISI 304 = 3.821 N/mm2, AISI 1020 = 3.821 N/mm2, and AISI 1045 = 3.816 N/mm2. The results of the safety factor analysis obtained the value of AISI 304 = 54, AISI 1020 = 92, and AISI 1045 139.
ANALISIS KEKRASAN BAJA ST 41 pada PELAPISAN METODE HOT DIP GALVANIZING dengan VARIASI HOLDING TIME dan MEDIA PENDINGIN Muhammad Rafiud Darojat
Jurnal Teknik Mesin Vol 18, No 2
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan (coating) pada material logam merupakan salah satu upaya atau tindakan untuk  memproteksi logam substrat dari proses oksidasi, akan tetapi dibutuhkan pula pelapisan pada sifat tertentu (khusus) pada surface ,  semacam tahan terhadap keausan, kekerasan dan tahan high temperature. Logam yang dipakai dalam percobaan tersebut adalah logam baja ST 41. Baja ST 41 termasuk kategori Low Carbon Steel, dimana secara teori memiliki kekerasan yang rendah.Penelitian ini menggunakan metode pelapisan Hot Dip Galvanizing dengan logam pelapis Zinc. Suhu temperatur pelapisan 7000 C memakai variasi HT 40, 60, 80 menit kemudian menggunakan variasi  pendinginan Air laut, Ekstrak Daun Ketapang, Udara. Didapatkan hasil pengujian Struktur Mikro persentase Beta fasa (β) tertinggi pada perlakuan holding time 80 menit dengan pendingin Air laut yaitu sebesar 47,130% sedangkan persentase fasa Alfa (α) terendah terjadi pada HT 40 menit memakai pendinginan Udara yaitu sebesar 31,471%. Dihasilkan nilai rata- rata pengujian Kekerasan menggunakan alat uji kekerasan Rockwell tertinggi terjadi pada perlakuan holding time 80 menit dengan  pendingin Air laut dengan nilai sebesar 105,8 HRf, sedangkan nilai rata- rata kekerasan terndah didapatkan pada perlakuan HT 40 menit memakai  pendinginan Udara yakni sebesar 89, 6 HRf. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa holding time sebelum waktu pelapisan dan pendinginan setelah pelapisan berpengaruh pada struktur mikro dan kekerasan pada pelapisan zinc (Zn).Kata Kunci : Baja ST 41, Hot Dip Galvanizing, Holding Time, Air Laut, Ekstrak Daun Ketapang, Udara, Kekersan Rockwell, Struktur mikro.
PERANCANGAN DAN ANALISIS PISAU PENGHANCUR PADA MESIN PENGHANCUR LIMBAH KACA Machrus Ferdian; Nur Robbi; Ismi Choirotin
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste is a problem that is often faced by countries in the world. Glass waste is one of the wastes in the disposal site, one way that can be taken to reduce glass waste is to process glass waste to become other products that are more useful such as a mixture of bricks, artwork, or converted into new glass. That's why innovations emerged to make glass waste crushing machines. Planning a crushing knife on this glass waste crushing machine uses design and analysis methods. The crushing knife consists of a blade, knife mount, disc, shaft, one blade restraint, knife restraint. The crushing knife on this glass waste crushing machine has a type of hammer mill knife. The dimensions of this crushing knife are: the width of the blade (radius) is 165.59mm, the length of the crushing knife is 310mm. The crushing knife consists of: 9 blades, 3 knife stands, 4 plates, 12 knife restraints, and 6 M12 nuts. From the destruction of light glass as much as 2kg, obtained output of 1,050kg. From the results of the destruction of light glass waste, the most dominant glass size is 1.18-2mm which is 0.3787kg (35.79%).
Analisis Penurunan Kapasitas Boiler Suspension Preheater Pada Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) Mochammad Farid; Margianto Margianto; Nur Robbi
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler adalah suatu bejana tertutup yang berfungsi untuk memanaskan fluida berbentuk air sehingga menghasilkan uap atau air panas. Uap atau air panas dibawah tekanan kemudian dapat digunakan untuk mentransfer panas ke suatu proses. Salah satu boiler yang digunakan di pabrik semen PT. Semen Indonesia adalah boiler pipa air yang panasnya didapat dari sisa panas hasil pengolahan semen. produksi steam boiler suspension pada quarter pertama menunjukan bahwa totalizer steam hanya mencapai 51% dari targetnya.Tujuan perhitungan ini adalah untuk menganalisa penurunan kapasitas boiler suspension.Metode perhitungan ini menggunakan metode perhitungan neraca panas pada masing masing masing ruang konveksi boiler dengan menggabungkan perhitungan yang disediakan oleh manufaktur. Permasalahan dalam analisa penurunan kapasitas boiler suspension preheater ini adalah tidak adanya metering gas panas yang masuk kedalam boiler dan pada perhitungan yang disediakan oleh manufaktur boiler adalah perhitungan gas panas yang masuk dihitung secara teoritis dan laju gas panas yang masuk adalah gas panas total yang masuk kedalam boiler suspension preheater.Dari hasil perhitungan yang dilakukan, telah ditemukan bahwa Pada boiler ILC terdapat penurunan laju gas panas sebesar 72% (80.342,75 Nm3/h) dan boiler SLC sebesar 52,3% (137.849,95 Nm3/h) sehingga menyebabkan penurunan laju kapasitas uap (Steam Flow) menjadi 21.793 kg/h dari kapasitas design sebesar 29.800 kg/h.