cover
Contact Name
Meiry Akmara Dhina
Contact Email
meiryakmaradhina@gmail.com
Phone
+6282117291731
Journal Mail Official
meiryakmaradhina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Endah, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : 23386851     EISSN : 27231887     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sabdariffarma merupakan jurnal yang menerbitkan tulisan-tulisan dari peneliti maupun akademisi di bidang farmasi, yang meliputi: teknis, manajerial farmasi, pemanfaatan obat asli Indonesia, marketing, sistem industri (farmasi, apotek atau rumah sakit), dan uji praklinis obat yang berasal dari alam. Jurnal Sabdariffarma diterbitkan oleh Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari, dengan no p-ISSN 2338-6851 dan e-ISSN 2723-1887
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA" : 6 Documents clear
Studi In Silico Senyawa dari Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Protein Dihydrofolate Reductase (4KM2) pada Mycobacterium tuberculosis Inayah, Ita; Hadisoebroto, Ginayanti; Aini, Fauziyyah Nur
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1317

Abstract

Tuberculosis merupakan satu dari 10 penyebab kematian  yang  merupakan  penyebab  utama  dari  agen infeksi  tunggal. Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dihydrofolate reductase (DHFR) adalah salah satu protein yang berperan penting dalam biosintesis nukleotida dan disetujui sebagai target obat antibakteri dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa dalam tanaman sambiloto yang paling berpotensi sebagai antituberkulosis. Penelitian ini dilakukan secara in silico, tahapan awal dari metode in silico adalah pengujian toksisitas dan pengujian ADME secara virtual melalui web server pro tox II dan web server pkCSM, proses molecular docking senyawa uji terhadap protein Dihydrofolate reductase menggunakan software autodock tools yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu preparasi senyawa uji dan reseptor, validasi metode docking dan visualisasi docking senyawa uji dengan reseptor menggunakan software discovery studio. Hasil molecular docking menunjukkan senyawa 7-O-methylwogonin, wogonin dan apigenin merupakan senyawa yang paling berpotensi sebagai obat antituberkulosis dengan nilai Binding affinity berturut-turut sebesar -6,59 kkal/mol, -6,49 kkal/mol, -5,80 kkal/mol dan nilai konstanta inhibsi berturut-turut sebesar 14,84 μm, 17,53 μm, 55,87 μm. Selain itu ketiga senyawa tersebut memiliki sisi ikatan dan jenis ikatan yang hampir sama dengan trimethoprim sehingga dapat diprediksikan menjadi kandidat obat antibakteri dan dapat menghambat reseptor Dihydrofolate reductase.
FORMULASI SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DENGAN VARIASI GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN Ratnasari, Lina; Septian, Rizki Tri; Setiani, Ria
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1318

Abstract

Tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan primer maupun antioksidan sekunder. Kayu secang diketahui memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai lC50 sebesar 34,2888 ppm. Ekstrak etanol kayu secang dalam penelitian ini diformulasikan sebagai face mist. Sediaan face mist merupakan sediaan pelembab kulit yang praktis diaplikasikan, cepat meresap dan mudah dibawa. Gliserin pada formulasi face mist digunakan sebagai bahan tambahan yang dapat meningkatkan dan mempertahankan kandungan air pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan face mist ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan variasi konsentrasi gliserin sebagai humektan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Ekstrak etanol kayu secang diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Nilai rendemen yang diperoleh sebesar 8,3%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kayu secang mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, tannin, saponin dan fanolik. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi gliserin sebesar 10%, 15%, 20% dan ekstrak etanol kayu secang 2%. Pengujian evaluasi fisik sediaan dilakukan selama 30 hari yaitu hari ke-0, hari ke-15, dan hari ke-30, yang meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, waktu mengering, kelembapan kulit, iritasi, daya semprot, dan stabilitas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu F3 (20%) merupakan sediaan yang paling baik karena memenuhi semua kriteria evaluasi, serta memiliki nilai kelembapan yang lebih unggul dibandingkan F1 (10%) dan F2 (15%), hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai konsentrasi gliserin maka semakin tinggi pula nilai kelembapan nya, karena gliserin dapat meningkatkan dan mempertahankan kandungan air pada kulit.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL DARI KOMBINASI EKSTRAK BUNGA BROKOLI (Brasicca oleracea var. Italica) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) SEBAGAI ANTISEPTIK suharti, suharti; Hopipah, Sinta Hopipah; Helmiawati, Yusi
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1315

Abstract

Gigi manusia seringkali terpapar oleh berbagai banyak bakteri yang bersarang di permukaan gigi. Salah satunya bisa menyebabkan plak sehingga dibutuhkan produk yang memiliki khasiat sebagai antiseptik untuk mengatasi hal tersebut.Tujuan dalam penelitian ini adalah dapat mengetahui membuka wawasan dalam pembuatan dan evaluasi sediaan pasta gigi herbal dari kombinasi ekstrak bunga brokoli (Brasicca oleracea var. Italica) dan daun sereh wangi (Cymbopogon nardus) sebagai antiseptik. Desain penelitian yang digunakan adalah (action research) yang bertujuan untuk menyelesaikan rumusan masalah menggunakan menggunakan 4 siklus, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan ekstrak bunga brokoli dan daun sereh wangi yang diperoleh dari hasil metode maserasi. Sediaan pasta gigi dibuat menjadi 3 formulasi dengan perbandingan ekstrak sereh wangi, yaitu pada F1 : Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,3 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,3), F2 : Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,5 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,5 g), dan F3: Kombinasi 2,5 gr gram ektrak brokoli dan 0,7 gram daun sereh ekstrak wangi (2,5 g : 0,7 g).Berdasarkan hasil dari 3 formulasi pada sediaan pasta gigi ini semuanya (F1,F2 dan F3) dapat dilanjutkan untuk pengamatan uji organoleptik dan uji pH.Pengamatan dilakukan pada sediaan pasta gigi dri ekstrak bunga brokoli dan daun sereh wangi menggunakan panca indera yang meliputi bau,warna,dan tekstur.Bau aroma F1,F2,F3 tidak tercium dikarenakan kurang banyak formulasi serehnya ,warna pada F1 dan F2 hasil pengamatan memiliki warna hjau kecoklatan dan F3 menghasilkan warna lebih muda yaitu hijau kekuningan ini dikarenakan warna hijau pada brokoli.Untuk Tekstur F1 lebih encer ,F2 lebih kental dari F1 dan F3 lebih padat dari F3,dan F2 dan F3 lebih stabil sediaanya. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa sediaan pasta gigi yang berhasil dibuat dan dapat dikatakan stabil saat diuji pada pengujian organoleptik dan pengujian pH. Namun, pada pengujian organoleptik yang dilakukan ke tiga formulasi tersebut menunjukkan bahwa formula terbai
INOVASI OBAT HERBAL TRADISIONAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIMANGGU Yusuf, Muhammad Daud
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1334

Abstract

Desa Cimanggu di Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan obatherbaltradisional(jamu)dengankekayaanalamberupatanamanherbaldanrempah.Penelitianinibertujuan untuk mengeksplorasi inovasi obat herbal tradisional sebagai sarana pemberdayaan masyarakatDesa Cimanggu, dengan fokus pada pengembangan produk, tantangan yang dihadapi, dan dampak sosial-ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode wawancaramendalam dengan petani dan pengrajin jamu, observasi langsung di lapangan, dan analisis dokumentasiyangrelevan.Prosesanalisisdatabersifatdinamisdanberkelanjutan,melibatkantriangulasiuntukmenjamin kredibilitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya inovasi produk herbal seperti Jamu KiUrat untuk mengatasi asam urat, Jamu Kulit Manggis sebagai serbuk instan untuk berbagai masalahkesehatan, Jamur Lingzhi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Serbuk Ki Rinyuh dengan potensiantikanker, dan Lobak Batu untuk mengatasi batu ginjal dan asam urat. Namun, ditemukan juga tantangansignifikan seperti kurangnya inovasi dalam pengolahan dan pengemasan, keterbatasan akses pasar danjaringandistribusi,serta penurunanminat generasi muda terhadappengetahuantradisional.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KENTANG HITAM (Plectranthus rotondifolius (Poir) Spreng) DENGAN METODE DPPH (2-2-difenil-1-pikrilhidrazil) dewi, lisna; Slamet, Tuty; Zianida, Neneng
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.1316

Abstract

Kentang merupakan tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam kentang diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kentang hitam dengan menggunakan metode DPPH. Karakterisasi simplisia didapatkan hasil kadar air sebesar 2,4%, susut pengeringan sebesar 6,5%, kadar abu total sebesar 12,5%, kadar abu tidak larut asam sebesar 0,5%, kadar sari larut air sebesar 32%, dan kadar sari larut etanol sebesar 21%. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan hasil rendemen sebesar 13%.  Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol daun kentang hitam sebesar 14,6 µg/ml dan nilai IAA sebesar 2,73, sehingga ekstrak etanol daun kentang hitam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
EFEKTIVITAS OBAT ANTIBIOTIK UNTUK DEMAM TIFOID TERHADAP PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. AGOESDJAM KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT PERIODE 2019 Wardati, Yulia
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i1.481

Abstract

Typhoid fever is the third of the 10 main diseases in patients treated in hospitals in Indonesia, while at RSUD dr. Agoesdjam West Kalimantan is ranked fourth. The aim of the research is to determine patterns of drug use and evaluate the effectiveness of antibiotic drugs for patients with thiophid fever at RSUD dr. Agoesdjam. This research is an observational study with retrospective data collection in May-July 2019, with a total of 103 patients. The inclusion criteria taken were medical record data from patients aged 5 to 10 years, who were diagnosed with typhoid fever at the inpatient installation of the Regional General Hospital ( RSUD) Dr. Agoesdjam Ketapang, West Kalimantan. Exclusion criteria are; Medical records for typhoid fever patients have other comorbidities such as kidney failure, psychiatric disorders, and so on.The parameters for the effectiveness of the drugs used are LoS, LoSAR, reduction in body temperature and reduction in the number of leukocytes. The results obtained were the use of antibiotics including chloramphenicol, ampicillin, ceftriaxone and cefixime. Based on LoS parameters, ceftriaxone was the most effective (2.77 days), LoSAR ceftriaxone (5 days), decreased body temperature ampislin (4.2 °C) and decreased leukocytes ampislin (6075 cells per micro liter). The most antibiotic used was chloramphenicol (41 patients). The most effective drugs were ceftriaxone (according to LoS and LoSAR parameters) and ampicillin (according to body temperature and leukocyte reduction parameters). 

Page 1 of 1 | Total Record : 6