cover
Contact Name
Jurnal altaujih
Contact Email
altaujih@uinib.ac.id
Phone
+6281266784647
Journal Mail Official
altaujih@uinib.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG Jl. Mahmud Yunus Lubuk Lintah Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
ISSN : 25020625     EISSN : 27157571     DOI : -
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016" : 8 Documents clear
Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Sosialisasi Peserta Didik Safri Mardison
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.945

Abstract

Manusia di samping sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial yang mana manusia yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Kalau dilihat dari kacamata agama manusia memiliki dua sisi hubungan yang sangat mendasar yaitu hubungan secara vertikal dengan sang pencipta dan hubungan secara horizontal dengan manusia atau dengan kata lain sosialisasi. Sosialisasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup antar sesama manusia termasuk peserta didik, karena dengan adanya sosialisasi akan membawa manfaat baik bagi peserta didik itu sendiri maupun bagi lingkungan tempat ia tinggal. Peserta didik bisa saling mengenal, mengerti dan memahami satu dengan lainnya sehingga memungkinkan akan terjadi sikap saling toleran, saling menjaga dan melindungi. Salah satu cara meningkatkan proses sosialisasi peserta didik adalah dengan kegiatan bimbingan kelompok, karena bimbingan kelompok bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (peserta didik).
Pendidikan Seks Perspektif Islam Firosad, Ahmad Masrur
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.946

Abstract

Pendidikan seks merupakan upaya transfer pengetahuan dan nilai tentang fisik-genetik manusia dan fungsinya, khususnya yang terkait dengan jenis laki-laki dan perempuan sebagai kelanjutan dari kecenderungan primitif makhluk hewan dan manusia yang tertarik dan mencintai lawan jenisnya. Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak, dalam usaha menjaga anak agar terbebas dari kebiasaan yang tidak Islami serta menutup segala kemungkinan yang mengarah kehubungan seksual terlarang. Pengarahan dan pemahaman yang sehat tentang seks dari aspek kesehatan fisik, psikis, dan spiritual. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai pendidikan seks dalam perspektif Islam, berikut dengan dalil-dalil yang menyertainya.
Urgensi Pendidikan Islam Untuk Anak Sejak Dini Haryatri Waewa
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.947

Abstract

Kerusakan moral pada anak disebabkan oleh kurangnya pendidikan agama pada anak. Pendidikan agama dapat menjadi solusi dari permasalahan kerusakan moral anak. Dengan adanya Pendidikan agama, diharapkan anak dapat menerapkan nilai-nilai moral, sopan santun, norma dan  etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk tanggung jawab dari pendidikan untuk anak sejak dini maka tulisan ini akan mencoba memberikan pemikiran yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Perilaku Menghisap Rokot Elektronik Peserta Didik dan Pengentasan yang Dilakukan Guru Bimbingan dan Konseling Marta Suhendra
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.948

Abstract

The high rate of smoking behavior by learners is very worrying us. Take up smoking, negative impact on the health of the body, especially for the hearts and minds of learners. Especially with the electronic cigarette in the early discovery used as a tool for reducing addiction to cigarettes that ultimately the WHO as the World Health Organization in 2010 no longer recommend the use of non eloktronik. Departing from the curiosity of students began using poison cigarette smoking eloktronik knowing eloktronik unlike regular cigarettes dangerous toxins. Though the electronic cigarette nicotine is still contained substances hazardous to health and nerve damage bias that exist in the body of learners. Teacher guidance and counseling as one of the educators at the school, have the responsibility to take precautionary action and reduction of the smoking behavior of learners. Guidance and counseling teacher should first give a role model to students in the form of non-smokers, especially in the school environment. Besides counseling and guidance teachers do not miss the development of information and technology, which can make the credulous student teachers. There needs to be cooperation between teacher guidance and counseling with the stakeholders in the school environment and teachers' guidance and counseling should maximize guidance services and schools in each school.
Model Konseling Behavioral untuk Anak Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang Termarjinalkan di Dunia Pendidikan Fadhilla Yusri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.943

Abstract

Since the last twenty years Centralization Attention Disorder is often referred to as ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders). This disorder is characterized by the inability of the child to focus on something that is at hand, so that his attention span is very short time compared to other children the same age. Usually accompanied by symptoms of hyperactivity and impulsive behavior. This disorder can disrupt a child's development in terms of cognitive, behavioral, socialization and communication. There is a tendency more often in boys than girls. Epidemiologically with the incidence rate ratio of 4: 1. Academic failure is striking in children with ADHD. A child can not achieve optimal results according to his ability, or learning difficulties. Behavior modification is an approach that offered to help children with ADHD. In counseling, behavior modification can be done with the application of behavioral counseling.
Menguatkan Minat Siswa Terhadap Pelajaran Mufti Ulil Amri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.949

Abstract

Minat tidak dibawa sejak lahir, minat merupakan hasil dari pengalaman belajar. Jenis pelajaran yang melahirkan minat itu akan menentukan seberapa lama minat bertahan dan kepuasan yang diperoleh dari minat. Minat tidak timbul secara tiba-tiba melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang minat dan bagaimana menuatkan minat siswa terhadap pelajaran, sehingga siswa bukan belajar karena disuruh tetapi siswa belajar karena menyukai mata pelajaran tersebut.
Layanan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus Jum Anidar
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.944

Abstract

Istilah anak berkebutuhan khusus bukan merupakan terjemahan atau kata lain dari anak penyandang cacat, tetapi anak berkebutuhan khusus mencakup spektrum yang luas yaitu meliputi anak berkebutuhan khusus temporer dan anak berkebutuhan khusus permanent (penyandang cacat). Jadi anak penyandang cacat merupakan bagian atau anggota dari anak berkebutuhan khusus. Dalam paradigma pendidikan kebutuhan khusus (special needs education), anak yang mempunyai kebutuhan khusus baik yang bersifat temporer maupun yang bersifat permanen akan berdampak langsung kepada proses belajar, dalam bentuk hambatan untuk melakukan kegiatan belajar (barrier to learning and development).
Mengembangkan Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Klasikal oleh Pendidik Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.950

Abstract

Pembelajaran klasikal berisi proses komunikasi, yang melibatkan pendidik, sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan bahkan timbal balik terjadi multiarah. Komunikasi yang lancar antara pendidik dan peserta didik akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlangsung dan pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Untuk itu skill pendidik terutama dibutuhkan untuk dapat mengembangkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8