cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281320770360
Journal Mail Official
pascaunswagati16@gmail.com
Editorial Address
Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati Jl. Terusan Pemuda No. 1A Cirebon, 45132, Jawa Barat-Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tuturan
ISSN : 20892616     EISSN : 26153572     DOI : https://doi.org/10.33603/jt.v9i1.3635
Core Subject : Education,
JURNAL TUTURAN diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL TUTURAN tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang pendidikan dengan ruang lingkup Pendidikan, Bahasa, Budaya dan Teknologi Pembelajaran. JURNAL TUTURAN menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Mei dan November dengan nomor p-ISSN 2089-2616 serta e-ISSN 2615-3572.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
Rancangan Pendidikan Berkarakter dalam Upaya Menyongsong Era Informatika Ekarini Saraswati
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.778 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1096

Abstract

Era informatika akan segera menyerbu dunia kehidupan global. Internet akan dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari sebagaimana halnya telepon genggam saat ini. Untuk mengantisipasi keadaan itu, maka kita perlu mempersiapkan diri untuk tidak terjebak dalam situasi sosial yang kaku yang membatasi hubungan antar manusia secara alami. Dalam hal ini pendidikan hendaknya tetap dalam upayanya membentuk manusia yang berkarakter.
TELAAH METODE “SUDUT PANDANG” DALAM NOVEL BERBAHASA INGGRIS MENURUT M.J. MURPHY - Jaufillaili
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.211 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1097

Abstract

Every novel is a story. And there are different ways of telling a story. Here, then, are some of the main ways of telling a story, in other word is viewpoint, as used in the novels. According to M.J. Murphy there are six viewpoints usually used in novels that will be discussed briefly one by one in the following article.
FUNGSI DIDAKTIS SASTRA DALAM PEMBINAAN AKHLAK MANUSIA Titiek Suyatmi
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.358 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1098

Abstract

Karya sastra merupakan fakta historis yang berisi pemikiran manusia. Karena itu, pendidikan sastra memiliki posisi penting dalam pembinaan akhlak manusia. Melalui berbagai konstruk pemikiran dan ancangan pendekatan, pendidikan sastra dapat berfungsi sebagai sarana pembinaan akhlak manusia.Pendidikan sastra yang dapat berperan seperti itu adalah pengajaran dan pendidikan sastra yang mengajarkan siswa tentang manusia, aspek-aspek humanitas nilai-nilai yang terkandung di dalam sastra, dan bagaimana menghayati nilai-nilai tersebut. Pengajaran sastra seharusnya lebih menekankan aspek afektif dan bukan aspek kognitif.
CERITA RAKYAT KOREA—INDONESIA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER* Maman S Mahayana
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.137 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1093

Abstract

Benarkah cerita rakyat dapat digunakan sebagai pembentuk karakter (siswa)? Tidakkah pemikiran ini terkesan hiperbolis; berlebihan? Bagaimana mungkin cerita rakyat yang fiksional dan irasional itu dapat berfungsi semacam ideologi? Sejumlah pertanyaan lain untuk menegaskan keragu-raguan itu tentu saja masih dapat kita deretkan dan skeptisme itu bukanlah hal yang berlebihan mengingat masyarakat kita dewasa ini, bahkan masyarakat dunia sudah melompat jauh ke depan meninggalkan banyak hal yang berbau tradisional. Gagasan sebagaimana yang tersurat pada judul makalah ini pun, boleh saja dianggap terlalu mengada-ada. Meskipun begitu, tentu saja kita punya hak untuk coba menawarkan gagasan ini. Bahwa ada yang orang setuju atau tidak setuju, itu persoalan lain lagi. Mari kita coba telusuri!
PENGAJARAN APRESIASI SASTRA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMAHAMAN ARGUMEN TOULMIN Dede Endang Mascita
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.01 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1099

Abstract

Belajar sastra disekolah tidak hanya bersifat afektif, tetapi juga  memberi ruang untuk belajar secara kognitif. Pembelajaran sastra  tidak hanya diarahkan pada perkembangan emosional pembaca (baca: siswa), tetapi juga pada perkembangan kognisinya. Mereka dilatih mengembangkan daya nalarnya pada saat mengkritisi pertalian peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lainnya. Pembelajaran seperti ini akan mengubah paradigma belajar sastra yang selama ini dianggap sebagai pembelajaran yang hanya untuk hiburan semata. Mitos pembelajaran kecerdasan hanya dimiliki oleh pelajaran yang bersifat eksakta harus segera ditinggalkan.  Oleh karena itu, melalui tulisan ini, penulis uraikan pembelajaran sastra dengan menggunakan model argumen Toulmin.
ANALISIS CERPEN BERDASARKAN PENDEKATAN ORIENTASI PEMBACA Abdul Rozak
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.026 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1094

Abstract

Teori orientasi-pembaca menekankan pada peran pembaca. Pembacalah  sebetulnya yang menghidupkan teks sastra itu. Pada saat pembaca berinteraksi dengan teks pembaca membawa serta apa yang ada di kepalanya; pengalamannya, perasaannya, harapannya, identitasnya. Atas dasar inilah prinsip teori ini berkisar teks, pembaca, transaksi, konstruksi, proses baca, konstruksi sosial, komunitas interpretasi. Selanjutnya, teori orientasi pembaca tersebut menjadi landasan menganalisis cerpen “Umi Kulsum”.
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN METODE COPY THE MASTER UNTUK MAHASISWA - Masrurih
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.267 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1100

Abstract

Tulisan ini membahas pembelajaran menulis cerita pendek dengan metode copy the master untuk mahasiswa. Secara umum metode copy the master ini, dapat disimpulkan bahwa: (i) dapat meningkatkan minat baca mahasiswa terhadap karya sastra, khususnya cerita pendek, (ii) dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam keterampilan menulis cerita pendek, dan (iii) dapat dijadikan alternatif oleh dosen untuk pembelajaran menulis cerita pendek. Keberhasilan itu ditandai oleh peran dosen sebagai motivator, fasilitator, dan pengarah dalam kegiatan pembelajaran.
PEMILIHAN CERPEN ANAK UNTUK BAHAN AJAR DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI MEDIA PENANAMAN BUDI PEKERTI Ade Husnul; Siti Hikmah
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.766 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1095

Abstract

Actually kids short story which has clear reader’s segmentation, which  include children 7-12 years old. The special thing from kids short story  which is delivered is very familiar with children’s wolrd. Generally, kids short story in Indonesiatakes the theme about friendshis, games, and everything whch contain of moral education value, such as : help each ther is a positive thing, cheating is a negative thing, and obey parents, command is an obligation for children. Positive and negative thing in kids short story are explained clearly with the purpose to apply moral values clearly toward the children.  Most of kid short stories are written by adult. Therefore, there are many kids short stories which are awared or not by the writer, use language whch is not appropriate with the age and the competence of the children. Besides that, there are many short stories that contain of effort to buld good behaviour whch is delivered by teaching, even unsuitable with the psychological condition of the children. Those are that cause the mportance of choosing right teaching materials in teaching literature especially short story to the children. The actor or actress and event in the short stry can be the character who nspired the children. Through those actors, values of behaviour are delivered to the children as a reader of literature. Thus, the process to choose short story as a teaching material in the school  need the sensitivity of the teacher. hopefully the techer able to choose the right short story  for he chldren to be used as a teaching material in the classroom, that is literature teaching material which talk about children’s world with children language and with the characters who can appear the impression to the children that the character are themselves or their friends, not their parents or their teachers who impressed techng them. By the other words, short story which give moral education naturally to the children, go with flow without teaching impression. Besides that, teachers are hoped not only use the book as a reading resource, but also search the other teaching materials that more appropriate with the conditon of the children. Teaching material,especially short story, which found in text book, it shoud not be a holy book whch always followed because however the teacher who undrstand the condition of the children in the classroom. Thus, literature material in subject of indonesian language is hoped can be something which is exciting for the students and give the advantages in building their characters.

Page 1 of 1 | Total Record : 8