cover
Contact Name
Jurnal altaujih
Contact Email
altaujih@uinib.ac.id
Phone
+6281266784647
Journal Mail Official
altaujih@uinib.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG Jl. Mahmud Yunus Lubuk Lintah Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
ISSN : 25020625     EISSN : 27157571     DOI : -
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles 189 Documents
Menilik Anak Berkebutuhan Khusus Ahmad Masrur Firosad
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i2.536

Abstract

Nama Penulis: Rini Hildayanti, dkk. Judul: Penanganan Anak berkebutuhan khususPenerbit: Universitas TerbukaHalaman: 326 + XI 
Dukungan Orangtua terhadap Minat Belajar Siswa Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.592

Abstract

 Minat mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, karena dengan adanya minat, siswa akan lebih konsentrasi, semangat, gembira, tidak mudah bosan, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Sehingga dengan demikian siswa mencapai suatu keberhasilan belajar. Minat belajar dipengaruhi oleh faktor dalam diri dan dari luar diri individu, salah satu faktor dari luar diri adalah dukungan orangtua. Minat belajar siswa yang tidak terlepas dari dukungan orangtua karena orangtua adalah orang yang sangat urgen dengan diri siswa. Dukungan yang diberikan orangtua berupa dukungan emosional seperti kepedulian, perhatian, motivasi kepada anak (siswa), dukungan penghargaan berupa dorongan positif atau reward, dukungan instrumental berupa fasilitas belajar, biaya, dan dukungan informasi berupa petunjuk, saran, nasehat, berbagi pengalaman yang diberikan orangtua kepada anaknya yang berperan sebagai siswa dalam belajar. Adanya dukungan orangtua tersebut akan memicu minat siswa dalam belajar.
ANALISIS “SENSE OF COMMUNITY” MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELINGDI PTKIN BERDASARKAN STATUS INSTITUSI DAN SEKOLAH ASAL Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i1.923

Abstract

Sense of community (SOC) on student self Prodi BK in Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) will lead  to a sense of empathy, mutual aid between the academic community in order to achieve success together in learning and career as a counselor later,.This study is a comparative study using factor analysis with Kruskal Willis. The study population was student of Counseling 4th semester of the academic year 2014/2015 in PTKIN  different  status is IAIN Imam Bonjol Padang, State Islamic University Syarif Kasim Sultan Riau and IAIN Jamil Jambek Bukittinggi. These samples included 136 people. Data were collected by questionnaire and processed using SPSS. The results showed differences in student scores SOC Prodi BK based on the status of their home institutions and schools are boarding schools, high schools, and vocational MAN.
Perencanaan dan Pengorganisasian Program Bimbingan dan Konseling Ali Daud
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i1.939

Abstract

Planning and Organizing guidance and counseling programs in schools involving people inside the organization Guidance and Counselling in schools and the division of labor among member organizations in school guidance. In order that all guidance and counseling services running properly. Administration covers administrative guidance and counseling to people (personnel guidance) and administration of the activities performed by the person. Mechanism of action of each Teacher of Guidance and Counseling in gathering information, data, or facts, pathways administrative mechanism different path, but still converge the specific purpose of solving the problems faced by students.
TEORI BEHAVIORAL DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN KONSELING ISLAM Rahmatul Ulfa Auliya
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v4i1.513

Abstract

Dalam teori behavioral Manusia dipandang sebagai makhluk hereditas yang netral, terlahir tidak baik dan tidak buruk.  Dalam pandangan Islam manusia memiliki fitrah yang dimilikinya sejak lahir berupa potensi cenderung pada agama Allah, cenderung pada ketauhidan dan cenderung pada hal-hal yang positif. Tingkah laku manusia dalam kehidupannya dipengaruhi faktor dari luar. Baik lingkungan keluarga, teman sebaya dan lainnya. Dalam konsep Islam dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi di dalam lingkungannya terutama keluarga. Dengan berinteraksi, manusia sekaligus belajar untuk perubahan-perubahan prilaku tertentu sekaligus  mampu membentuk kepribadiannya. Konsep Islam juga mengatakan bahwa keturunan bagian dari pembentukan tingkah laku dan kepribadian. Dalam pembentukan tingkah laku dan kepribadian manusia, tidak terlepas dari hidayah  Allah. Jika manusia memanfaatkan hidayah yang telah diberikan oleh Allah, niscaya manusia tidak akan tersesat dalam hidupnya, mampu berinteraksi dan berhubungan  secara baik dengan dirinya sendiri, berhubungan dengan orang lain, berhubungan dengan lingkungan, dan berhubungan dengan sang Penciptanya.
HAKIKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM Mulyadi Mulyadi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i1.539

Abstract

Konsep manusia dalam pandangan Islam adalah konsep sentral bagi setiap disiplin ilmu sosial kemanusiaan yang menjadikan manusia sebagai objek formal dan materialnya. Agar konsep manusia yang kita bangun bukan semata-mata merupakan konsep yang spekulatif, maka kita mesti bertanya pada zat yang mencipta dan mengerti manusia, yaitu Allah SWT, melalui al-Qur’an. Lewat al-Qur’an Allah memberikan rahasia-rahasia tentang manusia. Secara etimologi istilah manusia di dalam al-Qur’an ada empat kata yang dipergunakan, yakni al-Insan, al-Basyar, BaniAdam, Dzurriyat Adam, al-Nas. Para ahli kerohanian Islam atau lebih populer para ahli ilmu tasawuf, memandang manusia bukan sekedar makhluk lahir yang berakal, akan tetapi manusia mereupakan seorang hamba Allah Ta’ala yang mempunyai dua dimensi lahiriyah dan bathiniyah. Berbicara masalah pertumbuhan dan perkembangan, kata kunci utamanya yaitu perubahan. Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis, dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik.
Urgensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar Haryatri Haryatri
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i1.758

Abstract

Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dad alas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut peserta didik, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah  kehidupannya.
MENGOKOHKAN KERANGKA KELUARGA DALAM BINGKAI BIMBINGAN AJARAN ISLAM Ahmad Masrur Firosad
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i2.934

Abstract

Life becomes restless, uneasy because of failures in the foster home. That is why the ideal partner of the word family is happy, so ideally be a happy family. Meaning, the goal of every person who is looking for a foster home happiness in life. Almost all of the nation's culture puts family life as a measure of true happiness. Married not too difficult, but building a happy family is not an easy task. Frame buildings (mock) can be discussed and modified in accordance with the concept of mind to be formulated in the form of family building. Likewise, building a happy family, first one must have a concept of a happy family.
Mengembangkan Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran Klasikal oleh Pendidik Amirah Diniaty
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.950

Abstract

Pembelajaran klasikal berisi proses komunikasi, yang melibatkan pendidik, sebagai komunikator dan siswa sebagai komunikan bahkan timbal balik terjadi multiarah. Komunikasi yang lancar antara pendidik dan peserta didik akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlangsung dan pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Untuk itu skill pendidik terutama dibutuhkan untuk dapat mengembangkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran di kelas. 
PENTINGNYA BIMBINGAN KONSELING DI RUMAH SAKIT Rahmatul Ulfa Auliya
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v6i1.1755

Abstract

Konseling sudah menjadi tren dikalangan anak muda dan masyarakat pada saat sekarang ini, sering kita dengar ketika siswa membandel atau siswa yang bermasalah akan di panggil oleh guru bimbingan dan Konseling, apa lagi jika memiliki masalah, kebanyakan dari mereka bahkan lebih suka menemui guru bimbingan dan konseling yang mereka anggap bisa menjadi teman untuk bercerita dari pada wali kelasnya. Tidak kita pungkiri bahwa pada hakikatnya personil bimbingan dan konseling dikenal orang yang ramah dan mampu mampu membantu mereka yang ingin menceritakan masalah mereka dengan sabar. Selain di sekolah, bimbingan dan konseling sebenarnya dibutuhkan di rumah sakit guna membantu para pasien rawat inap, rawat jalan bahkan personil rumah sakit itu sendiri. Jika kita lihat banyaknya pasien rawat inap di rumah sakit yang tidak bersemangat lagi untuk hidup, kondisi psikis pasien sebelum operasi, pelayanan rumah sakit yang kurang efektif, persoalan pribadi yang dihadapi oleh personil rumah sakit baik itu dokter, bidan, perawat, dan bagian pelayanan. Untuk itu penting sekali adanya konseling guna membantu membantu mengentaskan masalah mereka.