cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020" : 7 Documents clear
Strategi Membangun Karakter Peduli Sesama di Kalangan Mahasiswa Teologi Berdasarkan Filipi 2:1-8 Nurnilam Sarumaha; Novie Deisy Pasuhuk
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.513 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.38

Abstract

One attitude of the Christian faith is caring for others, as a reflection of caring character for oneself. However, the lives of students of Theological College (STT) cannot fully practice caring attitudes towards others. This research is qualitative research with a descriptive analysis method about the concept of caring for others according to Philippians 2: 1-8 that is applied in the lives of STT Pelita Bangsa students, Jakarta. The concept and understanding of caring attitudes were explored hermeneutically from the Philippian text, then synchronized with the situation of the students through observation and in-depth interviews. Research results in the form of recommendations, such as the need for models or examples from leaders; a kind of clear and written rules must be made; procurement of special room for counseling room. Abstrak Salah satu sikap iman Kristen adalah mempedulikan orang lain, sebagai refleksi karakter peduli terhadap diri sendiri. Namun demikian, kehidupan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) tidak sepenuhnya dapat mempraktikkan sikap kepedulian terhadap sesama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif tentang konsep peduli terhadap sesama menurut Filipi 2:1-8 yang diterapkan dalam kehidupan mahasiswa STT Pelita Bangsa, Jakarta. Konsep dan pemahaman tentang sikap peduli digali secara hermeneutis dari teks Filipi, lalu disinkronisasi dengan keadaan para mahasiswa melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian berupa rekomendasi, seperti: perlu adanya model atau keteladanan dari para pemimpin; perlu dibuatkan semacam peraturan-peraturan yang jelas dan tertulis; pengadaan ruang khusus untuk ruangan konseling.
Bukti Keilahian Yesus Menurut Injil Kalis Stevanus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.549 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.49

Abstract

Jesus' divinity is at the core of the Christian faith. This principle is often doubted by many people and groups. This paper aimed to show strong and convincing shreds of evidence of the divinity of Jesus according to the preaching of the four Gospels; Matthew, Mark, Luke, and John. The writing method used is a biblical analysis of Jesus' capture as God by basing on texts in the four Gospels. The findings showed that there are many texts in the four Gospels that indicated the divinity of Jesus. Abstrak Keilahian Yesus merupakan inti dari iman Kristen. Prinsip ini seringkali diragukan oleh banyak kalangan. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan tentang keilahian Yesus menurut pemberitaan keempat Injil; Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis biblikal terhadap uangkapan Yesus sebagai Allah dengan mendasarkan pada teks di dalam keempat Injil. Hasil temuan memperlihatkan ada banyak teks dari keempat Injil yang mengindikasikan keilahian Yesus.
Menjelajahi Spiritualitas Milenial: Apakah Membaca Alkitab, Berdoa, dan Menghormati Acara di Gereja Menurun? Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.498 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.50

Abstract

This study aims to see the extent to which the decline in millennial spirituality is mainly seen from the frequency of reading the Bible, sincerity in praying and honoring events in the church. Using, descriptive analysis to see the characteristics of each questionnaire and using Structural Equation Modeling (SEM) to see the effect of praying on reading the Bible, the effect of praying on respect for services, and the effect of reading the Bible on respecting services. Data obtained through a questionnaire. Using proportional random cluster sampling, there were 386 respondents, namely church members aged 15-25 years in the Adventist Church in Medan and surrounding areas. The resulted of hypothesis testing prove, praying is significantly and positively influenced by reading the Bible, praying is significantly and positively influenced by respect for devotions, and reading the Bible is significantly and positively influenced by respecting devotions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penurunan kerohanian milenial terutama dilihat dari kekerapan membaca Alkitab, kesungguhan berdoa dan menghormati acara di gereja. Menggunakan, analisis deskriptif untuk melihat karakteristik setiap kuesiner dan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk melihat pengaruh berdoa terhadap membaca Alkitab, pengaruh berdoa terhadap hormat kepada kebaktian, dan pengaruh membaca Alkitab terhadap hormat kepada kebaktian. Data diperoleh melalui kuesioner. Menggunakan proporsionate random cluster sampling, ada 386 responden yaitu anggota gereja yang berusia 15-25 tahun di Gereja Advent Medan dan sekitarnya. Hasil pengujian hipotesis membuktikan, berdoa secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh membaca Alkitab, berdoa secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh hormat kepada kebaktian, dan membaca Alkitab secara signifikan dan positif dipengaruhi oleh hormat kepada kebaktian.
Mengkaji Penerapan Blended Learning Menggunakan Metode Flipped Classroom di Perguruan Tinggi Agama Kristen Rizky Permana
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.648 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.44

Abstract

The purpose of this research is to develop learning e-learning-based as a solu-tion in improving attitudes, interests, and competence of student learning. The essence of this study is to look for differences between learning competencies before and after the application of-based this method. The results showed a difference and the results of learning competencies were seen from the gain is 1 with high criteria. Thus it can be concluded that the results of the development of learning in blended the method flipped classroom can improve the learning competencies. This finding is the development of the blended learning method of a flipped classroom, a learning method that can be applied in Blended the method flipped classroom can be used as a reference in new learning. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis e-learning sebagai solusi dalam meningkatkan sikap, minat dan kompetensi pembelajaran siswa. Inti dari penelitian ini adalah untuk mencari perbedaan antara kompetensi belajar sebelum dan sesudah penerapan berbasis metode ini. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dan hasil kompetensi belajar dilihat dari gain 1 dengan kriteria tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan pembelajaran pada kelas campuran dengan metode membalik kelas dapat meningkatkan kompetensi belajar. Temuan ini merupakan pengembangan dari metode blended learning kelas flipped, metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam Blended themethod kelas flipped dapat digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran baru
Mereposisi Hubungan Agama dan Negara di Indonesia dalam Perspektif Iman Kristen Osian Orjumi Moru
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.388 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.45

Abstract

The relationship between religion and state must be seen in terms of constructive and contextual relations. This means that the relationship between religion and the state is built on the basis of a common vision to create complete human life. This article is qualitative research literature using a descriptive analysis method about the political and national situation in Indonesia as a context for finding the relationship between religion and the state. Religion and the state are both servants of God in bringing prosperity and justice to all humanity. This framework of thinking has logical consequences in repositioning the relationship between religion and the state in a more inductive form based on historical facts and social realities of society. In the end, placing Pancasila as an empirical reality of Indonesian society was formed in the process of the nation's history. Pancasila was formed as an effort based on the common awareness of all components of the nation to harmonize religious values and national values that are different in the Indonesian-Indonesian framework. Abstrak Hubungan antara agama dan negara harus dilihat dalam kerangka hubungan yang konstruktif dan kontekstual. Hal ini berarti hubungan antara agama dan negara dibangun berdasarkan pada kesamaan visi untuk menciptakan kehidupan manusia yang seutuhnya. Artikel ini merupakan sebuah penelitian kualitatif literatur dengan menggunakan metode analisis deskriptif tentang keadaan politik dan nasional Indonesia sebagai konteks untuk mencari hubungan antara agama dan negara. Agama dan negara adalah sama-sama hamba Tuhan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan atas seluruh umat manusia. Kerangka berpikir tersebut membawa konsekuensi logis dalam mereposisi hubungan antara agama dan negara ke dalam bentuk yang lebih induktif berdasarkan fakta sejarah dan realita sosial masyarakat. Pada akhirnya menempatkan Pancasila sebagai suatu realita empiris masyarakat Indonesia yang dibentuk dalam proses perjalanan sejarah bangsa. Pancasila dibentuk sebagai upaya berdasarkan kesadaran bersama seluruh komponen bangsa untuk mengharmonisasikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kebangsaan yang berbeda-beda dalam kerangka keindonesiaan.
Tinjauan Perspektif Iman Kristen tentang Mangadati dalam Pernikahan Masyarakat Batak Toba Vera Herawati Siahaan; Harlin Yasin
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.127 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.48

Abstract

The Toba Batak traditions in terms of "mangadati" carry out traditional Batak Toba cultural events that adhere to the exogamy law, namely marriages outside certain ethnic groups. This is seen in the Batak Toba community where people do not take wives from the clan group themselves (namariboto), because they are called siblings; women leave their groups and move to the husband's group, and are patrilineal, with the aim of preserving the husband's clan within the male line. This article uses the method of phenomenological analysis with a biblical reflection approach. Mangadati marriage custom from the perspective of Christian faith is not a contradiction, because the custom is done with love, the value of respect and the value of brotherhood and togetherness in accordance with Matthew 22: 37-40. Abstrak Adat Batak Toba dari sisi “mangadati” melaksanakan acara adat kebudayaan Batak Toba yang menganut hukum eksogami, yaitu perkawinan di luar kelompok suku tertentu. Ini terlihat dalam masyarakat Batak Toba di mana orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri (namariboto), karena disebut kakak-adik; perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan marga suami di dalam garis lelaki. Artikel ini menggunakan metode analisis fenomenologi dengan pendekatan refleksi biblikal. Adat pernikahan mangadati ditinjau dari perspektif iman kristen bukan suatu yang bertentangan, karena adat dilakukan dengan kasih, nilai hormat dan nilai persaudaraan serta nilai kebersamaan sesuai dengan Matius 22: 37-40.
Korelasi Pemahaman yang Benar terhadap Sikap dan Perilaku: Refleksi Hakim-Hakim 11:29-40 Judika Sagala
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 2, No 2 (2020): Pebruari 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v2i2.124

Abstract

The title of this research is “Unrepentant Repentance Leads to Wrong Concepts in Action.” The purpose of this research is to find an explanation of the title by studying the grammar in Judges 11:29-40. The method that the writer uses is to analyze the text of Judges 11:29-40. The author will discuss through the explanation of the near and far context, through the process of exegesis and narrative hermeneutics. View syntax and verse-by-verse explanations in context. Therefore, this study will look at the genre hermeneutic method from the Book of Judges to explain and prove what is appropriate and the meaning is in accordance with the intended context. Look at the translation, text problems, history, structure, grammar, lexical and theological understanding in the text. Of course also look at the views of some theologians about the text. Finally, from this research is a conclusion that is found after ending the text research. The conclusion is “Unrepentant Repentance Leads to False Concepts in Action.” AbstrakJudul dari penelitian ini adalah “Pertobatan Yang Tidak Sungguh-sungguh Mengakibatkan Konsep Yang Keliru dalam Bertindak” Tujuan penelitian ini untuk menemukan penjelasan judul dengan cara mempelajari tata Bahasa di dalam Hakim-hakim 11:29-40. Metode yang penulis gunakan dengan menganalisa teks Hakim-hakim 11:29-40. Penulis akan membahas melalui penjelasan konteks dekatnya dan jauhnya, melalui proses eksegesa dan hermeneutika narasi. Melihat sintaks dan penjelasan ayat demi ayat dalam konteks. Sebab itu penelitian ini akan melihat metode hermeneutik genre dari Kitab hakim-hakim untuk menjelaskan dan membuktikan apa yang tepat dan arti yang sesuai dengan konteks maksudkan. Melihat terjemahan, masalah teks, sejarah, struktur, tata bahasa, leksikal dan pemahaman teologi dalam teks tersebut. Tentu juga melihat pandangan-pandangan beberapa teolog tentang teks. Akhirnya, dari penelitian ini merupakan sebuah kesimpulan yang ditemukan setelah mengakhiri penelitian teks. Kesimpulannya adalah “Pertobatan Yang Tidak Sungguh-sungguh Mengakibatkan Konsep Yang Keliru dalam Bertindak.”

Page 1 of 1 | Total Record : 7