cover
Contact Name
Johannis Siahaya
Contact Email
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Phone
+6281322661998
Journal Mail Official
jurnal@stakterunabhakti.ac.id
Editorial Address
Ds. Daratan 2, Sendang Arum, Kec. Minggir, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta 55562
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TERUNA BHAKTI
ISSN : 2622514X     EISSN : 26225085     DOI : 10.47131
Jurnal Teruna Bhakti merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Agam Kristen Teruna Bhakti, Yogyakarta, dengan Scope: Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Pendidikan Agama Kristen, Kepemimpnan Kristen, Teologi Praktika.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Pebruari 2022" : 16 Documents clear
Agama dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Soegiharto, Goei Theodore Hendy
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.111

Abstract

Religion has a significant influence on the development of social welfare. Religious orders and teachings have become the basis for religious institutions to do social actions to help those who still live in poverty so that they can live properly. Through descriptive research methods with a qualitative approach, this study will discuss how the role of religion in realizing social welfare. In Christianity, the command to care for people in need has been taught in the Scriptures. In the Old Testament, the term tithe was known, namely an obligatory offering, which one of the purpose was to help people in need. In modern times, in the practice of Christianity, the Church has determined that one of the tasks that must do by the church is diakonia or serving. There are three types of diakonia, which is a caricature, reformative, and transformative diaconia. Health and education are two tools that are widely used to help people live prosperously. This is because these two things are essential factors for society. Without health, humans will not be able to be productive to work and without education, it will be difficult for someone to be able to get a job with good wages. Christianity is really aware of this and many churches and Christian institutions are actively involved in the ministry of health and education.  AbstrakAgama memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Perintah-perintah serta ajaran-ajaran agama telah menjadi dasar bagi lembaga keagamaan untuk melakukan tindakan sosial menolong mereka yang belum sejahtera agar dapat hidup secara layak. Melalui metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan membahas bagaimana peran agama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Dalam Kekristenan sendiri perintah untuk memperhatikan orang yang berkekurangan sudah diajarkan dalam Kitab Suci. Pada masa Perjanjian Lama sudah dikenal istilah perpuluhan, yaitu persembahan yang bersifat wajib, di mana salah satu tujuannya adalah untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Dalam perkembangannya, pada praktik Kekristenan, Gereja menetapkan salah satu tugas yang harus dilakukan adalah diakonia, yaitu melayani. Ada tiga jenis diakonia, yaitu diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif.  Kesehatan dan pendidikan menjadi dua alat yang banyak digunakan untuk menolong masyarakat agar hidup sejahtera. Hal ini dikarenakan kedua hal ini menjadi faktor esensial bagi masyarakat. Tanpa kesehatan manusia tidak akan bisa produktif untuk berkarya dan tanpa pendidikan akan sulit bagi seseorang untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan upah yang baik. Kekristenan sungguh menyadari hal ini dan banyak Gereja maupun lembaga Kekristenan yang terlibat aktif dalam pelayanan bidang kesehatan dan pendidikan.
Perspektif Etis-Teologis terhadap Budaya “Kursi Raja” pada Jemaat GPM Imannuel Kilang, Ambon Elias, Thomson Framonty Eframinto; Wattimury, Wiesye A.; Siahaya, Karel M.
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.88

Abstract

Mastery of Culture with Tradition Against Gospel Values, of course, is something that is not expected. Because it will make the Bible lose its meaning. This is what is found in the culture of the king's chair. For this reason, this study aims to analyze Christian Ethical and cultural forms as outlined in cultural symbols, specifically the culture of the King's chair, which is then expected that the church can place itself in an ethically Christian contextual theological effort. This study uses a descriptive qualitative method, which includes interview techniques, through key respondents. In conclusion, the King's Chair as part of local wisdom has Christian ethical-theological value that can be accounted for, in an effort to realize a civilized society, and the church is expected to see this in its theological efforts. The value of respect found in this culture is an ethical thing that must be maintained. On the other hand, the pattern of authoritarian behavior from the power possessed, is unethical, from the culture in question.  AbstrakPenguasaan Budaya dengan Tradisinya Terhadap Nilai Injil, tentunya adalah hal yang tidak diharapkan. Sebab akan membuat Injil kehilangan maknanya. Hal inilah yang ditemukan dalam budaya kursi raja. Untuk itulah maka Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara Etis Kristen, bentuk-bentuk kebudayaan yang dituangkan dalam symbol-simbol kebudayaan, secara khusus budaya kursi Raja, yang kemudian diharapkan agar gereja dapat menempatkan dirinya pada upaya berteologi yang kontekstual secara etis Kristen. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif des-kriptif, yang didalamnya menggunakan teknik wawancara, melalui para responden kunci. Kesim-pulannya, Kursi Raja sebagai bagian dari kearifan lokal, memiliki nilai etis-teologis Kristen yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam upaya perwujuan masyarakat yang beradab, dan gereja diha-rapkan dapat melihat hal ini dalam upaya berteologi. Nilai penghormatan yang didapati dalam budaya ini menjadi hal etis yang harus dipertahankan. Sebaliknya pola perilaku otoriter dari kekua-saan yang dimiliki, adalah hal yang tidak etis, dari budaya yang dimaksud.
Strategi Pendidikan Kristiani yang Ramah terhadap Lingkungan dan Sesama Giawa, Safatulus
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.89

Abstract

Education is generally intended as an active process of continuously forming qualified humans to answer various life problems. One of the problems Indonesian people face today is the spread of intolerant behavior by considering differences in religion, ethnicity, language, and skin color as enemies. In this study, an educational strategy is offered in shaping humans, especially in Indonesia, which pays attention to crucial things considering the various backgrounds of the Indonesian people of different religions, ethnicities, languages, and customs, which of course, affect the personality of each individual. Especially in Christian education, which wants to spread the kingdom of God to the ends of the earth. The research method used in this research is the descriptive qualitative research method. The results found that Christian education in Indonesia is essential to get special attention and equip the education world with new strategies. In this context, the Christian faith is introduced, which in essence, does not oppose the diversity and ideology of the Indonesian nation, namely Pancasila. This study concluded that an environmentally friendly educational strategy requires practical action of Christians to embody personal piety, healthy Bible teaching, active social activities, the ability to sow humanist-religious behavior and form a Christian personality in Indonesia. Some of these points are expected to be applied to the concept of education in Indonesia to realize environmentally friendly education in the context of a pluralistic Indonesian society.   AbstrakPendidikan secara umum dimaksudkan sebagai sebuah proses aktif yang terus menerus dilakukan dalam membentuk manusia yang mumpuni bagi jawaban berbagai permasalahan kehidupan. Masalah yang terus dihadapi oleh masyarakat Indonesia yang terus berlanjut sampai saat ini salah satunya adalah merebaknya perilaku intoleran dengan menganggap perbedaan agama, suku, bahasa dan warna kulit sebagai musuh. Pada penelitian ini ditawarkan suatu strategi pendidikan dalam membentuk manusia terutama di bumi Indonesia yang memperhatikan hal-hal yang krusial mengingat berbagai latar belakang rakyat Indonesia yang berbeda agama, suku, bahasa, adat istiadat yang sudah barang tentu mempengaruhi kepribadian setiap individu. Secara khusus pada pendidikan Kristiani yang mengkehendaki penyebaran kerajaan Allah sampai ke ujung bumi. Metode penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun hasil yang ditemukan bahwa pendidikan Kristen di Indonesia penting mendapatkan perhatian khusus untuk memperlengkapi dunia pendidikan dengan strategi-strategi baru. Pada konteks ini, Iman Kristen diperkenalkan yang pada hakikatnya tidak menentang keberagaman dan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa strategi pendidikan yang ramah terhadap lingkungan mengkehendaki suatu tindakan praktis umat Kristen dalam bentuk perwujudan kesalehan pribadi, pengajaran Alkitab yang sehat, aktif kegiatan sosial, mampu menyemai perilaku humanis-religiusitas, dan membentuk pribadi Kristen di Indonesia. Beberapa poin dimaksud diharapkan diterapkan dalam konsep pendidikan di Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang ramah terhadap lingkungan dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural.  
Pengembangan Kurikulum Berbasis Keterampilan Mengajar, Kearifan Lokal, dan Ekonomi Kreatif pada Program Studi Teologi IAKN Tarutung Sitopu, Elisamark; Sihombing, Herdiana; Sitorus, Herowati; Sipahutar, Roy Charly H. P.
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.69

Abstract

This research is entitled Curriculum Development based on Teaching Skills, Local Wisdom, and Creative Economy in IAKN Tarutung Theological Study Program. The purpose of this research is to obtain a Theology Curriculum in accordance with the needs of stakeholders related to the Theological Study Program IAKN Tarutung. The method used is Research and Development (R&D). This method is used to produce a specific product and test its effectiveness of the product. The R&D model used is the ADDIE model which is done gradually or systematically: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the data found in the place where alumni work, graduates are needed who are not only proficient in theology and church but they should also have good teaching skills, have the insight of wisdom, and be able to help the church in developing the creative economy of the church. The results of this research merged the course of Integration of Theology and the course of Sociology of Community Empowerment into the course of Entrepreneur-ship, the course of Entrepreneurship Work Theology and Entrepreneurship into the course of creative behavior was replaced into the course of Teaching Skills. The Creative Economics course is an SKS award-winning course because it is considered important as a course that builds students' knowledge for the economic empowerment of the church.AbstrakPenelitian ini mengangkat judul Pengembangan Kurikulum berbasis Kerampilan Mengajar, Kearifan Lokal, dan Ekonomi Kreatif di Program Studi Teologi IAKN Tarutung. Tujuan penelitian untuk mendapatkan Kurikulum Teologi yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan sekaitan dengan Program Studi Teologi IAKN Tarutung. Metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Penggunaan metode in agar menghasilkan produk serta menguji keefektifan produk tersebut. Model R&D dalam penelitian ini adalah ADDIE yang dilakukan secara bertahap atau sistematis: Analysis, Design, Development (mengembangkan), Implementation (mengimplementasi-kan), dan Evalution (mengevaluasi). Berdasarkan data yang ditemukan di tempat alumni bekerja diperlukan lulusan yang tidak hanya cakap dalam berteologi dan berjemaat saja tetapi sebaiknya mereka juga memiliki kemampuan mengajar yang baik, memiliki wawasan kearifan, serta mampu membantu jemaat dalam mengembangkan ekonomi kreatif jemaat. Hasil penelitian ini melebur mata kuliah Integrasi Teologi dan mata kuliah Sosiologi Pemerdayaan Masyarakat menjadi mata kuliah Kewirausahaan, mata kuliah Entrepreneurship Teologi Kerja dan Kewirausahaan pada mata kuliah perilaku berkarya diganti menjadi mata kuliah Keterampilan Mengajar. Mata kuliah Ekonomi Kreatif menjadi mata kuliah yang mendapat penghargaan SKS karena dianggap penting sebagai mata kuliah yang membangun pengetahuan mahasiswa untuk pemerdayaan ekonomi jemaat.
Kesetaraan dalam Perbedaan Gender di Lingkungan Gereja Masehi Injili Halmahera: Sebuah Perspektif Feminisme Pakka, Jeane Prescilia
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.107

Abstract

This study aims to explain the causes of differences in position and position between women and men that occur in the Evangelical Christian Church in Halmahera (hereinafter referred to as GMIH) especially in one congregation and how the church responds to this. The research method in writing this article is a qualitative descriptive research method with steps such as; observation, interview, and literature study. The position and role of women both in the family, community and in the church, is actually not something new anymore, because people have been struggling with it for a long time, especially women themselves. The difference in position between women and men in the church is due to the strong influence of theological teachings in the Bible, patriarchal culture and local culture which are a source of inspiration and motivation for believers and the influence of the culture adopted by the local congregation. As the Body of Christ, the church is reminded to carry out its three (3) duties in this world well, namely; witness, fellowship and serve. The church must be a "home for all people" which means the church must be open to anyone, young, old, women and men regardless of ethnicity, race and culture because all are one in Christ Jesus
Relevansi Filsafat dan Pendidikan Agama Kristen dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Supit, Sugijanti
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to show that philosophy and Christian religious education are relevant in early childhood learning. An innovative collaboration between Christian values, experiential learning, and children's character growth provides a good foundation for holistic development in early childhood. This goal has been pursued by using a qualitative research method of literature study, resulting in an understanding that philosophy and Christian education make a positive contribution to early childhood learning in the form of a solid moral foundation while developing Christian character values that have an impact on the growth of faith in early childhood.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa filsafat dan pendidikan agama Kristen memiliki relevansi yang penting dalam konteks pembelajaran anak usia dini. Kolaborasi yang cerdas antara nilai-nilai Kristen, pembelajaran berdasarkan pengalaman, dan pertumbuhan karakter anak memberikan tempat pijakan yang baik bagi perkembangan secara holistik bagi anak usia dini. Tujuan tersebut telah ditempuh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kepustakaan, sehingga menghasilkan suatu pemahaman bahwa filsafat  dan pendidikan Kristeni memberikan sumbangan positif dalam pembelajaran anak usia dini, berupa landasan moral yang kuat sambil mengembangkan nilai-nilai karakter Kristen yang berdampak pada pertumbuhan iman anak usia dini. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16