cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281320770360
Journal Mail Official
pascaunswagati16@gmail.com
Editorial Address
Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati Jl. Terusan Pemuda No. 1A Cirebon, 45132, Jawa Barat-Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tuturan
ISSN : 20892616     EISSN : 26153572     DOI : https://doi.org/10.33603/jt.v9i1.3635
Core Subject : Education,
JURNAL TUTURAN diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL TUTURAN tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang pendidikan dengan ruang lingkup Pendidikan, Bahasa, Budaya dan Teknologi Pembelajaran. JURNAL TUTURAN menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Mei dan November dengan nomor p-ISSN 2089-2616 serta e-ISSN 2615-3572.
Articles 154 Documents
Membentuk Karakter Siswa dengan Pengajaran Sastra Ahmadun Yosi Herfanda
Jurnal Tuturan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.076 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i1.1086

Abstract

Pengajaran sastra bermanfaat untuk membentuk karakter siswa di sekolah. Karakter dimaknai sebagai watak atau sifat-sifat kejiwaan (akhlak, budi pekerti, tabiat, etos) yang membedakan seseorang dengan orang lain. Karakter juga terbentuk oleh pendidikan, sejak pendidikan di dalam keluarga sampai di sekolah, serta pengaruh nilai-nilai yang beredar dalam masyarakat dan lingkungan yang menumbuhkannya. Selain karakter individu yang unik dan berbeda-beda itu, ada pula karakter kolektif yang dibangun oleh nilai-nilai yang bersifat universal. Karakter kolektif dan karakter individu saling berinteraksi serta saling mempengaruhi, baik antar individu maupun dengan karakter kolektif. Dengan mengajarkan sastra kepada siswa maka pembentukan karakter siswa dapat terlaksana serta akan ikut menyumbang proses perbaikan masa depan bangsa.
PENGARUH LITERASI MEMBACA DENGAN PEMAHAMAN BACAAN (Penelitian Survei pada Mahasiswa STKIP Kusumanegara Jakarta) Chairunnisa Chairunnisa
Jurnal Tuturan Vol 6, No 1 (2017): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.063 KB) | DOI: 10.33603/jt.v6i1.1584

Abstract

Kita harus menyadari bahwa membaca mempunyai peranan sosial yang sangat penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa. Mengapa demikian? Pertama, membaca itu merupakan suatu alat komunikasi yang sangat di perlukan dalam suatu masyarakat berbudaya. Kedua bahan bacaan yang dihasilkan dalam setiap kurun kurun zaman dalam sejarah sebagian besar dipengaruhi oleh latar belakang sosial tempatnya berkembang itu. Ketiga, sepanjang masa sejarah yang terekam, membaca telah membuahkan dua kutub yang amat berbeda. Kutub pertama adalah membaca merupakan suatu pemersatu yang baik, karena cenderung mempersatukan  pengalaman umum yang seolah-olah dialami sendiri dan dengan menanamkan sikap-sikap, ide-ide, minat-minat, dan aspirasi-aspirasi umum. Kutub kedua, membaca itu telah bertindak sebagai suatu daya pemecah belah, yang senderung mempertajam perbedaan-perbedaan antar  kelompok sosial dengan jalan merangsang serta mempertebal perbedaan pendapat-pendapat mereka. Demikianlah,membaca itu telah membuahkan kutub-kutub yang baik yang kontruktif maupun destruktif.
PENGEMBANGAN MODEL PENGALAMAN (EXPERIENTIAL) BERBASIS KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP Tantri Rachmiati Utarja
Jurnal Tuturan Vol 7, No 2 (2018): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.055 KB) | DOI: 10.33603/jt.v7i2.1742

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran experiential berbasis kelompok ini bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi teks deskripsi. Selain itu, dengan berbasiskan kelompok belajar diharapkan peserta didik dapat saling bertukar pendapat mengenai hasil pengalaman konkret sesuai pengamatan yang dilakukan. Model pengalaman berbasis kelompok yang dikembangkan ini memiliki empat tahapan dalam pembelajarannya yakni tahap pengalaman konkret, tahap observasi dan refleksi, tahap konseptualisasi dan tahap pengalaman aktif atau penerapan. Model yang dikembangkan didasarkan pada teori pengalaman dan teori kelompok belajar. Selain itu, teori tersebut disesuaikan dengan fakta yang ada di lapangan mengenai model pembelajaran.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan langkah penelitian meliputi studi pendahuluan, pengembangan model dan uji model.  Dalam setiap langkahnya peneliti menggunakan instrument penelitian seperti lembar wawancara, lembar observasi, angket validasi dan lembar tes. Analisis data yang dilakukan berdasarkan pengelompokkan data dengan analisis secara deskriptif maupun perhitungan. Berdasarkan hasil implementasi terhadap model experiential berbasis kelompok dalam pembelajaran teks deskripsi, dapat diketahui aktivitas guru menunjukkan hasil yang baik dalam menerapkan model experiential berbasis kelompok; aktivitas peserta didik menunjukkan sikap aktif dan sesuai dengan tahapan model; dan hasil uji coba yang diukur berdasarkan uji t terbukti signifikan. Oleh karena itu, model experiential berbasis kelompok ini efekti digunakan dalam pembelajaran teks deskripsi di kelas VII SMP.
Analisis Struktur Cerita Anak Yang Terbit Tahun 2014 Serta Pemanfaatan Hasilnya Sebagai Bahan Ajar Membaca Cerita Anak Siswa SMP Christian Christian
Jurnal Tuturan Vol 8, No 2 (2019): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.393 KB) | DOI: 10.33603/jt.v8i2.2869

Abstract

Tesis ini berjudul “Analisis Struktur Cerita Anak Yang Terbit Tahun 2014 Serta Pemanfaatan Hasilnya Sebagai Bahan Ajar Membaca Cerita Anak Siswa SMP”. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui struktur pembangun cerita anak yang diterbitkan tahun 2014, mendeskripsikan struktur pembangun cerita anak, memanfaatkan cerita anak sebagai bahan ajar membaca cerita anak, dan mengetahui respon peserta didik setelah membaca cerita anak yang disediakan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik kepustakaan untuk mendapatkan data. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai pemegang peranan penting dalam menggali data. Populasi dalam penelitian ini adalah cerita anak yang terbit tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Sampling Insidental.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan cerita anak yang diteliti terbitan tahun 2014 terbentuk atas beberapa struktur di antaranya ialah tokoh, latar, tema, alur, amanat, dan sudut pandang. Kesemuanya terbentuk dan terjalin sempurna sehingga menghasilkan makna yang padu. Terdapat tema tentang kesabaran, keikhlasan, pentingnya berbuat baik, kerja keras, dan persahabatan.Pemahaman latar tempat tidak semuanya tertulis dari teks yang tersedia. Ada beberapa pemahaman latar tempat yang dapat dipahamai melalui gambar ilustrasi yang tersedia pada halaman-halaman buku cerita anak berbentuk komik dan cerita bergambar, ada juga pemahaman tentang penggunaan latar tempat yang dapat dipahami melalui teks yang tersedia seperti yang terdapat pada novel dan cerpen. Penggunaan sudut pandang pun cenderung menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena pada penceritaannya si pencerita maha tahu apa yang terjadi di dalam cerita.Cerita anak yang penulis pilih ternyata dapat dijadikan bahan ajar membaca cerita anak siswa SMP. Terdapat hasil pekerjaan siswa pada lembaran lampiran yang membuktikan bahwa cerita anak yang disajikan peneliti dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar membaca cerita anak siswa SMP. Terdapat juga beberapa pendapat/respon peserta didik setelah membaca beberapa cerita anak yang dibuktikan dengan adanya hasil kerja siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI PUISI DI KELAS VII SMP NEGERI 2 INDRAMAYU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Dede Endang Mascita; Iyay Robia Khoerudin; Johar Maknun
Jurnal Tuturan Vol 4, No 1 (2015): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.455 KB) | DOI: 10.33603/jt.v4i1.842

Abstract

This study focused on teaching model cycle capability poetry appreciation. This study aimed to describe the process of learning by using learning model cycle. Describe the activity of students in the learning cycle to learning poetry appreciation by applying the 5 stages: (a) generating interest (enggament), (b) exploration ( Exploration), (c) an explanation (explanation), (d) elaboration (elaboration), and evaluation (evaluation), and determine the effect on the ability of learning model cycle appreciation of poetry.Based on the results of this study concluded 1) The process of learning poetry appreciation by applying the learning model cycle can improve student learning outcomes. 2) Activity of students in learning poetry appreciation by using the model of the cycle of learning can help students actively learn independently in groups , solve the problem of learning. Applying learning model cycle can assist students in learning menningkatkan understanding. 3) learning model cycle affect the ability of appreciation of poetry and effective against the appreciation of poetry. Applying learning model cycle is expected to help teachers and students to improve the quality of teaching so that learning objectives can be achieved the expected goals.The data in this study of student understanding of the appreciation of poetry that includes elements that build the poem with assessment criteria include a general overview of the contents of understanding aspects of poetry, pemhaman tone, understanding feeling / sense, image understanding, understanding the style of language, understanding the message, understanding the content of the poem in life.To test the hypothesis based on the assumption that different test results obtained from the initial ability appreciation of poetry and learning achievement as indicated by the value of pretest and post-test that includes testing the experimental classes and control classes.Based on the analysis there are differences in pretest and post-test results of the experimental class, which is the result of the analysis, sig ( 2 - tailed ) < 0.05, then Ho is rejected and Hi which is the research hypothesis is accepted that effective learning model cycle of the ability of appreciation of poetry.Applying learning model cycle is expected to help teachers and students to improve the quality of teaching so that learning objectives can be achieved.
TELAAH METODE “SUDUT PANDANG” DALAM NOVEL BERBAHASA INGGRIS MENURUT M.J. MURPHY - Jaufillaili
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.211 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1097

Abstract

Every novel is a story. And there are different ways of telling a story. Here, then, are some of the main ways of telling a story, in other word is viewpoint, as used in the novels. According to M.J. Murphy there are six viewpoints usually used in novels that will be discussed briefly one by one in the following article.
KAJIAN TEKS PUISI DAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI UNTUK SMK Aaf Afnita Miftarofah; Abdul Rozak
Jurnal Tuturan Vol 7, No 2 (2018): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.901 KB) | DOI: 10.33603/jt.v7i2.1737

Abstract

Materi instruksional dan mengajar adalah dua hal yang saling melengkapi. Dengan demikian proses pembelajaran harus dilengkapi dengan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik. Untuk materi tidak hanya berisi kumpulan materi yang harus dihafal, tetapi juga harus disajikan materi yang dapat merangsang siswa untuk berpikir lebih luas: kreatif dan reflektif. Artinya, bahan ajar harus disajikan dengan cara tertentu sehingga siswa memiliki kemampuan berkenaan dengan pemahaman, keterampilan, dan perasaan. Sebagai cerminan pada kemampuan, siswa dapat memecahkan masalah yang ditimbulkan dalam praktek. Penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R & D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada 10 tahapan Borg dan Gall. Disederhanakan menjadi 3 tahap: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan bahan ajar pembuatan teks puisi, dan pengembangan produk, jenis data yang digunakan adalah mempelajari puisi yang diambil dari surat kabar edisi Pikiran Rakyat desember 2016. Hasil penelitian ini menghasilkan bahan ajar teks puisi berdasarkan pendekatan inkuiri pada siswa kelas X SMK. Buku ini terdiri dari tiga bagian, bagian pertama adalah presentasi penutup luar, kata kunci, presentasi SK dan KD, port kedua adalah conten berdasarkan SK dan KD. Tentukan makna puisi, tentukan tema puisi, tentukan makna puisi, analisis diksi dalam puisi. Tulis puisi untuk mengungkapkan perasaan menulis puisi berdasarkan berita yang dibaca atau didengar. Bagian ketiga dari penyajian buku ini dapat berupa daftar pustaka, daftar kata dan indeks. Adapun hasil validasi bahan ajar pada para ahli mata pelajaran, guru dan siswa inonesian menunjukkan bahwa (1) aspek kelayakan kategori konten “sangat baik” (2) aspek bahasa dan kategori gambar “baik” (3) aspek presentasi “sangat bagus” (4) aspek grafiti “sangat bagus”.
PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING BERMEDIA CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA MTs NEGERI JATIBARANG INDRAMAYU TAHUN PELAJARAN 2014 – 2015 Irah Surlani; Bachrudin Musthafa; Vismaia S. Damaianti
Jurnal Tuturan Vol 8, No 1 (2019): TUTURAN JURNAL PEDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.904 KB) | DOI: 10.33603/jt.v8i1.2682

Abstract

Menulis cerpen bukan hanya sekedar kegiatan berbahasa, tetapi juga sebagai alat untuk berpikir dan wadah untuk menyampaikan hasil pemikiran. Dengan demikian, menulis cerpen sebagai kegiatan berbahasa, mempunyai kaitan yang positif dengan berpikir kreatif. Metode latihan terbimbing merupakan cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu dengan memberikan bantuan yang terus menerus dan sistematis dengan memperhatikan potensi-potensi yang ada pada individu untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan. Penggunaan media cerita bergambar diharapkan membuat siswa mudah dalam mengembangkan ide, gagasan, pikiran yang akan siswa tuangkan ke dalam sebuah tulisan dalam bentuk cerpen. Tujuan penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas 7 MTs Negeri Jatibarang dengan metode latihan terbimbing bermedia cerita bergambar.Metode latihan terbimbing bermedia cerita bergambar sangat tepat digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen terlihat dari perubahan hasil belajar sebelum dilakukan proses pembelajaran (tes awal) nilai rata-rata sebesar 56,53 dan nilai rata-rata tes akhir sebesar 80,14. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan metode latihan terbimbing bermedia cerita bergambar sebesar 23,16.
PENGARUH MODEL INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI KELAS V SD DI KECAMATAN KEJAKSAN KOTA CIREBON TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Abdul Rozak; Mintarsih Danumihardja; - Sariah
Jurnal Tuturan Vol 3, No 2 (2014): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.892 KB) | DOI: 10.33603/jt.v3i2.816

Abstract

The background of this research is the difficulties of the students in expressing ideas in writing. Research design uses pre-test and post-test control group design, with random sampling. Subject is the class V students of elementary school in Kejaksan Cirebon, object is the ability in writing narrative essay. The number of sample is 72 students. Experiments class is class V students of SDN Kebon Baru I and class control is SDN Kebon Melati II. Instrument of this research is test and observation. Result data of the research is analyzed by using SPSS V. 17.Conclusion (1) learning  process through group investigation model is better  than conventional model based on the increase of pre-test result 63,00 to become 80,39 (2) the activity of experiment class is getting better with the acquisition 97,23 % than the class control 69,45 (3) based on testing group investigation model has p-Value number 0,000. Value 0,000 < level of significant 0,05, and t table (1,70) < t hitung (6,102) means. Ha is accepted and Ho is rejected, it means there is an effect to the group investigation model to the ability of writing narrative essay of class V students.
KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI MAHASISWA Survei pada Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Roni Sulistiyono
Jurnal Tuturan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.69 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i1.1092

Abstract

This research is aimed to determine the correlation between (1) grammatical competency and the ability in writing argumentation, (2) attitude toward Indonesian language and the ability in writing argumentation, (3) grammatical competency and attitude toward Indonesian language and the ability in writing argumentation.The research was conducted at Physic Education, Ahmad Dahlan University, from July to October 2010. The research used descriptive of correlation. The research population was the second semester at Physic Education. The sample consisted of 40 university students who were taken by using purposive random sampling. The instruments for collecting the data in this research are test of writing argumentation, multiple choice test in grammatical competency, and questioner test in attitude toward Indonesian language. The instruments validity test used product moment and r point biserial. The instruments reliability test used KR-20 and alpha cronbach. The technique analysis for analyzing the data was the statistical technique of regression and correlation. The result of the study showes that: (1) there is a positive correlation between grammatical competency and the ability in writing argumentation (= 0,84  at the level of significance α = 0,05 with N= 40 where tt = 1,68); (2) there is a positive correlation between attitude toward Indonesian language and the ability in writing argumentation ( = 0,42 at the level of significance α = 0,05 with N= 40 where tt = 1,68); (3) there is a positive correlation between grammatical competency and attitude toward Indonesian language and the ability in writing argumentation (Ry.1.2 = 0,87 at the level of significance α = 0,05 with N= 40 where ft = 3,25). The result above shows that grammatical competency and attitude toward Indonesian language give significant contribution to the ability in writing argumentation. It shows that both of variables can become good predictors for the ability in writing argumentation.The analysis also indicates that the correlation between grammatical competency and the ability in writing argumentation is stronger than attitude toward Indonesian language and the ability in writing argumentation. It shows that grammatical competency can be a better predictor for the ability in writing argumentation. This reality brings consequence in learning the ability in writing argumentation, so teacher has to make priority in order to increase grammatical competency in learning the ability in writing argumentation than attitude toward Indonesian language.

Page 2 of 16 | Total Record : 154